Hakikat Pendidikan Islam dan Fungsinya

Islam adalah salah agama yang diciptakan Allah SWT dan diteruskan epada umat manusia melalui ajaran nabi dan rasul. Meneruskan ajaran termasuk bentuk pendidikan dan saking pentingnya pendidikan itu sendiri, allah menyebutkan pendidikan dalam Alqur’an. Ayat pertama yang diturunkan Allah SWT adalah perintah membaca yang berkaitan dengan ilmu pendidikan islam. Untuk mengetahui lebih jelas tentang hakikat pendidikan islam, simak penjelasan berikut ini

Pengertian Pendidikan Islam

Pendidikan islam dimaknai sebagai ajaran atau cara menyampaikan dan meneruskan ilmu kepada manusia yang sesuai dengan syariat agama islam. Di dalam Alqur’an setidaknya ada beberapa kata yang memiliki arti pendidikan diantaranya adalah kata tarbiyah yang berasal dari kata “rabba”. Disebutkan dalam alqur’an bahwa kata al-tarbiyah yang berarti pendidikan sebenarnya memiliki tiga pengertian yaitu

  • Bertambah atau berkembang

Pengertian ini didasari ayat Alqur’an yang termasuk dalam QS Al rum ayat 39 yang bunyinya

وَمَا آتَيْتُمْ مِنْ رِبًا لِيَرْبُوَ فِي أَمْوَالِ النَّاسِ فَلَا يَرْبُو عِنْدَ اللَّهِ ۖ وَمَا آتَيْتُمْ مِنْ زَكَاةٍ تُرِيدُونَ وَجْهَ اللَّهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُضْعِفُونَ

“ Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia menambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah “ (QS. Al-Ruum,30:39).

  • Tumbuh subur

Kata tarbiyah yang berarti subur sejalan dengan firma Allah pada ayat dalam Alqur’an yakni Albaqarah ayat 276 yang bunyinya

حَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ

“ Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa“ (QS.Al-Baqarah, 2 : 276)

  • Memperbaiki dengan kasih sayang

Adapun arti ketiga dari kata al tarbiyah adalah memperbaiki dengan kasih sayang sebagaimana yang tercantum dalam firman Allah surat Al isra ayat 24 yang berbunyi

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua (kedua orang tua) dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah : Wahai Tuhanku, kasihilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku di waktu kecil “ (QS.Al-Isra, 17 :24).

Dari ketiga akar pengertian dari al-tarbiyah yang disebutkan dalam ayat-ayat Al-qur’an diatas maka secara istilah kata tarbiyah berarti mengembangkan, menumbuhkan dan memperbaiki serta merawatnya dengan kasih sayang, hal ini meliputi segala aspek kehidupan di alam semesta dan bersumber kepada Alqur’an, sunnah, dan hasil pemikiran para sahabat dan ulama.

Hakikat Pendidikan Islam

Berdasarkan konsep tarbiyah dalam Alqur’an maka hakikat pendidikan islam dapat dijabarkan sebagai berikut

1. Pendidikan bersifat humanis – teosentris

Pendidikan bersifat humanis teosentris artinya bahwa pendidikan dan segala seuatu yang diajarkan kepada manusia adalah berdasarkan fitrah atau kodrat manusia sebagai makhluk dan tentunya dilandasi oleh segala syariat dan ketentuan Tuhan atau Allah SWT. Hakikat pendidikan yang bersifat humanis teosentris pada dasarnya menitik beratkan hubungan manusia dengan Tuhannya atau Allah SWT dan menjabarkan iman dan taqwa itu sendiri. Dengan kata lain, hakikat pendidikan islam adalah penghubung Allah SWT dengan makhluknya terutama manusia melalui keimanan.

2. Pendidikan bernilai ibadah

Salah satu tugas dan peran pendidikan islam adalah menuntun dan mengajarkan umat manusia dalam menjalankan ibadah dan tugasnya sebagai khalifah di muka bumi. Pendidikan islam mengajarkan kepada manusia bagaimana cara menjalankan ibadah seperti shalat baik shalat wajib maupun shalat sunnah, puasa, zakat, haji dan lain sebagainya. Dilihat dari hakikat pendidikan ini, maka Allah SWT bertindak sebagai pendidik yang kekal dan hakiki. Tanpa adanya pendidikan islam maka manusia dapat kehilangan arah dan ia akan tersesat tatkala mencari makna dari hidupnya.

3. Pendidikan menanamkan tanggung jawab

Hakikat pendidikan islam yang lainnya adalah menanamkan rasa tanggungjawab kepada seluruh umat manusia dan mengajarkan manusia bagaimana cara memenuhi tanggung jawab serta kewajiban yang dimilikinya. Pendidikan yang dimiliki selayaknya membuat umat manusia mengerti tentang tugasnya dan kewajibabnya serta menyadari pentingnya meneruskan pendidikan islam itu sendiri.

3. Pendidikan seumur hidup

Hukum menuntut ilmu adalah wajib atau fardlu ain baik bagi pria maupun wanita. Seorang muslim hendaknya tidak berhenti menuntut ilmu dan mendalami pendidikan islam karena pada hakikatnya pendidikan islam adalah dasar hidup seseorang semasa ia hidup di dunia dan berlaku seumur hidup. Dengan katalain seorang manusia wajib belajar dan menuntut ilmu sejak ia dilahirkan ke dunia hingga menjelang ajalnya.

4. Pendidikan tidak terbatas ruang dan waktu

Pendidikan islam diajarkan kepada umat manusia dan tidak terbatas ruang dan waktu. Pendidikan islam tidak terbatas ruang maksudnya bahwa pendidikan islam tidak hanya diajarkan pada manusia di suatu daerah saja seperti halnya seorang nabi mengajarkan ilmu pada suatu kaum, pendidikan islam bersifat luas dan mencakup seluruh umat manusia yang hidup di dunia. Pendidikan islam juga tidak terbatas waktu karena pendidikan islam harus tetap diajarkan dan diteruskan oleh setiap generasi manusia yang hidup dalam kurun waktu yang berbeda. (baca cara mendidik anak dalam islam dan pendidikan anak dalam islam)

5. Pendidikan kemaslahatan umat

Pendidikan islam juga memiliki hakikat yang penting dalam masyarakat. Dalam Alqur’an dijelaskan bahwa Allah SWT tidak menciptakan manusia untuk hidup sendiri melainkan untuk bersosialisasi dengan sesamanya atau bermasyarakat. Pendidikan islam tidak hanya mengajarkan umat manusia untuk beribadah dan menyembah Allah SWT saja akan tetapi juga mengajarkan bagaimana berperilaku dengan akhlak yang mulia dan menjaga kerukunan serta perlakuan kepada manusia lainnya (baca keutamaan menyambung tali silaturahmi). Ilmu dalam pendidikan islam selayaknya menjadi pedoman bagi manusia untuk mewujudkan hidup yang lebih baik bagi dunia maupun kehidupan akhirat.

Tujuan dan Fungsi Pendidikan Islam

Adapun tujuan pendidikan islam menurut pendapat Fazlur Rahman adalah mengembangkan kemampuan dan potensi yang dimiliki oleh manusia dengan cara yang sedemikian rupa sehingga seluruh ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya dapat menyatu dengan kepribadiannya. Dengan kata lain pendidikan Islam tidak hanya bertujuan untuk mendapatkan hidup yang layak di dunia saja melainkan bertujuan agar memiliki kehidupan yang baik di akhirat kelak (baca tujuan pendidikan). Adapun fungsi pendidikan islam adalah sebagai berikut

  1. membacakan ayat-ayat Allah

Maksud dari fungsi pendidikan islam untuk membacakan ayat-ayat Allah SWT adalah bahwa pendidikan seharusnya mengenalkan manusia kepada ayat-ayat kauliyah yang terdapat pada Alqur’an dan ayat-ayat kauniyah atau ciptaan Allah yang bisa disaksikan di alam semesta.(baca manfaat membaca alqur’an dalam kehidupan dan manfaat membaca Alqur’an bagi ibu hamil)

2. Menyucikan diri (tazkiyatunnafs)

Fungsi menyucikan diri dimaksud dengan pendidikan islam yang membantu seorang manusia bertindak dan berkata dengan akhlak yang mulia dan memiliki budi pekerti yang luhur. (baca cara meningkatkan akhlak terpuji)

3. Mengajarkan al-Kitab

Pendidikan islam berfunsi mengajarkan manusia tentang kitab-kitab yang diturunkan allah SWT terutama Alqur’an karena kitab Alqur’an adalah sumber dan dasar utama dari pendidikan islam itu sendiri.

4. Mengajarkan Hikmah

Mengajarkan hikmah berarti pendidikan islam harus mampu memberikan hikmah atau arti dibalik suatu peristiwa yang dapat mengajarkan umat manusia tentang kebijaksanaan dan keadilan dalam berlaku di tengah masyarakat.

5. Mengajarkan ilmu pengetahuan

Pendidikan islam juga berfungsi dalam mengajarkan ilmu pengetahuan, hal ini dimaksudkan bahwa sebenarnya pendidikan islam tidak hanya menyangkut pendidikan ibadah dan akhirati saja akan tetapi dalam islam diajarkan ilmu pengetahuan lain yang bermanfaat dalam kehidupan. Dalam islam sebenarnya tidak ada pemisahan antara ilmu agama dengan ilmu pengetahuan karena keduanya saling berkaitan.

Jika seluruh hakikat, tujuan dan fungsi pendidikan islam tersebut tervapai maka tidak mustahil bahwa umat manusia khususnya umat islam mampu menggapai kehidupan yang mulia baik di dunia maupun di akhirat. (baca juga filsafat pendidikan islam )