5 Keutamaan Dakwah Dalam Islam dan Dalilnya

√ Islamic Base Pass quality & checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Dakwah adalah kegiatan mengajak manusia untuk beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Dakwah merupakan bukti ketaatan seorang Muslim dalam menyebarkan ajaran Islam. Berdakwah tidak hanya sekedar menyampaikan ceramah di depan khalayak ramai, walau hanya sepatah kata kebaikan yang disampaikan, itu termasuk dalam berdakwah.

Dengan berbagai kemudahan dan teknologi saat ini, berdakwah menjadi jauh lebih fleksibel dan efisien. Sebagai seorang Muslim, hendaklah kita selalu berdakwah menyebarkan firman Allah. Sudah seharusnya dakwah menjadi tujuan hidup manusia di dunia. Sebagaimana firman Allah SWT:

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَآ إِلَى ٱللَّهِ وَعَمِلَ صَٰلِحًا وَقَالَ إِنَّنِى مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?”  (Q.S. Fushshilat : 33)

Begitu banyak keutamaan dalam berdakwah, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Meneladani para rasul

Ketika sekolah, kita sering diperintahkan untuk menghapal nama-nama nabi dan rasul dan membaca kisah teladan Nabi Muhammad. Masih ingatkah Anda dengan tugas para rasul? Para rasul adalah orang yang diutus oleh Allah swt untuk melakukan dakwah kepada Allah. Sebagai umat Rasulullah SAW, kita mendapatkan keutamaan dalam berdakwah, meneladani para rasul dalam menjalankan tugas mulianya juga sebagai bukti keutamaan cinta kepada Rasulullah.

قُلْ هَٰذِهِۦ سَبِيلِىٓ أَدْعُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا۠ وَمَنِ ٱتَّبَعَنِى ۖ وَسُبْحَٰنَ ٱللَّهِ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ

“Katakanlah: “Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”. (Q.S. Yusuf : 108 )

Baca juga:

  1. Amal yang terbaik

Dakwah merupakan amal yang terbaik karena meneruskan tugas mulia para nabi dan rasul dalam menyebarkan agama Allah. Sayyid Quthb rahimahullah berkata dalam Fi Zhilal Al-Quran: “Sesungguhnya kalimat dakwah adalah kalimat terbaik yang diucapkan di bumi ini, ia naik ke langit di depan kalimat-kalimat baik lainnya. Akan tetapi ia harus disertai dengan amal shalih yang membenarkannya, dan disertai penyerahan diri kepada Allah sehingga tidak ada penonjolan diri di dalamnya. Dengan demikian jadilah dakwah ini murni untuk Allah, tidak ada kepentingan bagi seorang da’i kecuali menyampaikan.

Setelah itu tidak pantas kalimat seorang da’i disikapi dengan berpaling, adab yang buruk, atau pengingkaran. Karena seorang da’i datang dan maju membawa kebaikan, sehingga ia berada dalam kedudukan yang amat tinggi…” (Fi Zhilal Al-Quran 6/295).

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi, dan para nabi tidaklah mewariskan dinar ataupun dirham, tetapi mewariskan ilmu. Barang siapa mengambilnya, sungguh dia telah mengambil bagian yang sangat mencukupi.” ( HR. Abu Dawud )

Dari anas Ibnu Malik berkata : Rasulullah   bersabda : sesungguhnya orang yang menunjukan kepada kebaikan, maka baginya (pahala) seperti orang yang melakukan (kebaikan itu). “ ( HR. At-Tirmizi, hadist Hasan Shahih ) 

  1. Mendapat pahala yang besar

Meneruskan tugas mulia para nabi tentunya mendapatkan pahala yang besar. Pahala yang didapatkan si pendakwah bukan hanya sampai di dakwah saja, bahkan ketika orang yang mendengar dakwah menyampaikan isi dakwah kepada orang lain, maka pahalanya pun akan mengalir juga untuk si pendakwah, begitulah seterusnya berulang-ulang hingga akhir dunia dan menjadi amal jariyah.

Sebagaimana sabda Rasul: “Siapa yang mencontohkan perbuatan baik dalam Islam, lalu perbuatan itu setelahnya dicontoh (orang lain), maka akan dicatat untuknya pahala seperti pahala orang yang mencontohnya tanpa dikurangi sedikitpun pahala mereka yang mencontohnya. Dan barangsiapa mencontohkan perbuatan buruk, lalu perbuatan itu dilakukan oleh orang lain, maka akan ditulis baginya dosa seperti dosa orang yang menirunya tanpa mengurangi mereka yang menirunya. (HR. Muslim dari Jarir bin Abdillah ra).

Baca juga:

Sabda Rasulullah SAW kepada Ali bin Abi Thalib: “Demi Allah, sesungguhnya Allah swt memberikan hidayah kepada seseorang dengan (da’wah)mu, maka itu lebih baik bagimu dari unta merah.” (HR. Bukhari, Muslim & Ahmad).

Di jaman Rasulullah SAW dalam sejarah agama Islam, unta merah merupakan kendaraan yang sangat mewah kala itu. Dalam hadist di atas menjelaskan bahwa berdakwah jauh lebih baik ketimbang harta apapun juga.

Baca juga:

  1. Penyelamat dari azab Allah SWT

Dikisahkan dalam Al-Quran, sebuah kisah tentang mereka yang berdakwah agar selamat dari azab Allah.

وَسْـَٔلْهُمْ عَنِ ٱلْقَرْيَةِ ٱلَّتِى كَانَتْ حَاضِرَةَ ٱلْبَحْرِ إِذْ يَعْدُونَ فِى ٱلسَّبْتِ إِذْ تَأْتِيهِمْ حِيتَانُهُمْ يَوْمَ سَبْتِهِمْ شُرَّعًا وَيَوْمَ لَا يَسْبِتُونَ ۙ لَا تَأْتِيهِمْ ۚ كَذَٰلِكَ نَبْلُوهُم بِمَا كَانُوا۟ يَفْسُقُونَ

“Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu, di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka berlaku fasik.” (Q.S. Al-A’raf:163)

وَإِذْ قَالَتْ أُمَّةٌ مِّنْهُمْ لِمَ تَعِظُونَ قَوْمًا ۙ ٱللَّهُ مُهْلِكُهُمْ أَوْ مُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا شَدِيدًا ۖ قَالُوا۟ مَعْذِرَةً إِلَىٰ رَبِّكُمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

“Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata: “Mengapa kamu menasehati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?” Mereka menjawab: “Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan supaya mereka bertakwa.” (Q.S. Al-A’raf:164)

فَلَمَّا نَسُوا۟ مَا ذُكِّرُوا۟ بِهِۦٓ أَنجَيْنَا ٱلَّذِينَ يَنْهَوْنَ عَنِ ٱلسُّوٓءِ وَأَخَذْنَا ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ بِعَذَابٍۭ بَـِٔيسٍۭ بِمَا كَانُوا۟ يَفْسُقُونَ

“Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik.” (Q.S. Al-A’raf:165)

Dari penggalan surah di atas, dapat disimpulkan bahwa dengan berdakwah, akan terlepasnya tanggung jawabnya di hadapan Allah swt sehingga ia terhindar dari adzab Allah. Sebagaimana sabda Rasul:

“Perumpamaan orang yang tegak di atas hukum-hukum Allah dengan orang yang melanggarnya seperti kaum yang menempati posisinya di atas bahtera, ada sebagian yang mendapatkan tempat di atas, dan ada sebagian yang mendapat tempat di bawah. Mereka yang berada di bawah jika akan mengambil air harus melewati orang yang berada di atas, lalu mereka berkata: “Jika kita membolongi bagian bawah milik kita dan tidak mengganggu mereka..” Kalau mereka membiarkan keinginan orang yang akan membolongi, mereka semua celaka, dan jika mereka menahan tangan mereka maka selamatlah semuanya.” (HR. Bukhari).

  1. Jalan menuju khairu ummah

Khairu ummah adalah umat terbaik yang pernah ada, seperti yang telah disebutkan dalam Al-Quran:

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ ۗ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ ٱلْكِتَٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُم ۚ مِّنْهُمُ ٱلْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (Q.S. Ali Imran:110)

Rasulullah SAW telah berhasil mengubah masyarakat jahiliyah menjadi umat terbaik sepanjang zaman dengan dakwahnya. Beliau juga terus mencetak para penerus dakwahnya untuk membentuk basis dan cikal bakal masyarakat terbaik di Madinah (Anshar). Dan dengan dakwahlah kita bisa kembali bangkit menuju kejayaan sebagai khairu ummah.

Demikianlah artikel mengenai keutamaan berdakwah dalam Islam ini. Semoga kita semua dapat melaksanakan tugas dakwah dan amar ma’ruf nahi munkar demi perkembangan Islam. Aamiin.

fbWhatsappTwitterLinkedIn