17 Cara Bergaul yang Baik Menurut Islam dan Dalilnya

Kita sebagai manusia yang hidup berdampingan dengan orang lain pasti membutuhkan sosialisai dengan sesama baik itu dengan orang tua, keluarga, juga dengan teman teman dan tetangga di lingkungan masyarakat. Sosialisasi sering disebut dengan istilah bergaul. Orang yang banyak bergaul pun umumnya orang yang supel, ramah, serta disukai banyak orang sehingga memiliki banyak teman dalam kesehariannya.

ads

Rasulullah sendiri pun telah melakukan hubungan dengan umatnya dalam rangka menyebarkan syariat islam atas perintah Allah. Beliau bergaul dengan cara yang diajarkan oleh Allah dan mengajarkan ajaran islam dengan sabar walaupun sering mendapat penolakan bahkan ancaman bahaya dari orang orang kafir.

Bergaul dalam islam memiliki cara tersendiri dimana syariat tersebut akan menjadikan manfaat dan mencegah dari berbagai perbuatan maksiat atau keburukan di dunia maupun di akherat. agar kita dapat bergaul sesuai syariat dalam kehidupan sehari hari, yuk kita simak artikel kali ini tentang 17 cara bergaul yang baik menurut islam,

Bergaul Dengan Lawan Jenis

Dalam kehidupan sehari tidak terlepas dari bertemu dan bergaul dengan lawan jenis, cara bergaul yang baik menurut islam sebagaimana ayat tentang pergaulan dalam islam dalam hubungannya dengan lawan jenis ialah dengan memperhatikan syariat islam diantaranya sebagai berikut :

1. Menjaga Pandangan

“Janganlah engkau iringkan satu pandangan kepada wanita yang bukan mahram dengan pandangan lain, karena pandangan yang pertama itu halal bagimu, tetapi tidak yang kedua!“. (HR Abu Daud). Lelaki dan perempuan tidak boleh memandang lawan jenis yang bukan muhrimnya, sebab termasuk zina mata dan mengarah pada perbuatan maksiat. Menjaga pandangan termasuk salah satu cara menjauhi zina.

2. Menutup Aurat

Lelaki dan wanita yang bukan muhrim dalam bergaul sehari hari wajib menutup aurat. Setiap umat muslim tentu memahami batasan aurat lelaki dan wanita serta larangan untuk menunjukkan di hadapan lawan jenis yang belum menjadi muhrimnya. Hendaknya dalam bergaul setiap mukmin mengikuti syariat Allah tersebut.

3. Tidak Bersentuhan

“Sesungguhnya aku tidak berjabatan tangan dengan wanita”. (HR Malik, Tirmizi dan Nasa’i). Bergaul dengan lawan jenis yang terdapat urusan bersalaman, berdekatan, apalagi mencium tangan tidak diperbolehkan dalam islam. Sebab hukum mencium tangan dalam islam hanya diperbolehkan kepada muhrimnya.

Kesimpulannya ialah bergaul dengan lawan jenis tidak dilarang secara keseluruhan, tetapi diperbolehkan selagi bertujuan untuk kebaikan dan atas urusan yang diperbolehkan dalam syariat islam. Serta wajib mematuhi kehendak dan ajaran Islam tentang akhlak dan adab adabnya.


Bergaul dengan Sesama Jenis

Sebagai makhluk sosial tentu kita memiliki teman atau sahabat dekat, nah dalam bergaul dengan sesama jenis yang merupakan teman atau sahabat kita tersebut tetap wajib menjalankan sesuai syariat islam.

4. Tetap Menutup Aurat

Tidak diperbolehkan laki laki melihat aurat (kemaluan) laki laki lain, begitu pula perempuan tidak boleh melihat aurat perempuan lain”. (HR Muslim). Jelas dari hadist tersebut bahwa walaupun dengan sesama jenis tetap wajib memakai pakaian sopan yang melindungi aurat. Sebab itu dalam bergaul dengan sesama jenis harus diperhatikan batas aurat laki laki dalam islam dan batas aurat wanita dalam islam.

5. Tidak Menyukai Sesama Jenis

Allah sudah menciptakan hamba Nya berpasangan, walaupun jarang ditemui, tetapi tetap ada seseorang yang menyukai lawan jenis padahal hal tersebut sungguh tidak dibenarkan dalam islam. “Sesungguhnya kalian mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsu kalian, bukan kepada wanita. Kalian adalah kaum yang melampaui batas”. (QS Al A’raaf : 81). Firman Allah tersebut juga berlaku untuk lelaki dan wanita, menyukai sesama jenis ialah perbuatan yang melampaui batas.

Bergaul dengan Non Muslim

Di jaman modern ini kita memang tidak sepantasnya menutup diri atau hanya mau bergaul dengan agama tertentu, diperbolehkan bergaul dengan orang yang non muslim asalkan tetap sesuai dengan syariat islam.

6. Teguh dalam Agama

“Bagi kami amal amal kami dan bagi kamu amal amal kamu”. (QS Asy Syura : 15). Sebagai seorang muslin wajib menjalankan kewajiban dalam keadaan apapun, misalnya ketika waktunya shalat 5 waktu dan kita sedang bergaul dengan teman non muslim maka jangan sampai melalaikan kewajiban shalat tersebut.

7. Tidak Mengikuti Kebiasaan Orang Kafir

“Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah pula menjadi penyembah apa yang aku sembah. Untukmu agamamu dan untukku lah agamaku”. (QS Al Kafirun : 4-6). Dalam bergaul tidak boleh mengikuti kebiasaan orang kafir, misalnya valentine yang merupakan hari orang kafir dan tidak ada dalam islam, maka sebagai umat muslim tidak selayaknya mengikuti urusan tersebut hanya karena alasan bergaul.

Bergaul dengan Sesama Muslim

Bergaul dengan sesama muslim ditujukan untuk saling mengingatkan dalam kebaikan sehingga timbul kedamaian dan ketenangan.

8. Memperbanyak Silaturahmi

“Dan peliharalah hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”. (QS An Nisa : 1). Silaturahmi dianjurkan sebab disukai oleh Allah dan dapat melapangkan rejeki, contohnya ialah menghadiri acara ketika mendapat undangan (pernikahan, khitanan, dan lain lain).

9. Saling Tolong Menolong dalam Kebaikan

Tidak ada salahnya bergaul dengan tujuan saling memberi pertolongan dan mencegah permusuhan. Setiap orng yang menolong orang lain dengan niat yang ikhlas karena Allah akan mendapat pahala dan dilebihkan derajatnya dari hamba Allah yang lain. “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan pada orang lain dan kerabat, dan Dia melarang perbuatan keji, kemungkaran, serta permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran”. (QS An Nahl : 90).

Bergaul dengan Orang Sholeh

Merupakan anjuran dari Allah agar dapat berpengaruh ke akhlak kita juga dan mencegah maksiat sebab terbiasa dengan urusan urusan yang baik.

10. Dianjurkan Oleh Allah

“Dan hendaklah kamu bersama orang orang yang benar (jujur)”. (QS A Taubah : 119). Orang yang jujur atau baik, darinya kita akan mendapat dan melakukan yang serupa, sehingga dapat menularkan kebiasaan baik pada diri kita. Juga sebagai tips memperbaiki diri dalam islam agar kita senantiasa saling mengingatkan dalam kebaikan.

Bergaul dengan Orang Tua dan Keluarga

Merupakan kewajiban sebab orag tua dan keluarga adaah tempat dimana kita pertama kali bergaul dan tempat yang paling memberi ketentraman dalam keseharian. Dimanapun kita berada tentu yang paling nyaman adalah bersama keluarga.

11. Berkata Lemah Lembut

“Janganlah engkau mengatakan kepada orang tua perkataan ‘ah’ dan janganlah engkau membentak keduanya”. (QS Al Isra : 23). Bergaul dengan orang tua harus dengan kalimat yang lemah lembut dan sikap yang baik sebagai wujud bakti dan hormat pada mereka.

12. Saling Mendoakan

“Ya Rabb ku sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil”. (QS Al Isra : 24). Selain doa orang tua yang menjadi ridho bagi Allah, seorang anak juga wajib mendoakan orang tuanya sebagai bentuk kasih sayang, sebab apapun yang diberikan oleh anak tidak akan bisa mengganti jasa orang tua.

13. Mengajarkan Kebaikan

Antar keluarga baik orang tua dan anak atau saudara dengan saudara wajib saling mengingatkan dalam kebaikan, jika ada anggota yang melanggar syariat dan angggota keluarga tidak emngingatkan, maka dia ikut menanggung dosanya. “Harta dan anak anakmu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah pahala yang besar”. (QS Al Anfal : 28).

Bergaul dengan Tetangga

Tetangga kadang menajdi seseorang yang lebih dekat dari saudara sebab seringnya berinteraksi dalam keseharian, sebab itu bergaulah dengan baik dengan tetangga anda dengan cara berikut :

14. Saling Menghormati

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya ia memulikan tetangganya”. HR Bukhari No.5589). penjelasan dari dirman tersebut ialah memuliakan dengan menghargai, menjamu ketika bertamu, datang ketika diundang, menolong ketika tetangga terkena musibah, dan perbuatan mulia lainnya.

15. Tidak Boleh Menyakiti

Sungguh tidak beriman orang yang tetangganya tidak aman dari kejahatannya”. (HR Bukhari No. 6016). Kita wajib senantiasa berbuat baik pada tetangga, sebab Allah maha adil, tentunya ada balasan menyakiti hati orang lain dalam islam, sebaiknya kita senantiasa berbuat kebaikan agar mendapat balasan kebaikan pula.

Bergaul dengan Suami atau Istri

Suami atau istri adalah teman bergaul yang paling dekat, serta paling berpengaruh terhadap ridho Allah dan diterimanya amal perbuatan kita. Sebab itu bergaul dengan suami atau istri hendaknya didasarkan dengan kasih sayang, kesetiaan, dan saling memuliakan satu sama lain.

16. Suami adalah Pemimpin

Cara bergaul yang baik menurut islam dalam kehidupan suami istri ialah suami menajdi pemimpin. Istri wajib taat pada perintah suami. Suami wajib melindungi dan memberi nafkah lahir batin pada istri, serta istri wajib melayani suami dalam aspek apapun tanpa terkecuali. “Suami itu pelindung bagi wanita (istri) karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki laki) di atas sebagian yang lain (wanita)”. (QS An Nisa : 34).


17. Istri Sholehah

Dalam bergaul dengan suami istri, jika memiliki istri sholehah akan menjadikan ketenangan dalam keluarga tersebut dan menjadikan suami menjadi seorang lelaki yang juga mampu memuliakan istrinya karena memiliki wanita terbaik di sisinya. Sebagaimana janji Allah bahwa wanita sholehah adalah untuk lelaki sholehah pula.“Wanita terbaik yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelesihi sesuai pada diri dan hartanya. Serta melayani suami sebaik mungkin dan menjauhkan suami dari benci”. (HR Ahmad).

Sekian dulu artikel mengenai 17 cara bergaul dalam islam, semoga bermanfaat untuk sobat semua. Terima kasih sudah membaca, salam hangat dari penulis.

, , , ,




Post Date: Wednesday 07th, March 2018 / 00:55 Oleh :
Kategori : Hukum Islam