Ilmu Pendidikan Islam – Pengertian, Landasan dan Tujuannya

Pada zaman modern seperti sekarang globalisasi menjadi suatu hal yang tidak bisa dihindari, akan tetapi perkembangan zaman seharusnya diimbangi dengan pendidikan dan ilmu yang dapat menyaring dan membantu masyarakat dalam memilih dan memilah hal yang baik dan buruk (baca hukum menuntut ilmu). Banyaknya tindakan kriminal dan akhlak yang buruk yang terjadi dalam masyarakat saat ini adalah bukti bahwa masyarakat tidak mendapatkan pendidikan dengan baik terutama pendidikan islam (baca cara meningkatkan akhlak terpuji).

ads

Dalam mengatasi masalah-masalah tersebut seharusnya kita sebagai manusia menyadari bahwa hanya pendidikan sajalah khususnya pendidikan islam yang dapat mengatasi masalah-masalah tersebut. Pendidikan islam adalah jalan untuk mengubah pola hidup dan pola pikir masyarakat agar lebih terkendali dan tertata.(baca pendidikan anak dalam islam dan cara mendidik anak yang baik menurut islam)

Definisi Pendidikan Islam

Secara umum, pendidikan diartikan sebagai usaha pendewasaan manusia. Akan tetapi jika dilihat dalam Al-Quran, pendidikan tidak hanya sebatas apa yang kita pelajari di sekolah melainkan mencakup segala hal yang ada dalam alam semesta dan tidak terbatas pada manusia saja. Adapun definisi pendidikan islam menurut beberapa ulama adalah sebagai berikut

  • Ilmu yang memberikan petunjuk kepada manusia

Ulama Yusuf Qatdlawi mendefinisikan pendidikan Islam sebagai ilmu yang memberikan petunjuk kepada manusia agar dapat sempurna akal dan hatinya, akhlak dan perilakunya sehingga ia bisa menjalani kehidupannya dengan baik berdasarkan nilai-nilai dalam agama islam itu sendiri. Manusia yang memiliki akal dan lebih tinggi kedudukannya dari makhluk lainnya, tidak hanya harus mengembangkan intelektualnya saja akan tetapi mereka harus mendapatkan pendidikan islam yang akan membangun emosi dan sisi spiritual.

  • Ilmu sebagai tarbiyah dan ta’lim

Dalam pengertian lain, Syed Naquib Al – Attas mendefinisikan pendidikan Islam  dengan istilah “Tarbiyah yang berasal dari kata dalam bahasa Arab rabbaa yang diartikan “memberi makan, memelihara, dan mengasuh.

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka mendidikku waktu kecil”.(QS. Al-Isro’:24)

Adapun pendidikan juga disebut dengan istilah “ta’lim” yang berarti pengajaran atau penyampaian ilmu pengetahuan sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah SWT berikut ini

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Dan Dia mengajarkan kepada Adam Nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada Para Malaikat lalu berfirman:” Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar” (QS Albaqarah : 21)

Dengan demikian, pendidikan islam sebenarnya bukanlah semata pendidikan agama islam yang diajarkan di sekolah-sekolah semata melainkan sebagai landasan hidup seseorang yang sesuai dengan agama islam. (baca hidayah allah kepada manusia dan fungsi agama dalam kehidupan manusia)

Landasan Ilmu Pendidikan Islam

Adapun dasar dari ilmu pendidikan islam adalah sebagai berikut

1. Alqur’an

Al-Qur’an adalah landasan utama dalam ilmu pendidikan islam. Alqur’an merupakan kebenaran yang disampaikan oleh Allah SWT dan dengan demikian Allah adalah pendidik utama manusia yang memberikan ilmu dan ajaran kebenaran agar manusia dapat menjalani hidupnya dengan baik dan sesuai syariat agama islam (baca manfaat membaca Alqur’an setiap hari). Hal ini disebutkan dalam firman Allah surat Al baqarah ayat 2

ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ

“Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa” (QS Albaqarah :2)

2. Hadits

Hadits atau sunnah Rasulullah yang diartikan sebagai segala perkataan dan tindakan Rasulullah SAW, merupakan landasan pendidikan islam yang kedua setelah Alqur’an. Rasulullah SAW adalah suri tauladan yang baik atau uswatun hasanah bagi seluruh umat manusia dan beliau hidup dalam naungan kebenaran dan kemuliaan yang patut dicontoh oleh semua umat manusia. Sesuai dengan firman Allah berikut ini

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”.(QS Al Ahzab :21)


Dalam ilmu pendidikan islam hadits atau sunnah rasulullah memiliki dua fungsi yakni menjelaskan hal yang ada dalam Alqur’an yang bersifat umum dan memberi pengertian tentang cara hidup Rasulullah SAW serta bagaimana perlakuannya terhadap orang lain. (baca keutaamaan cinta kepada Rasulullah)

3. Ijtihad

Adapun landasan ketiga dalam ilmu pendidikan islam adalah ijtihad para sahabat, ulama, dan para cendekiawan muslim. Para sahabat Rasulullah SAW adalah manusia-manusia hebat hasil didikan Rasulullah sendiri sebagaimana Umar bin Khatab yang senantiasa dpat mengambil ijtihad dan menghendaki kemaslahatan umat. Ijtihad diperlukan mengingat tidak semua kejadian di masa modern ini dijelaskan secara rinci dalam Alqur’an dan hadits.

4. Warisan pemikiran islam

Warisan pemikiran islam juga dapat dijadikan landasan atau dasar dalam ilmu pendidikan islam untuk dapat mengatasi masalah di kemudian hari. Warisan pemikiran islam dari para ulama juga merupakan wujud refleksi ilmu pendidikan islam itu sendiri dan dinamika islam yang senantiasa mengikuti perkembangan zaman. (baca juga kedudukan wanita dalam islam dan peran wanita dalam islam)

Tujuan Ilmu Pendidikan Islam

Ilmu pendidikan islam tentunya memiliki tujuan agar hidup manusia dapat berjalan dengan seimbang dan sejahtera. Berikut ini adalah tujuan pendidikan islam secara menyeluruh (baca tujuan pendidikan islam)

  1. Memberi petunjuk bagi manusia

Memberi petunjuk agar umat manusia dapat menjalankan tugasnya sebagai khalifah Tuhan dimuka bumi dengan sebaik-baiknya serta dapat mengelola alam sesuai dengan apa yang dikehendaki Allah SWT.


وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: “Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”(QS Albaqarah :30)

2. Menyadarkan peran manusia sebagai khalifah

Menyadarkan manusia bahwa dalam menjalankan tugasnya sebagai khalifah, manusia hendaknya menggap hal tersebut sebagai suatu ibadah kepada Allah SWT. (baca fungsi iman kepada Allah)

3. Membimbing umat manusia

Membimbing manusia agar memiliki akhlak dan perilaku yang mulia dalam bergaul dengan sesamanya atau makhluk lainnya (baca pergaulan dalam islam)

4. Membina potensi manusia

Membina manusia agar dapat memaksimalkan potensi jiwa, raga dan akal agar dapat menuntut ilmu dan memiliki keterampilan yang dapat mendukung tugasnya sebagai khalifah di muka bumi. (baca akhlak

Ilmu pendidikan islam seharusnya dapat diamalkan oleh setiap manusia khususnya umat islam agar ia dapat menjalankan peranannya sebagai hamba Allah SWT sekaligus sebagai khalifah atau pemimpin di muka bumi. (baca juga manfaat beriman kepada Allah SWT dan hakikat manusia menurit islam )
.

, , ,




Post Date: Friday 05th, August 2016 / 04:58 Oleh :