Penyebab Matinya Hati dalam Islam

Banyak penyebab matinya hati dalam islam yang tertuang di berbagai dalil Al Quran, maupun dari sabda Rasulullah SAW.

Sebelumnya, terdapat satu kisah yang patut dijadikan teladan yang datang dari Ibrahim bin Adham.  Dituturkan oleh Syaqiq Al-Bakhi berkata suata saat Ibrahim bin Adham tengah menyusuri pasar Basharah, maka mulailah orang-orang mengelilinya.

Kemudian salah seseorang dari kerumunan yang mengelilinginya bertanya. Baca juga tentang Penyebab Anjing Haram Dalam IslamPenyebab Hati Gelisah Menurut Islam, dan Penyebab Amal Ibadah Ditolak dalam Islam

Kami selalu berdoa kepada Allah. Begitu banyak doa kamu pinta tetapi tidak dikabulkan. Kami pernah mendengar sebuah ayat yang berbunyi ‘Berdoalah kalian kepadaku, pasti aku akan kabulkan’. Bukankah setiap doa akan didengar dan dikabulkan? Lalu mengapa doa-doa kami itu tidak Allah kabulkan?”

Ibrahim bin Adham menjawab,

Wahai penduduk Basharah, sesungguhnya hati kalian telah mati oleh sepuluh sebab. Maka bagaimana mungkin Allah mengabulkan doa kalian?”

Ternyata, salah satu sebab mengapa banyak doa yang kita panjatkan tidak dikabulkan karena faktor matinya hati kita.

Kemudian, Dalam buku Nashiah Ibad karya Imam Nawawi Al-Bantani tertulis penjelasan bahwa ada 10 faktor yang menyebabkan hati menjadi mati menurut Ibrahim bin Adham adalah:

  • Kalian mengenal Allah SWT, namun tidak segera mengamalkan apa yang menjadi Hak-Nya.
  • Kalian mengakui kitab Allah SWT, namun tidak mengamalkan isinya.
  • Kalian mengetahui jikalau iblis/setan adalah musuh, tetapi tetap menjadikannya panutan dan mematuhinya. Baca juga tentang Penyebab Doa Tidak Dikabulkan Allah SWT
  • Kalian menyatakan cinta Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, tetapi seringkali melalaikan sunnahnya. Baca juga tentang Penyebab Terhalangnya Jodoh dalam Islam
  • Kalian menyatakan sebagai umat yang mencintai syurga, namun tidak pernah mau mengamalkan perbuatan yang membuatmu masuk syurga.
  • Kalian mengaku takut akan siksa api neraka, namun kerap kali melakukan dosa baik di sengaja maupun tidak di sengaja.
  • Kalian menyakini bahwa kematian itu akan datang, namun tidak segera menyiapkan bekal dan persiapan untuk menghadapinya. Baca juga tentang Manfaat Filsafat Islam Dalam Masa Sekarang
  • Kalian selalu peduli dengan aib orang lain, namun apatis dan masa bodoh akan aib milik diri sendiri. Baca juga tentang Hukum Menitipkan Anak dalam Islam
  • Kalian menyukai rezeki dan nikmat dari Allah SWT, namun tidak pernah bersyukur atas nikmat yang Allah SWT berikan tersebut. Baca juga tentang Hukum Tidak Menikah dalam Islam
  • Kalian sering mengubur orang yang sudah meninggal, namun tidak mendapatkan renungan atau pelajaran dari peristiwa tersebut.

Dan benar apa yang Allah SWT katakan bahwa orang-orang yang tidak mau memperbaiki dirinya adalah termasuk orang yang merugi. Bahkan tertulis dalam sabda Rasulullah SAW yang berbunyi:

“ Barang siapa yang keadaan amalnya hari ini lebih jelek dari hari kemarin, maka ia terlaknat. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia termasuk orang yang merugi. Dan barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin,maka ia termasuk orang yang beruntung. [Hadits Riwayat Bukhori]

Kemudian, sebaik – baik contoh untuk kita memperbaiki diri adalah Rasulullah SAW. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Ahzab ayat 21 yang berbunyi:

“ Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”  .

Mohonkanlah kepada Allah SWT atas apa – apa yang baik untuk diri kita, mohonkan kepada Allah SWT agar kita selalu dekat dan berada dalam lindunganNya. Karena sesuai janji Allah SWT dalam Quran surah Ghafiir/ surah mu’minun ayat 60:

قالَ رَبُّكُمُ ادعوني أَستَجِب لَكُم ۚ إِنَّ الَّذينَ يَستَكبِرونَ عَن عِبادَتي سَيَدخُلونَ جَهَنَّمَ داخِرينَ

“Dan Tuhan kamu berfirman: “Berdoalah kamu kepada-Ku nescaya Aku perkenankan doa permohonan kamu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong takbur daripada beribadat dan berdoa kepada-Ku, akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina”.

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي

Dan berkata Tuhan kamu: Doalah kepada Aku sahaja.

Oleh karena itu, sejatinya kita hanya boleh berdoa kepada satu-satunya Dzat pemilik seluruh alam, Allah SWT. Berdasarkan ayat ini, Allah SWT teramat suka kepada hamba yang selalu meminta kepadaNya. Karena doa sendiri adalah bentuk ibadah kita kepadaNya. Baca juga tentang Hukum Operasi Ganti Kelamin dalam Islam

Jangan sesekali minta kepada manusia karena manusi memiliki keterbatasan, sedangkan Allah SWT tidak.

Rasulullah SAW bersabda:

مَا مِنْ أَحَدٍ يَدْعُو بِدُعَاءٍ إِلاَّ آتَاهُ اللَّهُ مَا سَأَلَ أَوْ كَفَّ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهُ، مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ.

“Tidak ada seorang pun yang berdoa dengan sebuah doa kecuali Allah SWT akan mengabulkan apa yang dimintanya atau memalingkannya dari keburukan yang semisalnya, selama dia tidak berdoa yang mengandung dosa atau pemutusan silaturahmi.” HR At-Tirmidzi no. 3381. Dihasankan oleh Syaikh Al-Albani.

Semoga bermanfaat bagi kita semua.