17 Cara Menjadi Orang Sukses Menurut Al Qur’an

Seringkali kita mendengar kata sukses dalam kehidupan sehari hari. yang terfikirkan dalam benak kita ialah sukses itu berhasil dalam segala hal, terutama dalam masalah karir atau keuangan. Idealnya sukses itu bisa mencapai apa saja yang kita inginkan. Dalam islam, sukses juga memiliki arti tersendiri. Bedanya ialah sukses dalam islam bukan hanya berhubungan dengan hal duniawi saja seperti yang sebagian besar orang fikirkan selama ini.

Sukses dalam islam mencakup hal yang luas, mulai dari pekerjaan atau keuangan juga hingga mampu menjadi orang yang bermanfaat dan membantu orang lain, sukses dalam hal mengendalikan hawa nafsu diri sendiri dan mampu menjalankan segala perintah Nya, serta sukses ketika telah melewati berbagai ujian dan mampu menjadi manusia yang lebih tinggi derajatnya.

Sejatinya, sukses menurut islam adalah kebahagiaan yang kekal, yaitu kebahagiaan di dunia juga di akherat. Kita sebagai manusia tentu selalu punya harapan untuk menjadi orang sukses, entah itu dalam urusan dunia atau akherat. Islam mempunyai cara agar kita menjadi orang sukses. Dalam artikel kali ini saya bagikan 17 cara menjadi orang sukses menurut Al Qur’an. Cara ini bukan hanya untuk menjadi orang sukses di mata manusia, tetapi juga di mata Allah, Rabb kita. Langsung saja yuk kita simak bersama,

1. Mulai dengan Ilmu

Cara menjadi orang sukses menurut Al Qur’an ialah dengan memiliki ilmu. Dengan ilmu, seseorang akan menjadi orang sukses yang mampu memanfaatkannya untuk kebaikan dan hal yang bermanfaat. Jika ingin sukses, maka yang harus dilakukan pertama kali ialah dengan menuntut ilmu. “Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”. (QS Al Alaq : 5). keutamaan berilmu dalam islam akan menuntu pada kesuksesan.

2. Berubah dari Diri Sendiri

Agar dapat mencapai kesuksesan harus diawali dengan mengubah diri sendiri terlebih dahulu, mengubah kebiasaan buruk menjadi semangat. “Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai kaum itu sendiri yang mengubah keadaan yang ada pada dirinya”. (QS Ar Rad : 11).

3. Berdoa

Usaha tidak akan lengkap tanpa disertai doa. Doa merupakan sebuah wujud bahwa kita melibatkan Allah dalam setiap harapan “Maka bermohonlah kepada Ku”. (QS Al Baqarah : 186). Dengan menjalankan doa pembuka rezeki dari segala penjuru akan menjadi salah satu jalan untuk meraih kesukesan.

4. Sedekah

Perumpamaan orang yang menafahkan hartanya di jalan Allah (sedekah) adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan ganjaran bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah maha luas karunia Nya lagi maha Mengetahui”. (QS Al Baqarah : 261). Sedekah tidak akan mengubah seseorang menjadi miskin. Sedekah akan membuat jalan rejeki menjadi lebih lapang sehingga segala usaha mendapat kemudahan dari Allah.

5. Bersyukur

Cara menjadi orang sukses menurut Al Qur’an salah satunya dengan jalan rajin bersyukur, bersyukur akan memberikan perasaan bahwa kita adalah hamba Allah yang beruntung sehingga menjadi lebih bersemangat dalam menjalani langkah langkah menuju kesuksesan serta terhindar dari putus asa. “Jika kamu bersyukur akan Ku tambah nikmat untukmu”. (QS Ibrahim : 7). keutamaan bersyukur dalam islam akan mendapat jalan untuk menjadi orang yang di ridhoi Allah dalam usahanya menggapai suskes.

[AdSense-B]

6. Bertaqwa

Barang siapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan rezeki dari arah yang tidak disangka sangka”. (QS Ath Thalaaq : 2). Taqwa juga berperan penting dalam kesuksesa, orang yang bertaqwa akan mendapat kasih sayang dari Allah sehingga segala kesulitan yang dialaminya akan mendapat pertolongan dari jalan yang tidak disangkanya.

7. Niatkan karena Allah

Barangsiapa mengerjakan amal saleh dalam keadaan beriman, maka Kami akan berikan kepadanya kehidupan yang baik dan pahala jauh lebih baik dari apa yang mereke kerjakan”. (QS An Nahl : 97). Niatkan kesuksesan yang dikejar untuk mendapat ridho Allah di dunia dan di akherat, jangan mengejar suskes semata karena ingin dipuji atau karena duniawi.

8. Amanah

Lakukan segala usaha dengan jujur, jangan tergoda dengan jalan yang slaah, seperti membeli jabatan agar cepat sukses. Miliki segala sesuatu dengan jalan yang benar dan jadilan orang yang amanah. “Sesungguhnya harta dan anak anak mu hanyalah cobaan bagimu”. (QS At Taghabun : 15).

9. Jangan Menuruti Hawa Nafsu

“Dan kamu mencintai harta dengan kecintaan yang berlebihan”. (QS Al Fajr : 20). Sukses memang impian setiap orang, tetapi jangan hanya mengejar sukses dalam hal duniawi, jangan mencintai harta atau hal duniawi berlebihan, sebab segala yang dimiliki hamba Allah hanyalah titipan yang sewaktu waktu dapat diambil oleh Nya.

[AdSense-A]

10. Hindari yang Haram

Mereka itu adalah orang yang suka mendengar berita bohong dan memakan yang haram” (QS Al Maidah : 42). Hindari langkah yang curang misalnya membeli ijazah palsu agar dapat menggunakannya untuk naik pangkat. Keberkahan berpengaruh dari halal dan haram cara yang dilakukan.

11. Ikhlas

Barang siapa menjadikan akherat sebagai tujuannya maka Allah akan menjadikan kekayaan dalam hatinya”. (HR At Tirmidzi). Kejar sukses dengan niat yang ikhlas karena Allah dan dengan niat menggunakan kesuksesan tersebut di jalan Allah. Tentu saja bukan niat yang hanya berhubungan dengan duniawi seperti harta, jabatan, dan lain lain tetapi juga mengahrap sukses di akherat sebab merupakan salah satu keutamaan ikhlas dalam islam.

Sukses dalam islam wajib diikuti dengan rasa ikhlas dalam menjalani tiap prosesnya dengan sungguh dan ebrharap ridho Allah. Hasil dari setiap usaha bergantung dari keikhlasan dalam hati. Jika suatu hal dilakukan dengan ikhlas, tentu hasilnya akan lebih baik dan lebih berkah.

12. Istiqomah

Istiqomah artinya tekun atau terus menerus dan tidak berkurang. Lakukan usaha dengan istiqomah agar mendapat kelapangan dari Allah sebab orang yang bersungguh sungguh pasti akan mendapatkan hal yang diinginkan. “Jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (islam) benar benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak)”. (QS Al Jinn : 16).

13. Sabar

Setiap orang yang sukses pasti pernah menjalani berbagai tahap dengan berbagai ujian, cara menjadi orang sukses menurut Al Qur’an adalah dengan sabar ketika mendapat kesulitan atau rintangan dalam usaha. Wajib percaya pada Allah bahwa sabar akan menjadikan jalan kesuksesan untuknya. “Dan berikanlah berita gembira kepada orang orang yang sabar, yaitu yang ketika ditimpa musibah mereka mengucapkan : sungguh kita semua ini milik Allah dan sungguh kepada Nya lah kita kembali”. (QS Al Baqarah : 155-156).

14. Tidak Putus Asa

Orang yang sukses tidak menyerah ketika menghadapi tantangan, hal tersebut justru menjadi dorongan untuk menjadi lebih giat lagi dalam berusaha. Orang yang putus asa artinya tidak percaya pada rahmat Allah. “Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus dari rahmat Allah melainkan orang orang yang kufur” (QS Yusuf : 87)

15. Memiliki Keberanian

Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kadar kesanggupannya”. (QS Al Baqarah : 286). Jika sedang mencapai kesuksesan dan mendapat rintangan dalam prosesnya, cara menjadi orang sukses menurut Al Qur’an adalah dengan menyerahkan semuanya kepada Allah disertai usaha dan doa yang maksimal. Sebab Allah yang paling memahami kemampuan hamba Nya dimana Allah tidak akan memberi ujian di luar kemampuannya.

[AdSense-C]

16. Percaya Allah Maha Penolong

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan”. (QS Al Insyiroh : 5). Jika kita membaca kisah kisah orang sukses, tentu akan menemui masa dimana ada kesulitan yang dialami orang tersebut. Umumnya kesuksesan atau tahap yang lebih tinggi akan didapatkan setelah berhasil melewati kesulitan tersebut.

Begitu juga dengan hamba Allah lainnya, ketika kita sedang berusaha meraih kesuksesan atau impian dan menemui hambatan, ketahuilah bahwa hal tersebut bukan hanya dialami oleh kita, mungkin banyak orang yang mendapatkan ujian lebih berat tetapi sanggup melewatinya. Maka kita wajib berfikir demikian bahwa Allah selalu memberi jalan di tiap ujian.

17. Jangan Sombong

Ketika sudah berhasil mencapai tahap tertentu dalam langkah menuju sukses dan terasa impian sudah berada dekat di depan mata, tidak diperbolehkan merasa sombong dan melupakan Allah. Banyak orang yang lalai ketika diuji dengan kesenangan. “Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan sombong”. (QS Al Isra : 37).

Biasanya orang akan merasa bahwa dirinya bisa mencapai tahap tersebut sebba dari kerja keras dan usaha dirinya sendiri, tidak ada peran dari Allahs sedikitpun. Hal inilah yang dapat menjadi penghalang kesuksesan. Cara menjadi orang sukses menurut Al Qur’an adalah dengan senantiasa rendah hati. Jauhi sombong dan tetap meningkatkan kualitas diri sehingga sukses akan datang menghampiri.

Dengan menerapkan cara cara sukses menurut Al Qur’an ini, InsyaAllah kita akan menjadi orang yang sukses serta mendapat kebahagiaan dan ketenangan. Demikian artikel kali ini, semoga kita menjadi orang yang sukses di dunia dan akherat. Terima kasih sudah membaca semoga bermanfaat untuk anda semua. Salam hangat dari penulis.

13 Cara Memilih Sahabat Dalam Islam

Islam merupakan agama yang sempurna yang mengatur segala aspek kehidupan manusia. Begitu pula dengan cara berhubungan dengan sesama manusia atau pergaulan dalam Islam. Sebagaimana firman Allah SWT:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Artinya: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Q. S. Al Hujurat: 13)

Sebagai mahluk sosial,  kita diwajibkan untuk menjalin hubungan pertemanan yang baik dan sesuai syariat.  Berikut adalah cara yang dapat Anda jadikan pedoman dalam bersahabat.

1. Carilah sahabat sesama Muslim

Allah telah memerintahkan kita untuk mencari sahabat yang beragama Islam juga dan menghindari bersahabat dengn Non Muslim.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَتَّخِذُوا۟ ٱلْيَهُودَ وَٱلنَّصَٰرَىٰٓ أَوْلِيَآءَ ۘ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۚ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُۥ مِنْهُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلظَّٰلِمِينَ

Artinya: ” Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (Q. S. Al Maidah: 51)

Tapi Allah tidak melarang kita untuk berteman dengan Non Muslim,  bahkan dalam sejarah agama Islam,  Rasul melindungi mereka yang Non Muslim.  Namun kita diperintahkan untuk hanya bersahabat dan percaya dengan sesama Muslim.

2. Dekat dengan orang shaleh

Sebagaimana sabda Rasul: “Bersahabat dengan orang yang soleh dan dengan orang yang jahat persis seperti berkawan dengan pengedar minyak wangi dan tukang besi (yang menghembus bara api). Pengedar minyak wangi sama ada ia memberi anda sebahagian atau anda membeli bau-bauan daripadanya atau sekurang-kurangnya anda mendapat juga baunya. Manakala tukang besi pula samada ia menyebabkan baju anda terbakar atau anda mendapat bau yang hapak.” (Riwayat Abu Daud).

3. Selalu berhusnudzhon

Sebagai sahabat,  hendaklah saling bersangka baik sehingga akan terjalin hubungan persahabatan yang dilandasi kepercayaan.  Sebagaimana Firman Allah SWT: [AdSense-B]

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱجْتَنِبُوا۟ كَثِيرًا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ ٱلظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا۟ وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ

Artinya: ” Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang” (Q. S. Al Hujurat: 12)

4. Saling menolong

Sahabat adalah orang yang akan selalu mendampingi kita di saat senang maupun susah.

وَتَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْبِرِّ وَٱلتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

Artinya: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (Q. S. Al Maidah: 2)

Baca juga:

[AdSense-A]

5. Selalu menepati janji

بَلَىٰ مَنْ أَوْفَىٰ بِعَهْدِهِۦ وَٱتَّقَىٰ فَإِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُتَّقِينَ

Artinya: “(Bukan demikian), sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.” (Q. S. Ali Imran:76)

Sahabat yang baik adalah sahabat yang selalu menepati janjinya. Jangan bersahabat dengan orang yang berjanji namun juga sering mengingkarinya karena itu adalah tanda orang munafik.  Dari Abu Hurairah, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: Tanda-tanda orang munafik ada tiga: jika berbicara dia berdusta, jika berjanji dia mengingkari, dan jika diberi amanah dia berkhianat (HR. Al- Bukhari)

6. Meminta maaf jika salah dan saling memaafkan

Sebagai manusia tentunya kita memiliki banyak kekurangan dan sering melakukan kesalahan, maka hendaknya kita bisa saling memaafkan terutama pada sahabat. Apalagi ada banyak keutamaan memaafkan dalam Islam. Sebagaimana firman Allah SWT:

ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِى ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَٱلْكَٰظِمِينَ ٱلْغَيْظَ وَٱلْعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِ ۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ

Artinya: “(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”(Q.S. Ali Imran: 134)

7. Berbicara dengan sopan dan lemah lembut

مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

Artinya: “Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir”(Q.S. Qaaf:18)

Baca juga:

8. Saling mengingatkan dalam kebaikan

Sahabat sejati adalah sahabat yag selau menjadi alarm bagi kita untuk terus berada di jalan Allah SWT.

وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ

Artinya: “Dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).” (QS. Luqman: 17)

9. Mendengarkan dengan baik

Jika sahabat Anda sedang berbicara maka dengarkanlah dengan baik dan jangan memotong pembicaraannya sebelum ia selesai berbicara. Akan terasa tidak sopan dan menyinggung perasaaan sahabat Anda jika pembicaraannya dipotong sebelum selesai.

10. Tidak membicarakan hal yang tidak ia sukai

Bicaralah tentang berbagai hal yang bermanfaat dan yang ia sukai. Hindari topik pembicaraan yang tidak ia sukai.

Baca juga:

11. Saling menutupi aib

Hendaknya sesama Muslim saling menutupi keburukan atau aib saudaranya, begitu pula dengan sahabat yang telah dipercaya. Sebagaimana sabda Rasul:

“Barangsiapa yang meringankan (menghilangkan) kesulitan seorang muslim kesulitan-kesulitan duniawi, maka Allah akan meringankan (menghilangkan) baginya kesulitan di akhirat kelak. Barangsiapa yang memberikan kemudahan bagi orang yang mengalami kesulitan di dunia, maka Allah akan memudahkan baginya kemudahan (urusan) di dunia dan akhirat.

Dan barangsiapa yang menutupi (aib) seorang muslim sewaktu di dunia, maka Allah akan menutup (aibnya) di dunia dan akhirat. Sesungguhnya Allah akan senantiasa menolong seorang hamba selalu ia menolong saudaranya.” (HR. Tirmidzi)

Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Tidaklah seseorang menutupi aib orang lain di dunia, melainkan Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat kelak.” (Shahih Muslim).

12. Berwajah ceria saat bertemu

Sahabat yang baik akan selalu berwajah ceria dan memberi semangat setiap berjumpa dengan sahabatnya. Sebagaimana sabda Rasul: “Jangan sepelekan kebaikan sekecil apa pun, meski hanya dengan menjumpai saudaramu dengan wajah berseri-seri.”(HR. Muslim dan Tirmidzi).

13. Saling memberi hadiah

Sahabat yang sudah sangat dekat dan saling percaya biasanya akan saling memberi hadiah. Sebagaimana sabda Rasul: “Saling berjabat tanganlah kalian, niscaya akan hilang kedengkian. Saling memberi hadiah lah kalian, niscaya kalian saling mencintai dan hilang (dari kalian) kebencian.” (HR. Imam Malik)

Itulah beberapa tips bersahabat dalam Islam yang dapat menjadi referensi bagi Anda. Semoga kita semua bisa menjadi dan mendapatkan sahabat yang akan membimbing kita dekat dengan Allah. Aamiin.

Keutamaan Berbaik Sangka Kepada Allah dan Dalilnya

Sebagai hamba-Nya yang selalu mendapatkan rahmat dan karunia, hendaknya kita selalu berbaik sangka kepada Allah SWT. Berbaik sangka kepada Allah dilakukan dengan mengharap ridho Allah, berdoa, tawakal, serta memohon ampunan dan pertolongan. Sebagaimana firman Allah SWT:

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَٱلَّذِينَ هَاجَرُوا۟ وَجَٰهَدُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ أُو۟لَٰٓئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ ٱللَّهِ ۚ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(Q.S. Al Baqarah:218)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

Allah Ta’ala berfirman, “Aku berdasarkan prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Apabila ia berbaik sangka, maka ia akan mendapatkan kebaikan. Jika berprasangka buruk, maka ia mendapatkan keburukan.” (HR. Ahmad).

Ini berarti jika kita ingin mendapat kebaikan dari Allah SWT, maka hendaklah berbaik sangka kepada-Nya. Jika kita berbaik sangka kepada Allah,  maka kebaikan akan datang kepada kita.  Namum sebaliknya jika kita selalu berburuk sangka kepada Allah,  menyalahkan semua musibah pada Allah,  maka hanya keburukan lah yang akan datang.

Allah selalu memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya meskipun hamba-Nya justru sering mengeluh. Maka hendaknya kita selalu tawakal dan percaya akan jalan yang telah diberikan Allah kepada kita. Sebagaimana firman-Nya: :

Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (Al Baqarah: 216)

Baca juga:

Berbaik sangka kepada Allah SWT memiliki banyak keutamaan, diantaranya adalah:

1. Jauh dari ketakutan

Dari Anas ra. sesungguhnya Nabi saw. masuk untuk menemui seorang pemuda yang sedang sakaratul maut, maka Rasulullah saw. bersabda: Bagaimana keadaanmu? Pemuda itu berkata, “Ya Rasulullah saw.! aku mengharapkan rahmat Allah dan aku sangat takut akan dosadosaku.” Kemudian Rasulullah saw. bersabda,Tidaklah takut dan roja berkumpul dalam hati seorang hamba dalam keadaan seperti ini kecuali Allah akan memberikan kepadanya apa-apa yang diharapkannya, dan akan memberikan keamanan kepadanya dari perkara yang ditakutinya.” (HR. at-Tirmidzi dan Ibnu Majah, al-Mundziri berkata, “Hadits ini sananya hasan”). [AdSense-B]

Seseorang yang selalu berbaik sangka kepada Allah tentunya terlepas dari berbagai rasa ketakutan karena hatinya telah yakin bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik bagi dirinya.

2. Selalu dekat dengan Allah

Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Aku berdasarkan pada prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Aku akan selalu bersamanya jika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam hatinya, maka Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia berdzikir mengingat-Ku dalam suatu jama’ah, maka Aku akan sebut-sebut dia dalam jama’ah yang lebih baik dari mereka. Jika ia mendekati-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta. Jika ia mendekati-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Apabila ia mendekati-Ku dengan berjalan, maka Aku akan mendekatinya dengan jalan cepat.” (HR. Al-Bukhari).

3. Diampuni dosanya

Dari Anas ra. ia berkata, aku mendengar Rasulullah saw. bersabda:

Allah berfirman,

[AdSense-A] “Wahai anak Adam!, sesungguhnya engkau selama berdoa dan berharap kepada-Ku, maka Aku pasti akan memberikan ampunan kepadamu atas segala dosa-dosamu dan Aku tidak akan peduli. Wahai anak Adam!, andaikata dosa-dosamu sampai ke langit kemudian engkau memohon ampunan kepada-Ku, maka pasti Aku akan memberikan ampunan kepadamu. Wahai Anak Adam!, jika engkau datang kepada-Ku dengan membawa kesalahan sepenuh bumi, kemudian engkau bertemu dengan-Ku, tapi engkau tidak menyekutukan-Ku sedikit pun, maka pasti Aku akan datang kepadamu dengan membawa ampunan sepenuh bumi.” (HR. at- Tirmidzi. Ia berkata, “Hadits ini hasan”)

Baca juga:

4. Ibadah yang baik

Berbaik sangka kepada Allah SWT merupakan salah satu ibadah.

Sebagaimana sabda Rasul : “Sesungguhnya berprasangka baik pada Allah adalah termasuk sebaik-baiknya ibadah” (HR. Abu Daud).

5. Terhindar dari keburukan di akhirat

Dari Fadhalah bin Abid, dari Rasulullah SAW. ia bersabda:

Ada tiga golongan manusia yang tidak akan ditanya di hari kiamat yaitu, Manusia yang mencabut selendang Allah. Sesungguhnya selendang Allah adalah kesombongan dan kainnya adalah al-Izzah (keperkasaan); Manusia yang meragukan perintah Allah; Dan manusia yang putus harapan dari rahmat Allah. (HR. Ahmad, ath-Thabrâni, dan al-Bazzâr. al-Haitsami berkata, “Perawinya terpercaya.” al-Bukhâri dalam kitab al-Adab, Ibnu Hibban dalam kitab Shahih-nya)

6. Terhindar dari dosa besar dalam Islam

Dari Ibnu Abbas, ada seorang lelaki berkata, “Ya Rasulullah saw.! apa dosa besar itu?” Rasulullah saw. bersabda: Dosa besar itu adalah musyrik kepada Allah, putus asa dari karunia Allah, dan putus harapan dari rahmat Allah. (al-Haitsami berkata, “Telah diriwayatkan oleh al-Bazzâr dan ath- Thabrâni para perawinya terpercaya.” As-Suyuti dan al-Iraqi menghasankan hadits ini)

Baca juga:

7. Mendapat rahmat Allah

وَلَا تُفْسِدُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَٰحِهَا وَٱدْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ ٱللَّهِ قَرِيبٌ مِّنَ ٱلْمُحْسِنِينَ

Artinya: “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.”(Q.S. Al A’raaf:56)

8. Lebih optimis

Seseorang yang selalu berbaik sangka pada Allah SWT akan lebih optimis dalam menjalani dan menata kehidupannya.

Sebagaimana firman Allah SWT: “(Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (Q.S. Al Baqarah:112)

9. Menjadi pribadi yang ikhlas

وَلَوْ أَنَّهُمْ رَضُوا۟ مَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥ وَقَالُوا۟ حَسْبُنَا ٱللَّهُ سَيُؤْتِينَا ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ وَرَسُولُهُۥٓ إِنَّآ إِلَى ٱللَّهِ رَٰغِبُونَ

Artinya :”Jikalau mereka sungguh-sungguh ridha dengan apa yang diberikan Allah dan Rasul-Nya kepada mereka, dan berkata: “Cukuplah Allah bagi kami, Allah akan memberikan sebagian dari karunia-Nya dan demikian (pula) Rasul-Nya, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berharap kepada Allah,” (tentulah yang demikian itu lebih baik bagi mereka).” ( Q.S. At Taubah: 59)

Itulah beberapa keutamaan berbaik sangka kepada Allah SWT. Sifat husnudzhon kepada Allah memang harus kita tanamkan dalam hati kita.

Sebagaimana sabda Rasul : Dari Abu Sufyan, dari Jabir bin Abdillah Radhiyallahu anhu berkata : tiga hari sebelum meninggalnya Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam, aku mendengar beliau bersabda:  Janganlah  seorang diantara kalian meninggal  kecuali  dia telah berbaik sangka kepada Allah “ (H.R. Muslim)

Hukum Berburuk Sangka Kepada Allah dan Dalilnya

Berburuk sangka dalam bahasa arab disebut su’uzhan, yang terdiri dari dua kata, yaitu su’u dan zhan. Su’u artinya jelek. Adapun zhan disini ( dalam konteks su’uzhan kepada Allah) adalah sangkaan yang tidak ada dalilnya atau dibangun diatas kebodohan. Sehingga berburuk sangka kepada Allah adalah mempunyai sangkaan yang jelek kepada Allah.

Berburuk sangka kepada Allah sangat dilarang dalam Islam. Sebagaimana Firman Allah:

dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk kepada allah. Mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk dan allah memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka jahanam, dan (neraka Jahannam) itulah sejahat jahatnya tempat kembali.” (QS. Al-Fath :6).

Orang yang berburuk sangka kepada Allah adalah orang yang meragukan bahkan membantah kebesaran Allah SWT sehingga patut diragukan keimanannya.  Dalam sejarah Agama Islam,  di masa jahiliyah,  banyak yang terang-terangan meragukan kebesaran Allah.

ثُمَّ أَنزَلَ عَلَيْكُم مِّنۢ بَعْدِ ٱلْغَمِّ أَمَنَةً نُّعَاسًا يَغْشَىٰ طَآئِفَةً مِّنكُمْ ۖ وَطَآئِفَةٌ قَدْ أَهَمَّتْهُمْ أَنفُسُهُمْ يَظُنُّونَ بِٱللَّهِ غَيْرَ ٱلْحَقِّ ظَنَّ ٱلْجَٰهِلِيَّةِ ۖ يَقُولُونَ هَل لَّنَا مِنَ ٱلْأَمْرِ مِن شَىْءٍ ۗ قُلْ إِنَّ ٱلْأَمْرَ كُلَّهُۥ لِلَّهِ ۗ يُخْفُونَ فِىٓ أَنفُسِهِم مَّا لَا يُبْدُونَ لَكَ ۖ يَقُولُونَ لَوْ كَانَ لَنَا مِنَ ٱلْأَمْرِ شَىْءٌ مَّا قُتِلْنَا هَٰهُنَا ۗ قُل لَّوْ كُنتُمْ فِى بُيُوتِكُمْ لَبَرَزَ ٱلَّذِينَ كُتِبَ عَلَيْهِمُ ٱلْقَتْلُ إِلَىٰ مَضَاجِعِهِمْ ۖ وَلِيَبْتَلِىَ ٱللَّهُ مَا فِى صُدُورِكُمْ وَلِيُمَحِّصَ مَا فِى قُلُوبِكُمْ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ

Artinya: ” Kemudian setelah kamu berdukacita, Allah menurunkan kepada kamu keamanan (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari pada kamu, sedang segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri, mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliyah. Mereka berkata: “Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini?”.

Katakanlah: “Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah”. Mereka menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu; mereka berkata: “Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini”.

Katakanlah: “Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh”. Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati.” (Q. S. Ali Imran : 154)

Baca juga:

بَلْ ظَنَنتُمْ أَن لَّن يَنقَلِبَ ٱلرَّسُولُ وَٱلْمُؤْمِنُونَ إِلَىٰٓ أَهْلِيهِمْ أَبَدًا وَزُيِّنَ ذَٰلِكَ فِى قُلُوبِكُمْ وَظَنَنتُمْ ظَنَّ ٱلسَّوْءِ وَكُنتُمْ قَوْمًۢا بُورًا [AdSense-B]

Artinya: ” Tetapi kamu menyangka bahwa Rasul dan orang-orang mukmin tidak sekali-kali akan kembali kepada keluarga mereka selama-lamanya dan syaitan telah menjadikan kamu memandang baik dalam hatimu persangkaan itu, dan kamu telah menyangka dengan sangkaan yang buruk dan kamu menjadi kaum yang binasa.” ( Q. S. Al Fath: 12)

Terkadang,  secara tidak sadar mungkin kita pernah berprasangka buruk kepada Allah SWT,  misalnya saja jika kita mengucapkan ‘seharusnya seperti ini,  bukan seperti itu’.

Nabi Muhammad SAW bersabda:

Tiada apa pun yang menimpa seorang mukmin berupa bencana dan menderita kesusahan, kecuali semua itu menjadi sebab untuk menghilangkan dosa-dosanya.” (HR. Bukhari Muslim)

[AdSense-A] Sahabat Ibnu Mas’ud juga meriwayatkan dari hadis lain ia menyebut: “Bahwasanya tiada seorang muslimpun yang tertimpa kesukaran dan penyakit, atau bencana yang lebih ringan lagi, kecuali Allah SWT akan menggugurkan dosa-dosanya, bagaikan gugurnya daun dari dahan pohon.”

Baca juga:

Maka hendaknya kita harus selalu bersangka baik kepada Allah SWT karena ia akan selalu memberikan yang terbaik bagi kita. Sebagaimana firman Allah SWT:

كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Artinya: ” Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.( Q. S. Al Baqarah: 216)

Setiap ujian ataupun musibah sebaiknya dilalui dengan baik karena Allah selalu tahu apa yang terbaik untuk kita.  Allah juga tidak akan menimpakan hamba-nya dengan ujian diluar batas kemampuan hamba-nya. Ujian yang diberikan merupakan salah satu tanda Allah sayang pada hambaNya.  

لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا ٱكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ إِن نَّسِينَآ أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ ۖ وَٱعْفُ عَنَّا وَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَآ ۚ أَنتَ مَوْلَىٰنَا فَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِينَ

Artinya: ” Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. (Q. S. Al Baqarah: 286)

Selalu berdoa dan tawakal kepada Allah SWT akan membuat kita tetap tegar dalam menghadapi musibah dalam Islam. Ummul Mukminin Sayidah Aisyah meriwayatkan pula sabda junjungan

Rasulullah SAW: “Barang siapa diuji dengan beberapa kesulitan, dan ia dapat mengatasi kesulitan itu dengan ketabahan dan menerimanya dengan keikhlasan, tertulis baginya disisi Allah dengan derajat yang mulia dan dihapus dosa-dosanya.”

Berburuk sangka kepada Allah SWT dapat terjadi pada 3 hal di bawah ini;

  1. Berprasangka bahwa Allah akan melestarikan kebatilan dan menumbangkan al haq (kebenaran). Perbuatan seperti ini tidak pantas ditujukan pada Alloh dan hanya orang kafir dan munafik yang melakukan hal buruk seperti ini.
  2. Mengingkari Qadha’ dan Qadar yakni menyatakan bahwa ada sesuatu yang terjadi di alam ini yang di luar kehendak Allah dan taqdir Allah.
  3. Mengingkari adanya hikmah yang sempurna dalam takdir Allah.

Baca juga:

Selalu bersyukur atas setiap pemberian Allah SWT akan membuat kita jauh dari sikap su’udzhon kepada Allah SWT.  Demikianlah artikel tentang berburuk sangka pada Allah yang singkat ini.  Semoga kita semua terhindar dari sifat yang tercela ini.  Aamiin.

13 Keutamaan Memaafkan Dalam Islam

Banyak dari kita tidak bisa memaafkan orang tua atau teman atau pasangan kita saat mereka mengatakan hal-hal yang menyakitkan dalam kemarahan. Kami menyimpan dendam selama bertahun-tahun, tidak dapat melupakan hal-hal yang telah dilakukan orang terhadap kami.

Di satu sisi, kita merasa dibenarkan dalam merasakan hal ini. Bagaimanapun, kita adalah orang-orang yang dianiaya. Adalah wajar jika marah pada seseorang saat mereka menyakitimu dan mengajarkan keutamaan ikhlas dalam islam.

Nabi kita mengatakan kepada kami bahwa seorang Muslim tidak boleh memutuskan hubungan dengan Muslim lain selama lebih dari 3 hari, menyadari bahwa kita memerlukan waktu untuk menenangkan diri. Memaafkan berarti tidak membawa dendam di hati Anda terhadap orang itu.

Memaafkan berarti bahwa jika Anda diberi kesempatan untuk melakukan pembalasan, Anda akan memilih untuk tidak melakukannya.

Memaafkan berarti tidak menginginkan kejahatan, bahkan jika secara diam-diam, atas orang tersebut. Ini berarti Anda dapat terus bersikap sopan terhadap mereka, dan bahwa Anda bahkan dapat membawa diri Anda untuk berdoa demi kesejahteraan dan bimbingan mereka. Namun, Apa yang Kita dapatkan ketuika mengamalkan sifat pemaaf dan mengamalkan cara membuat hati tenang dan ikhlas?

1. Ketenangan Batin

Jika Anda terus membenci dan tidak memaafkan seseorang ini hanya akan memupuk kebencian yang hakikatnya akan merusak diri kita sendiri. Kebencian yang dari sekecil biji-bijian akan kian membesar dan ini sangat tidak di sukai oleh Allah SWT.

2. Belajar Lebih Teliti Memilih Teman

Namun, pengampunan tidak berarti Anda tidak bisa belajar dari kesalahan mereka. Jika Anda mempercayai seseorang dan mereka mengkhianati kepercayaan Anda, pengampunan tidak berarti Anda harus mempercayai mereka lagi jika mereka tidak memberi Anda alasan untuk melakukannya.

Anda dapat memperlakukannya dengan baik, tanpa kebencian di hati Anda, tetapi jika Anda belajar sesuatu tentang karakter mereka, Anda harus mengingatnya saat berhadapan dengan mereka.

3. Dicintai Oleh Allah

Ketika kita disibukkan dengan kesalahan yang telah dilakukan orang lain terhadap kita, kita kehilangan fokus dari salah satu cara terindah untuk lebih dekat kepada Allah . Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Ada pedagang yang biasa memberi kredit kepada orang. Jika dia menemukan salah satu pelanggannya berada dalam sarana yang diluruskan, dia akan berkata kepada asistennya: “Maafkan mereka hutang mereka, mungkin Allah akan mengampuni kami.” Allah mengampuni dia. “ [Bukhari / Muslim]

4. Mendapatkan Pengampunan

Ada korelasi langsung antara cara kita memperlakukan orang lain dan bagaimana Allah SWT memperlakukan kita. Kita semua tahu Nabi Muhammad yang terkenal mengatakan “Kasihanilah mereka yang ada di bumi, dan Yang di surga akan mengampuni kamu” [Tirmidzi].

Tentu saja, Allah SWT jauh lebih besar dan lebih bermurah hati dari kita. Oleh karena itu, apapun yang kita lakukan untuk orang lain, Allah akan memperbanyaknya untuk kita dan merupakan tips bersahabat dalam Islam. [AdSense-B]

5. Menunjukan Kualitas Diri

Nabi Muhammad SAW, saat duduk di masjid bersama para sahabat, menunjukkan seseorang yang masuk masjid sebagai orang yang akan masuk Jannah. Dia melakukan ini selama 3 hari, dan setiap saat, itu adalah orang yang sama yang masuk masjid. Dia tidak memperhatikan bahwa orang tersebut shalat shalat malam opsional pada malam-malam ini menjaga hati dalam islam.

6. Pengangkat Derajat

perbuatan Seseorang tidak lebih dari apa yang Anda lihat. Perbuatan seseorang memang tidak tidak lebih dari apa yang Anda lihat, tapi satu-satunya yang di lakukan adalah bahwa seseorang pemaaf tidak menyimpan dendam apapun terhadap setiap Muslim atau iri siapa pun atas karunia apa yang telah diberikan Allah kepada mereka. Dan ini adalah berkah yang sangat langka. [AdSense-A]

7. Fokus Mengharap Ridha Allah SWT

Itulah artinya menjadi orang beriman sejati. Fokus kita bukan hanya pada seberapa banyak kita berdoa, meski itu tempatnya. Sebaliknya, kita begitu fokus untuk mendapatkan ridha Allah karena kesalahan orang terhadap kita tidak penting.

Inilah sebabnya mengapa Allah menggambarkan orang-orang percaya sebagai “orang-orang yang menghindari dosa-dosa dan ketidakmurnian besar, dan saat mereka marah, mereka memaafkan” [Surat ash-Shu’ara, 42:37].

8. Mendapatkan Kekuatan

Psikolog mengatakan bahwa ketidakmampuan untuk memaafkan dapat menyebabkan seseorang berulang kali membawa kemarahan dan kepahitan ke dalam setiap hubungan dan pengalaman baru .

Rasa sakit dan ketidakamanan yang disebabkan oleh pelaku kami diproyeksikan ke orang lain, karena kami tidak dapat beralih dari pengalaman kami sebelumnya.

9. Pengakuan Kebenaran

Muslimin tidak diminta untuk memaafkan apa yang telah dilakukan orang lain kepada mereka, namun mereka harus mengakui bahwa mereka telah menyakiti dan itu salah. Kita harus merenungkan mengapa hal ini menyakitkan, apa yang mungkin menjadi motif orang yang menyakiti kita, dan apa yang harus kita pelajari.

Dan kemudian kita harus terus maju, karena kita tidak bisa mengubah masa lalu, tapi kita pasti bisa menggunakannya untuk memberdayakan diri kita dan menjadi orang yang lebih baik, insya Allah.

10. Mengambil Sebuah Pembelajaran

Ketika kita mengambil langkah untuk belajar dari pengalaman yang menyakitkan, kita seharusnya bisa mencegah diri melakukan hal yang sama kepada orang lain. Sering kali kita mengutuk apa yang kita lakukan sendiri, kita terluka karena seseorang telah berbicara di belakang punggung kita, tapi kita sering mengalami semua pertengkaran.

11. Mengajarkan rasa Simpati

Efek psikologis lain untuk memaafkan orang lain adalah bahwa hal itu mengajarkan kita simpati. Saat kita melepaskan kemarahan, kita bisa lebih memahami orang-orang yang berada dalam situasi yang sama dengan kita sebelumnya.

12. Pikiran sehat, tubuh sehat

Ketidakmampuan untuk memaafkan mempengaruhi kita secara spiritual dan psikologis, dan selanjutnya, memiliki efek buruk pada kesehatan kita. Satu studi menunjukkan bahwa orang-orang yang berfokus pada dendam pribadi telah meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung, serta ketegangan otot dan perasaan yang semakin kurang terkendali.

13. Pengingat Untuk Diri Sendiri

Kita tau bahwa dengan memaafkan kita menyadari bahwa yang dilakukan orang tersebut adalah salah dan sangat menyakitkan. Hingga ini menjadi salah satu pengingat penting dimana nantinya kita tidak boleh melakukan hal yang sama seperti yang pernah dilakukannya tersebut.

Semoga Allah memberi kita kekuatan untuk memaafkan orang lain karena kesalahan mereka, dan untuk mengampuni kita untuk kepentingan kita sendiri. Amin.

13 Manfaat Jujur Dalam Agama Islam

Islam memerintahkan umat Islam untuk jujur ​​kepada dirinya sendiri dan orang lain. Perintah ini berulang kali hadir dalam Alquran dan hadits Nabi Muhammad SAW. Islam memerintahkan Muslim untuk mengatakan yang sebenarnya meskipun bertentangan dengan kepentingannya sendiri. Islam memerintahkannya untuk tidak menipu atau mengkhianati orang lain.

Seorang Muslim diperintahkan oleh Allah untuk menjadi jujur ​​dalam perkataan dan perbuatannya, baik secara pribadi maupun publik.Kejujuran dalam kata-kata berarti mengatakan kebenaran di segala situasi dan dalam segala situasi.

Kejujuran juga menyiratkan memenuhi janji, baik tertulis maupun yang diberikan secara lisan, dalam teks dan semangat. Kejujuran berarti memberi setiap orang hak tanggungan dan haknya tanpa meminta hak-hak ini. Berikut manfaat jujur  dan keutamaan jujur dalam islam yaitu :

1. Meningkatkan Kecintaan Allah SWT

Sudah sangat jelas bahwa ajaran agama islam sangat melarang umatnya untuk bersikap tidak jujur maupun berbohong. Bahkan sabda Nabi Muhammad SAW dengan tegas menyatakan perihal kejujuran dalam islam :

فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِيْ إِلَى الْفُجُوْرِ ، وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِيْ إِلَى النَّارِ

Sesungguhnya dusta membawa seseorang kepada kejahatan, dan kejahatan mengantarkan seseorang ke Neraka. Sebagaimana yang telah dirangkum dalam hadist tersebut maka jelas Allah SWT sangat membenci para pembohong.

Dan akan sangat mencintai kita sebagai umatnya jika ingin berkata jujur dan berbuat baik.Bukan tidak mungkin kita menjadi calon muslimin yang dimuliakan berikutnya.

2. Membawa Perdamaian

Islam memerintahkan kaum Muslim untuk jujur ​​kepada dirinya sendiri dan orang lain. Perintah ini berulang kali hadir dalam Alquran dan hadits Nabi Muhammad SAW. Islam memerintahkan Muslim untuk mengatakan yang sebenarnya meskipun bertentangan dengan kepentingannya sendiri di dalam banyak ayat tentang pergaulan dalam islam.

Islam memerintahkannya untuk tidak menipu atau mengkhianati orang lain. Seorang Muslim diperintahkan oleh Allah untuk menjadi jujur ​​dalam perkataan dan perbuatannya, baik secara pribadi maupun publik. Ini akan membawa kedamaian dimanapun.

3. Menjauhkan Dari Hal Yang Tidak Baik

Peringatan yang berat diberikan pada ayat berikut ini kepada para pedagang yang menipu:

“Celakalah orang-orang yang berurusan dengan penipuan, orang-orang yang, jika mereka harus menerima dengan mengukur dari orang-orang, ukuran yang pasti, tetapi jika mereka harus memberi dengan ukuran atau bobot kepada laki-laki, berikan lebih sedikit daripada seharusnya.

Apakah mereka tidak berpikir bahwa mereka akan dipanggil untuk bertanggung jawab  pada suatu hari yang perkasa ketika (semua) umat manusia akan berdiri di hadapan Tuhan semesta alam. “(133: 1-6). [AdSense-B]

4. Kejujuran Mempromosikan Identitas

Kejujuran adalah cerminan dari pemikiran dan perasaan Anda sendiri. Jika Anda ingin orang tahu siapa diri Anda sebenarnya, jujurlah dalam ekspresi diri Anda. Dan sebagai seorang muslim sejati pastinya anda tau bahwa ini akan mencerminkan pribadi baik.

5. Kejujuran menumbuhkan keberanian

Keberanian bukan tidak adanya rasa takut. Keberanian melakukan apa yang Anda tahu Anda inginkan atau perlu lakukan, terlepas dari ketakutan Anda. Dibutuhkan keberanian yang besar untuk mengatakan apa yang Anda rasakan. Seringkali sulit dan membutuhkan latihan dan kesabaran, tapi imbalannya sangat besar. [AdSense-A]

6. Kejujuran menunjukkan Anda peduli

Jujur dengan diri sendiri dan orang lain menunjukkan betapa Anda sangat peduli. Hal ini juga menunjukkan harga diri dan penghargaan terhadap orang lain. Sikap peduli membuat orang berhenti dan berpikir dan ini sangat dianjurkan dalam islam. Kejujuran yang lembut juga sangat menarik dan menarik.

7. Kejujuran menciptakan lingkaran cinta

Kejujuran memberi contoh yang mengajak orang lain untuk meniru. Bila orang lain merespons dengan jujur, itu bisa menciptakan kedekatan dan keaslian interpersonal lebih banyak. Hal ini sering diterjemahkan menjadi cinta dan dapat menciptakan evolusi hubungan cinta sesama muslim yang terus berlanjut tercantum dalam tips bersahabat dalam Islam.

8. Kejujuran menunjukkan kedewasaan dan penerimaan diri

Sering ada yang terluka dan sakit berhubungan dengan kejujuran. Orang dewasa menyampaikan ungkapan jujur ​​dengan gaya yang meminimalkan dampak menyakitkan. Ketika orang lain terluka, orang dewasa dan orang yang menerima dirinya tetap berada dalam hubungan untuk mengatasi rasa sakit yang dialami orang lain.

9. Kejujuran memupuk koneksi

Kejujuran bisa mendekatkan orang dengan menciptakan koneksi yang aman. Ini membentuk konteks untuk hubungan di mana kedua belah pihak merasa cukup aman untuk menjadi orang asli dalam interaksi mereka.

Hubungan semacam itu dapat mengundang dan memberdayakan masing-masing pihak untuk bekerja melalui beberapa masalah yang sangat pribadi.

10. Kejujuran terasa menggembirakan karena sangat membebaskan .

Menjadi otentik dan mengatakan apa yang Anda rasakan dan pikirkan terasa hebat! Dengan melakukannya, Anda membebaskan diri dari keterbatasan rasa takut.

11. Kejujuran menghilangkan emosi

Menyembunyikan perasaan atau informasi yang benar membuat sampah emosional. Ini dikenal sebagai gunnysacking , yang membutuhkan banyak energi untuk mengalahkan diri sendiri. Jujur dari awal setiap interaksi mencegah penumpukan sampah emosional dan membersihkan gosip emosi Anda.

12. Kejujuran menarik kejujuran lainnya

Jika kejujuran menjadi kebiasaan yang tidak disadari, Anda akan menjadi sangat menarik bagi orang jujur ​​lainnya. Kehidupan yang penuh dengan orang-orang otentik sangat diperkaya.

13. Kejujuran bisa membuat Anda tidak bermasalah

Kita semua tahu bagaimana Anda bisa menggali lebih dalam ke dalam lubang dengan kebohongan dan kebohongan. Jadi dari awal, jangan sampai kesana. Jaga agar tetap bersih dengan tetap jujur, terutama bila Anda takut akan konsekuensi yang diantisipasi.

Sekarang setelah Anda mengetahui manfaat kejujuran dalam islam bukan? Mengapa tidak mencoba mengamalkannya dan terus mengamalkannya mulai dari sekarang? Insha Allah syurga adalah jaminannya.

10 Tips Bersahabat Dalam Islam Agar Sehidup Sesurga

Islam tidak hanya mengatur tentang hubungan manusia dengan Allah, tapi juga antara manusia dengan manusia. Manusia adalah mahluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain dan Islam sendiri telah meletakkan hubungan antar manusia sebagai sesuatu yang besar dan penting.

Rasul sendiri telah mengatakan bahwa jika ingin melakukan perjalanan, maka hendaklah membawa teman.

Sebagaimana sabda Rasul: Seandainya orang-orang tahu bahaya sendirian sebagaimana aku mengetahuinya, niscaya mereka enggan pergi sendirian malam-malam. (al-Bukhari).

Persahabatan dalam Islam sangat dijunjung tinggi karena memiliki banyak keutamaan. Rasulullah SAW juga memiliki beberapa sahabat yang sangat disayangi dan dihargainya. Hal ini terlihat jelas dalam sabdanya :

“Janganlah kalian mencaci sahabat-sahabatku. Demi Allah, seandainya kamu berinfaq dengan emas sebesar gunung Uhud, sedekah itu tidak akan sebanding dengan satu mud (2 genggam tangan) maupun setengahnya pemberian salah seorang dari mereka. (al-Bukhari dan Muslim)

Namun dalam bersahabat, kita dianjurkan untuk lebih memilih dalam berteman. Ada beberapa tips memilih teman dalam Islam atau bersahabat dalam Islam, diantaranya adalah:

1. Bersahabat dengan Muslim

Islam tidak mengajarkan kita untuk berteman dengan sesama Muslim saja. Justru jika ada teman atau tetangga non Muslim yang meminta bantuan di tengah malam, maka kota wajib membantunya.

Namun Allah juga telah menjelaskan dalam Al Quran bahwa sebaiknya yang dijadikan sahabat atau orang yang dipercaya sebaiknya adalah seorang Muslim. Sebagaimana firman Allah SWT:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَتَّخِذُوا۟ ٱلْيَهُودَ وَٱلنَّصَٰرَىٰٓ أَوْلِيَآءَ ۘ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۚ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُۥ مِنْهُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلظَّٰلِمِينَ

Artinya: “Jangan jadikan orang Yahudi dan Nasrani (tidak berislam) sebagai Auliya (sahabat, pemimpin, wali, orang kepercayaan).” (Q.S. Al Maidah:51)

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَتَّخِذُوا۟ بِطَانَةً مِّن دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا۟ مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ ٱلْبَغْضَآءُ مِنْ أَفْوَٰهِهِمْ وَمَا تُخْفِى صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ ۚ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ ٱلْءَايَٰتِ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْقِلُونَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.”(Q.S. Ali Imran: 118)

Baca juga:

[AdSense-B]

2. Bersahabat dengan orang shaleh

Dalam bersahabat, dekatilah orang yang kuat agamanya agar kita juga ikut memiliki keimanan yang kuat. Sebagaimana sabda Rasul:

“Seseorang itu berada di atas agama sahabatnya, maka hendaknya salah seorang di antara kalian memperhatikan siapa yang menjadi sahabatnya.” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan dihasankan oleh al-Albani). Selain itu, Al Quran juga menganjurkan untuk bersahabat dengan orang yang bertakwa. Sebagaimana firmannAllah SWT:

ٱلْأَخِلَّآءُ يَوْمَئِذٍۭ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا ٱلْمُتَّقِينَ

Artinya: “(Pada hari kiamat kelak) orang yang bersahabat saling bermusuhan di antara satu sama lain, kecuali orang-orang yang bertaqwa.” (Q.S. al-Zukhruf:67)

وَيَوْمَ يَعَضُّ ٱلظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيْهِ يَقُولُ يَٰلَيْتَنِى ٱتَّخَذْتُ مَعَ ٱلرَّسُولِ سَبِيلًا

Artinya:”Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul”.(Q.S. Al-Furqan: 27)

يَٰوَيْلَتَىٰ لَيْتَنِى لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا

Artinya: “Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku). (Q.S. Al-Furqan: 28)

لَّقَدْ أَضَلَّنِى عَنِ ٱلذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَآءَنِى ۗ وَكَانَ ٱلشَّيْطَٰنُ لِلْإِنسَٰنِ خَذُولًا

Artinya: “Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Quran ketika Al Quran itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia.(Q.S. Al-Furqan: 29)

[AdSense-A]

3. Bersahabat dengan orang yang berakhlak mulia

Menjalin persahabatan hendaknya dengan orang yang memiliki akhlak mulia agar kita juga ikut menjadi orang yang berakhlak mulia, sebagaimana sabda Rasul :

“Bersahabat dengan orang yang soleh dan dengan orang yang jahat persis seperti berkawan dengan pengedar minyak wangi dan tukang besi (yang menghembus bara api). Pengedar minyak wangi sama ada ia memberi anda sebahagian atau anda membeli bau-bauan daripadanya atau sekurang-kurangnya anda mendapat juga baunya. Manakala tukang besi pula samada ia menyebabkan baju anda terbakar atau anda mendapat bau yang hapak.” (Riwayat Abu Daud)

وَلَا تَسْتَوِى ٱلْحَسَنَةُ وَلَا ٱلسَّيِّئَةُ ۚ ٱدْفَعْ بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ فَإِذَا ٱلَّذِى بَيْنَكَ وَبَيْنَهُۥ عَدَٰوَةٌ كَأَنَّهُۥ وَلِىٌّ حَمِيمٌ

Artinya: ” Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.”

Baca juga:

4. Selalu saling mendoakan

Sahabat yang baik adalah sahabat yang selalu mendoakan kebaikan untuk sahabatnya. Terdapat sebuah riwayat Umar Ibnu al-Khattab meriwayatkan:

Pada suatu ketika saya memohon izin daripada Rasulullah s.a.w. untuk pergi menunaikan umrah. Baginda mengizinkan saya. Beliau berpesan “Jangan lupa mendoakan kami wahai saudaraku.”. Saya amat berbesar hati dengan ungkapan Baginda tersebut. (Riwayat Abu Daud).

5. Bersahabat karena Allah

Persahabatan yang sejati adalah persahabatan yang terjadi karena Allah. Untuk itulah kita diminta untuk mencari sahabat yang seiman atau Muslim. Sahabat yang Muslim akan lebih mudah saling memaafkan dan mengikhlaskan. Rasulullah SAW juga telah memberitahukan hal ini. Rasulullah SAW. bersabda: Allah SWT berfirman:

“Orang yang berkasih sayang kerana Allah, orang yang saling berziarah kerana Aku (Allah), orang yang saling berbelanja membelanja kerana Aku(Allah), orang yang saling berhubungan kerana Aku (Allah), mereka semua berhak mendapat kasih sayangKu (Allah)” (Riwayat Ahmad). Dari hadist di atas, semakin tegas bahwa jika ingin mencari sahabat, carilah yang Muslim agar mendapat ridho Allah SWT.

6. Menutup aib

Sahabat yang baik adalah sahabat yang mampu menutup aib sahabatnya sendiri. Jika kita ingin aib kita ditutup, maka tutupilah aib sahabat kita. Allah juga melarang ghibah dalam Islam. Ghibah juga termasuk ke dalam dosa besar dalam Islam. Sebagaimana firman Allah SWT:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱجْتَنِبُوا۟ كَثِيرًا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ ٱلظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا۟ وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ

Artinya: “Dan janganlah sebagian kalian mengghibahi sebagian yang lain. Sukakah salah seorang dari kalian memakan daging bangkai saudaranya yang telah mati, pasti kalian membencinya. Maka bertaqwalah kalian kepada Allah, sungguh Allah Maha Menerima taubat dan Maha Pengasih”. (Q.S. Al Hujurat :12)

Baca juga:

7.  Pilih Sahabat Yang Jujur

وَمَآ أَضَلَّنَآ إِلَّا ٱلْمُجْرِمُونَ

Artinya: “Dan tiadalah yang menyesatkan kami kecuali orang-orang yang berdosa.”(Q.S. asy-Syu’ara: 99)

فَمَا لَنَا مِن شَٰفِعِينَ

Artinya: ” Maka kami tidak mempunyai pemberi syafa’at seorangpun,”(Q.S. asy-Syu’ara: 100)

وَلَا صَدِيقٍ حَمِيمٍ

Artinya: “dan tidak pula mempunyai teman yang akrab,”(Q.S. asy-Syu’ara: 101)

Sahabat yang jujur adalah sahabat yang akan selalu mendampingi kita baik di saat susah maupun senang. Ia akan selalu mengingatkan kita untuk menjalankan kewajiban sebagai seorang Muslim. Ia tidak akan membiarkan kita terjerumus ke dalam dosa. Sahabat seperti inilah sahabat yang selalu ada, baik di dunia maupun akhirat.

Demikianlah artikel mengenai tips bersahabat dalam Islam. Islam sangat menghargai hubungan persahabatan yang dilandaskan akan kecintaan kepada Allah SWT. Semoga kita semua bisa mendapat sahabat yang akan selalu menbimbing kita dalam jalan yang lurus. Aamiin.

Amalan Rezeki Nabi Sulaiman – Penarik Rezeki

Siapapun di duna ini pasti ingin memiliki kehidupan yang berkecukupan. Bahkan segala macam cara akan dilakukan untuk mendapatkan segala macam hal yang diinginkan. Manusia yang diciptakan sesuai dengan Tujuan Penciptaan Manusia, Proses Penciptaan Manusia , Hakikat Penciptaan Manusia Konsep Manusia dalam Islam, dan Hakikat Manusia Menurut Islam berlomba-lomba menggunakan berbagai cara untuk mendapatkan harta yang melimpah.

Seperti kita ketahui manusia terkaya sepanjang masa sampai pada saat ini adalah Nabi Sulaiman. Bahkan Bill Gate saja tidak bisa menandingi kekayaannya. Nabi Sulaiman adalah seorang Nabi yang dikaruniai kekayaan yang berlimpah ruah. Ditambah lagi dengan mukjizatnya yang bisa berbicara dengan hewan. Semasa hidup, berliau diberikan keberkahan yang luar biasa oleh Allah SWT dengan limpahan kekayaan tanpa batas. Pada masa itu, Nabi Sulaiaman menjadi penguasa dari warisan Nabi Daud. Manusia, jin dan hewan-hewan pun sangat tunduk akan perintah Nabi Sulaiman.

Salah satu kisah mukjizat Nabi Sulaiman adalah pada saat beliau menyuruh jin-jin untuk membangun dan memindahkan kerajaan Ratu Saba’ agar sang ratu dapat beriman kepada Allah dan meninggalkan agamanya yaitu menyembah matahari.

قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَهَبْ لِي مُلْكًا لَا يَنْبَغِي لِأَحَدٍ مِنْ بَعْدِي إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

Artinya: “Ya Rabku, ampuni segala dosaku dan beri kepadaku kerajaan yang tidak akan bisa dimiliki oleh seorang pun setelahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi.” (Q.S Shad : 35)

Di dalam ayat ini, terdapat 2 pendapat ulama yaitu :

Pertama, beliau berdoa kepada Allah agar tidak ada yang dapat menggulingkan kekuasaan beliau hingga meninggal. Sedangkan pendapat kedua, beliau berdoa kepada Allah agar Nabi Sulaiman diberikan kekuasaan yang tidak layak untuk dimiliki oleh siapapun setelah beliau. Akan tetapi, Al-Hafidz Ibnu Katsir lebih menguatkan pada pendapat kedua. Beliau mengatakan,

والصحيح أنه سأل من الله تعالى ملكا لا يكون لأحد من بعده من البشر مثله

Nabi Sulaiman memohon kepada Allah untuk diberikan kerajaan yang tidak boleh dimiliki oleh siapapun setelah beliau (Tasir Ibnu Katsir, 7/70)

Oleh sebab itulah, tidak ada manusia yang memiliki kemampuan seperti Nabi Sulaiman yakni menguasai jin atau binatang kecuali karena mukjizat dari Allah SWT bahkan Nabi Muhammad SAW sekalipun.

Doa Nabi Sulaiman tersebut dikabulkan oleh Allah, beliau diberikan kekayaan melimpah, kewenangan yang sangat besar serta pengetahuan yang banyak. Oleh karena itulah, Nabi Sulaiman semakin bersyukur atas anugerah yang telah diberikan oleh Allah sehingga syukur Nabi Sulaiman disamapaikan dalam sebuah doa   yaitu :

“Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk dapat mensyukuri nikmat yang telah diberikan kepadaku dan kedua orang tuaku dan untuk mengerjakan amal shaleh yang Engkau ridhai, serta masukkanlah aku dengan rahmatMu ke dalam golongan hamba-hambaMu yang shaleh.” (QS An Naml : 19)

Amalan Rezeki Nabi Sulaiman

Amalan rezeki Nabi Sulaiaman atau bisa juga disebut dengan tata cara mengamalkan doa rezeki Nabi Sulaiman yakni surah  As-Shad : 35 adalah : [AdSense-B]

  • Doa kekayaan Nabi Sulaiman harus dibaca atau diamalkan sebanyak 21 kali setelah selesai sholat fardhu
  • Usahakan untuk bangun setiap malam, lalu menunaikan sholat tahajud dan sholat hajad sebanyak 2 rakaat kemudian membaca amalan tersebut sebanyak 100 kali
  • Usahakan untuk membaca doa kekayaan Nabi Sulaiman dengan khusyuk dan penuh keyakinan untuk mengharap ridho Allah SWT dengan tujuan agar dimudahkan dalam mencari rezeki dan diberikan kekayaan yang sanagt melimpah
  • Lalu amalkan doa kekayaan Nabi Sulaiman dengan rutin dan istiqomah
  • Kemudian amalkan perilaku Nabi Sulaiman yang rendah hati dan pandai bersyukur

Dengan mengamalkan langkah-langkah di atas, maka insha Allah akan memudahkan kita dalam mencari rezeki dan apapun keinginan kita bisa terpenuhi. Doa tersebut juga dapat dibaca setlah selsai sholat fardhu, namun lebih baik jika diucapkan setelah slesai sholat dhuha setiap hari. Kemudian, diiringi dengan ikhtiar dan kerja keras, karena tidak mungkin kekayaan jatuh dari langit. Doa hanyalah munjata yang memperlancar datangnya rejeki.

[AdSense-A] Perlu Anda ingat, bahwa ketika Anda telah memiliki rezeki yang berlimpah dari Allah, sikap yang seharusnya Anda lakukan adalah mensyukurinya seperti pada saat Nabi Sulaiman mensyukuri karunia yang telah diberikan Allah kepadanya.

Pada hakekatnya Dunia Menurut Islam adalah sementara, rezeki, keberhasilan dan kesuksesan adalah suatu karunia Allah dalam menguji apakah kita akan senantiasa bersyukur kepada Allah atau malah melupakanNya.

Bahwasannya hanya orang-orang tidak berimanlah yang mengatakan bahwa kesuksesan atau kekayaan yang mereka dapat berasal dari usahanya sendiri, bukan malah mensyukuri bahwa kekayaan tersebut juga pemberian dari Allah SWT.

Maka alangkah lebih baik jika kita mengatakan bahwa kesuksesan ini adalah datang dari Allah agar kita mau bersyukur atas kenikamatan yang telah Allah berikan. Seperti firman Allah :

“Barang siapa yang senantiasa bersyukur, maka aku (Allah) akan menambah nikmatKu dan barang siapa yang kufur, maka azabKu amat pedih”

Sebab Cara Bahagia Menurut Islam dalam Ke. hidupan Dunia  bukan hanya memiliki harta banyak tetapi juga bagiamana kita mensyukuri nikmat-Nya. Doa selanjutnya yang bisa kita amalkan adalah doa mengusir jin dan hewan yang dapat dilakukan oleh Nabi Sulaiman.

Seperti kita ketahui, bahwa dalam kisah Nabi Sulaiman di dalam Al-Quran, beliau diberikan mukjizat dapat berbicara dnegan hewan dan jin. Bahwa dengan mukjizat ini, semua hwan dan jin dapat tunduk akan perintah beliau. Apabila kita ingin sedikit mendapatkan karomah tersebut, kita dapat membaca Q.S An-Naml :30-31yang artinya :

“Janganlah bersikap sombong kepadaKu, dan datanglah orang-orang ayng berserah diri”.

Doa ini sudah banyak dibuktikan. Untuk itu segera hafalkan agar kita bisa langsung menggunakan jika memang dibutuhkan. Selain mengusir jin, doa tersebut juga dapat digunakan untuk mengusir hewan. Misalnya, jika kita bertemu dengan ular atau jenis hewan lainnya, maka dengan membaca doa ini, Insha Allah hewan liar tersebut prgi dan tidak menganggu lagi.

Selain ada banyak doa-doa rezeki di atas, Nabi Sulaiman juga selalu membaca wirid dimana hasil dari amalan doa wirid ini adalah tergantung dari pengalamn spiritual kita sendiri. Selalu niatkan dengan tulus ikhlas dan bersungguh-sungguh, maka atas izin Allah bukan tidak mungkin kekayaan kita akan bertambah. Berikut adalah bacaan doa wiridnya :

وَأَنَهُ هُوَ أَغْنَى  وَ أَقْنَى

Artinya : “Dan sesungguhnya Dia yang memberikan kekayaan dan kecukupan (313x)

Doa wirid ini tidak hanya bermanfaat untuk mencapai keberhasilan usaha atau jabatan tinggi, namun juga dapat menimbulkan keyakinan, simpati dan rasa segan atau hormat dari orang di sekitar kita. Misalnya, seroang dokter yang dapat mencapai reputasi lebih di mata pasiennya atau seorang pengacara yang dapat mendapatkan tarif lebih dalam waktu yang singkat.

Berikut adalah beberapa keuntungan dari membaca doa wirid dengan sungguh-sungguh :

  • Mendatangkan kekayaan atau sumber penghasilan baru
  • Mendapatkan kenaikan pangkat atau jabatan tinggi
  • Memproleh simpati orang-orang di sekitar
  • Disegani atau dihormati orang-orang sekitar
  • Menghidupkan kharisma atau daya tarik

Demikian amalan rezeki Nabi Sulaiman. Perlu diingat bahwa sebelum membaca doa ini, niatkan dengan sungguh-sungguh dan tulus ikhlas kemudia baca doa tersebut dengan rutin. Kemudian, perbanyak ikhtiar dan kerja keras, memahami Rukun Iman Rukun Islam, Fungsi Iman Kepada Allah SWT sebab doa tanpa kerja keras adalah sia-sia dan Sukses Dunia Akhirat Menurut Islam  dapat kita raih. Semoga bermanfaat.

13 Keutamaan Jihad Dalam Islam dan Dalilnya

Sebagai seorang Muslim, tentunya kata jihad memiliki makna tersendiri yang membuat kita merinding sekaligus menggebu-gebu dalam menggapainya. Ya, jihad merupakan sebuah perjuangan tertinggi dalam membela agama Allah. Dalam sejarah agama Islam, jihad adalah ikut berperang bersama Rasulullah SAW demi membela agama.

Rasulullah bersabda dalam riwayat Imam Ibnu Asakir yang dikutip dari kitab Shahih al-Jami’ ash-Shaghir, “Berdiri sesaat dalam barisan pasukan untuk berjihad (di jalan Allah) lebih baik daripada shalat malam selama enam puluh tahun.”

Allah telah menyeru kita untuk berjihad melawan musuh Islam.

إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِى كِتَٰبِ ٱللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا۟ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ وَقَٰتِلُوا۟ ٱلْمُشْرِكِينَ كَآفَّةً كَمَا يُقَٰتِلُونَكُمْ كَآفَّةً ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلْمُتَّقِينَ

Artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.”. (Q.S. At Taubah:36)

كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Artinya: “Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”(Q.S. Al Baqarah: 216)

Namun, di jaman sekarang, musuh Islam bukan hanya menyerang secara fisik. Musuh-musuh Islam semakin gencar menghancurkan keimanan umat Muslim dengan berbagai cara. Diantaranya melalui perusakan moral dengan narkoba, seks bebas, emansipasi wanita, homoseksual, dan banyak intervensi lainnya.

Maka dari itu, sebagai umat Islam kita harus lebih cerdas dan bijaksana dalam berjihad karena saat ini jihad bukan hanya lewat perang, tapi jihad melawan nafsu dan penjajah.

Beberapa contoh jihad yang diterapkan di jaman sekarang adalah melawan peredaran narkoba dan segala bentuk kemaksiatan, berdakwah, mendidik anak-anak menjadi hafiz dan hafizah, dan berbagai amar ma’ruf nahi munkar lainnya.

Ada banyak keutamaan jihad yang kita dapatkan jika kita berjihad dengan tulus, diantaranya adalah:

  1. Amalan yang paling utama

Allah SWT berfirman:

وَجَٰهِدُوا۟ فِى ٱللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِۦ ۚ هُوَ ٱجْتَبَىٰكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِى ٱلدِّينِ مِنْ حَرَجٍ ۚ مِّلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَٰهِيمَ ۚ هُوَ سَمَّىٰكُمُ ٱلْمُسْلِمِينَ مِن قَبْلُ وَفِى هَٰذَا لِيَكُونَ ٱلرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا۟ شُهَدَآءَ عَلَى ٱلنَّاسِ ۚ فَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱعْتَصِمُوا۟ بِٱللَّهِ هُوَ مَوْلَىٰكُمْ ۖ فَنِعْمَ ٱلْمَوْلَىٰ وَنِعْمَ ٱلنَّصِيرُ

Artinya: “Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.”(Q.S. Al Hajj:78)

  1. Merupakan perintah Allah

Allah SWT berfirman:

وَقَٰتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ ٱلدِّينُ لِلَّهِ ۖ فَإِنِ ٱنتَهَوْا۟ فَلَا عُدْوَٰنَ إِلَّا عَلَى ٱلظَّٰلِمِينَ

Artinya: “Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim.” (Q.S. A Baqarah:193)

Baca juga:

[AdSense-B]

  1. Memberikan pertolongan pada orang lain

Berjihad bukan hanya tentang hablum minallah tapi juga hablum minannas. Dengan berjihad kita juga sekaligus menjadi penolong bagi orang yang membutuhkan.

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَهَاجَرُوا۟ وَجَٰهَدُوا۟ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱلَّذِينَ ءَاوَوا۟ وَّنَصَرُوٓا۟ أُو۟لَٰٓئِكَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۚ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَلَمْ يُهَاجِرُوا۟ مَا لَكُم مِّن وَلَٰيَتِهِم مِّن شَىْءٍ حَتَّىٰ يُهَاجِرُوا۟ ۚ وَإِنِ ٱسْتَنصَرُوكُمْ فِى ٱلدِّينِ فَعَلَيْكُمُ ٱلنَّصْرُ إِلَّا عَلَىٰ قَوْمٍۭ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُم مِّيثَٰقٌ ۗ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertoIongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikitpun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (Akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”(Q.S. Al Anfaal:72)

  1. Mendapat pahala berlipat ganda

Dikatakan kepada Rasulullah SAW: Amalan apa yang setara dengan jihad fii sabiilillah? Rasulullah SAW berkata: “Kalian tidak bisa (mengerjakan amalan yang setara dengan jihad).” Para shahabat mengulangi pertanyaan tersebut dua kali atau tiga kali, dan Rasul tetap menjawab: “Kalian tidak bisa (mengerjakan amalan yang setara dengan jihad).” Kemudian Rasul bersabda pada kali yang ketiga: “Perumpamaan orang yang berjihad di jalan Allah itu seperti orang yang berpuasa, shalat, dan khusyu’ dengan (membaca) ayat-ayat Allah. Dia tidak berhenti dari puasa dan shalatnya sampai orang yang berjihad di jalan Allah Ta’ala itu kembali.”

Baca juga:

  1. Dihilangkan kesedihan dan kesusahan

Rasulullah SAW bersabda: “Wajib atas kalian berjihad di jalan Allah Tabaaraka wa Ta’ala, karena sesungguhnya jihad di jalan Allah itu merupakan salah satu pintu dari pintu-pintu Surga, Allah akan menghilangkan dengannya dari kesedihan dan kesusahan.”

  1. Dijanjikan surga

[AdSense-A] Allah telah menjanjikan surga bagi mereka yang berjihad di jalan Allah SWT.

لَّا يَسْتَوِى ٱلْقَٰعِدُونَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ غَيْرُ أُو۟لِى ٱلضَّرَرِ وَٱلْمُجَٰهِدُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ ۚ فَضَّلَ ٱللَّهُ ٱلْمُجَٰهِدِينَ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ عَلَى ٱلْقَٰعِدِينَ دَرَجَةً ۚ وَكُلًّا وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلْحُسْنَىٰ ۚ وَفَضَّلَ ٱللَّهُ ٱلْمُجَٰهِدِينَ عَلَى ٱلْقَٰعِدِينَ أَجْرًا عَظِيمًا

Artinya: “Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai ‘uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar,”(Q.S. An Nisa:95)

  1. Mendapat rezeki bahkan ketika telah wafat

Ada sebuah riwayat dari Abu Mu’awiyah, Rasul bersabda:

” Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.” la berkata; “Dapatkah kita bertanya tentang hal itu? Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ruh-ruh mereka seperti burung hijau yang melebarkan sayapnya di surga mana saja yang ia kehendaki, kemudian ia bernaung di atas lentera yang tergantung di Arasy. Di saat mereka seperti itu, Tuhanmu muncul kepada mereka,

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: Mintalah kepadaku apa yang kalian inginkan! Mereka berkata; Tuhan kami! apa yang akan kami minta kepada-Mu, sementara kami sedang melebarkan sayap di surga sesuka hati kami? Ketika mereka melihat bahwa mereka tidak dibiarkan untuk tidak meminta, maka mereka berkata; ‘Kami meminta agar ruh kami dikembalikan kepada jasad kami di dunia, kemudian kami terbunuh kembali di jalan-Mu. Ketika Allah Subhanahu Wa Ta’ala melihat bahwa mereka tidak meminta hal lainnya kecuali hal itu, maka mereka ditinggalkan.” (Ibnu Majah: 2791)

  1. Diampuni dosanya

Orang yang mati syahid di jalan Allah akan diampuni dosanya.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَىٰ تِجَٰرَةٍ تُنجِيكُم مِّنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?” (Q.S. Ash Shaff:10)

تُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَتُجَٰهِدُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ بِأَمْوَٰلِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

Artinya:” (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” (Q.S. Ash Shaff:11)

يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ وَمَسَٰكِنَ طَيِّبَةً فِى جَنَّٰتِ عَدْنٍ ۚ ذَٰلِكَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ

Artinya:” Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar. .” (Q.S. Ash Shaff:12)

  1. Diselamatkan dari siksa kubur

Mereka yang berjihad di jalan Allah akan diselamatkan dari siksa dan fitnah kubur. Sebagaimana sabda Rasul: “Orang yang mati syahid mendapatkan enam hal di sisi Allah: Diampuni dosa-dosanya sejak pertama kali darahnya mengalir, diperlihatkan kedudukannya di surga, diselamatkan dari siksa kubur, dibebaskan dari ketakutan yang besar, dihiasi dengan perhiasan iman, dikawinkan dengan bidadari dan dapat memberikan syafaat kepada tujuh puluh orang kerabatnya.” (HR. At-Tirmizi no. 1586 dan Ibnu Majah no. 2789)

Baca juga:

  1. Aman di hari kiamat

Imam Musa Al-Kadzim as berpesan, “Allah memiliki hamba-hamba di bumi ini yang berusaha (bekerja keras) untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan orang lain. Mereka lah orang-orang yang aman di Hari Kiamat.” Memenuhi kebutuhan disini dimaksud dengan memberikan pertolongan di jalan Allah, baik melalui pendidikan maupun bantuan sosial.

  1. Diberikan mahkota kewibawaan dari Yaqut

Yaqut adalah batu permata yang sangat indah yang khusus diberikan hanya bagi orang-orang pilihan Allah SWT di surga nanti. [AdSense-C]

  1. Memberi syafaat bagi 70 anggota keluarganya

Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang mati syahid itu dapat memberikan syafaat kepada tujuh puluh orang dari kalangan keluarganya.” (HR. Abu Dawud)

  1. Dinikahkan dengan bidadari surga

Sebagaimana hadist sebelumnya, bagi orang yang mati syahid atau berjihad di jalan Allah akan diberikan balasan dinikahkan dengan bidadari surga yang cantik jelita.

Itulah beberapa keutamaan jihad yang semakin membuat kita bersemangat dalam melaksanakan jihad di jalan Allah. Hendaklah kita melakukan jihad atas dasar keikhlasan, jangan sampai karena riya dalam Islam atau sombong dalam Islam agar Allah ridho pada kita. Inilah tujuan hidup menurut Islam yang sesungguhnya.

Batas Aurat Laki Laki Dalam Islam

Aurat dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah “An-Naqsu” yang artinya kurang atau aib, sedang secara istilah artinya sesuatu yang tidak boleh diperlihatkan atau dipertontonkan pada orang lain. Aurat sering dihubungkan dengan wanita, padahal dalam islam, laki laki juga memiliki kewajiban menutup aurat dengan batasan yang sudah ditentukan dalam syariat islam sebab Islam ada untuk melindungi kehormatan dan kemuliaan lelaki dan perempuan agar tidak dilihat oleh orang lain kecuali oleh yang berhak melihatnya.

Allah berfirman, “Katakanlah kepada orang laki laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang mereka perbuat”. (QS An Nur : 30). Ayat tersebut merupakan perintah dari Allah untuk lelaki agar menutup aurat sebagai wujud menjaga kehorrmatan dan kesucian dirinya.

Lelaki wajib memahami tentang batasan aurat, sebab hal itu merupakan kewajiban sebagai hamba yang taat, jangan sampai karena tidak sempurna dalam menutup aurat menyebabkan hal itu menjadi fitnah atau menjadi penyebab maksiat dan zina. Menutup aurat bisa dikatakan sebagai salah satu cara menjauhi zina. Untuk lebih jelasnya berikut penjelasan perihal batasan aurat lelaki menurut islam.

Aurat Sesama (antar) Lelaki

Dalam kehidupan sehari hari, aurat lelaki umumnya tidak terlalu diperhatikan, lelaki jarang dianggap sebagai penyebab munculnya syahwat sebagaimana wanita. Seringkali ditemui dalam kehidupan sehari hari lelaki memakai baju dan celana yang ketat, memakai celana pendek hingga di atas lutut, bahkan ketika dalam kondisi bersantai misalnya di rumah atau olahraga di sekitar rumah lelaki hanya memakai celana pendek dan ketat hingga di atas lutut dan terlihat bagian dada hingga perut dan pusarnya. Hal seperti itu bisa saja menimbulkan syahwat dan memudahkan syetan melancarkan tipu daya nya.

Hadist dan firman Allah berikut menjelaskan bagaimana kewajiban pakaian lelaki sesuai dengan syariat islam :

  • Aurat Lelaki Adalah Antar Pusar dan Tutut

Rasulullah bersabda “Karena diantara pusar sampai lutut adalah aurat”. (HR Ahmad).

Hal ini berlaku antar sesama laki laki baik dengan saudara, teman, atau orang lain. Jika memperlihatkan bagian tubuh di dalam batasan aurat tersebut termasuk perbuatan dosa sebab tidak menjalankan perintah Allah untuk menutup aurat sesuai syariat islam.

Jadi jika seorang lelaki mukmin memakai celana pendek di atas lutut, jelas hal itu tidak sesuai syariat islam. Allah menyukai hamba Nya yang taat, termasuk hamba Nya yang menjalankan perintah Nya dalam hubungannya dengan menutup aurat. Jika syariat agama islam dijalankan dengan sungguh sungguh tentunya akan memberikan kebaikan dan mencegah dari berbagai kemungkaran, begitu pula sebaliknya.

  • Lelaki Tidak Dibenarkan Memakai Celana Pendek Hingga di Atas Lutut

Sebab paha juga termasuk aurat, dalam Hadist Jurhud, ketika Nabi Muhammad SAW melewatinya dan kain yang menutupi pahanya tersingkap, kemudian beliau bersabda “Tutupilah ia (pahamu), sesungguhnya ia adalah aurat”. (HR Malik). Hal ini dikuatkan pula dengan hadist berikut “Jangan engkau singkap pahamu dan jangan pula melihat paha orang yang masih hidup atau sudah mati”. (HR Abu Dawud).

Jelas dari hadist hadist tersebut dapat disimpulkan bahwa lelaki juga wajib memakai pakaian yang sopan, menutup aurat dan tidak memperlihatkan pahanya kepada orang lain. Umumnya paha memang dihubungkan dengan wanita, wanita yang berpakaian tidak menutup aurat hingga terlihat pahanya diidentikkan dengan wanita yang tidak sholehah dan prasangka buruk lainnya, sesungguhnya bukan hanya wanita saja, lelaki yang memperlihatkan paha nya juga jelas tidak dibenarkan dalam islam. hukum melihat aurat wanita dalam islam jelas – jelas tidak diperbolehkan sobat layaknya laki – laki.

[AdSense-B]

  • Lelaki Tidak Boleh Melihat Aurat Lelaki Lain

Walaupun merupakan saudara atau teman dekat, “Janganlah seorang lelaki melihat aurat lelaki lainnya… dan seorang pria tidak boleh bersama pria lain dalam satu kain”. (HR Muslim).

Dalam kehidupan sehari hari misalnya ialah lelaki yang tinggal dalam satu tempat seperti satu tempat kos atau rumah kontrak, atau sedang berada dalam suatu urusan yang sama misalnya silaturahmi dengan berkumpul bersama, terkadang sesama lelaki memakai pakaian yang menurutnya paling nyaman misalnya baju dan celana yang sangat pendek karena beranggapan bahwa dengan sesama lelaki tidak masalah memakai pakaian tersebut, hal tersebut tidak dibenarkan dalam islam seperti yag dijelaskan dalm hadist di atas, jadi walaupun sesama lelaki berkumpul atau berada di tempat yang sama baik itu di rumah atau dimanapun tetap diwajibkan menutup aurat secara lengkap.

[AdSense-A]

  • Tidak Boleh Memakai Pakaian yang Tipis dan Ketat

Di mata islam hal ini sama saja seperti tidak berpakaian (telanjang) karena memperlihatkan lekuk tubuh, “Hai anak Adam sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi aurat mu dan pakaian yang indah untuk perhiasan”. (Al A’raf : 26)

Contoh dalam kehidupan sehari hari ialah baju olahraga lelaki yang umumnya memakai baju dan celana pendek yang tipis dan sangat ketat hingga bentuk dan lekuk tubuhnya terlihat jelas padahal di tempat tersebut ada begitu banyak orang baik laki laki maupun wanita yang bukan mahramnya, hal tersebut dapat menimbulkan syahwat.

Lebih baik menggunakan pakaian longgar atau memakai jaket ketika berolahraga, selain sesuai syariat islam, juga membuat diri sendiri merasa lebih nyaman. Contoh lain ialah kaos lelaki yang pendek dan ketat hingga ketika menundukkan badan terlihat bagian punggung nya. Dapat disimpulkan lelaki hendaknya memakai pakaian yang sopan dan longgar, tidak tipis, serta tidak membentuk tubuh.

Aurat Lelaki Dengan Wanita

Batasan aurat lelaki dengan wanita lain yang bukan mahram nya sama dengan batasan aurat antara lelaki, yaitu antara pusar dan lututnya, dengan  syarat :

  • Tidak Menimbulkan Syahwat

Jauh lebih baik lelaki memakai pakaian yang sopan dan menutup aurat, jangan memakai pakaian yang mencolok dengan tujuan agar dilihat wanita, agar terlihat menarik, atau dengan tujuan mengundang syahwat.

  • Tidak Berada Dalam Satu Majelis (Berhadap Hadapan) 

Tidak diperbolehkan lelaki dan wanita berdekatan atau berhadapan sebab dapat menimbulkan fitnah. fitnah dalam islam bermacam – macam sobat, termasuk aurat yang bisa memicu ke hal tersebut. Aurat lelaki hanya boleh diperlihatkan kepada istri sebagaimana hadist Rasulullah berikut “Jagalah aurat mu kecuali dari istrimu”. (HR Imam lima). Jadi lelaki wajib menutup aurat dimanapun dan dengan siapapun berada kecuali ketika bersama istri nya.

Lelaki selayaknya lebih menjaga diri sebab terjadinya maksiat atau zina bukan hanya dari wanita saja, lelaki yang memakai baju yang tidak sopan atau tidak sesuai syariat islam juga memudahkan jalan syetan untuk menggoda nya hingga menuruti hawa nafsu duniawi dan jauh dari Ridho Allah.

Aurat Ketika Menjalankan Shalat

Menutup aurat juga merupakan syarat sah ketika ibadah, Allah berfirman “Hai anak Adam, pakailah pakaian mu yang indah di setiap memasuki masjid”. (QS l A’raf : 31). Shalat merupakan ibadah dimana seseorang berhadapanlangsung dengan Allah, sudah selayaknya memakai pakaian yang sopan sebagai wujud seorang hamba tunduk dan penghormatan pada Rabb Nya seperti hadist Rasulullah berikut“Menutup aurat ketika berdiri shalat di hadapan Allah adalah suatu bentuk pengagungan terhadap Nya”. (Al Bada’i : 1/116).

Aurat lelaki memang antara pusar sd lutut, tetapi berbagai hadist meriwayatkan bahwa ketika shalat hendaknya memakai pakaian yang lebih tertutup yakni menutup tubuh bagian atas (pundak), Rasulullah pernah melarang seseorang shalat hanya mengenakan sehelai kain yang tidak menutupi pundaknya sedikitpun.

Diriwayatkan dari Buraidah, “Rasulullah melarang seseorang shalat dengan selimut tanpa menyelempangkannya di atas pundak dan melarang shalat hanya dengan memakai celana tanpa selendang (kain yang menutupi pundak)”. Hadist ini menunjukkan bahwa wajib menutup tubuh bagian atas ketika shalat.

Memang sudah selayaknya ketika shalat disertai dengan segala sesuatu yang terbaik, yaitu dengan memakai pakaian yang indah, bersih, dan suci. Jika di hadapan manusia saja berusaha memakai pakaian yang baik, bagaimana ketika di hadapan Allah? Tentu anda telah memahami bagaimana pakaian yang terbaik untuk digunakan ketika beribadah kepada Nya, misalnya dengan memakai baju koko atau kemeja yang longgar.

[AdSense-C]

Disunnahkan juga untuk berhias diri ketika hendak melaksanakan shalat, lebih lebih pada waktu shalat jumat dan hari raya. Termasuk memakai siwak dan wewangian karena termasuk sebagai penyempurna. Dan diantara pakaian yang paling utama adalah pakaian yang berwarna putih. Wallahu Ta’ala a’lam.

Demikian artikel mengenai batasan aurat lelaki menurut islam, setiap lelaki wajib memahami hal ini sebab berhubungan langung dengan rutinitas sehari hari dimana lelaki nantinya yang akan menjadi kepala keluarga dan teladan bagi keluarga nya, tentu harus bisa memberi nasehat dan contoh yang baik. Tidak pantas jika lelaki senantiasa berprasangka buruk pada wanita wanita yang tidak menutup aurat dengan sempurna sementara dirinya sendiri juga tidak sempurna menutup aurat nya.

Jadi untuk para lelaki hendaknya instropeksi diri mulai dari sekarang ya apakah selama ini sudah memakai pakaian yang menutup aurat sesuai perintah Allah? Menjaga diri juga merupakan kewajiban sebagai lelaki islam, dengan begitu akan terhindar dari godaan syetan dan terhindar dari maksiat. Semoga bermanfaat terima kasih.