15 Keutamaan Jujur Dalam Islam dan Dalilnya

√ Islamic Base Pass quality & checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Jujur dalam bahasa arab dikenal dengan istilah shidqu atau shiddiq yang berarti berkata benar atau nyata. Arti dari kata tersebut ialah, jujur merupakan bentuk kesamaan atau kesesuaian antara kata yang diucapkan dengan perbuatan yang dilakukan, atau antara informasi dan kenyataan. Dalam arti yang lebih luas, jujur artinya tidak melakukan kecurangan, mengikuti kaidah atau aturan yang berlaku dan memiliki kelurusan hati.

Jujur merupakan salah satu sifat mulia Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam yang merupakan sosok mulia dan teladan sempurna bagi seluruh umat manusia. Nabi Muhammad SAW sudah dikenal sebagai pribadi yang jujur dan amanah bahkan sejak beliau belum diangkat menjadi Nabi.

Ada banyak aspek atau bentuk kejujuran dalam kehidupan sehari hari. Sejak kecil setiap orang tua selayaknya sudah mengajarkan untuk senantiasa berbuat jujur dan tidak berbohong. Sejak dalam bangku sekolah ibu dan bapak guru juga telah mengajarkan pada setiap siswa untuk senantiasa jujur dalam pembelajaran atau ketika ujian, tidak mencontek, tidak membagi jawaban pada siswa lain, dan mengakui kekurangan diri sendiri atau kemampuan teman lain.

Dalam dunia kerja pun setiap atasan atau perusahaan pastinya senang memliki karyawan yang jujur sehingga lebih optimal dalam menjalankan kewajibannya. Masih banyak aspek lainnya misalnya dalam perdagangan atau jual beli, dalam hal menjalin hubungan dengan pasangan atau teman,dan lain sebagainya. Jujur sangat diperlukan di aspek apapun dalam kehidupan sehari hari.

Dalam islam, jujur memiliki keutaamaan tersendiri dan menjadikan orang yang memiliki sifat tersebut mendapatkan pahala dan rahmat dari Allah SWT

Berikut keutamaan jujur menurut islam :

1. Jalan ke Surga

Jujur membawa manfaat bukan hanya di dunia, tetapi juga menjadi jalan yang mengantarkan seseorang menuju ke surga. Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadist :

“sesungguhnya kejujuran akan menunjukkan kepada kebaikan, dan kebaikan itu akan mengantarkan ke surga. Seseorang yang berbuat jujur oleh Allah akan dicatat sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya bohong itu akan menunjukkan kepada kezaliman, dan kezaliman itu akan mengantarkan ke arah neraka”. (HR Bukhar muslim)

Orang yang jujur akan dicintai oleh Allah SWT. Jujur membutuhkan keteguhan hati, terkadang terasa berat, pahit, dan mengundang resiko. Tetapi segala sesuatu yang diniatkan karena Allah tentu akan mendapat jaminan balasan  yang terindah dari Allah pula yaitu berupa surga.

Allah memerintahkan hamba Nya untuk senantiasa beriman dan meningkatkan kualitas taqwa nya dengan menjalankan perintah dan menjauhi segala larangan Nya, perintah jujur tersebut adalah jujur dalam berkata, jujur dalam berbuat, dan jujur dalam seluruh keadaan atau kondisi apapun agar senantiasa semangat serta terhindar dari segala bentuk keinginan yang buruk karena sesungguhnya kejujuran itu akan menjunjukkan pada kebaikan dan kebaikan tersebutlah yang akan menunjukkan jalan menuju ke surga seperti firman Allah SWT berikut :

“hai orang orang ang beriman bertakwalah kalian kepada Allah, dan hendaklah bersama orang orang jujur lagi benar”. QS At Taubah : 119)

 2. Dekat Dengan Para Nabi

“dan barang siapa yang mentaati Allah dan rasul Nya, mereka itu akan dikumpulkan bersama dengan orang orang yang dianugrahi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi, para shiddiiqiin, orang orang yang mati syahid, dan orang orang yang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik baiknya. Yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan Allah cukup mengetahui”. (QS An Nisaa 69-70)

Ayat di atas menjelaskan bahwa orang yang jujur memiliki keutamaan yang besar dan kedudukan yang tinggi di sisi Allah SWT yaitu dengan mendapat keistimewaan dikumpulkan bersama orang orang yang mulia lagi shaleh di hari kiamat nanti. Iman Ath Thibii mengomentari ayat tersebut dengan mengatakan :

“barang siapa senantiasa mengutamakan sifat jujur dan amanah, maka dia termasuk golongan orang orang yang taat kepada Allah SWT”

Luar biasa nikmat dari Allah tersebut, dengan menjadi orang yang jujur, akan didekatkan dengan para Nabi dan diberi kebaikan dunia akherat.

3. Mendapat Derajat Tinggi

Manusia memiliki kedudukan dan derajat yang berbeda beda di mata Allah, bukan dari  kecantikan fisik nya tetapi dari amal perbuatan nya, yang membedakan manusia satu dengan yang lainnya adalah iman dan taqwa nya, artinya Allah membedakan berdasarkan keimanan dan ketakwaan seseorang. Jujur merupakan salah sifat mulia yang mendapat derajat tinggi di sisi Allah, dengan menjadi orang yang jujur akan mendapat kemuliaan dan derajat tinggi dari Allah seperti dalam firman Allah berikut :

“inilah saat orang yang benar memperoleh manfaat dari kebenarannya. Mereka memperoleh surga yang mengalir dibawahnya sungai sungai, mereka kekal di dalamnya selama lamanya. Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Nya, itulah kemenangan yang agung”. (QS Al Maidah 119)

Kejujuran menjadi sebuah kebenaran yang kukuh dan berhubungan langsung dengan Allah SWT. Kejujuran meliputi perkataan dan perbuatan yang dilaksanakan demi untuk mentaati perintah Allah SWT, balasan dari Allah berupa derajat yang tinggi tersebut akan diperoleh dalam kehidupan di dunia dan akherat.

4. Dicintai Allah dan Rasul – Nya

Jujur merupakan inti kebaikan hati nurani seseorang, jika dalam hati seseorang memiliki kejujuran dan nurani yang bersih, tentunya akan melakukan segala urusan yang mengarah pada kebaikan pula, akan dicintai oleh Allah dan rasul Nya karena melaksanakan segala urusan dengan niat yang bersih karena Allah SWT.

Rasulullah bersabda “jika engkau ingin dicintai oleh Allah dan rasul Nya maka tunaikanlah jika diberi amanah, jujurlah jika engkau bicara, dan berbuat baiklah terhadap orang orang di sekelilingmu”. (HR Ath Thbrani)

5. Mendatangkan Pahala dan Ampunan Dosa

Setiap perintah dari Allah selalu memiliki kebaikan di dalam nya, termasuk perintah untuk berbuat dan berkata jujur yag menjadi salah satu amalan mulia tentunya memiliki pahalan yang besar juga di sisi Allah seperti dalam firman Allah berikut :

“sesungguhnya laki laki dan perempuan yang muslim, laki laki dan perempuan yang mukmin, laki laki dan perempuan yang sidiqin (benar), laki laki dan perempuan yang sabar, … Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar”. (QS Al Ahzab 35)

Orang yang jujur mendapat pahala dan ampunan dosa seperti orang yang mati syahid di jalan Allah SWT, Rasulullah bersabda

“Barang siapa meminta mati syahid dengan jujur, maka Allah akan mengantarkannya ke dalam golongan orang orang syahid, walaupun ia mati di atas kasurnya”. (HR Muslim)maksud dari hadist tersebut adalah, orang orang yang meninggal dunia dala keadaan senantiasa berbuat dan berkata jujur akan diampuni dosa dosa nya dan mendapat pahala seperti orang yang mati syahid.

6. Mendapat Pertolongan dan Doa Dikabulkan

Ada sebuah pepatah menyatakan bahwa “orang jujur pasti mujur”, artinya orang yang jujur akan senantiasa mendapat kenikmatan dari Allah baik diantaranya mendapat pertolongan, dan doa doa nya dikabulkan. Orang jujur akan disayang oleh Allah, tentunya dalam kehidupan orang tersebut akan senantiasa mendapat pertolongan serta dikabulkan segala hajat nya. keutamaan berdoa dalam islam adalah salah satu sifat orang mukmin yang bertaqwa pada Allah, taqwa tersebut yang menjadi sisi kebaikan di mata Allah seperti firman Allah berikut :

“barang siapa bertaqwa kepada Allah niscaya Allah akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka sangka nya. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya”. (QS Ath Thalaq 2-4)

7. Menjadi Teladan yang Baik

Setiap manusia selalu mencari cari seseorang untuk dijadikan contoh, misalnya dalam keluarga yang pertama menjadi teladan seorang istri adalah suami nya sebagai kepala keluarga, seorang ibu juga menjadi teladan bagi anaknya. Karena itulah sebagai manusia harus senantiasa bersikap yang baik agar dapat menyebarkan kebaikan kepada orang sekitar pula.

Dalam islam, contoh terbaik untuk diikuti adalah Rasulullah yang telah diberikan oleh Allah sifat yang amat jujur dan amanah. Sebagai umat muslim sudah selayaknya kita mengamalkan sifat sifat Rasulullah agar dapat menjadi contoh atau teladan yang baik bagi orang lain seperti firman Allah sebagai berikut

“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (QS Al Ahzab 21)

8. Terhindar Dari Munafik

Dalam khutbah atau ceramah keagamaan kita sering mendengar mengenai tiga ciri ciri orang munafik yaitu : “jika berbicara ia dusta, jika berjanji ia mengingkari, jika diberi amanah ia berkhianat”. (HR Al Bukhari)

Dari hadist tersebut manusia diingatkan untuk senantiasa berhati hati dalam berbuat dan bersikap, untuk senantiasa jujur dalam perbuatan dan tutur kata agar tidak termasuk golongan orang yang munafik. Seorang mukmin bisa saja memiliki sifat bakhil atau sifat penakut, namun tidak mungkin berbohong, seorang mukmin akan senantiasa jujur dan terhindar dari sifat munafik seperti dalam kisah berikut yang diriwayatkan oleh Malik dari Sofwan bin Sulaim dalam kitab Al Muwatha :

“Ditanyakan kepada Rasulullah SAW : Apakah seorang mukmin bisa menjadi penakut? Beliau menjawab ya. Lalu beliau ditanya lagi, apakah seorang mukmin isa menjadi bakhil? Beliau menjawab ya. Lalu ditanyakan lagi apakah seorang mukmin bisa menjad pembohong? Beliau menjawab tidak!”

9. Mendapat Keberkahan

Keberkahan adalah karunia Allah yang mendatangkan kebaikan atau manfaat dalam kehidupan dan merupakan puncak kebahagiaan seorang muslim. Keberkahan berarti memperoleh keuntungan dunia akherat. kejujuran merupakan salah faktor yang mempengaruhi keberkahan, misalnya dalam urusan jual beli, penjual yang jujur akan mendapatkan keuntungan yang lebih berkah dan ke depan nya mendapatan kepercayaan dari pembeli seperti sabda Rasulullah berikut

“kedua orang penjual dan pembeli masing masing memiliki khiyar (hak pilih) selama keduanya belum berpisah, bla keduanya berlaku jujur dan salin terus terang maka keduanya akan memperoleh keberkahan dalam urusan tersebut”. (HR Bukhari dan muslim)

10. Melahirkan Ketenangan

Orang yang selalu jujur akan memiliki hati yang tenang, dia selalu merasa nyaman dengan perbuatan dan kalimat jujur yang dilakukannya. Apapun urusan yang dilakukan dia tetap mendapatkan kedamaian dalam hati nya karena segala sesuatu telah dilakukannya dengan benar dan tidak merugikan orang lain.

Lain halnya dengan orang yang berbohong, dia akan merasa khawatir akan kebohongannya dan hidup penuh kebimbangan, dia akan terbiasa membuat kebohongan baru untuk menutupi kebohongan lamanya sehingga hidup nya dipenuhi dengan kebohongan, orang yang seperti ini tidak akan mendapat kebahagiaan di dunia apalagi di akherat. Rasulullah SAW bersabda :

Tinggalkanlah apa apa yang meragukanmu dengan mengerjakan apa apa yang tidak meragukanmu, sesungguhnya kejujuran adalah ketenangan dan sesungguhnya kedustaan akan mengantarkan kepada keraguan atau kebingungan”.(HR At Tirmidzi no 2518)

11. Merasakan Bahagia

Dalam hadist Rasulullah bersabda “empat perkara apabila ada padamu, tidak akan merugikan lepasnya segala sesuatu dari dunia dari padamu, yaitu memelihara amanah, berkata yang jujur, akhlak yang baik,  dan bersih dari tamak”. (HR Imam Ahmad).

Arti dari hadist tersebut ialah, orang yang jujur tidak akan pernah merasa rugi sekalipun kehilangan sesuatu yang berharga di dunia ini, karena dari kejujuran tersebut dia senantiasa kebaikan dari Allah berupa ketenangan dan kebahagiaan dalam hati.

12. Menghindarkan Dari Bahaya

Orang yang senantiasa berniat dan berusaha jujur pada awalnya mungkin merasakan berat akan tetapi pada akhirnya ia akan mendapat keberkahan diberi keselamatan oleh Allah SWT, selamat dari segala mara bahaya seperti pada hdist berikut :

“Berperangailah selalu dengan kejujuran! Jika engkau melihatnya jujur itu mencelakakan maka pada hakikatnya ia merupakan keselamatan” (HR Ibnu Abi Ad Dunya dari riwayat Manshur bin Mu’tamir)

13. Disukai Semua Orang

Setiap orang mempunyai potensi menjadi orang yang menyenangkan dan disukai semua orang jika dalam diri orang tersebut banyak sisi positif. Umumnya setiap orang akan merasa bahagia dan senang berada di dekat orang yang jujur. Dalam hubungan apapun, kejujuran merupakan awal dari kepercayaan, dan kepercayaan adalah awal dari langgeng nya sebuah hubungan, baik itu pasangan suami istri, persahabatan, ataupun rekan bisnis.

Orang yang jujur akan disukai orang orang di sekelilingnya karena tidak berkata dusta dan dapat dipercaya sehingga merasa damai berada di dekatnya.

Dalam islam, diperintahkan berlaku jujur untuk menyampaikan kebenaran sesuai adanya, tidak diperbolehkan berdusta sekalipun hal tersebut terasa pahit, seperti hadist yang disampaikan oleh Rasulullah berikut : “katakanlah yan benar walau itu pahit”. (HR Ahmad)

14. Memiliki Banyak Teman atau Saudara

Seperti yang dijelaskan pada poin sebelumnya bahwa orang yang jujur akan membuat orang lain nyaman berada di sekitarnya, orang yang jujur dalam keluarga akan menjadi panutan bagi anggota keluarga yang lain, orang yang jujur di sekolah atau lingkungan pendidikan lainnya tentu akan memiliki banyak teman dan disayangi para guru.

Jujur dalam lingkungan pekerjaan pun pastinya akan menjadi nilai positif tersendiri baik di mata rekan kerja, atasan atau pemilik perusahaan. Orang yang jujur akan memiliki banyak teman dan saudara karena dengan kejujuran nya dia memeiliki kedamaian dalam diri nya dan memberi kedamaian pula pada orang orang di sekitarnya. hukum silaturahmi menurut islam berkaitan erat dengan interaksi baik di lingkungan masyarakat

Allah telah mmeperi perintah pada hamba Nya untuk bertutur kata jujur dan berbuat baik pada sesama seperti dijelaskan firman Allah sebagai berikut :

“dan bertutur katalah yang baik kepada manusia, … (QS Al Baqarah :83)

15. Mendapat Kebaikan Untuk Diri Sendiri Maupun Orang Lain

Jika ingin mendapat kebaikan, jujurlah. Jujur kepada Allah sebagai hamba-Nya, beribadah dengan sungguh sungguh dan menjauhi dosa. Jujur sebagai suami maka akan senantiasa memperoleh kedamaian dalam keluarga dan dapat memberikan nafkah yang halal dan berkah. Jujur sebagai istri maka akan selalu menjaga bisa kehormatan diri dan harta suami serta mendapat kasih sayang dari keluarga.

Jujur sebagai pemimpin maka akan selalu dicintai rakyat nya dan terbuka dalam menegakkan keadilan dan mewujudkan kesejahteraan rakyat. Bila kejujuran seperti di atas dapat diwujudkan, banyak hikmah yang akan dipetik. Jujur akan membawa kebaikan pada diri sendiri dan orang lain, orang yang jujur akan senantiasa mendapatkan cinta dan kepercayaan seperti kalimat Sayidina Ali sebagai berikut :

“orang yang suka berkata jujur akan mendapat tiga perkara, yaitu kepercayaan, cinta, dan rasa hormat”.

Allah maha melihat, maha mendengar, maha mengetahui, dengan keyakinan bahwa Allah akan senantiasa memperhatikan gerak gerik dan langkah kita, maka kita akan senantiasa berusaha menjauhi dusta. Ketika kesibukan menyita waktu dan segala macam urusan mengisi hari hari kita, terkadang tanpa kita menyadari kita menjadi lengah dan tidak mengindahkan sifat jujur.

Mari kita merenung sejenak apakah diri kita telah menjadi pribadi yang jujur dalam niat, dalam berucap, dalam beramal, dalam bercita cita, dan dalam mencapainya. Jujur merupakan terapi hati dan terapi jiwa terbaik. Hidup akan menjadi lebih indah dan lebih nyaman jika kita senantiasa menapaki langkah dengan kejujuran. Semoga kita semua istiqomah untuk senantiasa menjadi orang yang jujur. Sekian terima kasih semoga bermanfaat.

fbWhatsappTwitterLinkedIn