15 Keutamaan menjadi Penghafal Al Qur’an

Tiap hari sebagai umat islam dianjurkan untuk membaca Al Qur’an dan mempelajarinya serta terdapat pahala khatam Al Qur’an, hal itu sudah menjadi sesuatu yang diketahui semua umat muslim sebab Al Qur’an ialah sumber syariat islam yang bisa mendatangkan ketenangan tersendiri bagi yang membaca dan mengamalkannya. Nah sobat, tentu sobat sering melihat atau mengetahui orang orang yang istimewa yakni yang bisa mengahafal Al Qur’an,

bahkan kadang hal tersebut bisa dilakukan oleh seorang anak kecil, tentunya sangat istimewa ya sobat. Nah sobat, kenapa hal tersebut istimewa? setiap yang berilmu tentu memiliki derajat yang lebih tinggi di mata sesama dan di mata Allah ya sobat sebab terdapat keutamaan berilmu, berikut 15 Keutamaan menjadi Penghafal Al Qur’an, semoga bisa menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus rutin membaca Al Qur’an dan mengamalkannya.

1. Pemimpin yang Terbaik

Yang mengimami suatu kaum adalah yang paling banyak hafalan Kitab Allah. kalau dalam bacaan (hafalan) itu sama, maka yang lebih mengetahui sunnah. Kalau dalam sunah sama, maka yang paling dahulu hijrahnya. Kalau dalam hijrahnya sama, maka yang paling dahulu masuk Islam. Dan jangan seseorang menjadi Imam atas saudaranya dalam kekuasaannya. Dan jangan duduk di tempat duduk khusus di rumahnya kecuali atas seizinnya. HR. Muslim, 673. keutamaan menghafal Al Qur’an ialah menjadi calon pemimpin terbaik sebab ia memahami apa yang ada dalam Al Qur’an dan dapat menerapkan dalam kepemimpinannya.

2. Orang yang Paling Tepat Menjadi Iman

Dari Abdullah bin Umar berkata, “Ketika generasi pertama dari kalangan orang-orang Muhajirin di temapat Quba’ sebelum kedatangan Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam, yang menjadi imam mereka adalah Salim budak Abu Huzaifah dimana beliau paling banyak (hafalan) Qur’an.” HR. Bukhori, (660). hukum bacaan Al Qur’an yang benar tentu harus diperhatikan dalam mengahfal ya sobat.

3. Memiliki Derajat Lebih Tinggi

“Dahulu Nabi sallallahu alaihi wa sallam mengumpulkan dua orang yang wafat pada ‘Perang Uhud’ dalam satu baju kemudian beliau bersabda, “Siapa diantara mereka yang paling banyak mengambil Qur’an? Ketika ditunjuk salah satunya, maka beliau dahulukan ke dalam liang lahad. Seraya bersabda, “Saya menjadi saksi untuk mereka di hari kiamat. Dan beliau memerintahkan untuk menguburkan dengan darahnya tanpa dimandikan dan tanpa dishalati.” HR. Bukhori, (1278).

4. Pahala Orang Berilmu

Didahulukan dalam kepemimpinan kalau dia mampu mengembannya sebagai keutamaan menjadi pemimpin. Dari Amir bin Wailah sesungguhnya Nafi’ bin Abdul Harits bertemu dengan Umar di Asfan. Dimana dahulu Umar telah mengangkatnya di Mekkah. Maka beliau mengatakan, “Siapa yang anda angkat untuk penduduk wadi (Mekkah)? Maka dia menjawab, “Ibnu Abza? (Umar) bertanya, “Siapa Ibnu Abza? Dijawab, “Diantara budak-budak kami. Berkata,

“Apakah anda angkat untuk mereka seorang budak? Dijawab, “Beliau pembaca (penghafal) Kitab Allah Azza Wajalla dan beliau pandai dalam bidang ilmu Faroid (ilmu warisan). Maka Umar mengatakan, “Maka sesungguhnya Nabi kamu semua sallallahu alaihi wa sallam telah bersabda, “Sesungguhnya Allah mengangkat dengan Kitab ini suatu kaum dan merendahkan kaum lainnya.” HR. Muslim, 817.

5. Kedudukan Mulia di Mata Allah

“Dikatakan kepada pemilik Qur’an, “Bacalah dan naiklah serta bacalah secara tartil. Sebagaimana anda membaca tartil di dunia. Karena kedudukan anda di ayat terakhir yang anda baca.” HR. Tirimizi, (2914) dan berkomentar: Hadits ini Hasan Shoheh. Albani mengomentari di Shoheh Tirmizi no. 2329 Hasan Shoheh. Abu Dawud, (1464)

6. Mendapat Pahala Berlipat

Perumpamaan orang yang membaca Qur’an sementara dia telah menghafalkannya. Maka bersama para Malaikat yang mulia. Dan perumpamaan yang membaca dalam kondisi berusaha keras (belajar membacanya) maka dia mendapatkn dua pahala.’ HR. Bukhori, 4653 dan Muslim, 798.

7. Terus Mengalirkan Kebaikan

“Qur’an datang pada hari kiamat dan mengatakan, “Wahai Tuhan, pakaikanlah. Maka dia memakai mahkota karomah (kemulyaan) kemudian mengatakan, “Wahai Tuhan, tambahkanlah dia. Maka dia memakai gelang karomah (kemulyaan). Kemudian mengatakan, “Wahai Tuhan, redoilah dia, maka (Allah) meredoinya. Dikatakan kepadanya, “Bacalah dan naiklah. Ditambah setiap ayat suatu kebaikan.” HR. Tirmizi, (2915) dan mengatakan, “Hadits ini Hasan Shoheh. Albani mengatakan di Shoheh Tirmizi, no. 2328. Hasan.

8. Syafaat di Hari Kiamat

Bacalah Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat menjadi syafaat kepada pemiliknya. Bacalah Zahrawain (dua cahaya) surat Al-Baqarah dan Surat Ali Imran. Karena keduanya akan datang pada hari kiamat seperti mendung atau seperti awan atau seperti dua kelompok dari burung yang berbulu (membantu) menghalangi untuk pemiliknya. Bacalah surat Al-Baqarah, karena mengambilnya berkah dan meninggalkannya suatu kerugian. Dan (tukang sihir) tidak dapat (mengganggunya). Muawiyah mengatakan, sampai kepadaku bahwa arti ‘Batolah ‘ adalah tukang sihir. HR. Muslim, (804)

9. Jalan Bahagia di Surga

Al-Qur’an datang pada hari kiamat seperti lelaki pucat, menanyakan kepada pemiliknya, “Apakah kamu mengenaliku? Saya yang dahulu dimana saya begadang malam hari dan (menahan) dalam kehausan. Sesungguhnya setiap pedagang dibelakang ada perniagaannya.

Dan saya sekarang untuk anda dibelakang semua pedagang. Dan diberikan kerajaan (Malik) dikananya dan Khuldi (kekal) di kirinya serta ditaruh di atas kepalanya mahkota wiqor. Dipakaikan untuk kedua orang tuanya dua gelang yang tidak ada (bandingan) nilainya dunia dan seisinya. Keduanya mengatakan,”Wahai Tuhan, dari manakah ini? Dikatakan kepada keduanya, “Karena hasil pengajaran Al-Qur’an kepada anak anda berdua.” HR. Tobroni, di Ausath, (6/51).

10. Mendapat Pakaian Terbaik di Surga

Siapa yang membaca Qur’an, belajar dan mengamalkannya. Maka dipakaikan pada hari kiamat kepada kedua orang tuanya mahkota dari cahaya, cahayanya seperti pancaran cahaya matahari. Dipakaikan dua gelang untuk orang tuanya dimana tidak dapat dibandingkan dengan dunia seisinya. Kedua berkata, “Kenapa kita dipakaikan ini? Dikatakan, “Karena  kedua anak anda mengambil Qur’an.” HR. Hakim, (1/756).

11. Dekat dengan Allah

Tidak boleh seseorang berkeinginan kecuali dalam dua perkara, menginginkan seseorang yang diajarkan oleh Allah kepadanya Al-Qur’an kemudian ia membacanya sepanjang malam dan siang, sehingga tetangganya mendengar bacaannya, kemudian ia berkata, ‘Andaikan aku diberi sebagaimana si fulan diberi, sehingga aku dapat berbuat sebagaimana si fulan berbuat’” (HR. Bukhari)

12. Jauh dari Bahaya

Barang siapa yang membaca satu huruf saja dari kitabullah maka seseorang akan mendapatkan kebaikan satu kali. tetapi setiap kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kalinya.” (HR. Tirmidzi)

13. Jauh dari Siksa Kubur

Adalah nabi mengumpulkan di antara dua orang syuhada Uhud kemudian beliau bersabda, “Manakah di antara keduanya yang lebih banyak hafal Al-Qur’an, ketika ditunjuk kepada salah satunya, maka beliau mendahulukan pemakamannya di liang lahat.” (HR. Bukhari)

14. Hebat di Mata Allah

Orang orang yang hebat dalam membaca Al-Qur’an akan selalu ditemani para malaikat pencatat yang paling dimuliakan da taat pada Allah SWT  dan orang orang yang terbata-bata membaca Al-Qur’an lalu bersusah payah mempelajarinya maka dia akan mendapatkan dua kali pahala,” (HR. Bukhari)”

15. Termasuk Perbuatan Mengagungkan Allah

Sesungguhnya termasuk mengagungkan Allah menghormati orang tua yang muslim, penghafal Al-Qur’an yang tidak melampaui batas (di dalam mengamalkan dan memahaminya) dan tidak menjauhinya (enggan membaca dan mengamalkannya) dan Penguasa yang adil.” (HR. Abu Daud)

Nah sobat, ternyata begitu banyak kemuliaan orang yang mampu menghafal Al Qur’an ya sobat, memang tidak semua orang bisa melakukannya, perlu kesungguhan dan ketekunan serta belajar yang benar benar dari hati sehingga bacaan ayat ayat Al Qur’an benar benar merasuk dan dapat dihafalkan.

Nah sobat, jika sobat ebrtanya kenapa ada anak kecil yang bisa menghafal Al Qur’an, tentu itu juga merupakan peran dari orang tuanya ya sobat, diantara anjuran untuk ibu hamil ialah berdoa, melakukan kebaikan selama kehamilan, banyak membaca Al Qur’an, dan banyak memperdengarkan Al Qur’an sebab bayi yang masih berada dalam kandungan pun bisa mendngar sekitarnya dan hal itu yang akan menjadi pola pikirnya ketika telah lahir kelak.

Jika ia terbiasa mendengar yang baik maka ia juga akan bahagia dan terbiasa serta mencontoh yang baik, namun jika orang tuanya terbiasa mengajarkan keburukan, tentu suatu hari anak juga akan menirunya, nah sobat, sebab itu, bagi semua orang, baik remaja, anak anak, orang tua, wanita yang hamil, dan semuanya, jauh lebih baik untuk sepanjang hari di waktu yang lega memperdengarkan Al Qur’an,

saat ini ada banyak bacaan Al Qur’an yang bisa di download di internet, lebih baik mendengarkan hal tersebut daripada hal yang tidak bermanfaat, selain berpahala, juga menanamkan kebaikan dan selalu mengingatkan kepada Allah. Setuju ya sobat? oke sobat, demikian yang dapat penulis sampaikan, semoga bermanfaat dan menjadi motivasi membaca Al Qur’an, sampai jumpa di artikel berikutnya, Terima kasih.