18 Amalan Tahun Baru Islam yang Istimewa

√ Islamic Base Pass quality & checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

1 Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriyah yang mana merupakan  tahun baru islam. Biasanya masyarakat di daerah Jawa menyebut bulan Muharram sebagai bulan suro. Tentunya, tahun baru islam atau bulan Muharram memiliki banyak sekali keutamaan bagi umat muslim.

Diriwayatkan dari Abu Bakrah radhiallahu ‘anhu, bahwasahnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Setahun terdiri dari dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram, tiga berurutan, yaitu: Dzul-Qa’dah, Dzul-Hijjah dan Al-Muharram, serta RajabMudhar yang terletak antara Jumada dan Sya’ban.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Dalam bahasa arab, Muharram berarti haram. Maksudnya, pada bulan tersebut, umat islam dilarang melakukan peperangan atau hal-hal yang bersifat dosa. Sebab bulan Muharram merupakan bulan yang suci.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Quran, yang artinya:

Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu di keempat bulan itu” (QS At-Taubah: 36).

Nah, berikut ini beberapa amalan tahun baru islam sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya.

Baca juga:

  1. Menghindari perbuatan maksiat

Sebagaimana yang dijelaskan di paragraf pembukaan bahwa pada bulan Muharram, umat muslim dilarang melakukan perbuatan-perbuatan yang berunsur dosa. Maka itu, alangkah baiknya jika kita mampu menghindari hal-hal maksiat, baik di bulan Muharram ataupun bulan-bulan lainnya. 

Qotadah rahimahullah menjelaskan bahwa “Sesungguhnya kezaliman pada bulan haram lebih besar kesalahan dan dosanya daripada kezaliman yang dilakukan di luar bulan-bulan haram tersebut. Meskipun kezaliman pada setiap kondisi adalah perkara yang besar, akan tetapi Allah Ta’ala menjadikan sebagian dari perkara menjadi agung sesuai dengan kehendaknya.”

baca juga:

  1. Melakukan puasa

 Puasa juga menjadi bagian dari amalan bulan muharram. Puasa di bulan Muharaam telah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan puasa tersebut merupakan sebaik-baiknya puasa setelah bulan ramadhan.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata bahwasahnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sebaik-baik puasa setelah bulan Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu bulan Muharram. Dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim).

  1. Puasa Asyuro

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau mengatakan, “Aku tidak pernah melihat Rasulullahshalallahu ‘alaihi wasallam begitu menjaga keutamaan satu hari di atas hari-hari lainnya, melebihi hari ini (yaitu hari‘Asyuro) dan bulan yang ini (yaitu bulan Ramadhan).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Diriwayatkan dari Abu Musa Al Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan, Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang puasa Asyuro, kemudian beliau menjawab, “Puasa Asyuro menjadi penebus dosa setahun yang telah lewat” (HR. Muslim)

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau mengatakan, Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sampai di Madinah, sementara orang-orang Yahudi berpuasa ‘Asyuro, mereka mengatakan, “Ini adalah hari di mana Musa menang melawan Fir’aun.” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada para sahabat, “Kalian lebih berhak terhadap Musa dari pada mereka (orang Yahudi), karena itu berpuasalah” (HR. Bukhari).

Baca juga:

  1. Puasa 9 Muharram

Diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma bahwasanya dia berkata, “Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berpuasa di hari ‘Asyura’ dan memerintahkan (perintah sunnah) manusia untuk berpuasa, para sahabat pun berkata, ‘Ya Rasulullah, sesungguhnya hari ini adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani.’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berkata, ‘Apabila datang tahun depan Insya Allah kami akan berpuasa pada tanggal 9 (Muharram). Berkata Abdullah bin Abbas “ Belum sempat tahun depan tersebut datang, ternyata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah wafat.” (HR. Muslim)

  1. Puasa di 11 Muharram

Sebagian ulama ada yang menyarankan untuk mengerjakan puasa sunnah pada tanggal 11 Muharram.
 “Puasalah hari Asyura’ dan jangan sama dengan model orang Yahudi. Puasalah sehari sebelumnya atau sehari setelahnya.” (HR. Ahmad, Al Bazzar).

baca juga:

  1. Menghindari perbuatan dzalim

Manusia dilarang untuk melakukan perbuatan dzalim, baik terhadap orang lain maupun dirinya sendiri. Dan dzalim ini sebaiknya juga dihindari di bulan Muharram atau bulan-bulan lain. Sebab orang-orang yang gemar berbuat dzalim kelak akan disiksa di kubur dan akhirat.

Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman, “Maka janganlah menganiaya diri dalam bulan yang empat itu.”(QS. at-Taubah: 36)

“ Dan (bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zalim, mereka membela diri. Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, tetapi barangsiapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat) maka pahalanya dari Allah. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang zalim. Tetapi orang-orang yang membela diri setelah dizalimi, tidak ada alasan untuk menyalahkan mereka. Sesungguhnya kesalahan hanya ada pada orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di bumi tanpa (mengindahkan) kebenaran. Mereka itu mendapat siksa yang pedih. Tetapi barangsiapa bersabar dan memaafkan, sungguh yang demikian itu termasuk perbuatan yang muli.” (QS. Ash-Shuraa:39)

Baca juga:

  1. Meningkatkan amalan shalih

Meningkatkan amalan shalih di bulan Muharram merupakan perbuatan yang terpuji dan mulia di sisi Allah Ta’ala. Namun sebaiknya, amalan shalih dilakukan sepanjang tahun selama masih hidup untuk bekal sesudah meninggal. Ada banyak jenis amalan shalih, misalnya bersedekah, sholat sunnah, menolong sesama muslim dan sebagainya.

  1. Memperbanyak taubat

Amalan tahun baru islam yang selanjutnya adalah bertaubat. Memang tidak ada hadist khusus yang membahas taubat di bulan Muharram secara spesifik. Namun di bulan suci tersebut kita dianjurkan meningkatkan amalan shalih. Dan bertaubat termasuk dalam salah satu mal shaleh yang disukai Allah Ta’ala dan dapat mensucikan diri.

Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri“. (QS. Al-Baqarah: 222)

  1. Bersedekah

Terdapat beberapa hadist lemah (dhaif) yang mengutamakan bersedekah di bulan Muharram, yang mana disebutkan bahwa pahalanya sama dengan bersedekah selama 1 tahun. Namun demikian, hadist tersebut tidak memiliki kekuatan. Terlepas dari itu, sebaiknya kita tetap menjaga sedekah apapun bulan dan tahunnya.

Baca juga:

  1. Menyantuni anak yatim

Menyantuni anak yatim adalah salah satu amalan yang memiliki pahala besar di sisi Allah Ta’ala. Selain itu, memberikan bantuan terhadap anak yatim juga mendatangkan banyak keutamaan, diantaranya mendekatkan diri dengan Rasul, membuka pintu surga, mempermudah datangnya rezeki dan bisa melunakkan hati yang keras.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya” (HR. Bukhari)

“Barang siapa yang mengikutsertakan seorang anak yatim diantara dua orang tua yang muslim, dalam makan dan minumnya, sehingga mencukupinya maka ia pasti masuk surga.” (HR. Al-Baniy).

  1. Menambah perbelanjaan pada keluarga

Menurut beberapa ulama, seperti Ibnu Nashiruddi, Al Hafidz Ibnu Hajar, Zainuddin Al-Iraqi mengatakan bahwa pada bulan Muharram (khususnya di hari asyuro) disarankan untuk menambah perbelanjaan pada keluarga. Maksudnya memenuhi segala kebutuhan rumah tangga secara lebih dari biasaya, namun tidak terlalu berlebihan. Hal ini dapat melapangkan rezeki selama satu tahun berikutnya. Namun demikian pendapat atau hadist tersebut dianggap lemah oleh mayoritas ulama.

  1. Menyambung silaturahmi

Beberapa ulama juga menyarankan untuk meningkatkan silaturahmi di bulan Muharram atau tahun baru islam. Meski demikian tidak ada hadist shahih yang membahas hal ini. Tentu saja silaturahmi bukanlah perbuatan yang buruk. Melainkan justru sesuatu yang terpuji dan baik dalam agama. Silaturahmi hendaknya dilakukan terus selama masih hidup tanpa harus menunggu bulan Muharram ataupun hari raya.

Baca juga:

  1. Menjenguk orang sakit

Sebagian ulama berpendapat bahwa menjenguk orang sakit di bulan Muharram maka pahalanya sama dengan menjenguk semua umat di bumi. Tapi demikian, tidak ada hadist shahih yang membahasanya.

Baca juga:

  1. Memperbanyak dzikir

Amalan tahun baru islam berikutnya adalah dzikir. Walau tidak ada dalil khusus, namun tidak ada salahnya kita melakukan dzikir di bulan Muharram. Berdzikir dapat meningkatkan catatan pahala, mendamaikan hati serta mendekatkan diri dengan Allah Ta’ala.

  1. Memperbanyak sholawat

Hal ini juga tidak ada dalilnya. Hanya saja alangkah baiknya kita meningkatkan sholawat setiap saat, setiap waktu dan setiap hari. Tidak terbatas pada bulan Muharram saja. Membaca sholawat secara rutin dapat membantu kita untuk memperoleh syafaat dari nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam di akhirat kelak.

  1. Membaca doa awal tahun

Sebagian ulama juga menganjurkan untuk membaca doa pada awal tahun Hijriyah, yakni di tanggal 1 Muharram. Bunyi bacaan doa tersebut yaitu:

Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabatnya. Ya Allah Engkaulah Yang Abadi, Dahulu, lagi Awal. Dan hanya kepada anugerah-Mu yang Agung dan Kedermawanan-Mu tempat bergantung. Dan ini tahun baru benar-benar telah datang. Kami memohon kepada-Mu perlindungan dalam tahun ini dari (godaan) setan, kekasih-kekasihnya dan bala tentaranya. Dan kami memohon pertolongan untuk mengalahkan hawa nafsu amarah yang mengajak pada kejahatan,agar kami sibuk melakukan amal yang dapat mendekatkan diri kami kepada-Mu wahai Dzat yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, Nabi yang ummi dan ke atas para keluarga dan sahabatnya.”

  1. Membaca doa akhir tahun

Selain doa di awal tahun, ada juga doa akhir tahun yang dianjurkan oleh sebagian ulama. Doa ini disarankan dibaca 3 kali saat akhir sore (mendekati maghrib). Bunyi bacaan doa tersebut yaitu:

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga rahmat da salam tetap tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad beserta keluarga da sahabat beliau. Yaa Allah ya Tuhanku, apa yang aku perbuat sepanjang tahun ini berupa perbuatan-perbuatan yang Engau larang aku melakukannya, sedang aku belum bertaubat dari padanya, dan Engkaupun telah menyayangiku setelah Engkaupun kuasa untuk menyiksaku, kemudian Engkau menyeruku untuk bertaubat dari padanya setelah aku bermaksiat kepada-Mu, maka ampunilah aku kerjakan di tahun ini, adalah berupa perbuatan yang Engkau ridhoi dan Engkau janjikan pahala atasnya. Dan aku memohon kepada-Mu wahai Tuhanku, wahai dzat Yang Maha Mulia, Yang memiliki kebesaran dan kemuliaan, agar Engau terima amalku ini, wahai Dzat Yang Maha Mulia. Semoga rahmat dan salam Alloh tetap tercurah kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarga dan sahabat beliau

  1. Berbuat baik kepada sesama manusia

Melakukan perbuatan baik kepada manusia merupakan akhlak terpuji. Di bulan Muharram kita disarankan menambah amalan ibadah. Nah, salah satunya yang bisa dilakukan adalah berbuat baik pada orang lain. Perbuatan ini wajib bagi kita dan tidak boleh hanya dilakukan saat bulan Muharram saja.

Baca juga:

Sebagai umat nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, tentunya kita harus mematuhi ajaran beliau yang berasal dari Allah Ta’ala tanpa mengurangi ataupun melebihkan. Sebab melakukan sesuatu secara berlebih-lebihan (menambah hal-hal yang telah diajarkan oleh Rasul) sama saja dengan bid’ah.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:‎ “Barangsiapa yang meriwayatkan dariku sepotong hadits sedangkan dia tahu bahwa hadits itu palsu, maka dia adalah salah seorang pembohong.” (HR. Muslim)

Demikian penjelasan mengenai amana tahun baru islam. Semoga bermanfaat dan dapat membantu.

 

fbWhatsappTwitterLinkedIn