13 Etika Menggauli Istri dalam Islam

Selalu ada aturan atau etika dalam melakukan sesuatu di dalam Islam, seperti menikah di KUA dengan WNA. Islam merupakan sebuah agama yang sangat mulia dan selalu memuliakan pengikutnya. Islam merupakan agama yang sangat menjunjung tinggi etika dan akhlak.

ads

Setiap perbuatan di dalam islam selalu ada etika atau adabnya. Demikian juga dengan cara melakukan jima’ seperti yang tercantum dalam Al Qur’ân:

“Laki-laki yang berzina tidak mengawini kecuali dengan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini kecuali oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki yang musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang mukmin. (QS. Al-Nûr/24: 3).”

Berikut  adalah 13 tatacara atau etika menggauli istri Berdasarkan Islam:

1. Bersih Diri 

Membiasakan berbesih diri sebelum menggauli istri adalah salah satu hal yang amat disarankan oleh islam. Biasakan anda menyetubuhi istri hanya dalam keadaan bersih (menggosok gigi dan mandi) ini juga merupakan salah satu adab dari jima’ seperti adab hubungan suami istri dalam islam.

Seperti Abu Rafi’ radhiyallahu ‘anhu berkata,

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada suatu hari pernah menggilir istri-istri beliau, beliau mandi tiap kali selesai berhubungan bersama ini dan ini. Aku bertanya, “Ya Rasulullah, bukankah lebih baik engkau cukup sekali mandi saja?” Beliau menjawab, “Seperti ini lebih suci dan lebih baik serta lebih bersih.” (HR. Abu Daud dan Ahmad).

2. Berwudhu

Ini juga merupakan salah satu anjuran dalam adab atau etika menggauli istri dalam islam. Dimana sangat disarankan untuk datang dalam keadaan bersih.

عَنِ بْنِ عَبَّاسٍ يَبْلُغُ بِهِ النَّبِيَّ قَالَ لَوْ أَنَّكُمْ إِذَا آتَى أَهْلَهُ قَالَ : بِسْمِ اللهِ، اَللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا، فَقُضِىَ بَيْنَهُمَا وَلَدٌلَمْ يَضُرُهُ.

“Dari Ibnu Abbas r.a. ia menyampaikan apa yang diterima dari Nabi SAW. Beliau bersabda, “Andaikata seseorang diantara kamu semua mendatangi (menggauli) isterinya, ucapkanlah, “Bismi Allâhi, Allâhumma Jannibnâ Syaithânâ wajannibi al-syaithânâ mâ razaqtanâ.” (dengan nama Allâh. Ya Allâh, hindarilah kami dari syetan dan jagalah apa yang engkau rizkikan kepada kami dari syetan.”

Maka apabila ditakdirkan bahwa mereka berdua akan mempunyai anak, syetan tidak akan pernah bisa membahayakannya.” (HR. Bukhâriy dalam Kitab Shahihnya pada Kitab Wudhuk Hadits ke-141).”

3. Memakai Wewangian

Salah satu sunnah nabi adalah menggunakan wewangian. Beliau bersabda:

“Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah” (HR. Tirmidzi).


Bahkan Istri sangat dianjurkan menggunakn wewangian saat melakukan jima’ :

“Perempuan manapun yang menggunakan parfum kemudian melewati suatu kaum agar mereka mencium wanginya maka dia seorang pezina” (HR Ahmad)

Hendaknya wewangian tersebut akan membuat suami istri menjadi lebih nyaman dan akan meningkatkan kualitas keintiman seperti cara berjimak menurut islam.

4. Shalat Sunat

Ini merupakan salah satu hal yang sangat dianjurkan bahkan bagi para pengantin baru. Dimana banyak ditemui diantara hadis pasangan pengantin baru dianjurkan beribadah sebelum berhubungan.

5. Berpakaian Yang Disukai Istri

Ini adalah waktunya anda untuk menyenangkan sang istri, cobalah menggunakan pakaian yang sangat ia sukai dan mulailah dengan hal yang baik. Karena berdandan dan membuat pasangan bahagia adalah hal yang dianjurkan dalam adab jima’ dalam islam.

6. Merayu

Anda diharuskan untuk mendekatkan dan menambah keintiman dengan istri dan ini adalah waktunya untuk merayu sang istri. Muhammad Al Baqir, cicit Husain bin Ali menjelaskan:

“Sebaik-baik wanita diantara kalian adalah yang membuang perisai malu ketika menanggalkan pakaian di hadapan suaminya dan memasang perisai malu ketika ia berpakaian kembali.”

7. Gunakan Lampu Redup

Sangat disarankan untuk melakukan hubungan intim di tempat yang tidak terlalu terang dalam islam. Ini juga akan menambah rasa percaya diri sang istri apalagi bagi pengantin baru.

8. Tempat Tertutup

Islam adalah agama yang baik dan selalu mengatur umatnya untuk melakukan segala sesuatu hal yang baik, bahkan dalam urusan hubungan suami istri. Kerhormatan harus tetap terjaga di dalam islam, inilah mengapa islam menyatakan bahwa jima’ harus dilakukan di tempat tertutup dan dengan pencahayaan yang redup.

9. Berdoa sebelum jima’

Yakni membaca doa:

بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

“Dengan Nama Allah, Ya Allah! Jauhkan kami dari syetan, dan jauhkan syetan agar tidak mengganggu apa (anak) yang Engkau rezekikan kepada kami” (HR. Bukhari dan Muslim)

10. Melakukan Pemanasan atau Foreplay

Sangat dianjurkan bagi para suami melakukanpemanasan atau tidak langsung terburu-buru ke inti. Harus ada foreplay terlebih dahulu dan ini juga tercantum dalam sebuah hadist:

“Janganlah salah seorang di antara kalian menggauli istrinya seperti binatang. Hendaklah ia terlebih dahulu memberikan pendahuluan, yakni ciuman dan cumbu rayu,” (HR. Tirmidzi)

11. Saling Memberi Hak 

“Apabila salah seorang diantara kamu menjima’ istrinya, hendaklah ia menyempurnakan hajat istrinya. Jika ia mendahului istrinya, maka janganlah ia tergesa meninggalkannya.” (HR. Abu Ya’la)

12. Berwudhu dan Mencuci Kemaluan

“Jika salah seorang di antara kalian mendatangi istrinya, lalu ia ingin mengulanginya, maka hendaklah ia berwudhu.”(HR. Muslim)

13. Mandi besar setelah jima’

Mandi besar adalah hal yang harus dilakukan setelah kita berjima’. Rasulullah SAW bersabda:

“Jika seseorang duduk di antara empat anggota tubuh wanita (menindihnya) kemudian menggaulinya, maka ia wajib mandi.”

Demikian 13 etika menggauli istri dalam islam yang wajib diketahui, semoga bermanfaat.

, , , ,




Post Date: Friday 16th, March 2018 / 03:08 Oleh :
Kategori : Pernikahan
Yuk Join & Subs Channel Saya Islam

Dedy Corbuzier Mualaf, Sebenarnya Dimana Kedudukan Syahadat dalam Islam? #SharingBareng