15 Cara Menangkal Ilmu Hitam dalam Islam

Ilmu hitam mungkin identik dengan suatu ilmu yang melibatkan jin atau makhluk gaib di dalamnya. Ilmu hitam juga berkaitan dengan sihir yang secara etimologi berarti sesuatu yang tersembunyi dan sangat halus penyebabnya. Sementara itu, jika berdasarkan syariat, Abu Muhammad Al Maqdisi menjelaskan bahwa sihir adalah azimat-azimat, mantra-mantra atu buhul-buhul yang bisa memberi pengaruh terhadap hati sekaligus jasad, bisa menyebabkan seseorang sakit, terbunuh ataupun memisahkan suami dari istrinya. (Baca juga: Hukum Perceraian dalam Islam)

ads

Jadi, ilmu hitam atau sihir bukanlah sekedar isapan jempol dan benar-benar ada dan bisa mencelakakan seseorang dengan takdir Allah yang bersifat kauni. Firman Allah Subhanahu wa Taála dalam surat al Baqarah ayat 102, “… Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang bisa mereka gunakan untuk menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya. Dan mereka (ahli sihir) itu tidak dapat memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorang pun kecuali dengan izin Allah…”. 

Allah memerintahkan kita untuk berlindung dari kejahatan sihir. Seperti pada salah satu ayat al Quran, yaitu surat al Falaq ayat 4, “Dan (aku berlindung kepada Allah) dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembuskan pada buhul-buhul”. Dari situ kita bisa menyimpulkan bahwa sihir memiliki pengaruh buruk dan kita harus berusaha menjaga agar jangan sampai terkena pengaruhnya. (Baca juga: Cara Menghindari Pelet Menurut Islam)

Sihir memiliki berbagai bentuk dan tingkatan. Salah satu bentuk sihir yang mungkin sering kita jumpai di sekitar kita adalah tiwalah, yaitu sihir yang dilakukan untuk mendapatkan cinta seorang suami kepada istrinya. Di Indonesia, sihir semacam ini umumnya disebut pelet. Selain itu ada pula namimah (adu domba), al ‘afthu (pengasihan), ash sharfu (menjauhkan hati) dan sebagainya. Sebagian besar perbuatan sihir ini diklasifikasikan dalam perbuatan kufur dan syirik, kecuali sihir yang menggunakan racun atau obat-obatan serta namimah. (Baca juga: Dosa yang Tak Terampuni)

Hukum Perilaku Sihir atau Ilmu Hitam

Berdasarkan penjelasan Syaikh Abdurrahman bin Nashir as Sa’di, sihir termasuk perbuatan  syirik ditinjau dari dua sisi. Sisi yang pertama, dimana sihir memiliki unsur meminta pelayanan dan menggantungkan diri pada selain Allah, dalam hal ini adalah setan, dengan menggunakan pendekatan diri pada mereka melalui sesuatu yang disukai oleh setan sehingga setan-setan itu akan memberi pelayanan yang diinginkannya. Sementara itu, di sisi yang kedua sihir mengandung unsur pengakuan bahwa pelaku sihir mengetahui hal-hal gaim dan menyetarakan dirinya dengan Allah dalam ilmu-Nya. Selain itu adanya upaya untuk menempuh segala cara yang bisa menyampaikannya kepada hal tersebut.

Dari sini kita bisa mengetahui bahwa hukum mempelajari dan mempraktikkan sihir adalah haram. Bahkan, diriwayatkan dari beberapa sahabat bahwa hukuman bagi para tukang sihir adalah dibunuh. Sihir ini merupakan perbuatan setan, sebagaimana firman Allah pada surat al Baqarah ayat 102, “Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Suaiman mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (dan tidak mengerjakan sihir), tetapi setan-setan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia”.

Cara Benar Menangkal Ilmu Hitam

Dari semua uraian di atas menegaskan bahwa kita harus melakukan pencegahan dan cara-cara menangkal ilmu hitam. Ilmu hitam atau sihir ini termasuk penyakit yang bisa menimpa manusia atas izin Allah Subhanahu wa Taála. Seperti yang kita pasti ketahui, tidak mungkin Allah menurunkan suatu penyakit tanpa juga menurunkan penawarnya. Sementara itu, seorang muslim dilarang untuk berobat dengan sesuatu yang diharamkan Allah.

Seorang muslim diharamkan untuk mendatangi dukun untuk mengobati penyakit dari ilmu hitam yang mengenainya. Hal ini karena hukumnya sama saja dengan mendatangi dukun dan mempercayai selain Allah. Apalagi, jika sampai meminta para dukun untuk melakukan sihir untuk mengusir sihir yang menimpanya. Semua ini termasuk dalam perkara gaib dan hanya Allah saja yang mengetahui. Maka, jika kita melakukan hal ini sama saja kita telah kufur.

Rasulullah saw bersabda, ‘Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang sihir, kemudian ia membenarkan (mempercayai) perkataan mereka, maka sungguh ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad’.

Oleh karena itu, Islam mengajarkan cara menangkal ilmu hitam yang sesuai dengan syariat Islam sebagaimana berikut ini:

  1. Berpegang pada tauhid

Hendaknya setiap muslim selalu mentauhidkan Allah SWT di setiap keadaan dan selalu bertawakkal kepada Allah. Tidak hanya itu, setiap muslim harus menjauhi perbuatan syirik, apapun bentuknya.

Baca juga:

Sponsors Link

Dalam firman Allah di surat an Nahl ayat 99 hingga 100, ‘Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasaan atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Rabbnya. Sesungguhnya kekuasaan setan hanyalah atas orang-orang yang menjadikannya sebagai pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah’.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as Sa’di, ketika menafsirkan ayat di atas, berkata, “Sesungguhnya setan tidak memiliki kekuasaan untuk mempengaruhi (mengalahkan) orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Rabbnya semata, yang tidak ada sekutu bagi-Nya, maka Allah Subhanahu wa Taála akan membela orang-orang mukmin yang bertawakkal kepada-Nya dari setiap kejelekan setan, sehingga tidak ada celah sedikitpun bagi setan untuk mencelakakan mereka”.

  1. Menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya

Berdasarkan sabda Nabi Muhammad saw kepasa Ibnu ‘Abbas ra., “Wahai anak, sesungguhnya aku akan mengajarkanmu beberapa kalimat. Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu…”

Menurut Syaih Nazhim Muhammad Sulthan, makna sabda Nabi Muhammad saw adalah jagalah perintah-perintah-Nya, larangan-larangan-Nya, hukum-hukum-Nya serta hak-hak-Nya. Caranya adalah dengan memenuhi apa-apa yang Allah dan Rasul-Nya perintahkan. Barangsiapa yang menjaga perintah-perintah-Nya, maka Allah akan menjaganya. Penjagaan Allah terhadap hamba-Nya adalah berupa penjagaan terhadap hamba itu sendiri, anak serta keluarga dan hartanya. Tidak hanya itu, Allah juga akan menjaganya terhadap agama dan imannya dari setiap perkara syubhat yang menyesatkan.

  1. Tidak membiarkan anak-anak di luar menjelang maghrib

Nabi Muhammad saw pernah bersabda, ‘Jika malam telah masuk – jika kalian berada di sore hari – maka tahanlah anak-anak kalian. Sesungguhnya setan berkeliaran pada waktu itu. Tatkala malam telah datang sejenak, maka lepaskanlah mereka’. Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhari Muslim.

  1. Membersihkan rumah dari patung

Diriwayatkan dalam sebuah hadis Rasulullah, bahwa malaikan (Rahmat) tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat patung, salib dan gambar-gambar yang bernyawa serta anjing. Selain itu, sebaiknya rumah juga dibersihkan dari alat-alat yang bisa melalaikan seperti alat musik. (Baca juga: Hukum Menggambar Makhluk Hidup)

ads
  1. Membaca al Quran

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, ‘Janganlah menjadikan rumah-rumah kalian layaknya kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibaca di dalamnya surat al Baqarah’. Dari hadis ini, maka dianjurkan untuk kita memperbanyak bacaan al Quran dan menjadikannya sebagai dzikir harian.

Baca juga:

6. Selalu berdzikir sesuai syariat

Kita dianjurkan untuk selalu membentengi diri dengan selalu berdzikir dengan dzikir yang disyariatkan. Contohnya adalah dzikir pagi dan sore, dzikir setelah sholat fardhu, dzikir sebelum dan sesudah bangun tidur dan dzikir-dzikir lainnya. Kita juga dianjurkan untuk selalu berdoa setiap akan melakukan sesuatu, seperti sebelum masuk dan keluar rumah, doa masuk dan keluar kamar mandi, dan lain-lain.

Baca juga:

Ibnul Qayyim berkata, ‘Sesungguhnya sihir para penyihir itu akan bekerja secara sempurna bila mengenai hati yang lemah, jiwa-jiwa yang penuh dengan syahway yang senantiasa bergantung pada hal-hal rendahan. Oleh sebab itu, umumnya sihir banyak mengenai  para wanita, anak-anak  orang-orang bodoh, orang-orang pedalaman dan orang-orang yang lemah dalam berpegang teguh kepada agama, sikap tawakkal dan tauhid, serta orang-orang yang tidak memiliki bagian sama sekali dari dzikir-dzikir ilahi, doa-doa dan taáwwudzaat nabawiyah’.

  1. Membaca dzikir pagi dan petang

Rasulullah bersabda, ‘Gunakanlah waktu pagi dan waktu sore, serta sebagian waktu malam untuk beribadah’ (HR. Bukhari 39). Dijelaskan olej Imam Ali al Qori, bahwa Rasulullah mengajarkan untuk selalu berdzikir setiap pagi dan sore, dimana dua waktu ini aalah waktu orang beristirahat dan waktu orang lalai. Selain itu, pagi dan petang merupakan pergantian suasana hari dari gelap ke terang atau sebalinya, sehingga manusia butuh perlindungan untuk melewati malam atau siang.

  1. Memakan tujuh butir kurma ‘ajwah setiap pagi

Berdasarkan pada sabda Nabi Muhammad saw, ‘Barangsiapa yang makan tujuh butir kurma ‘ajwah pada setiap pagi, maka racun dan sihir tidak akan mampu membahayakannya pada hari itu’. Lebih diutamakan untuk memilih kurma yang berasal dari Madinah, karena menurut Syaih Abdul ‘Aziz bin Baz, semua jenis kurma Madinah memiliki sifat yang disebutkan oleh Rasulullah tersebut. (Baca juga: Menu Berbuka Puasa)

  1. Membaca ayat kursi

Kita juga dianjurkan untuk membaca ayat kursi setiap selesai sholat lima waktu setelah membaca wirid yang disyariatkan setelah salam. Ayat kursi juga sebaiknya dibaca setiap sebelum tidur. Dalam hadis Nabi Muhammad disebutkan, ‘Barangsiapa membaca ayat Kursi pada malam hari, Allah senantiasa menjaganya dan setan tidak mendekatinya sampai subuh’. (Baca juga: Keutamaan Ayat Kursi)

  1. Membaca surat al Ikhlas, al Falaq dan an Naas

Ketiga surat di atas dibaca sebanyak tiga kali pada pagi hari sesudah sholat subuh dan menjelang malam sesudah sholat maghrib. Hal ini sesuai dengan hadis riwayat Abu Dawud, At-Tirmidzi dan An-Nasa’i. (Baca juga: Larangan Tidur Setelah Shalat Shubuh)

  1. Banyak berlindung dengan kalimat Allah

Sebagai muslim, kita harus selalu meminta perlindungan Allah dalam keadaan apapun dan dimana pun. Sabda Rasulullah saw, ‘Barangsiapa singgah di suatu tempat dan dia mengucapkan “A’uudzu bi kalimaatillahi attaammaati min syarri maa khalaq” maka tidak ada sesuatu pun yang membahayakannya sampai ia pergi dari tempat itu’.

  1. Membaca dua ayat terakhir dari surat al Baqarah

Dua ayat terakhir surat al Baqarah, yaitu ayat ke-285 dan 286 dianjurkan untuk dibaca supaya bisa terhindar dari sihir atau ilmu hitam. Dalam hadis Rasulullah saw, ‘Barangsiapa membaca dua ayat terakhir dari surat al Baqarah pada malam hari, maka cukuplah baginya’.

Sponsors Link

  1. Makan minyak zaitun

Minyak zaitun mungkin sudah lama kita kenal sebagai minyak yang berkhasiat baik untuk kecantikan. Tapi, ternyata minyak zaitun bisa menangkal dan menetralisir racun serta sihir. Berdasarkan hadis yang diriwayatkan Ahmad dan Tarmidzi, dan disahihkan oleh Syaikh Al Bani, ‘Makanlah minyak zaitun sesungguhnya ia diberkahi. Berlauklah dengannya dan berminyaklah dengannya, sesungguhnya ia keluar dari pohon yang diberkahi’. Selain memakan minyak zaitun, kita juga bisa mengoleskan minyak zaitun ini di bagian tubuh yang terkena sihir ataupun kerasukan.

baca juga:

  1. Mandi dengan air daun bidara

Daun bidara adalah daun yang berasal dari pohon yang memiliki ukuran kecil dan biasanya lebih mudah untuk tumbuh di daerah yang kering. Berdasarkan tafsir surat al Baqarah ayat 102 oleh Ibnu Nasir tentang setan yang memfitnah Nabi Sulaiman bahwa beliau menggunakan sihir bukan untuk mukjizat dan meriwayatkannya bahwa untuk menghilangkan ilmu sihir adalah dengan apa yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya. Dan untuk menghilangkan hal itu dengan membaca al Muáwwidzatain dan al Falaq, an Naas serta ayat kursi.

  1. Membaca Sayyidul Istighfar

Sayyidul istighfar memiliki arti pemimpin istighfar. Doa ini disebut sebagai pemimpin istighfar karena di dalamnya terkandung arti makna taubat yang menyeluruh. Berdasarkan sabda Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Ahmad, Bukhari dan lainnya, barangsiapa yang membaca sayyidul istighfar ‘Allahumma anta rabbi… dst’ di siang hari dengan meyakini isinya, kemudian dia meninggal di hari itu sebelum masuk waktu sore maka dia termasuk penduduk surga. Bagi umat muslim yang senantiasa membaca Sayyidul istighfar dengan memaknai isinya, kemudian meninggal sebelum waktu fajar datang, maka surga menjadi rumah selanjutnya baginya.”

Baca juga:

Demikian penjelasan terkait dengan beberapa cara menangkal ilmu hitam dalam Islam, semoga memiliki manfaat untuk umat muslim sekalian.

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , ,




Post Date: Friday 11th, August 2017 / 04:53 Oleh :
Kategori : Al-quran, Landasan Agama