Hukum Kentut ketika Membaca Al-quran

Al-quran merupakan kitab suci bagi umat Islam dan merupakan pedoman hidup bagi manusia di bumi yang diturunkan Allah SWT agar manusia berada di jalan yang benar.

ads

Banyak manfaat membaca Al-Quran yang bisa kita dapatkan selain mendapat pahala yang besar, juga sebagai petunjuk dalam menjalani kehitupan dan ini merupakan fungsi al-qur’an bagi umat manusia yang utama. Dan Allah SWT pun juga menyerukan agar manusia membaca Al-Quran karena di dalamnya berisi pedoman hidup untuk manusia.

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS Al Ankabut : 45)

 “ Baginda Rasullulah berkata bacalah olehmu alquran karena sesungguhnya akan menjadi pemberi  syafaat pada hari kiamat nanti untuk siapa saja yang membacanya.”

Untuk membaca dan menyentuh Al-Quran kita harus dalam keadaan suci dari hadas, baik hadas kecil maupun hadas besar. Bagaimana jika kita ingin buang angin ketika sedang membaca Al-Quran? Bolehkah? Sebelum membahas hukum kentut ketika membaca Al-quran, mari simak beberapa hadis berikut :

“Ketika masuk tengah atau sepertiga malam terakhir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terbangun. Beliau duduk, mengusap aroma kantuk dari wajah beliau, kemudian beliau membaca 10 ayat terakhir di surat Ali Imran. Kemudian beliau menuju wadah air yang digantung, lalu beliau wudhu sempurna dan shalat tahajud”. (HR. Bukhari 4295 & Muslim 763).

“Tidak boleh menyentuh Al-Qur’an kecuali orang yang dalam kondisi suci.” (Kitab Muwaththa’ Imam Malik, dalam kitab Al-Qur’an hal. 199).

“Dimakruhkan untuk terus membaca ketika kentut keluar.” (al-Burhan fi Ulum al-Qur’an, 1/459).

Berdasarkan hadis di atas para ulama sepakat bahwa hukum kentut ketika membaca Al-quran adalah Makruh. Dan sebaiknya berhentilah untuk sesaat hingga selesai buang angin dan setelahnya boleh kembali melanjutkan membaca Al-Quran dengan syarat :

  • Tidak lagi menyentuh al-quran karena sudah berhadas kecil, namun asih boleh membaca ayat suci al-quran berupa hafalan.
  • Jika hendak menyentuh al-quran dalam keadaan berhadas sebaiknya menggunakan penghalang seperti kain bersih agar tidak langsung menyentuh mushaf.
  • Jika ingin menyentuh sebaiknya kembali berwudhu agar kembali suci agar bisa menyentuh mushaf karena kita dilarang menyentuh al-quran jika berada dalam keadaan yang tidak suci.

Dari ketiga hal tersebut dapat disimpulkan bahwa hukum membaca al-quran tanpa wudhu adalah haram. Dan makruh bila membaca al-quran dalam keadaan berhadas.

Tidak boleh menyentuh al-Qur’an kecuali orang yang dalam kondisi suci.” (Muwaththa’ Imam Malik, kitab al-Qur’an, Hal. 199; Sunan ad-Darimi, kitab ath-Thalaq (2183).

Setelah mengetahui hukum kentut ketika membaca Al-quran itu makruh maka jika selama ini kita membaca dan menyentuh al-quran tanpa memperhatikan hal tersebut, kita harus mengubah kebiasaan itu agar kita bisa mendapatkan manfaat baca al-quran setiap hari dan pahalanya pun diterima Allah SWT yang menjadi keutamaan membaca Al Quran. Dan hendaknya kita selalu bersuci dalam keadaan apa pun.

, , , ,




Post Date: Friday 29th, June 2018 / 05:07 Oleh :
Kategori : Hukum Islam