Setiap manusia tentu memiliki kesalahan dan dosa masing-masing. Tidak ada satupun manusia yang bisa sempurna dan tanpa melakukan kesalahan. Tentunya bukan berarti setiap kesalahan tidak bernilai dosa, pasti akan ada dosa dan pahala.
Untuk itulah Allah senantiasa memberikan perintah kepada manusia agar manusia senantiasa bertaubat dan memohon ampun secara sungguh-sungguh kepada Allah SWT. Tentu Allah mengharapkan manusia bisa hidup sesuai dengan rukun iman, rukun islam, Iman dalam Islam, Hubungan Akhlak Dengan Iman Islam dan Ihsan, dan Hubungan Akhlak dengan Iman.
Secara fitrah manusia bukan seperti malaikat yang tanpa ada salah dosa dan tidak memiliki hawa nafsu. Hawa nafsu tentunya adalah penyebab manusia bisa melakukan salah dan dosa.
Hawa nafsu ini adalah hal yang membuat manusia terkadang mengikutinya hingga berbuat dosa, mendengar bisikan syetan dan juga menjauhkan dari ajaran Allah SWT. Untuk itu atas kekhilafan manusia, maka wajib untuk bertaubat. Tidak semua dosa bisa Allah ampuni, akan tetapi kita juga harus selalu berharap bahwa Allah akan mengampuni kita semua.
Di dalam Al-Quran terdapat beberapa ayat yang menjelaskan mengenai wajibnya manusia bertaubat. Bertaubat bukan hanya saat kita telah melakukan kesalahan akan tetapi bisa kita lakukan setiap waktu, karena kita tidak pernah tau kesalahan atau dosa apa yang telah kita lakukan tanpa disadari.
Berikut adalah ayat-ayat yang berkenaan dengan perintah bertaubat.
“Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung”
Allah menyampaikan bahwa orang-orang beriman yang bertaubat adalah orang-orang yang beruntung. Artinya, kita akan diampuni oleh Allah dan mendapatkan keselamatan di dunia dan akhirat. Tanpa ampunan dan keridhoan Allah tentu kita termasuk pada orang-orang yang merugi dan tersesat.
baca juga:
“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang benar (ikhlas)”
Allah memerintahkan kita utnuk bertaubat kepada-Nya dengan sebenar-benar taubat dan ikhlas. Ikhlas artinya hanya untuk mengharapkan ridho Allah bukan sekedar taubat sebentar lalu diulangi kembali lagi. Tentu taubat yang sungguh-sungguhlah yang Allah terima, disertai dengan ikhtiar dan kesungguhan berubah.
Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Rabb-mu dan bertaubat kepadaNya, (jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu, hingga pada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sungguh aku takut, kamu akan ditimpa siksa hari Kiamat
Dalam ayat di atas dijelaskan bahwa Allah memberikan kenikmatan yang banyak jika kita benar-benar bertaubat dan termasuk pada orang-orang yang takut pada Allah. Sedangkan bagi mereka yang tidak benar-benar bertaubat maka sesungguhnya Allah membalas bukan hanya di dunia melainkan juga kelak di akhirat.
baca juga:
“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat nasuhaa (taubat yang semurni-murninya)”
Ayat di atas menunjukkan bahwa manusia diperintahkan oleh Allah agar melaksanakan taubatan nasuha, yaitu taubat yang semurni-murninya atau semaksimal-maksimalnya. Taubatan nasuha benar-benar taubat yang menyesali segala kesalahan dan dosa kita dan berjanji untuk tidak kembali hingga tataran hijrah dari perilaku yang buruk tersebut.
Ayat-ayat diatas menunjukkan kita bahwa sejatinya Allah membuka peluang untuk kita bertaubat dan mengampuni dosa-dosa kita. Asalkan saja bukan dosa-dosa besar seperti syirik yang bisa menghapus pahala dan kebaikan kita.
baca juga:
Untuk bisa bertaubat, tentunya terdapat syarat-syarat atau cara yang harus dilakukan. Tentunya segala pertaubatan kita kembali pada Allah lah yang menerima atau tidaknya. Untuk itu kesungguhan dan keikhlasan kita dalam bertaubat tentu sangat dibutuhkan.
Berikut adalah 15 syarat atau cara yang bisa manusia lakukan agar bisa sesuai dengan Cara Taubat Nasuha Menurut Islam:
Pada intinya, Allah mensyaratkan taubat kita adalah taubat yang sungguh-sungguh, bukan sekedar taubat yang akan diulangi kembali dan selalu berulang untuk dilakukan. Allah menilai bukan hanya sekedar hasil akhir perubahan kita, melainkan usaha dan proses perubahan kita. Tentunya proses perubahan bukan waktu yang sebentar.
Untuk itu, dalam 15 syarat-syarat dalam bertaubat tersebut, yang paling terpenting adalah melakukan proses perubahan dan juga menyadari atas kesalahan atau dosa apa yang telah kita lakukan. Sampai kapanpun manusia tidak akan ada yang sempurna dan terbebas dari dosa.
baca juga:
Untuk itu, Allah memberikan kita akal dan pikiran agar bisa berpikir mana yang benar dan salah. Tidak hanya itu, diberikan juga petunjuk Al Quran yang bisa dipahami manusia agar tidak tersesat dalam hidupnya. Semuanya agar manusia bisa menjalankan Tujuan Penciptaan Manusia, Proses Penciptaan Manusia , Hakikat Penciptaan Manusia , Konsep Manusia dalam Islam, dan Hakikat Manusia Menurut Islam sesuai dengan fungsi agama .
Semoga kita sebagai umat islam bisa menjauhi dosa-dosa yang besar, dan diampuni segala dosa-dosa kecil kita. Sesungguhnya kita adalah manusia yang lemah jjika tanpa ampunan dan ridho dari Allah.
Aceh dikenal sebagai daerah yang mendapat julukan "Serambi Mekkah" karena penduduknya mayoritas beragama Islam dan…
Sejarah masuknya Islam ke Myanmar cukup kompleks dan menarik, dengan beberapa teori dan periode penting:…
Islam masuk ke Andalusia (Spanyol) pada abad ke-7 Masehi, menandai era baru yang gemilang di…
sejarah masuknya Islam di Afrika memiliki cerita yang menarik. Islam masuk ke Afrika dalam beberapa…
Masuknya Islam ke Nusantara merupakan proses yang berlangsung selama beberapa abad melalui berbagai saluran, termasuk…
Masuknya Islam ke Pulau Jawa adalah proses yang kompleks dan berlangsung selama beberapa abad. Islam…