Hukum Silahturahmi Setelah Idul Fitri

Menjelang Idul Fitri tiba umat muslim mempersiapkan diri untuk menjadikan momen ini sebagai sarana menjalin silahturahmi. Idul Fitri hadir setiap satu tahun sekali bagi kerabat jauh akan bertemu setelah sibuk bekerja mencari rezeki di Hari raya Idul Fitri. Sebagaimana Hadist Nabi Saw seperti dibawah ini:

ads

Yang disebut dengan silahturahmi itu bukanlah ketika seseorang yang membalas kunjungan atau pemberian, melainkan silahturahmi itu ialah menyambungkan apa yang telah sempat putus(HR.Bukhari)

Rasulullah SAW telah mengajarkan silahturahmi kepada umat islam sejak lama. Kemudian ajaran silahturahmi dilanjutkan oleh generasi-generasi selanjutnya. Dalam kenyataannya, silahturahmi menjadi sebuah kekuatan karena merupakan sarana untuk mempersatukan umat di dunia.

Hukum Silahturahmi Setelah Idul Fitri

Rasulullah sejak lama telah mengajarkan untuk bersilahturahmi sehingga silahturahmi setelah idul fitri hukumnya adalah diperbolehkan. Hal ini sesuai hadist Nabi berikut ini:

Rasulullah saw bersabda, bahwa sebaik-baik (perbuatan) diantara perbuatan paling baik ialah menghubungkan tali silahturahmi dengan orang yang memutuskannya, memberi pada orang yang tidak suka untuk memberi, dan memberikan maaf pada orang yang telah berlaku zalim kepada kita.” (HR Thabrani dari Mu’adz bin Jabbal)

Pentingnya silahturahmi juga sesuai dengan Nabi Muhammad Saw pernah Bersabda,

“Sambunglah tali silahturahmi kalian. Sesungguhnya tiada sebuah pahala pun yang akan disegerakan (pemberiannya) dibanding dengan pahala menyambung tali silahturahmi” (shahih At-Targhib No.2516)

Bahkan begitu pentingnya silahturahmi, Rasulullah saw bersabda tentang orang-orang yang memutuskan silahturahmi seperti dibawah ini:

“Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan silahturahmi” (Hr. Muttafaq Alaihi)

Baca juga:

Silahturahmi ini sejalan dengan sebuah hadist,

Rasulullah saw pernah bersabda, “Sebaik-baik (perbuatan) di antara perbuatan yang paling baik adalah menghubungkan tali silahturahmi pada orang yang memutuskannya, memberi pada orang yang tidak suka memberi, dan memberikan maaf pada orang yang berlaku zalim kepada kita(Hr.Thabrani dan Mu’adz bin Janal)

Dalam surat An-Nisa ayat 1 Allah juga berfirman tentang silahturahmi sebagai berikut,

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya. Allah memperkembangbiakkan  laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lin, dan (peliharalah) hubungan silahturami.

Secara singkat hukum silahturahmi setelah idul fitri adalah diperbolehkan. Apalagi sesuai hadist, dan firman tersebut menunjukkan betapa pentingnya silahturahmi tersebut. Dimana silahturahmi akan membuat umat muslim semakin kuat dan terhindar dari perpecahan.

Bentuk dan Cara Bersilahturahmi

Silahturahmi hendaknya dilakukan sesering mungkin, bahkan lebih baik dijadikan sebagai perilaku keseharian dengan berbagai cara dan bentuk, antara lain seperti berikut ini :

  1. Menjenguk dan mendoakan saudara kita ketika sedang mengalami sakit
  2. Memenuhi atau mendatangi undangan apabila di undang dalam suatu acara dan kegiatan
  3. Saling mendoakan dalam hal kebaikan untuk sesama dan bersama
  4. Saling mengingatkan untuk mengarah ke kebaikan dengan nasihat secara sabar, baik dan takwa
  5. Membantu menolong orang yang membutuhkan, terutama memberikannya kepada kaum dhuafa dll

Selain bentuk silahturahmi diatas, Imam Gahzali juga ­­menjelaskan bahwa bentuk-bentuk silahturahmi antara lain seperti berikut ini :


  • Membantu dengan harta
  • Menahan lisan dari kata-kata yang buruk atau jelek
  • Membantu dengan jiwa dan tenaga
  • Berkata yang baik kepada kerabat
  • Mendoakan sesama umat
  • Memaafkan kekeliruan dan kesalahn kerabat
  • Tidak memberatkan kerabat atau menjadi beban
  • Senantiasa mencintai kerabat terdekat

Baca juga:

Silahturami dengan bentuk dan cara diatas inilah yang dijadikan sebagai salah satu dari tiga kunci untuk masuk surga, sebagaimana dinyatakan oleh Nabi dalam hadistnya Nabi pun bersabda sebagai berikut ini,

Sebarkan salam (kedamaian dengan perbuatan dan ucapan), hubungkan silahturahmi dan lakukanlah shalat malam dalam keadaan orang-orang sedang tidur nyenyak, maka kalian akan masuk ke dalam surga dengan selamat(HR Ahmad, Ibnu Hibban, dan Hakim dari Abu Hurairah)

Manfaat Silahturahmi jika Terjalin dengan Baik

Setiap perintah dan anjuran dari Rasulullah selalu mendatangkan dan mengarah ke kebaikan. Seperti salah satunya silahturahmi, silahturahmi mampu untuk mempererat hubungan antar sesame umat islam. Nah, berikut ini manfaat silahturahmi :

1. Melapangkan rezeki

Beberapa orang menjadikan alasan sibuk mencari rezeki lalu menunda bersilahturahmi antar saudara maupun kerabat. Padahal dengan silahturahmi Allah akan membantu memudahkan rezekinya, sebagaiman Hadist Rasulullah Saw :

Diriwayatkan dari ayat diatas adalah Barangsiapa yang mempunyai keinginan untuk diluaskan rezekinya dan sewaktu di akhir ajalnya, maka hendaklah dia menyambung silahturahmi (HR. Imam Bukhari dari Abu Hurairah )

2. Mendatangkan berkah

Manfaat ini kerap dialami oleh kaum muslim jika melakukan silahturahmi sesuai syariat islam yang telah diajarkan. Karena janji Allah SWT bahwa dengan melakukan silahturahmi maka Allah akan memberikan berkahnya dan kebahagian di dunia. Kebahagiaan tidak hanya diukur dengan materi. Banyaknya materi atau harta tidak menjamin manusia akan memiliki hati bahagia.

3. Silahturahmi akan memperluas persaudaraan dan jalinan kerjasama

Banyak kegiatan dan acara besar berjalan sempurna apalagi hidup menjadi lebih berwarna dengan banyak silahturahmi yang terjalin. Dimana memperluas persaudaraan disini membawa kebaikan bagi umat muslim. Firman Allah SWT yang disabdakan oleh Nabi SAW, disampaikan dari Abdurrahman bin Aud:


 “Allah Ta’ala berfirman, ‘Aku telah menciptakan Rahim dan telah Aku berikan untuknya sebuah dari nama-Ku. Maka siapa menyambung, Aku akan menyambungnya, dan siapa memutuskan, Aku akan memutuskannya dan siapa memantapkan, aku akan memantapkannya” (HR. Ahmad, Abu Daud, Tirdmidzi, dan Hakim)

Baca juga:

4. Mengasah kepekaan sosial dalam bermasyarakat

Setiap manusia bahkan umat islam hidup bermasyarakat. Dengan silahturahmi maka kehidupan akan jauh lebih mudah. Apalagi jika terdapat masalah, akan dapat saling tolong menolong dalam kebaikan.

Kepekaan sosial inilah yang merupakan salah satu manfaat silahturahmi. Dimana Umat muslim memiliki kepekaan sosial terhadap lingkungan disekitarnya. Seperti saling menyapa dengan tetangga, teman atau saudara

5. Mendatangkan kebahagian dan Menghindari akhir buruk

Di kehidupan manusia dalam islam terdapat bala’(cobaan), bala’ kerap kali dihindari dengan berdoa seperti dalam hadist disebutkan,

Sesungguhnya, doa dan bala’(cobaan) itu berperang dengan langit dan bumi, dan akhirnya doa itu mampu menolak bala’ itu turun

Namun jika bersilahturahmi juga akan mengubah bala’ tersebut, hadist lain disebutkan

Sesungguhnya, sedekah dan silahturahmi (menjalin hubungan kekerabatan) itu akan menolak kematian yang buruk dan mengubahnya menjadi kebahagian

Selain itu, Silahturahmi juga dapat menghindarkan dari akhir buruk sesuai dengan Rasulullah SAW pernah bersabda,

Barangsiapa yang ingin dipanjangkan umurnya, dilapangkan rezekinya, dan dihindarkan dari su’ul khatimah(akhir yang buruk), maka hendaklah ia bertakwa kepada Allah dan menyambung tali silahturahmi(HR. Ahmad dan Al Hakim, dishahihkan oleh Al Albani)

Sehingga silahturahmi bukanlah sekedar menjalin hubungan kekerabatan namun dengan silahturahmi umat muslim akan mendatangkan kebahagian dan menghindari akhir buruk sesuai tuntunan islam, hadis, dan Rasulullah dalam menghadapi lika-liku kehidupan.

Demikianlah pembahasan mengenai hukum silahturahmi setelah Idul Fitri seperti yang umumnya telah kita lakukan. Saling berkunjung dan saling memaafkan.

, ,




Post Date: Tuesday 11th, June 2019 / 07:40 Oleh :
Kategori : Hukum Islam
Yuk Join & Subs Channel Saya Islam

Dedy Corbuzier Mualaf, Sebenarnya Dimana Kedudukan Syahadat dalam Islam? #SharingBareng