15 Keutamaan Infaq Ramadhan Beserta Dalilnya

Infaq adalah mengeluarkan sebagian dari harta atau pendapatan untuk satu kepentingan yang diperintahkan ajaran islam dan diberikan kepada seseorang yang membutuhkan yang telah diatur dalam syariat. Infaq ialah perbuatan yang mulia sebab menunjukkan kepedulian dan wujud berbagi pada orang lain. orang yang sering menginfaqkan hartanya di jalan Allah menunjukkan bahwa orang tersebut dermawan dan baik hatinya.

ads

Di bulan ramadhan banyak orang memperbanyak niat dengan niat berbagi kebahagiaan dan memberi keberkahan pada sesama. Ternyata bukan hanya itu saja yang akan didapatkan ketika melakukan infaq di bulan ramadhan, melainkan keutamaan lain yang lebih besar. Apa saja? Simak lengkapnya dalam uraian berikut, 15 keutamaan infaq di bulan Ramadhan.

1. Bertepatan dengan Bulan Mulia

Keutamaan infaq yang dilakukan di bulan ramadhan ialah mendapat pahala yang berganda sebab bertepatan dengan waktu yang mulia dimana amalan dilipatkan gandakan pahalanya, sebagaimana kita memahami bahwa infaq ialah perbuatan yang mulia yang menunjukkan kasih sayang terhadap sesama dan wujud orang yang dermawan yakni memperbanyak infaq untuk mendapat kebaikan dan mendapat keistimewaan ramadhan bagi umat muslim.

Dilakukan pada bulan lain pun memiliki keutamaan dan pahala yang besar, terlebih jika dilakukan di bulan ramadhan, tentu kebaikan yang didapat dari Allah lebih besar lagi, namun tentunya juga dengan syarat dilakukan sepenuh hati semata karena Allah, bukan karena duniawi atau karena ingi dipuji manusia lain atau karena pamer. cara menghindari riya menurut islam dapat dilakukan dengan infaq secara sembunyi agar tidak diketahui orang dan menimbulkan rasa bangga atau sombong.

2. Mendapat Rahmat dari Allah

Allah amat dermawan kepada hamba-hambbaNya di bulan Ramadlan dengan memberikan pahala berlipat ganda di setiap amalan, dengan memberikan kepada mereka rahmat yang besar, ampunan dan perlindungan dari api Neraka, dan sebagainya. Allah merahmati hamba-hambaNya yang kasih sayang kepada sesama manusia yang diwujudkan dengan berinfaq sesuai kemampuan dan dengan hati yang ikhlas. keutamaan ikhlas dalam islam memang akan mendapatkan rahmat yang berlebih dari Allah.

3. Sebab Masuk Surga

Sesungguhnya di dalam surga terdapat kamar-kamar yang luarnya terlihat dari dalamnya, dan dalamnya terlihat dari luarnya.” Seorang arab badui berdiri dan berkata, “Untuk siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah bersabda, “Untuk orang yang …, memberi makan, …” (HR At Tirmidzi). Hadist tersebut ialah tentang rumah di surga yang amat indah yang telah disapkan untuk orang orang yang berinfaq di bulan ramadhan, misalnya dengan memberi makan pada orang lain. keutamaan memberi makan orang yang berpuasa dapat dijalankan dengan cara infaq.

4. Menghapus Dosa Dosa

Orang yang berpuasa tentunya tidak lepas dari kekurangan dan kesalahan sebab kadang amsih ada hati yang berdebu di dalam diri, maka infaq di bulan ramadhan dapat menutupi kekurangan dan kesalahan tersebut, oleh karena itu sebaiknya infaq di Ramadlan sebagai pensuci bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan kata-kata yang kotor sehingga amal ibadah kebaikan diterima Allah dan dosa dosa diampuni dengan melantunkan doa pengampunan dosa dalam islam.


5. Upaya Memperbaiki Diri

Imam Asy Syafi’i, beliau berkata, “Aku suka bila seseorang meningkatkan kedermawanan di bulan Ramadlan karena mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, juga karena kebutuhan manusia kepada perkara yang memperbaiki kemashlatan mereka, dan karena banyak manusia yang disibukkan dengan berpuasa dari mencari nafkah”.

Merupakan hal yang biasa jika orang menyibukkan diri dengan mencari sesuatu untuk kebutuhan dirinya sendiri, namun tentu akan lebih mulia jika ada orang yang membagikan rezekinya tersebut dengan mengamalkan kepada orang lain sehingga ia tidak hanya sibuk dengan diri sendiri namun juga sibuk berbuat baik untuk bekal di akherat.

6. Amalan yang Dicintai Allah

“Sesungguhnya Allah Ta’ala itu Maha Memberi, Ia mencintai kedermawanan serta akhlak yang mulia, Ia membenci akhlak yang buruk.” (HR. Al Baihaqi, di shahihkan Al Albani dalam Shahihul Jami’, 1744). Infaq sama saja dengan akhlak mulia dan hal itu amat dicintai Allah sebab Allah menyukai hambanNya yang membantu sesama.

7. Ciri Orang Mukmin

“Tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah. Tangan di atas adalah orang yang memberi dan tangan yang dibawah adalah orang yang meminta.” (HR. Bukhari no.1429, Muslim no.1033). ciri orang mukmin ialah orang yang mandiri dan pekerja keras yakni mencari rejeki yang halal dan ketika mendapat rezeki ia menyadari bahwa itu adalah titipan Allah yang di dalamnya ada hal untuk orang lain sehingga ia berinfaq dengan ikhlas.

8. Kedudukan Hamba yang Terbaik

Dunia itu untuk 4 jenis hamba: Yang pertama, hamba yang diberikan rizqi oleh Allah serta kepahaman terhadap ilmu agama. Ia bertaqwa kepada Allah dalam menggunakan hartanya dan ia gunakan untuk menyambung silaturahim. Dan ia menyadari terdapat hak Allah pada hartanya. Maka inilah kedudukan hamba yang paling baik.” (HR. Tirmidzi, no.2325, ia berkata: “Hasan shahih”).

Infaq di bulan ramadhan mendapat keutamaan salah satu hamba yang terbaik sebab jarang sekali orang yang mau membantu orang lain dengan ikhlas terlebih jika yang dibantu tidak ada hubungan persaudaraan dengannya, infa akan meruntuhkan kesombongan dan meningkatkan rasa iman karena menyadari bahwa semua rezeki datangnya dari Allah dan kelak akan diminta pertanggungjawaban oleh Allah pula.

9. Menyempurnakan Rangkaian Ibadah Ramadhan

“Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi, di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi, 614). Ibadha ramadhan tentu bukan hanya puasa saja, melakukan infaq akan menyempurnakan rangkaian ibadah sehingga mendapat pahala yang sempurna dan membersihkan diri dari dosa atau maksiat.

10. Mendapat Syafaat di Hari Akhir

“Seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, ia menyembunyikan amalnya itu sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.” (HR. Bukhari no. 1421). Keutamaan infaq di bulan ramadhan ialah kelak ia akan mendapat syafaat di hari akhir sehingga ia terlindung dari bahaya atau kesusahan di hari kiamat.

11. Menambah Keberkahan Harta

Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya.” (HR. Muslim, no. 2588). Infq di bulan ramadhan tidak akan mengurangi harta, namun akan menambah berkah dari harta yang dimiliki sehingga harta nya sedikit atau banyak kebutuhannya akan tetap selalu tercukupi.

12. Pahala Berlipat Ganda

“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Qs. Al Hadid: 18). Pahala ganda jelas akan didapatkan oleh orang yang melakukan infaq di bulan ramadhan sebab bertepatan dengan bulan yang mulia.

13. Disediakan Pintu Surga

Orang memberikan menyumbangkan dua harta di jalan Allah, maka ia akan dipanggil oleh salah satu dari pintu surga: “Wahai hamba Allah, kemarilah untuk menuju kenikmatan”. jika ia berasal dari golongan yang gemar bersedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.” (HR. Bukhari no.3666, Muslim no. 1027). Pintu surga sudah tersedia bagi orang yang melakukan infaq di bulan ramadhan.

Tentu hal itu adalah keutamaan yang luar biasa dan tak boleh dilewatkan. Allah tidak menilai dari sedikit atau dari banyak harta yang diinfaq kan namun Allah menilai dari keikhlasan akan memberikan harta tersebut dan hanya Allah yang bisa menilainya seberapa jauh keikhlasan dari hamba tersebut dalam melakukan infaq.


14. Jauh dari Siksa Kubur

“Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur.” (HR. Thabrani, di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Targhib, 873). Infaq akan menerangi kubur, kubur orang yang infaq di bulan ramadhan akan jau dari kegelapan dan jauh dari sempit. Sebab itu hendaknya banyak melakukan infaq di bulan ramadhan sehingga nantinya jauh dari siksa kubur yang menyakitkan.

15. Memiliki Hati yang Lapang dan Tenang

“Perumpamaan orang yang pelit dengan orang yang bersedekah seperti dua orang yang memiliki baju besi, yang bila dipakai menutupi dada hingga selangkangannya. Orang yang bersedekah, dikarenakan sedekahnya ia merasa bajunya lapang dan longgar di kulitnya. Sampai-sampai ujung jarinya tidak terlihat dan baju besinya tidak meninggalkan bekas pada kulitnya.

Sedangkan orang yang pelit, dikarenakan pelitnya ia merasakan setiap lingkar baju besinya merekat erat di kulitnya. Ia berusaha melonggarkannya namun tidak bisa.” (HR. Bukhari no. 1443). Hadist tersebut ialah gambaran dari orang yang suka berinfaq dan orang yang memiliki sifat pelit. Jelas bahwa keduanya memiliki perbedaan yang mendasar.

Orang yang suka berinfaq di bulam ramadhan ia seolah di akherat nanti memiliki baju yang longgar dan indah sehingga baju tersebut nyaman ia gunakan untuk apa saja sebagaimana ia memberi kebahagiaan dan pertolongan pada orang lain, sebaliknya orang yang pelit akan dipakaikan baju yang ketat hingga terasa sakit ketika ia memakainya dan sungguh terasa menyiksa baginya.

Demikian artikel kali ini, semoga bisa menjadi wawasan islami yang bermanfaat untuk anda dan menjadi motivasi untuk selalu menjadi mukmin yang lebih baik lagi. Jangan lupa selalu membaca artikel di website kami agar selalu memiliki ilmu pengetahuan yang bermanfaat dalam kehidupan agama sehari hari. terima kasih. Salam hangat dari penulis.

, , , , , ,




Post Date: Friday 04th, May 2018 / 03:24 Oleh :
Kategori : Amalan Shaleh