Hukum Meremehkan Akhlak Orang Lain dalam Islam

Tidak ada orang yang suka diremehkan. Baik dari fisik maupun hal lainnya. Apalagi jika sampai meremehkan akhlak orang lain. Jika Anda termasuk orang yang tidak suka diremehkan, coba tanyakan pada diri Anda sendiri apakah Anda selama ini tidak pernah meremehkan orang lain?

Hati-hati bagi Anda yang suka meremehkan akhlak orang lain. Ingat, di atas langit masih ada langit lagi. Jadi tidak ada alasan bagi Anda untuk sombong dan meremehkan orang lain. Dampak jika Anda suka meremehkan orang lain yaitu adalah Anda tidak akan lagi menjadi orang yang bisa dipercaya. Orang-orang akan berhenti mempercayai Anda. Karena Anda sudah membuat orang lagi tidak senang dan dalam Islam pun sudah dibahas tentang hukum meremehkan akhlak orang lain ini.

ads

Larangan meremehkan orang lain

Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam pun memberi wasiat, yang berbunyi:

لاَ تَسُبَّنَّ أَحَدًا
“Janganlah engkau menghina seorang pun.” Abu Jurayy berkata, “Aku pun tidak pernah menghina seorang pun setelah itu, baik kepada orang yang merdeka, seorang budak, seekor unta, maupun seekor domba.”

Baca juga :

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan sabdanya sebagai berikut

وَلاَ تَحْقِرَنَّ شَيْئًا مِنَ الْمَعْرُوفِ وَأَنْ تُكَلِّمَ أَخَاكَ وَأَنْتَ مُنْبَسِطٌ إِلَيْهِ وَجْهُكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنَ الْمَعْرُوفِ وَارْفَعْ إِزَارَكَ إِلَى نِصْفِ السَّاقِ فَإِنْ أَبَيْتَ فَإِلَى الْكَعْبَيْنِ وَإِيَّاكَ وَإِسْبَالَ الإِزَارِ فَإِنَّهَا مِنَ الْمَخِيلَةِ وَإِنَّ اللَّهَ لاَ يُحِبُّ الْمَخِيلَةَ وَإِنِ امْرُؤٌ شَتَمَكَ وَعَيَّرَكَ بِمَا يَعْلَمُ فِيكَ فَلاَ تُعَيِّرْهُ بِمَا تَعْلَمُ فِيهِ فَإِنَّمَا وَبَالُ ذَلِكَ عَلَيْهِ

“Janganlah meremehkan kebaikan sedikit pun walau dengan berbicara kepada saudaramu dengan wajah yang tersenyum kepadanya. Amalan tersebut adalah bagian dari kebajikan. Tinggikanlah sarungmu sampai pertengahan betis. Jika enggan, engkau bisa menurunkannya hingga mata kaki. Jauhilah memanjangkan kain sarung hingga melewati mata kaki. Penampilan seperti itu adalah tanda sombong dan Allah tidak menyukai kesombongan.

Jika ada seseorang yang menghinamu dan mempermalukanmu dengan sesuatu yang ia ketahui ada padamu, maka janganlah engkau membalasnya dengan sesuatu yang engkau ketahui ada padanya. Akibat buruk biarlah ia yang menanggungnya.”
(HR. Abu Daud no. 4084 dan Tirmidzi no. 2722. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Al Hafizh Ibnu Hajar menyatakan bahwa hadits ini shahih).

Di antara wasiat Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang kita bahas di atas adalah janganlah menghina orang lain termasuk akhlak orang lain. Setelah Rasul menyampaikan wasiat ini, Jabir bin Sulaim pun tidak pernah lagi menghina seorang pun sampai pun pada seorang budak dan seekor hewan.

Baca juga :

Dalam surat Al Hujurat, Allah Ta’ala memberikan kita petunjuk untuk memiliki akhlak yang baik.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik.” (QS. Al Hujurat: 11)

Ibnu Katsir rahimahullah berkata bahwa ayat di atas berisi larangan melecehkan dan meremehkan orang lain karena hal tersebut merupakan sikap yang sombong sebagaimana sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam,

الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ
“Sombong adalah sikap menolak kebenaran dan meremehkan manusia.” (HR. Muslim no. 91)

Jadi sudah dipastikan bahwa hukum meremehkan akhlak orang lain adalah haram dan tidak boleh, karena hal tersebut menunjukkan bahwa diri orang tersebut sombong. Dan Allah SWT tidak menyukai orang yang sombong. Semoga informasi yang kami berikan bermanfaat bagi kita semua.

, ,




Post Date: Wednesday 30th, January 2019 / 21:05 Oleh :
Kategori : Hukum Islam
Yuk Join & Subs Channel Saya Islam

Dedy Corbuzier Mualaf, Sebenarnya Dimana Kedudukan Syahadat dalam Islam? #SharingBareng