17 Bahaya Nafsu dalam Islam

Setiap umat mukmin pasti mengenal sesuatu yang disebut nafsu. Nafsu ialah suatu keinginan yang bersifat menggebu gebu dan selalu diangankan untuk bisa terwuud. Nafsu sering dihubungkan dengan urusan dunawi, seperti hawa nafsu duniawi yang artinya hanya mengejar segala hal yang menimbulkan kesenangan duniawi.

Allah memberikan nafsu pada umat manusia sebagai ujian, bagi yang bisa memanfaatkannya untuk kebaikan maka akan mendapat kebaikan pula. Sedangkan bagi yang menjuruskan nafsunya pada hal hal yang dilarang agama, maka orang tersebut pun mendapat keburukan di akhr nanti.

Setiap mukmin harus bisa memahami nafsunya dan mengontrol nfsu tersebut, sudah selayaknya manusia yang mengatur nafsu dalam dirinya, bukan sebaliknya, manusia yang diatur oleh nafsu. Untuk lebih mendalami perihal nafsu tersebut, pada kesempatan kali ini saya akan menguraikan mengenai 17 bahaya nafsu dalam islam yang harus kita waspadai, yuk simak berbagai firman Allah dan hadist berikut :

1. Tidak Akan Mampu Memahami Agama

Dan diantara mereka ada yang mendengar perkataanmu sehingga apabla mereka keluar dari sisimu orang orang berkata kepada orang yang telah diberi ilmu pengetahuan: apakah yang dikatakan tadi? Mereka itulah orang orang yang hatinya dikunci oleh Allah”. (QS Muhammad : 16).

Bahaya nafsu dalam islam ialah orang tersebut menjadi lalai akan kehidupan di akherat, yang ada dalam prioriotasnya hanyalah urusan duniawi. Segala urusan, tindakan, dan angan angannya hanya karena niat untuk mendapatkan kebahagiaan dunia, sehingga menjadi tertutup hatinya dan tidak mampu memahami agama. sebab itu, cara merubah diri menjadi lebih baik menurut islam ialah dengan menjauhi hawa nafsu yang menjurus pada keburukan.

2. Timbul Sifat Rakus

Rakus bukanlah sifat orang yang bertaqwa yang disukai Allah. Rakus yang dimaksud ialah rakus dalam hal mengejar kenikmatan duniawi, selalu merasa ingin memiliki segala bahkan sesuatu yang belum pantas atau seharusnya tidak menjadi haknya. Contohnya ialah mengejar hawa nafsu karena ingin menjadi pejabat, dia akan rakus dalam mengejar hal tersebut padahal kemungkinan belum memiliki kemampuan dan ilmu yang cukup dalam mengemban tanggung jawabnya.

3. Berada di Jalan Sesat

Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsu sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmuNya dan Allah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatanya”. (QS Al Jaatziyah : 23). Orang yang hanya mengejar duniari akan berada di jalan yang sesat sebab di dalam hatinya tidak pernah mengingat Allah dan kehidupan di akherat. Setiap jalan yang dilaluinya jauh dari niat karena Allah atau jauh dari keikhlasan. Hawa nafsu dalam hubungannya dengan ibadah dapat menyebabkan bid’ah, sedangkan bahaya bid’ah dalam islam membuat orang sesat.

4. Mendewakan Duniawi

Bahaya hawa nafsu dalam islam akan menjadikan seseorang mementingkan dunia di atas segalanya. Misalnya ialah seseorang yang mengejar nafsu dalam hubungannya dengan wanita dan uang. Orang tersebut mengejar uang hingga mencuri demi memiliki harta berlimpah, atau berbuat zina demi menuruti hawa nafsu ingin bersenang senang dengan wanita yang semua itu merupakan urusan yang dilarang Allah sebab hanya mementingkan duniawi semata. Juga akan meegjar jabatan dengan membelinya padahal hukum membeli jabatan dalam islam tidaklah diperbolehkan.

5. Tidak Pernah Bersyukur

Orang yang hanya mengejar dunia atau hawa nafsu tidak akan pernah merasa cukup dengan apa yang dimiliki, ia akan selalu berharap mendapat lebih dan lebih, selalu iri dengan orang yang berada di atasnya, dan selalu gundah hatinya karena tidak mensyukuri nikmat Allah yang diberi untuknya.Padahal keutamaan bersyukur dalam islam amatlah luas jika seorang hamba memahami.

6. Jauh dari Petunjuk Allah

Janganlah kamu melampaui batas dengan cara yang tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengiuti hawa nafsu orang orang sesat terdahulu, mereka telah menyesatkan manusia dan mereka tersesat dari jalan yang lurus”. (QS Al Maidah : 77). Orang yang mengikuti hawa nafsu sama seperti orang orang terdahulu yang sesat karena tidak mengikuti petunjuk dari para Nabi, rang ersebut tidak mengetahui apa yang benar dan salah, apa yang menjauhkan dari neraka dan apa yang mendekatkan ke surga. Yang ia pahami hanyalah tentang kesenangan dunia semata.

7. Mudah Putus Asa

Bahaya mengikuti hawa nafsu dalam islam ialah menjadi orang yang mudah putus asa, sebab orang tersebut tidak percaya akan nikmat dan takdir Allah bahwa Allah selalu memberi sesuatu tepat pada waktunya dan dengan kadar yang terbaik untuknya. Orang tersebut selalu mengharap sesuatu yang belum pantas untuknya hingga merasa putus asa karena selalu merasa kurang.

Sedangkan orang yang beriman selalu percaya pada kebaikan Allah dan percaya bahwa segala sesuatu akan diberi oleh Allah dan dimiliki oleh Nya di waktu yang tepat, sehingga ia selalu memiliki rasa semanga dalam hatinya sebab kepercayaannya akan anugrah Allah.

8. Selalu Menyalahkan Nasib

Hawa nafsu mengantarkan manusia menuju godaan syetan yang selalu menuntun untuk jauh dari syariat Allah dan jauh dari rasa syukur. Jika terkena suatu musibah, atau tidak mendapat keinginan sesuai hawa nafsunya, ia akan langsung menyalahkan Allah dan nasib yang diterimanya. Ia menganggp bahwa segala sesuatu tidak adil untuknya dan selalu merasa orang lain lebih beruntung dari dirinya.

9. Jauh dari Pemeliharaan Allah

Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya, maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?”. (QS Al Furqon :43). Orang yang mengikuti hawa nafsu tidak berada dalam jalan Allah dan tidak mengikuti syariat Allah, Allah akan emmbiarkannya terombang ambing dalam kesesatan dan jauh dari petunjuk serta pemeliharaanNya.

10. Menyimpang dari Kebenaran

Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannyya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan kata kata maka Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS An Nisa:135).

11. Tidak Memiliki Penolong

Bahaya mengikuti hawa nafsu dalam islam, kelak akan mendapat kesusahan di dunia maupun di akherat. Ketika berada dalam suatu kebingungan, orang terebut jauh dari petunjuk Allah dan tidak memiliki penolong di hari akhir nanti. “Orang orang yang zalim yang mengikuti nafsunya tanpa ilmu pengetahuan, maka tiadalah bagi mereka seorang penolongpun”.  (QS Ar Ruum : 29).

12. Tidak Memiliki Iman

Janganlah kamu dipalingkan daripadanya oleh orang orang yang tidak beriman dan oleh orang yang mengikuti hawa nafsunya”. (QS Thaahaa : 16). Mengikuti hawa nafsu tandanya bukan orang yang beriman, orang tersebut hanya menginginkan kebahagiaan dunia dan tidak percaya pada Allah serta kehidupan di akherat. Hal itu yang menjauhkan dari iman, dia tidak memiliki rasa takut ataupun meniatkan segala sesuatu karena Allah sedikitpun.

13. Tidak Percaya Syariat Al Qur’an

Jika kebenaran itu menuruti nafsu mereka, maka binasalah langit dan bumi. Kami telah mendatangkan pada mereka kebanggaan (Al Qur’an) tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu”. (QS Al Mu’minun : 71). Bahaya mengikuti hawa nafsu dalam islam ialah tidak percaya dan tidak mengikuti syariat Allah yang terdapat dalam Al Qur’an, padahal syariat tersebut yang akan menjadi jalan bagi manusia untuk mendapat ridho Allah dan jalan menuju surga.

14. Dekat dengan Azab Allah

Dan adapun orang orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dari menahan diri dari keinginan hawa nafsunya maka surgalah tempat tinggalnya”. (QS An Naaziaat : 40-41). Orang yang mengikuti hawa nafsu secara langsung tidak mengikuti perintah Allah, hal itu mendekatkan pada azab Allah di akherat kelak.

15. Sering Merasa Gelisah

Bahaya mengikuti hawa nafsu ialah tidak memiliki ketenangan dalam hatinya, orang tersebut akan selalu memiliki hati yang gelisah karena menuruti hawa nafsu ialah tindakan yang tidak ada habisnya, orang tersebut tidak pernah merasa puas dengan apa yang dimilikinya. Hatinya selalu gelsah memikirkan cara untuk meraih semua angan angan duniawinya.

16. Tidak Memiliki Teman yang Tulus

Orang yang mengikuti hawa nafsu cenderung melakukan sesuatu karena niat untuk mendatangkan keuntungan bagi dirinya. sesuatu yang dirasa tidak mendatangkan manfaat dunia baginya akan ia tinggalkan. Sebab itu ia tidak memiliki teman atau seseorang yang tulus sebagaimana ia memperlakukan hal tersebut pada orang orang di sekitarnya.

17. Menghalalkan Cara Apapun

Sering kita melihat orang yang rela melakukan cara apapun walaupun cara tersebut jelas salah dan tidak sesuai syariat agama dei untuk menuruti keinginannya. Contohnya ialah orang orang yang ingin memiliki jabatan tertentu dan memperjuangkannya dengan cara yang salah seperti dengan membeli jabatan, dengan suap, dan sebagainya.

Hal tersebut dilakukan karena ia menginginkan sesuatu dan memilki niat duniawi untuk meraih jabatan tersebut, seperti ingin mendapat kekuasaan, ingin memiliki harta yang banyak, dan cenderung memanfaatkan jabatannya untuk urusan yang tidak benar.Nantinya ia akan merugi sendiri dengan pilihannya, sebab ia menghalalkan cara apapun demi untuk menuruti hawa nafsunya.

Demikian artikel mengenai 17 bahaya nafsu dalam islam, semoga bisa menjadi peringatan untuk kita ya sobat, agar senantiasa memperbaiki diri dan mengarahkan nafsu pada kebaikan yang di ridhoi Allah. Sampai disini dulu artikel kali ini, semoga bermanfaat untuk anda. Terima kasih sudah membaca. Salam hangat dari penulis.