15 Cara Meluapkan Emosi Menurut Islam dan Dalilnya

Emosi – setiap orang pasti pernah mengalaminya sebagai ungkapan atau ekspresi terhadap suatu kondisi di lingkungan sekitarnya. Ada dua macam emosi, yaitu emosi positif misalnya rasa cinta, kesenangan, dan emosi negatif misalnya kesedihan, kemarahan. Emosi pada umumnya dikaitkan dengan ungkapan kemarahan atau suatu hal yang berbeda dengan pandangan nya. Emosi yang dibahas pada artikel kali ini adalah tentang meluapkan emosi amarah dalam islam yang mana hal tersebut merupakan salah satu godaan syetan untuk membuat umat manusia bermusuhan dan membuat dunia jauh dari kedamaian.

ads

Sebagai seorang muslim tentu wajib menjaga lisan dan perbuatan, tidak diperkenankan menuruti hawa nafsu ketika sedang diuji dengan emosi, selalu ingat Allah dengan berdzikir, agar dalam kondisi apapun tetap bersikap sesuai etika dan syariat islam, berikut 15 cara meluapkan emosi menurut islam

1. Diam dan Jaga Lisan

Jika kalian marah, diamlah”. (HR Imam Ahmad) saat anda diuji dengan emosi, tak perlu meluapkannya dengan kalimat kalimat kasar atau kalimat kalimat buruk yang akan membuat syetan senang karena berhasil menciptakan pertengkaran. Diam adalah cara terbaik dan keutamaan menjaga lisan dalam islam, biarkan hal yang membuat emosi itu terus menyerang, nantinya kebenaran Allah yang akan membuktikan. Jangan terpancing emosi, kuasai diri sendiri dan tetap tenang. Itulah sikap yang seharusnya anda lakukan.

2. Hilangkan Sifat Tinggi Hati

Jangan merasa paling benar, terkadang kita tidak sungguh sungguh memahami suatu permasalahan sehingga menyebabkan kesalah pahaman. Orang yang emosi biasanya merasa paling benar dan merasa puas ketika sudah meluapkan apa yang menurutnya benar tersebut. Tetapi belum tentu penyelesaian yang didapat, bisa saja timbul penyesalan atau rasa malu setelahnya. Kedewasaan seseorang dapat dilihat ketika sedang emosi, sebaik baik orang ialah yang tetap menjaga kerendahan hati nya dalam kondisi apapun.

3. Ubah Posisi

Maksud nya ialah ketika anda emosi dalam keadaan berdiri maka ubah posisi anda menjadi duduk, hal ini membuat anda merasa lebih tenang dan tidak menggebu gebu, Rasulullah bersabda “Jika kalian marah dalam keadaan berdiri maka duduklah karena dengan melakukan itu marahnya akan hilang. Dan jika belum hilang maka hendaknya dia mengambil posisi tidur”. (HR Ahmad).

4. Baca Doa Ta’awudz dan Berwudhu

Mohon perlindungan Allah dari godaan syetan dengan membaca ta’awudz “aku berlindung kepada Allah dari syetan yang terkutuk” seperti anjuran Rasulullah dalam sabda nya berikut “Sungguh aku mengetahui ada satu kalimat jika dibaca oleh orang maka marahnya akan hilang, yaitu dengan membaca bacaan ta’awudz” (HR Bukhari) dan segeralah berwudhu. Marah bersumber dari syetan yang terbuat dari api dan api akan padam dengan air. Berwudhu dapat meredam luapan emosi seperti sabda Rasulullah berikut “Sesungguhnya marah itu dari syetan dan syetan diciptakan dengan api, dan api dapat dipadamkan dengan air. Apabila kalian marah hendaklah berwudhu”. (HR Ahmad).

5. Diskusi Secara Baik Baik

Sampaikan masalah penyebab emosi secara baik baik dengan kalimat yang sopan, jangan mengucap sesuatu yang menyakiti hati orang lain, kalimat buruk dapat menyebabkan dosa besar bahkan menjadi penyebab seseorang masuk neraka. keutamaan musyawarah dalam islam memang sangat dianjurkan dalam menyelesaikan segala urusan. Rasulullah bersabda “sesungguhnya hamba yang mengucapkan satu kalimat yang dia tidak terlalu memikirkan dampaknya namun menggelincirkannya ke neraka yang dalamnya sejauh timur dan barat” (HR Bukhari). 

6. Tahan Diri dan Jaga Kehormatan

Orang yang emosi kesadaran nya berkurang dan hati nurani tertutup nafsu sehingga menyebabkan meluapnya kata kata yang berupa celaan atau umpatan, jika tidak disertai dengan menahan diri dengan mengingat Allah, tentunya akan menjadi jadi dan menunjukkan betapa tidak dewasa nya karakter seseorang tersebut, emosi tidak membuat seseorang terlihat kuat, melainkankehormatan dirinya akan jauh berkurang dan menjadi sesuatu yang mempermalukan dirinya sendiri di masa depan.“Bukanlah orang kuat (yang sebenarnya) dengan (selalu mengalahkan lawannya dalam) pergulatan (perkelahian), tetapi tidak lain orang kuat (yang sebenarnya) adalah yang mampu mengendalikan dirinya ketika emosi” (HR Bukhari no 5763).


8. Ingat Dampak Buruk Dari Emosi

Orang yang dikuasai emosi kadang berbuat sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan karena akal sehatnya tidak berjalan dengan benar akibat tertutup oleh bisikan syetan, ia bisa melakukan apa saja yang tidak dibenarkan oleh syariat agama sehingga tindakan yang melenceng tersebut nantinya bisa saja membuatnya terjerumus pada maksiat yang merugikan. cara menahan amarah dalam islam yakni dengan bersabar akan jauh lebih baik.

9. Jangan Menyebarluaskan Aib

Meluapkan emosi dengan cara jalan kemarahan secara tidak langsung membuka keburukan diri sendiri, menunjukkan pada orang lain bahwa dia tidak mampu menahan nafsu karena begitu mudahnya terpengaruh bisikan syetan. Dampaknya ialah akan dipandang oleh lingkungan sekitar sebagai orang yang mudah tersulut emosi dan tidak pantas dijadikan contoh. Tahan emosi lebih baik sebab Allah akan menutup keburukan keburukannya seperti dijelaskan dalam hadist berikut “Barang siapa menahan emosinya maka Allah akan tutupi aib nya”. (HR Muslim)

10. Instropeksi Diri

Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan, ketika emosi terkadang seseorang melakukan tindakan yang menyakiti hati dan menyalahkan secara sepihak. Ambil pelajaran dari hal tersebut dengan instropeksi atau evaluasi diri agar ke depan nya tidak mengulang kesalahan yang sama, instropeksi diri juga diperintahkan oleh Rasulullah dalam sabda nya berikut, “Koreksilah diri kalian sebelum kalian dihisab dan berhiaslah (dengan amal shalih)” (HR Tirmidzi).

11. Puasa Sunnah

Puasa sunnah juga disarankan untuk mengendalikan emosi, dengan puasa anda secara langsung akan menahan hawa nafsu sehingga bisa lebih mengontrol tindakan dan tutur kata. hikmah puasa sunnah memang luar biasa untuk membantu merubah diri anda menjadi lebih baik lagi termasuk meningkatkan kadar kesabaran yang ada.

12. Maafkan dan Balas Dengan Kebaikan

Jika masalah yang menyebabkan anda emosi sudah dibicarakan dan diselesaikan, jadikan sebagai pelajaran untuk ke depannya dapat bersikap lebih baik lagi, tak perlu melihat siapa yang salah dan yang benar, saling memaafkan adalah hal yang terbaik agar silaturahmi dan kerukunan terjalin kembali. Lanjutkan silaturahmi tersebut dengan berbuat kebaikan satu sama lain, hal tersebut amat disukai oleh Allah, “Dan orang orang yang menahan amarahnya dan memberi maaf pada orang lain, dan Allah mencintai orang orang yang berbuat kebaikan”. (QS Ali Imran : 134).

13. Istighfar dan Membaca Al Qur’an

Emosi tentunya membuat pikiran negatif berkecamuk dalam hati dan perasaan tidak tenang. Redakan dengan perbanyak membaca amalan istighfar “aku mohon ampun kepada Allah yang maha Agung”sehingga seketika mengingatkan akan Allah. Membaca Al Qur’an juga dapat melebur emosi dan amarah sehingga akan mendapatkan ketenangan.

14. Ridho Allah

“Barang siapa berusaha menahan amarahnya padahal dia mampu meluapkannya, maka Allah penuhi hatinya dengan Ridho Nya”. (HR Abu Daud). Penjelasan dari hadist tersebut ialah menahan emosi dengan tidak melakukan perbuatan yang dilarang agama bukan karena takut melawan seseorang atau hal yang membuatnya emosi tersebut tetapi lebih karena takut kepada Allah jika melakukan sesuatu yang tidak di ridhoi Nya, orang tersebut akan mendapat ridho Nya karena ketaatannya tersebut.

15. Emosi yang Terpuji

Emosi yang dieprbolehkan dalam islam ialah emosi yang disebabkan karena membela agama Allah. Allah berfirman dalam QS At Taubah “ 14-15 “Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan perantaraan tangan tangan mu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang orang yang beirman dan menghilangkan rasa panas hati orang orang mukmin”.

Salah satu kewajiban mukmin ialah menolak gangguan dalam agama yang menimpanya atau menghukum orang orang yang bermaksiat kepada Allah dan Rasul Nya. Hal ini juga sama dalam kehidupan sehari hari, misalnya ketika emosi kepada istri karena tidak mau menutup aurat, emosi pada anak yang sudah baligh tetapi tidak mau menjalankan shalat, dll. Tetapi emosi tersebut harus dalam tahap proporsional, tidak dengan kekerasan atau kata kata yang menyakitkan.


Emosi tersebut diperbolehkan karena bertujun untuk menegakkan syariat islam, untuk mencegah orang lain dari perbuatan maksiat dan sebagai tanggung jawab sebagai seorang muslim yaitu saling mengingatkan kebaikan pada sesama. Jika mengetahui hal maksiat namun seseorang tersebut tidak mengingatkan maka justru akan menjadi dosa pula baginya sebab ia mengetahui bahwa itu tidak sesuai ajaran Allah.

Dari artikel ini dapat diambil kesimpulan bahwa emosi tidak baik untuk diluapkan dengan jalan kemarahan, jangan sampai emosi menguasai anda, tetapi anda lah yang harus mampu menguasai emosi. Sampai disini dulu ya sobat artikel kali ini yang membahas mengenai cara meluapkan emosi menurut islam, semoga bisa membawa manfaat bagi sobat semua. Sampai jumpa lagi di artikel selanjutnya dan terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca. Salam hangat dari penulis.

, , , , ,




Post Date: Thursday 08th, February 2018 / 14:44 Oleh :
Kategori : Akhlaq, Amalan Shaleh
Short Movies

Manusia memang jarang bersyukur, padahal nikmat dan rencana Tuhan yang sangat indah sudah diberikan pada dirinya. Saksikan film pendek berikut ini.