Categories: Akhlaq

10 Sifat Orang Munafik Dalam Islam dan Dalilnya

Munafik berasal dari kata nafaqa-yunafiqu-nifaqan wa munafaqan atau dari ”an-nafaqa” (nafaq) yaitu ‘lubang tempat bersembunyi’. (Lihat An-Nihayah, V:98, oleh Ibnu Katsir). Dalam Islam, orang yang munafik adalah orang yang menampakkan keIslamannya namun sesungguhnya menyembunyikan kekufuran.

Inilah yang membuatnya sulit untuk mengenalinya diantara muslim lainnya. Namun orang munafik memiliki sifat yang dapat kita ketahui. Dengan mengetahui sifat-sifat ini, maka kita dapat mengenali orang munafik tersebut. Berikut ini adalah beberapa sifat orang munafik dalam Islam:

1. Bohong

Orang yang munafik adalah orang yang suka berbohong. Ia akan berkata baik kepada kita, namun jika tidak ada kita maka ia justru akan berkata sebaliknya. Inilah ciri utama pada seorang munafik.

Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 14:

وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ آمَنُوا قَالُوا آمَنَّا وَإِذَا خَلَوْا إِلَىٰ شَيَاطِينِهِمْ قَالُوا إِنَّا مَعَكُمْ إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِئُونَ

Dan apabila mereka berjmpa dengan orang yang beriman, mereka berkata, “Kami telah beriman.” Tetapi apabila mereka apabila mereka kembali pada setan-setan (para pemimpin) mereka, mereka berkata “Sesungguhnya kami bersamamu, kami hanya berolok-olok.”

Baca juga:

2. Suka mempermainkan agama

Orang munafik adalah seorang muslim yang sangat suka bermain dengan ajaran Islam. Ia tidak akan segan untuk melakukan candaan yang berhubungan dengan ajaran Islam. Namun jika ia diberi peringatan, ia justru hanya mengatakan bahwa ia hanya bercanda. Allah berfirman,

يَحْذَرُ الْمُنَافِقُونَ أَنْ تُنَزَّلَ عَلَيْهِمْ سُورَةٌ تُنَبِّئُهُمْ بِمَا فِي قُلُوبِهِمْ قُلِ اسْتَهْزِئُوا إِنَّ اللَّهَ مُخْرِجٌ مَا تَحْذَرُونَ وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ لا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ إِنْ نَعْفُ عَنْ طَائِفَةٍ مِنْكُمْ نُعَذِّبْ طَائِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ

“Orang-orang yang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka: “Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah dan Rasul-Nya)”. Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti itu. Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab: “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan daripada kamu (lantaran mereka tobat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.”(At Taubah : 64-66) 

3. Dengki

Dengki atau hasad adalah sifat orang munafik yang tidak senang melihat kebahagiaan orang lain. Di depan orang lain ia akan merasa senang, namun di belakangnya justru menyusun keburukan untuk orang tersebut. Allah berfirman,

أَمْ حَسِبَ الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ أَنْ لَنْ يُخْرِجَ اللَّهُ أَضْغَانَهُمْ

“Atau apakah orang yang ada penyakit dalam hatinya mengira bahwa Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka?” (Muhammad : 29)

4. Khianat

Jika seorang munafik diberikan amanah, ia akan berkhianat. Ini adalah salah satu sifat munafik yang sangat mencolok. Seorang munafik yang diberi jabatan tentu tidak akan pernah bisa menjadi pemimpin yang baik. Allah berfirman,

وَٱلَّذِينَ هُمۡ لِأَمَٰنَٰتِهِمۡ وَعَهۡدِهِمۡ رَٰعُونَ ٨

Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. (Q.S al-Mu’minun : 8)

Baca juga:

5. Ingkar janji

Jika sudah tidak amanah, tentu ia juga tidak akan bisa menepati janjinya. Meskipun ia telah berjanji atau bahkan bersumpah, ia akan merasa berat menepati janjinya. Allah berfirman,

وَأَوۡفُواْ بِعَهۡدِ ٱللَّهِ إِذَا عَٰهَدتُّمۡ وَلَا تَنقُضُواْ ٱلۡأَيۡمَٰنَ بَعۡدَ تَوۡكِيدِهَا وَقَدۡ جَعَلۡتُمُ ٱللَّهَ عَلَيۡكُمۡ كَفِيلًاۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَعۡلَمُ مَا تَفۡعَلُونَ ٩١

Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah(mu) itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpahmu itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat. (Q.S an-Nahl:91)

6. Malas beribadah

Orang munafik sebenarnya hanya beribadah jika dilihat orang lain saja. Mereka sebenarnya sangat malas dalam beribadah, terutama sholat. Allah berfirman dalam  surat an-Nisa’ ayat 142,

إِنَّ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ يُخَٰدِعُونَ ٱللَّهَ وَهُوَ خَٰدِعُهُمۡ وَإِذَا قَامُوٓاْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ قَامُواْ كُسَالَىٰ يُرَآءُونَ ٱلنَّاسَ وَلَا يَذۡكُرُونَ ٱللَّهَ إِلَّا قَلِيلٗا ١٤٢

Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.

7. Berprasangka buruk pada Allah

Orang munafik tidak memiliki keyakinan pada Allah SWT. Mereka selalu berprasangka buruk pada Allah dan rasulNya. Allah berfirman,

وَيُعَذِّبَ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْمُشْرِكِينَ وَالْمُشْرِكَاتِ الظَّانِّينَ بِاللَّهِ ظَنَّ السَّوْءِ

dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allâh. [Al-Fath /48:6]

8. Lebih dekat pada musuh Allah

Orang munafik biasanya tidak bergaul dengan orang sholeh. Mereka lebih banyak mendekatkan diri pada musuh Allah. Mereka mengira akan mendapatkan perlindungan dan keuntungan padahal tidak sama sekali. Allah berfirman,

فَتَرَى الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ يُسَارِعُونَ فِيهِمْ يَقُولُونَ نَخْشَىٰ أَنْ تُصِيبَنَا دَائِرَةٌ ۚ فَعَسَى اللَّهُ أَنْ يَأْتِيَ بِالْفَتْحِ أَوْ أَمْرٍ مِنْ عِنْدِهِ فَيُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا أَسَرُّوا فِي أَنْفُسِهِمْ نَادِمِينَ

Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata, “Kami takut akan mendapat bencana.” Mudah-mudahan Allâh akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasûl-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka. [Al-Mâ’idah /5:52]

Baca juga:

9. Pelit

Sifat orang munafik selanjutnya adalah tidak mau mengeluarkan hartanya di jalan Allah. Mereka sangat perhitungan pada Allah. Allah berfirman,

الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ ۚ نَسُوا اللَّهَ فَنَسِيَهُمْ

Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan; sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma’ruf dan mereka menggenggamkan tangannya (bakhil, tidak mau menginfakkan harta di jalan-Nya). Mereka telah lupa kepada Allâh, maka Allâh melupakan mereka. [At-Taubah /9 : 67]

10. Mengejek Rasul

Munafik juga dapat dilihat dari sifat mereka yang suka mengejek Rasul. Mereka mungkin tidak melakukan ejekan secara langsung, namun beberapa sunnah Rasul tidak diikuti bahkan dihina. Allah berfirman,

وَمِنْهُمُ الَّذِينَ يُؤْذُونَ النَّبِيَّ وَيَقُولُونَ هُوَ أُذُنٌ ۚ قُلْ أُذُنُ خَيْرٍ لَكُمْ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَيُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِينَ وَرَحْمَةٌ لِلَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ ۚ وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ رَسُولَ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Di antara mereka (orang munafik) ada yang menyakiti Nabi dan mengatakan, “Nabi mempercayai semua apa yang didengarnya.” Katakanlah, “Ia mempercayai semua yang baik bagi kamu, ia beriman kepada Allâh, mempercayai orang-orang Mukmin, dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara kamu.” Dan orang-orang yang menyakiti Rasûlullâh itu, bagi mereka azab yang pedih. [At-Taubah /9:61]


Comments are closed.

Recent Posts

Al-Ghashiyah (Hari Pembalasan)

هَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ الْغَاشِيَةِۗ hal atāka ḥadīṡul-gāsyiyah 1. Sudahkah sampai kepadamu berita tentang (hari Kiamat)? وُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ خَاشِعَةٌ ۙ wujụhuy…

4 days ago

Al-Lail (Malam)

وَالَّيْلِ اِذَا يَغْشٰىۙ wal-laili iżā yagsyā 1. Demi malam apabila menutupi (cahaya siang). وَالنَّهَارِ اِذَا تَجَلّٰىۙ wan-nahāri iżā tajallā 2.…

4 days ago

Al-Balad (Negeri)

لَآ اُقْسِمُ بِهٰذَا الْبَلَدِۙ lā uqsimu bihāżal-balad 1. Aku bersumpah dengan negeri ini (Mekah). وَاَنْتَ حِلٌّۢ بِهٰذَا الْبَلَدِۙ wa anta…

4 days ago

Al-Fajr (Fajar)

وَالْفَجْرِۙ wal-fajr 1. Demi fajar. وَلَيَالٍ عَشْرٍۙ wa layālin 'asyr 2. Demi malam yang sepuluh. وَّالشَّفْعِ وَالْوَتْرِۙ wasy-syaf'i wal-watr 3.…

4 days ago

Al-Buruj (Gugusan Bintang)

وَالسَّمَاۤءِ ذَاتِ الْبُرُوْجِۙ was-samā`i żātil-burụj 1. Demi langit yang mempunyai gugusan bintang. وَالْيَوْمِ الْمَوْعُوْدِۙ wal-yaumil-mau'ụd 2. Dan demi hari yang…

4 days ago

Al-Insyiqaq (Terbelah)

اِذَا السَّمَاۤءُ انْشَقَّتْۙ iżas-samā`unsyaqqat 1. Apabila langit terbelah. وَاَذِنَتْ لِرَبِّهَا وَحُقَّتْۙ wa ażinat lirabbihā wa ḥuqqat 2. Dan patuh kepada…

4 days ago