6 Tata Cara Pindah Rumah Menurut Islam yang Wajib Diketahui

√ Islamic Base Pass quality & checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Rumah adalah salah satu kebutuhan dasar manusia selain makanan dan pakaian. Dalam kehidupan, rumah menjadi tempat berlindung, tempat beristirahat, dan tempat berkumpul bersama orang orang tercinta. Pastinya rumah sangat dibutuhkan manusia dalam menjalani kehidupan sehari hari.

Ketika memiliki atau menempati rumah, terkadang seseorang tidak selamanya bisa menetap tinggal di sebuah rumah. Pindah rumah atau beralih tempat tinggal bisa saja terjadi karena berbagai alasan misalnya karena faktor kenyamanan, lingkungan, tuntutan atau akses bekerja dan aktivitas sehari hari, karena berkeluarga dan mengikuti dimana pasangan menetap, dan lain sebagainya.

Cara pindah rumah menurut islam

Ada berbagai macam tuntunan ketika pindah rumah, misalnya menurut adat jawa pindah rumah harus memakai perhitungan atau penanggalan tertentu dengan tujuan pemilik rumah dapat tinggal dengan nyaman dan mendapat kebaikan dari rumah tersebut, biasanya setiap hendak pindah rumah, keluarga dan tetangga terdekat beramai ramai mengatar dan mengiringi dalam menempati rumah baru.

Lain halnya dalam islam, tidak terdapat perhitungan atau penanggalan khusus, semua hari dianggap baik, diperbolehkan untuk pindah rumah kapan dan kemana saja dengan mengharap kebaikan dan ridho dari Allah SWT. Cara pindah rumah semuanya diserahkan kepada pemilik rumah sesuai kepercayaan masing masing, dalam pembahasan kali ini kami jelaskan cara pindah rumah menurut ajaran islam, berikut cara cara nya

1. Bersyukur Kepada Allah

Semua orang pasti bahagia memiliki rumah, memiliki tempat beristirahat dan berkumpul bersama keluarga, wajib disyukuri karena rumah adalah salah satu nikmat rejeki dari Allah. Harus senantiasa diingat bahwa setiap nikmat adalah pemberian dan campur tangan dari Allah SWT, bukan karena murni usaha diri sendiri saja. cara bersyukur menurut islam dapat dilakukan dengan cara memuji Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan. Seperti firman Allah SWT berikut :

Dan (ingatlah), tatkala Tuhanmu memaklumkan :”Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambahkan (nikmat) kepadamu, tetapi jika  kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS. Ibrahim 14/7)

Segala nikmat dari Allah sudah selayaknya digunakan untuk segala kegiatan yang mengarah pada kebaikan, bukan untuk segala sesuatu yang dilarang oleh agama.

Bentuk syukur ketika menempati rumah baru selanjutnya dapat disempurnakan dengan mengadakan acara syukuran atau walimah, mengundang orang orang untuk berkunjung dan makan. Walimah tersebut dilaksanakan ketika rumah telah siap ditempati atau telah dihuni, orang orang yang perlu diundang adalah keluarga, sanak saudara, rekan kerja, tetangga sekitar yang bertempat di rumah sebelumnya, dan tetangga tetangga baru di sekitar rumah yang baru saja dihuni.

Walimah dapat memberikan kegembiraan bagi orang orang yang diundang dan menjalin silaturahmi. Biasanya dengan cara mengundang saudara, teman – teman, dan warga sekitar, ada pula yang turut mengundang anak yatim piatu, tujuannya juga untuk memberikan doa kebaikan dan keselamatan pemilik rumah selanjutnya dilakukan makan bersama sama atau makanan dibawa pulang.

Syukuran atau walimah ini dianjurkan oleh ulama, Imam Syafi’i menyatakan bahwa : “ diantara bentuk walimah adalah al-wakirah. Aku tidak memberikan kelonggaran untuk meninggalkannya”. (Al-Mausu’ah Al-Fiqihiya Al-Kuwaitiyah 8/27)

Walimah tidak harus dilaksanakan secara besar besaran atau bermeah mewahan, walimah dilaksanakan sesuai kemampuan pemilik rumah dengan niat berbagi kebahagiaan dengan orang lain sebagai bentuk bersyukur kepada Allah SWT. Dengan diadakannya walimah tersebut, setelah menempati rumah baru baik saudara atau tetangga tetangga di sekitar rumah yang lama dapat tetap bersilaturahmi karena sudah mengetahui tempat dimana pemilik rumah pindah.

Tentunya tetangga sekitar di rumah yang baru juga bisa saling bersilaturahmi dan saling membantu karena telah saling mengenal di acara walimah tersebut, sehingga tidak dianggap sebagai orang yang individual atau sombong, sebagaimana firman Allah berikut :

“Mengabdilah kepada Allah dan jangan mempersekutukan sesuatu dengan Dia, dan berbuat baiklah kepad ibu bapak, kerabat, anak anak yatim, orang orang miskin, tetangga tetangga terdekat, tetangga tetangga orang yang asing, teman yang di sampingmu, dan orang dalam perjalanan, dan yang menjadi milik tangan ananmu. Allah tidak menyukai orang yang congkak, membanggakan diri.” (QS. Al-Nisa 36/8)

2. Perkenalan dengan Masyarakat Sekitar

Sebagai warga yang menempati rumah baru wajib beradaptasi dengan lingkungan sekitar, tetangga adalah orang yang paling dekat seperti keluarga sendiri, di saat merasa kesusahan atau terkena musibah kadang tetangga yang bisa lebih banyak membantu dibandingkan dengan saudara, karena itulah wajib menjalin hubungan yang harmonis dengan tetangga, tidak membuat pertikaian, dan berusaha saling mengenal. hikmah silaturahmi seperti ini akan anda rasakan dalam kehidupan sehari – hari.

Diriwayatkan dari Abi Hurairah, bahwa Rasulullah bersabda: “Demi Allah Tidaklah beriman, demi Allah tidaklah beriman, demi Allah tidaklah beriman. Ditanyakan kepada Rasul: “Siapa wahai Rasulallah? Beliau bersabda: “Orang yang tetangganya tidak merasa aman karena gangguannya.” (Hr. Ahmad, A l-Bukhari)

Perkenalan dan silaturahmi sebaiknya tetap dilaksanakan setelah acara walimah selesai, dapat dilakukan dengan cara menyapa tetangga setiap kali melewati atau bertemu dan berkunjung ke rumah tetangga sekitar yang terdekat ketika hari libur atau ada waktu longgar.

Selanjutnya dapat saling berbagi informasi misalnya tentang acara rutin di sekitar tempat tersebut seperti kapan ada acara arisan, pengajian, kerja bakti, dan lain sebagainya. Sebagai warga, entah warga baru atau yang sudah lama tinggal di tempat tersebut sudah selayaknya mengikuti acara rutin desa sehingga memperbanyak silaturahmi, hubungan dengan tetangga pun dapat berlangsung harmonis.

Ukhuwah pertama dimilai dari pasangan (suami istri) dan keluarga, selanjutnya tetangga. Jika hubungan dengan tetangga tidak harmonis, maka hubungan persaudaraan pun mudah retak. Oleh karena itu bersikap, berbuat, dan bertutur kata baik pada tetangga harus dilaksanakan, hal tersebut termasuk dalam alah satu tanda keimanan seseorang. Seperti hadist berikut :

“Barang siapa yang kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah memuliakan tetangganya dan barang siapa yang beriman keada Allah dan hari akhir, maka hendaklah berkata yang baik atau kalau tidak dapat berkata yang baik maka hendaklah berdiam saja, yakni jangan malahan berkata yag tidak baik”.(H. Bukhari)

Jadi beriman itu tidak hanya berhubungan denagn pribadi (antara manusia dengan Allah SWT) saja, tetapi dalam islam juga mengajarkan aspek hubungan yang menyeluruh di setiap kehidupan, dimulai dari pasangan, keluarga, tetangga, dan segenap saudara serta rekan yang merupakan syarat utama dalam menjaga keutuhan ukhuwah.

3. Membaca Salam dan Doa Ketika Memasuki Rumah Baru

Sejauh manapun melangkah pasti tetap ingin kembali menginjakkan kedua kaki dan bersistirahat di rumah, walaupun sesederhana apapun rumah kita tetap menjadi tempat terbaik dan ternyaman untuk bercengkerama dengan penuh kehangatan bersama keluarga.

Di saat yang bersamaan pula, ketika sampai di rumah tentu tidak ingin disertai oleh syaitan, amalan doa seringkali lupa dilakukan ketika menempati rumah baru, doa dapat mencegah keburukan dan mendatangkan kebaikan, doa semestinya dilakukan agar rumah yang ditempati dapat menjadi rumah yang aman, nyaman, dan penuh berkah. keutamaan salam dalam islam tentu saja akan menjauhkan diri dan area rumah dari syaitan.

Yang pertama dianjurkan mengucapkan salam ketika memasuki rumah baru dengan mengucap “Assalamualaikum warohmatullah wa barokatuh”. Ucapan salam tersebut sebaiknya selalu diucapkan ketika msuk ke dalam rumah, baik rumah baru atau yang telah lama ditepati, baik rumah tersebut rumahnya atau berkunjung ke rumah orang lain, baik dalam kondisi ada orang di dalamnya ataupun tidak. Seperti firman Allah SWT berikut :

“Maka apabila kamu memasuki suatu rumah dar rumah rumah hendaklah kamu memberi salam kepada penghuninya yang berarti memberi salam kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkah lagi baik”. (QA An Nuur 24/61)

Yang kedua dalam menempati rumah baru dianjurkan untuk memperbanyak membaca Al Qur’an khususnya Al Baqarah agar rumah senantiasa diberi cahaya kebaikan dan penuh keberkahan seperti hadist berikut :

“janganlah jadikan rumah kalian seperti kuburan karena setan itu lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan surat Al Baqarah”. (HR Muslim no 1860)

Yang ketiga ialah membaca surat Al Ikhlas sebanyak 3x dan ayat kursi setiap kali memasuki rumah, baik rumah baru aatupun yang telah lama ditempati. Hal ini dianjurkan oleh ulama, dengan membaca Al ikhlas 3x penghuni rumah terhindar dari kefakiran dan ayat kursi dapat memberikan rasa kasih sayang dan rasa cinta diantara penghuni dalam rumah tersebut

“Katakanlah : Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah aalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia”.(QS Al Ikhlas 112/1-4

4. Membersihkan dan Menjaga Kebersihan Rumah

Islam sangat erat kaitannya dengan kebersihan dan kesucian, seiap muslim wajib menjaga kebersihan baik kebersihan badan ataupun kebersihan tenpat tinggal agar dalam melaksanakan ibadah sehari hari terhindar dari hadast kecil dan hadast besar serta mencegah najis menempel pada tubuh. Rumah baru sebelum dihuni harus dibersihkan secara keseluruhan terlebih dahulu agar nantinya dapat ditempati dengan nyaman.

Kebersihan juga  memegang peran penting dalam kehidupan keluarga, jika kondisi rumah bersih, semua penghuni rumah tentunya merasa betah sehingga dapat membuat suasana kondusif dan menambah ketenangan dalam keluarga. Jika rumah kotor atau tidak rapi pastinya akan mengurangi tingkat kenyamanan, penghuni rumah menajdi tidak betah berlama lama di dalam rumah karena merasa terganggu dengan debu dan merasa pengap.

Karena itulah kebersihan harus senantiasa dijaga terutama ketika akan menghuni rumah baru dimana semua anggota keluarga akan tinggal dan beraktivitas di dalamnya termasuk ketika menjalankan ibadah shalat 5 waktu. Karena itu kebersihan adalah salah satu tanda orang beriman seperti disebutkan dalam hadist hadist berikut :

“Kebersihan itu sebagian dari iman” (HR Ahmad).

“agama islam adalah agama yang bersih dan suci. Karena itu kamu harus menjaga kebersihan. Maka sesunggguhnya tidak akan amsuk surga kecuali hanya orang orang yang suci”.(HR Al-Baihaqi)

Mengawali hari hari baru di rumah baru sebaiknya dimulai dengan membersihkan dan merapikan rumah tersebut sebelum dihuni dan sebelum diisi oleh barang barang, mulai dari membersihkan bagian debu pada langit langit dan tempat lain termasuk menyapu dan mengepel lantai sehingga pada saat rumah dilengkapi dengan perabotan dan selanjutnya dihuni serta digunakan untuk aktivitas sehari hari termasuk untuk beribadah shalat 5 waktu dan lain sebagainya sudah dalam kondisi rapi dan nyaman ditempati seperti yang dijelaskan dalam hadist berikut :

“sesungguhnya Allah Ta’ala itu baik dan menyukai kebaikan, bersih dan menyukai kebersihan, mulia dan menyukai kemuliaan, bagus dan menyukai kebagusan. Oleh sebab itu bersihkan lingkungan mu”.(HR At Turmudz)

5. Terbebas Dari Segala Bentuk Kepercayaan Syrik

Syirik adalah kepercayaan kepada selain Allah, termasuk dosa besar dalam islam yang amat diharamkan seperti firman Allah SWT berikut :

“Sesungguhnya menyekutukan Allah adalah benar benar kezaliman yang besar”. (QS Luqman : 13).

Syrik juga berhubungan dengan kehidupan sehari hari, dalam hubungannya dengan rumah hendaknya rumah baru yang akan ditempati itu bebas dari segala benda yang diharamkan untuk dipajang misalnya patung bernyawa atau gambar bernyawa. Sebab hal itu akan membuat malaikat malaikat pembawa berkah atau malaikat rahmah tidak bisa masuk seperti kisah dalam hadist berikut :

“jibril datang kepadaku, kemudian dia berkata, sesungguhnya tadi malam aku datang kepadamu, dan tak ada yang menghalangi ku masuk menemui mu dalam rumah yang kamu tempati, kecuali karena pada pintu rumah ada gambar sepasang lelaki dan di dalam ada tabir tipis yang bergambar dan ada anjing nya, perintahkan agar kepala gambar gambar yang ada di pintu dipotong dan dijadikan seperti bentuk pohon, perintahkan agar tabir itu dipotong kemudian dijadikan dua bantal yang dihamparkan dan dijadikan tempat sandaran”.(HR Tirmidzi no 2730).

Rumah yang enggan didatangi malaikat tentu saja membuat syaitan senang mendatangi nya sehingga rumah tidak akan terdapat ketenangan di dalam nya, suasana bagi penghuni rumah akan terasa panas sehingga mudah menyebabkan konflik atau suasana yang tidak kondusif.

Rasulullah bersabda “Malaikat tidak akan masuk rumah yang di dalamnya ada patung”. (HR Bukhari dan muslim)

Kepercaayan syirik selanjutnya yang hendaknya ditinggalkan adalah meninggakan kepercayaan kepada selain Allah, misalnya kepercayaan bahwa rumah yang letak nya tusuk sate adalah rumah yang membawa sial dan tidak akan mendatangkan rejeki bagi penghuni nya. Dan pandangan pandangan lainnya yangtidak sesuai dengan syariat agama islam.

Rejeki dan keberuntungan tidak selayaknya dpercayakan kepada hal hal yang tidak terdapat dalam syariat agama islam, Allah sudah menjamin rejeki bagi setiap hamba-Nya yang berusaha, tidak berdasar pada arah atau letak rumah nya, warna cat nya, besar rumah nya, dan lain sebagainya, jadi segala kepercayaan syirik tersebut sama sekali tidak berpengaruh pada rejeki atau keberuntungan seperti firman Allah SWT berikut :

“Dan tidak ada satu pun makhluk bergerak di bumi melainkan dijamin Allah rejekinya”.(QS Hud :6)

“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi, dab carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak banyak supaya kamu beruntung”. (QS Al Jumu’ah : 10)

6. Perbanyak Shalat dan Membaca Al-Qur’an

Rasulullah mengajarkan agar setiap muslim mempebanyak shalat dan membaca Al Qur’an di dalam rumah atau tempat yang baru ditinggali seperti diriwayatkan dalam hadist berikut : “Sinarilah rumahmu dengan memperbanyak shalat dan membaca Al Qur’an”. (HR Al Baihaqi)

Dianjurkan membaca surat yassin pada 7 hari atau 7 malam pertama menempati rumah disertai membaca Al fatihah sebanyak satu kali, dan shalawat nabi sebanyak tujuh kali.

Rumah yang sering dibacakan Al Qur’an tampak terang benderang menurut pandangan Allah SWT, cahaya tersebut bukan berasal dari sinar lampu rumah tetapi berasal dari satu demi satu huruf, kata, ayat, kalimat, dan ayat ayat Al Qur’an yang dibaca sehingga bacaan Al Qur’an yang dilafalkan menjadi sinar yang menerangi hati dan menjadi cahaya Illahi. Ketenangan dan ketentraman ketika membaca Al Qur’an tersebut juga akan menggema dan menyelimuti sekitar rumah.

dijelaskan dalam hadist berikut :

“tidaklah suatu kaum berkumpul di suatu rumah dari rumah Allah dalam keadaan mereka membaca kitabullah dan saling mengkaji diantara mereka, melainkan diturunkan ketenangan pada mereka, diliputi rahmat, dinaungi para malaikat, dan Allah menyebut nyebut mereka di sisi malaikat-Nya”.(HR Muslim no 2699)

Mungkin sampai disini dulu ya sobat sedikit ulasan mengenai tata cara pindah rumah menurut islam yang bisa saya bagikan. Sampai jumpa lagi di lain kesempatan dan terima kasih sudah meluangkan waktu untuk mengunjungi artikel saya ini. Salam hangat dari penulis.

fbWhatsappTwitterLinkedIn