12 Alasan Pentingnya Akhlak Mulia Menurut Islam

√ Islamic Base Pass quality & checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Akhlak merupakan ilmu dengan penuh pendefisian dari arti baik dan buruk, menjelaskan apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia dalam hidupnya, berprinsip untuk memiliki tujuan hidup, selaras dengan perkataan dan tindakan yang kita lakukan untuk mendapat pahala dari Allah SWT.

Menurut Imam Ghazali, akhlak yang mulia mempunyai empat perkara yaitu bijaksana, memelihara diri dari sesuatu yang tidak baik, keberanian (menundukkan hawa nafsu) dan bersifat adil.

Bentuk Akhlak Mulia

Semua agama dan tradisi telah mengatur tata cara pergaulan remaja. Ajaran islam sebagai pedoman hidup umatnya, juga telah mengatur tata cara pergaulan remaja yang dilandasi nilai-nilai agama. Tata cara itu meliputi :

  1. Mengucapkan Salam dan Menjawab Salam

Salam menurut bahasa berarti “selamat”, maksudnya berarti mendo’akan keselamatan, mendapat keberkahan kepada orang yang diberi ucapan salam. Ucapan salam ketika bertemu dengan teman atau orang lain sesama muslim, ucapan salam adalah do’a. Berarti dengan ucapan salam kita telah mendoakan teman tersebut. Allah swt berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَدْخُلُوا بُيُوتًا غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّى تَسْتَأْنِسُوا وَتُسَلِّمُوا عَلَى أَهْلِهَا ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu selalu ingat”. (QS. An-Nur/24: 27)

Hukum mengucapkan salam adalah sunnah sementara hukum menjawab salam adalah wajib. Maka dari itu, bila kita ingin menjadi muslim yang disayangi oleh Allah SWT, kita harus tidak melupakan hal-hal kecil yang sifatnya wajib seperti menjawab salam ini. Baca juga tentang Kelemahan – Kelemahan Manusia Menurut Islam

2. Meminta Izin

Meminta izin di sini dalam artian kita tidak boleh meremehkan hak-hak atau milik teman apabila kita hendak menggunakan barang milik teman maka kita harus meminta izin terlebih dahulu.

Bila kita tidak meminta izin terlebih dahulu, maka bisa jadi akan timbul kesalahpahaman dari teman yang hak miliknya kita pinjam. Bisa saja kita dianggap mencuri kepunyaannya padahal niat kita hanya meminjam. Maka dari itu akan lebih baik bila kita meminta izin terlebih dahulu sebelum menggunakan barang milik orang lain. Baca juga tentang Hukum Merusak Lingkungan Dalam Islam

3. Menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda

kita sebagai orang yang lebih muda sebaiknya menghormati yang lebih tua dan mengambil pelajaran dari hidup mereka. Selain itu, kita juga harus menyayangi kepada adik yang lebih muda darinya, dan yang paling penting adalah memberikan tuntunan dan bimbingan kepada mereka ke jalan yang benar dan penuh kasih sayang. Baca juga tentang Cara Menghormati Orang Tua dalam Islam

4. Bersikap santun dan tidak sombong

Dalam bergaul,  kita biasa ingin menunjukkan segala sesuatu yang bagus kepada teman kita. Dan dengan cara ini kita bisa terlihat lebih dari teman teman kita. Baca juga tentang Sifat Sombong Dalam Islam

Namun sifat sombong seperti ini sangat dibenci oleh Allah dan bukan cara yang baik untuk membangun sebuah pergaulan yang erat. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman :

“Dan apabila dikatakan kepadanya, “ bertaqwalah kepada Allah”, bangkitlah kesombongannya yang menyebabkan perbuatan dosa, maka cukuplah (balasannya) neraka jahanam. Dan sungguh neraka jahanam itu tempat tinggal seburuk-buruknya” (QS Al-Baqaroh 2:206) Dengan sifat sombong, teman kita akan merasa segan dan perlahan akan meninggalkan kita.

Akan lebih baik bila kita bersikap sopan santun dan menunjukkan diri kita apa adanya. Hal seperti ini akan membuat teman kita tertarik berteman dengan kita

5. Berbicara dengan perkataan yang sopan

Islam mengajarkan bahwa bila kita berkata, utamakanlah perkataan yang bermanfaat, dengan suara yang lembut, dengan gaya yang wajar. Baca juga tentang Cara Bergaul yang Baik Menurut Islam

Kita sebagai remaja harus bisa membedakan bagaimana tutur kata yang baik kepada orang tua, kepada teman sebaya, dan kepada teman yang lebih muda dari kita sehingga kita bisa menjadi remaja yang mempunyai tata kesopanan yang baik dan berpendidikan.

6. Tidak boleh saling menghina

Menghina / mengumpat hukumnya dilarang dalam islam sehingga dalam pergaulan sebaiknya hindari saling menghina di antara teman. Baca juga tentang Hukum Menghina Allah Dalam Hati

Kita tidak boleh menghina teman kita yang mungkin kekurangan secara fisik maupun materi karena bila kita menghina teman kita tersebut, bukan tidak mungkin teman kita tersebut merasa dizhalimi dan berdoa semoga kita diberikan ganjaran yang sesuai dengan penghinaan kita dan Doa seseorang yang terzhalimi lebih cepat dikabulkan daripada doa-doa orang yang tak terzhalimi.

Allah tidak melihat kita dari segi rupa maupun materi kita, sebaliknya Allah melihat seberapa besar tingkat ketakwaan dan keimanan kita kepada-Nya. Dan menghina hanya akan menambah daftar dosa yang akan dihitung di akhirat
nantinya

7. Tak boleh saling membenci dan iri hati

Rasa iri akan berdampak dapat berkembang menjadi kebencian yang pada akhirnya mengakibatkan putusnya hubungan baik di antara teman. Iri hati merupakan penyakit hati yang membuat hati kita merasa tidak tenang setiap saat serta merupakan sifat tercela baik di hadapan Allah dan manusia.

Setiap hari kita merasa iri dengan apa yang dimiliki orang lain dan selalu tidak puas dengan apa yang kita miliki lalu untuk mendapatkan apa yang kita inginkan kita akan terus menerus berusaha dari menggunakan usaha yang halal hingga yang haram. Baca juga tentang Hukum Berandai – andai Dalam Islam

Hal ini akan menjadi boomerang halus yang akan memenuhi kotak dosa kita nantinya. Bersyukur dan ikhlas menerima apa yang Allah berikan kepada kita dan juga bisa membersihkan penyakit iri hati secara perlahan-lahan. Baca juga tentang Tips Memperbaiki Diri Dalam Islam

8. Mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat

Masa remaja sebaiknya dipergunakan untuk kegiatan-kegiatan yang positif dan bermanfaat remaja harus membagi waktunya efisien mungkin, dengan cara membagi waktu menjadi 3 bagian yaitu : sepertiga untuk beribadah kepada Allah, sepertiga untuk dirinya dan sepertiga lagi untuk orang lain.

9. Mengajak untuk berbuat kebaikan

Orang yang memberi petunjuk kepada teman ke jalan yang benar akan mendapatkan pahala seperti teman yang melakukan kebaikan itu, dan ajakan untuk berbuat kebajikan merupakan suatu bentuk kasih sayang terhadap teman.

10. Berjabat tangan

Banyak makna yang dapat diberikan untuk kata berjabat tangan. Berjabat tangan dengan bersalaman dapat menunjukkan keakraban, kerukunan, persahabatan, atau permintaan maaf .

menurut sebuah hadis berjabat tangan dilakukan dengan menyambut tangan dari yang menjabatnya, bukan dengan menunduk, mendekap atau memeluk. Berjabat tangan dilakukan hanya dengan sesama jenis, maka diharamkan sesuai hukum fikih seorang laki-laki menjabat tangan wanita yang bukan mahramnya, begitu pula sebaliknya. Baca juga tentang Hukum Berjabat Tangan dalam Islam

“Tak pernah sekali-kali tangan Rasulullah menyentuh tangan wanita yang tidak halal baginya”. (HR. Bukhari Muslim)

11. Menghindar berdua-duaan dengan lawan jenis

Khalwat menurut bahasa berarti pengasingan diri. Rasulullah melarang perbuatan ini, karena seorang Muslim berdua-duaan dengan wanita yang bukan mahramnya, maka setan akan menjadi teman ketiganya. Baca juga tentang Hukum Wanita Bepergian Dengan Lawan Jenis

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah bersendirian dengan seorang wanita di suatu tempat tanpa disertai mahramnya, karena sesungguhnya yang ketiga adalah setan”. (HR. Ahmad)

Dalam hal menjaga pandangan Allah berfirman dalam surah An-Nur ayat 30-31 yang artinya:

Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya: yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.

Dan bukanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluanya dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya),

kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama islam mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan terhadap perempuan, atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan.

Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung”. (QS. An-Nur24: 30-31)

12. Mencari teman yang baik

Agar kita tidak terjerumus pada pergaulan bebas dan tindakan kenakalan yang biasa terjadi di masa-masa pencarian jati diri kita, kita hendaklah memilih teman yang baik dalam pergaulannya. Pergaulan akan mempengaruhi perilaku seseorang. Baca juga tentang Cara Memilih Teman yang Baik Dalam Islam

Orang yang berteman dengan orang yang baik kemungkinan besar ia akan baik. Sebaliknya orang yang berteman dengan orang jahat kemungkinan besar ia akan jahat. Karena itu kita hendaknya memilih teman yang baik agar ia juga ikut baik. Hal ini telah dimisalkan oleh Rasulullah saw melalui ungkapannya:

“Sesungguhnya perumpamaan teman yang baik (solehah) dan teman yang jahat adalah seperti pembawa minyak wangi dan peniup api pandai besi. Pembawa minyak wangi mungkin akan menciptakan minyak wanginya itu atau engkau membeli darinya atau engkau hanya akan mencium aroma harumnya itu. Sedangkan peniup api tukang besi mungkin akan membakar bajumu atau engkau akan mencium darinya bau yang tidak sedap”. (HR. Bukhari)

Demikian itulah tadi beberapa alasan mengapa pentingnya akhlak mulia bagi kita manusia. Karena dengan akhlak kita bisa menggapai dunia dengan ridha Allah SWT, sesuai dengan ajaran sunnah Rasulullah SAW, serta dapat memupuk sedikit demi sedikit pahala yang akan memberatkan timbangan amal baik kita di Akhirat nanti. Semoga kita bisa menjadi insan yang mendapatkan syafaat Rasulullah SAW di hari akhir nanti. Aamiin.

fbWhatsappTwitterLinkedIn