Ujub Dalam Islam : Pengertian, Hukum dan Bahayanya

Seorang muslim yang baik selayaknya memiliki akhlak dan perilaku yang mulia karena Allah SWT dan Rasulnya senantiasa menganjurkan umatnya untuk menghargai orang lain dan berbuat baik kepada sesama manusia (baca cara meningkatkan akhlak terpuji). Sebaliknya seorang muslim diperintahkan untuk selalu menjaga dirinya dari sifat tercela dan akhlak yang buruk.

ads

Salah satu sifat tercela yang bisa menjadi salah satu penyakit hati adalah sifat ujub. Mungkin kita sering mendengar kata takabur, riya, dan lain sebagainya tapi belum banyak mendengar tentang sifat ujub. Lalu apakah sebenarnya yang dimaksud sifat ujub? bagaimana hukumnya dan apa bahayanya bagi umat muslim? simak penjelasannya berikut ini. (baca juga obat hati dalam islam).

Berikut adalah pengertian mengenai ujub dalam islam :

Pengertian Ujub

Ujub dalam islam diartikan sebagai perilaku atau sifat mengagumi diri sendiri dan senantiasa membanggakan dirinya sendiri. Sifat ujub adalah salah satu sifat tercela atau sifat yang harus dihindari oleh umat muslim karena sifat ini bisa membuat seseorang menjadi sombong maupun riya. Sifat ujub juga dijelaskan oleh beberapa ulama diantaranya pendapat dari Ibnul Mubarok dan Imam Al Ghazali berikut ini

  • Ibnul Mubarok  berkata, perasaan ‘ujub adalah ketika seseorang merasa bahwa dirinya mempunyai suatu kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain.
  • Imam Al Ghozali menyebutkan bahwa perasaan ‘ujub adalah kecintaan seseorang akan suatu karunia yang ada pada dirinya dan merasa memilikinya sendiri serta tidak menyadari bahwa karunia tersebut adalah pemberian Allah SWT. Orang yang memiliki sifat ujub tidak akan mengembalikan keutamaan yang dimiliki tersebut kepada Allah SWT” (baca fungsi agama dalam kehidupan dan fungsi iman kepada Allah SWT )

Dari uraian dan pendapat ulama diatas maka dapat diketahui bahwa ujub adalah suatu perilaku tercela meskipun hanya ada di batin saja. Misalnya seseorang yang merasa bangga akan kepintarannya dan memandang rendah orang lain. Hal ini tentu tidak dibenarkan dalam islam karena segala yang dimiliki oleh manusia adalah karunia Allah SWT dan kita tidak bangga akan karunia tersebut.

Hukum Ujub

Sebagaiman disebutkan bahwa ujub adalah salah satu perilaku atau sifat tercela dimana haram bagi umat islam untuk memiliki sifat ini. Seorang muslim seharusnya merasa rendah diri terutama di hadapan Allah SWT dan merasa bahwa hanya Allah sajalah yang pantas memiliki rasa bangga tersebut karena Allah adalah maha pemilik dan penguasa langit dan bumi.

وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۚ وَإِلَى اللَّهِ تُرْجَعُ الْأُمُورُ

Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan di bumi; dan kepada Allahlah dikembalikan segala urusan. (Qs Al Imran : 109)

Selain itu, ujub bisa mendatangkan banyak bahaya dan mudharat bagi manusia sehingga Allah dan Rasul melarang adanya sifat ini dalam hati seorang muslim. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits mengenai ujub berikut ini (baca manfaat beriman kepada Allah SWT)

ثَلَاثٌ مُهْلِكَاتٌ : شُحٌّ مُطَاعٌ وَهَوًى مُتَّبَعٌ وَإِعْجَابُ الْمَرْءِ بِنَفْسِهِ

“Tiga hal yang membawa pada jurang kebinasaan: (1) tamak lagi kikir, (2) mengikuti hawa nafsu (yang selalu mengajak pada kejelekan), dan ujub (takjub pada diri sendiri).” (H.R. Abdur Razaq, hadist hasan)

Bahaya Sifat Ujub

Sifat ujub yang termasuk dalam sifat tercela bisa mendatangkan mudharat dan keburukan bagi yang memilikinya. Tidak hanya di dunia, sifat ujub ini juga bisa mendatangkan dosa karena Allah SWT tidak menyukai sifat ini (baca juga dosa yang tak terampuni oleh Allah SWT). Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Luqman ayat 18 berikut ini

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. (Qs Luqman :18)

Adapun bahaya sifat ujub yang bisa diketahui antara lain :

  1. Terhapus pahalanya

Dalam suatu hadits Rasulullah SAW bersabda bahwa seseorang yang merasa bangga dan menceritakan perbuatan baiknya pada orang lain maka pahala atas perbuatan baiknya tersebut akan dihapuskan. Sebaiknya jika seseorang berbuat baik maka sebaiknya tidak diceritakan dan hanya ia serta Allah saja yang tahu.

“Tiga hal yang membinasakan : Kekikiran yang diperturutkan, hawa nafsu yang diumbar dan kekaguman seseorang pada dirinya sendiri.” (HR. Thabrani).


2. Mendatangkan murka Allah SWT

Allah sangat membenci perilaku ujub oleh sebab itu sifat ujub bisa mendatangkan murka Allah dan membuat seseorang terkena musbibah baik di dunia maupun di akhirat. Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW berikut

Nabi s.a.w bersabda, “Seseorang yang menyesali dosanya, maka ia menanti rahmat Allah. Sedang seseorang yang merasa ‘ujub, maka ia menanti murka Allah.” (HR. Baihaqi)

3. Menjerumuskan pada sikap takabur

Seseorang yang gemar membangga-banggakan dirinya tentu akan merasa dirinya lebih hebat dibandingkan orang lain dan hal ini bisa menjerumuskan orang tersebut dalam perbuatan takabur atau sombong. Celakanya, orang yang memiliki sifat sombong tidak akan masuk surga sebagaimana sabda Rasul SAW berikut (baca sifat sombong dalam islam)

Nabi s.a.w bersabda, ”Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat perasaan sombong meskipun hanya sebesar biji sawi. (HR. Nasa’i)

4. Tidak disukai orang lain

Fakta yang ada di lapangan seringkali mengingatkan kita bahwa seseorang yang gemar menyanjung diri sendiri atau bersikap ujub biasanya tidak banyak disukai orang dan cenderung dijauhi karena perilakunya yang sering menganggap remeh orang lain. Inilah mengapa orang dengan sifat ujub tidak banyak memiliki teman. (baca pergaulan dalam islam dan Ghibah dalam islam)


5. Merugi diakhirat

Tidak hanya didunia, pemilik sifat ujub yang suka menyebutkan pemberiannya pada orang lain akan merugi di akhirat dan kelak ia akan mati dalam keadaan suhul khatimah. Sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut ini

“Tidak akan masuk surga orang yang suka menyebut-nyebut kembali pemberiannya, seorang yang durhaka, dan pecandu minuman keras.” (HR. Nasa’i)

6, Terpuruk saat hari kiamat

Hari kiamat adalah hari akhir bagi setiap umat manusia dan mereka yang memiliki sifat ujub akan celaka dan mendapat azab dihari akhir tersebut. Seperti yang disebutkan dalam hadits berikut (baca juga tanda-tanda kiamat kecil dan tanda-tanda kiamat besar)

“Ketika seorang lelaki berjalan dengan mengenakan pakaian yang necis, rambut tersisir rapi sehingga ia takjub pada dirinya sendiri, seketika Allah membenamkannya hingga ia terpuruk ke dasar bumi sampai hari Kiamat.” (HR. Al-Bukhari)
Demikian penjelasan mengenai sifat ujub dalam islam dan bahayanya bagi seorang muslim. Semoga kita bisa senantiasa istiqomah di jalan Allah SWT dan terhindar dari sifat riya.(baca istiqomah dalam islam dan cara agar hati tenang)

, , , , , ,




Post Date: Monday 10th, October 2016 / 13:10 Oleh :
Kategori : Akhlaq