Hukum Merayakan Ulang Tahun Anak Dalam Islam

Ulang tahun merupakan sama dengan hari lahir. Dan biasanya orang-orang akan mengadakan perayaan untuk memperingati ulang tahun atau hari lahir mereka, keluarga mereka atau kerabat mereka. Perayaan ulang tahun sudah menjadi hal yang lumrah baik dikalangan non muslim maupun muslim. Lalu apakah dalam Islam diperbolehkan untuk merayakan ulang tahun anak?

ads

Merayakan Ulang Tahun Anak Menurut Islam

Orangtua pasti menginginkan kebaikan dan kebahagiaan untuk anaknya, dan tidak ada orangtua yang tidak akan memenuhi permintaan anaknya selagi hal tersebut masih dapat diwujudkan. Dan salah satu cara orangtua dalam membahagiakan anaknya adalah dengan merayakan ulang tahun anak. Namun, apakah di dalam Islam diperbolehkan merayakan ulang tahun anak?

Hukum merayakan ulang tahun anak dalam Islam sama dengan hukum merayakan ulang tahun dalam Islam, yang mana masih terdapat perbedaan pendapat diantara kalangan para ulama. Ada ulama yang memperbolehkan dan ada sebagian ulama yang tidak memperbolehkan.

Para ulama yang berpendapat tidak memperbolehkan beralasan karena Rasulullah SAW. tidak pernah mengajarkan umatnya untuk merayakan ulang tahun, dan ulang tahun merupakan kebiasaan orang-orang kafir, dan didalam Islam pun tidak ada perayaan ulang tahun. Jika seorang muslim merayakan ulang tahun maka ia dianggap meniru perilaku orang-orang kafir, sedangkan dalam sebuah hadits dikatakan :

“Barangsiapa meniru-niru suatu kaum, maka dia termasuk dari golongan mereka.” (HR. Abu Dawud)

Dan para ulama yang tidak memperbolehkan hukum perayaan ulang tahun anak serta hukum tiup lilin ulang tahun dalam Islam juga beranggapan bahwa dengan melakukan hal tersebut itu berarti kita menerima agama selain Islam, sedangkan dalam (QS. Ali Imran ayat 85) dikatakan :

“Dan barang siapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi.”

Sedangkan sebagian ulama berpendapat bahwa merayakan ulang tahun anak menurut Islam adalah diperbolehkan, karena tidak ada hadits atau firman Allah yang membahas serta melarang mengenai perayaan ulang tahun anak.

Mengadakan perayaan ulang tahun anak menurut Islam diperbolehkan, asalkan hal tersebut tidak menjadi sebuah keharusan dan ritual yang wajib dilakukan, jika hal tersebut menjadi wajib hukumnya untuk dilakukan maka diharamkan karena dapat tergolong menjadi bid’ah dalam Islam.


Rasulullah SAW. pernah bersabda :

“Waspadalah kalian dari perkara (agama) yang diada-ada. Karena semua yang diada-ada merupakan bid’ah dan sesungguhnya bid’ah itu adalah kesesatan. Sedangkan kesesatan itu adalah dineraka.”

Dan hal perayaan ulang tahun menurut sebagian ulama tidak dianggap seperti meniru-niru kaum kafir, karena dalam perayaan ulang tahun kita tidak melakukan kegiatan yang berbau keagamaan yang dilakukan orang kafir dan tidak ada kegiatan atau ritual ibadah orang kafir.


Jadi, hukum merayakan ulang tahun anak dalam Islam adalah tergantung dari bagaimana niat orangtua melakukannya. Jika merayakan ulang tahun dimaksudkan untuk menyenangkan hati anak itu diperbolehkan, namun tetap harus ditekankan kepada sang anak bahwa hal tersebut bukanlah sebuah keharusan untuk dilakukan dan bukan merupakan perayaan dalam Islam.

 

Sebagai muslim yang baik, lebih baik kita merayakan ulang tahun anak dengan hal yang lebih bermanfaat dan mengandung keridhaan Allah SWT, misalnya dengan menyantuni anak yatim piatu, atau memberi makan orang-orang yang kurang mampu sebagai wujud rasa syukur karena telah diberikan umur panjang. Dan sebaiknya dalam melakukan segala sesuatu kita senantiasa berpedoman pada Al-Qur’an dan hadits yang merupakan sumber syariat Islam dan dasar hukum Islam, agar apa yang kita lakukan tidak mengakibatkan dosa bagi, dan agar segala apa yang kita perbuat selalu mendapat ridha dari Allah SWT.

, , , ,




Post Date: Wednesday 27th, December 2017 / 05:30 Oleh :
Kategori : Hukum Islam