13 Keutamaan Menikah Bagi Wanita dan Dalilnya

Menikah merupakan salah satu sunnah Rasul yang sangat dianjurkan untuk membangun rumah tangga dalam Islam yang berisi keluarga sakinah mawadah warahmah.

ads

وَٱللَّهُ جَعَلَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًۭا وَجَعَلَ لَكُم مِّنْ أَزْوَٰجِكُم بَنِينَ وَحَفَدَةًۭ وَرَزَقَكُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ ۚ أَفَبِٱلْبَٰطِلِ يُؤْمِنُونَ وَبِنِعْمَتِ ٱللَّهِ هُمْ يَكْفُرُونَ

Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik.” [QS. An Nahl (16):72].

Terdapatbanyak keutamaan dalam sebuah pernikahan, terutama bagi wanita. Berikut adalah beberapa keutamaan menikah bagi wanita:

1. Menjadi benteng dari zina dalam Islam

Rasulullah shallalahu `alahi wassalam:

يا معشر الشباب ، من استطاع منكم الباءة فليتزوج فإنه أغض للبصر ، وأحصن للفرج ، ومن لم يستطع فعليه بالصوم فإنه له وجاء

Wahai para pemuda! Siapa saja di antara kalian berkemampuan untuk nikah, maka menikahlah, karena pernikahan itu dapat menundukkan pandangan dan lebih membentengi farji (kemaluan). Siapa saja yang belum mampu, hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu perisai bagi dirinya. (al-Bukhari)

2. Menyempurnakan agama

Rasulullah shallalahu `alahi wassalam:

من تزوج فقد أحرز شطر دينه فليتق الله في الشطر الثاني

Siapa saja menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi. (Thabarani dan Hakim)

Baca juga:

3. Dilancarkan rejekinya

Nikahkanlah orang-orang yang sendirian (jomblo) di antara kamu, dan orang-orang yang patut (nikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan erempuan.

Jika mereka miskin, Allah akan cukupkan mereka dengan karunia-Nya. Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (an-Nur : 32)


4. Mendapat banyak pahala

Rasulullah SAW bersabda:

Jika kalian telah bersetubuh dengan istri-istri kalian, maka hal itu adalah sedekah”. Mendengar perkataan Rasulullah tersebut para sabahat kebingungan dan bertanya:

Wahai Rasulullah, seorang suami yang telah memuaskan nafsu birahinya terhadap istri-istri mereka akan mendapatkan pahala?

Rasulullah menjawab: “Bagaimana menurut kalian bila mereka (para suami) bersetubuh dengan selain istri-istrinya, bukankah mereka telah melakukan perbuatan dosa?” Jawab para sahabat: “Ya, benar.” Beliau bersabda kembali:

Begitu pula jika mereka telah bersetubuh dengan sitrinya (di tempat yang halal), maka mereka akan mendapatkan pahala dari Allah SWT.” (HR. Muslim, Ahmad, Nasa’i).

5. Sunnah Rasul

Pernah suatu ketika ada tiga orang sahabat Nabi yang datang menemui istri Rasulullah SAW tentang amalan beliau.

Dari tiga sahabat tersebut, salah satu berkata: “Adapun aku akan berpuasa sepanjang masa tanpa ada putusnya”. Dan yang satu lagi berkata: “ Aku akan menjahui seorang wanita dan tidak akan menikahinya selamanya.”

Ketika Rasulullah mendengar perkataan pemuda tersebut, Beliau keluar dan berkata: “Benarkan kalian akan berkata tentang ini dan itu? Sesungguhnya demi Allah, Akulah yang paling takut dan takwa kepada-Nya.

Akan tetap Aku berpuasa dan Aku pun berbuka, Aku sholat dan Aku pun juga tidur, dan Aku pun juga menikahi seorang wanita. Maka barangsiapa yang tidak menyukai akan sunnahKu, maka ia tidak termasuk golonganKu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Baca juga

6. Mendapat keturunan yang shaleh

firman Allah SWT yang berbunyi:

Allah telah menjadikan dari para Ibu-ibu kamu itu pasangan suami-istri dan menjadikan bagimu dari istri-istri kamu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberikannya rezki yang baik-baik. Maka mengapa mereka beriman kepaha hal bathil dan mengingkari nikmat Allah SWT?” (QS. An-Nahl: 72).

7. Menjadi kebanggan Rasul

Nikahilah perempuan yang penyayang lagi subur. Sungguh aku akan berbangga dengan sebab banyaknya jumlah kalian (Ummat Nabi Muhammad) dihadapan para Nabi nanti pada hari kiamat. (Shahih riwayat Ahmad, Ibnu Hibban dan Sa’id bin Manshur dari jalan Anas bin Malik)

8. Pahala berlipat ganda

Sahabat Abdullah bin Abbas ra. berkata:

“Kawinlah kalian, karena 1 hari bagi orang yang telah menikah masih lebih baik dari pada ibadah 1000 tahun.”

9. Mendapat perhatian dari Allah

Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya ketika seorang suami memperhatikan istrinya dan istrinya memperhatikan suaminya,” kata Nabi Saw. menjelaskan,

“maka Allah memperhatikan mereka berdua dengan perhatian penuh rahmat.” (Diriwayatkan Maisarah bin Ali dari Ar-Rafi’ dari Abu Sa’id Al-Khudzri r.a.)

Baca juga:

10. Dibukakan pintu surga

Rasulullah SAW pernah bersabda:

Apabila seorang wanita (istri) telah mendirikan sholat 5 waktu dan berpuasa di bulan Ramadhan yang mana diantaranya telah memelihara kehormatannya dan menaati suaminya. Maka telah diucapkan kepadanya: Masuklah surga engkau dari pintu mana saja yang engkau kehendaki.” (HR. Ahmad dan Thabrani)

11. Mendapat pahala jihad

Pernah datang seorang wanita dihadapan Rasulullah SAW dan ia berkata:

Wahai Rasulullah, saya mewakili kaum wanita (beristri) untuk menghadap tuan dengan tujuan untuk menanyakan sesuatu hal.

Jika berperang itu merupakan kewajiban bagi seorang laki-laki, dan jika mereka terluka, maka mereka tetap hidup di sisi Allah SWT, mereka akan mendapatkan pahala besar jika mereka terbunuh, dan mereka tetap hidup di sisi Allah SWT. Lagi diberikan kecukupan rejeki atas buah-buahan surga.

Dan kami kaum wanita (istri) selalu melakukan kewajiban terkadap mereka (suami) yaitu dengan melayani mereka dan membantu segala keperluan mereka. Apakah kami berhak mendapatkan pahala layaknya orang yang sedang berperang di jaaln Allah?.”

Dan Rasulullah SAW pun menjawab:

Sampaikanlah kepada wanita-wanita yang kamu jumpai bahwa taat kepada suami dengan rasa penuh kesadaran, maka pahala yang engkau dapat seimbang dengan pahala perang membela agama Allah SWT. Tetapi sedikit sekali diantara kalian yang menjalaninya.”

Baca juga:

12. Mendapat ampunan

Rasulullah SAW, bahwasanya Beliau pernah bersabda:

Sungguh-sungguh meminta ampun bagi seorang istri yang berbakti kepada suaminya yaitu malaikat di langit, burung di udara, ikan-ikat di lautan selama ia masih dalam kerelaan suaminya.

Dan barangsiapa seorang istri yang tidak berbakti kepada suaminya, maka ia akan dilaknat oleh Allah SWT, malaikat dan sema manusia.”

13. Jauh dari siksa kubur

Saat itu Rasulullah SAW pernah berkata kepada Siti Fatimah:

“ Wahai Fatimah, apabila seorang wanita (istri) meminyakan rambut suaminya, mencukup kimisnya, dan memotongkan kukunya, maka Allah SWT akan memberikannya minum berupa air surga yang sangat segar dan Allah SWT pun meringankan sakaratul mautrnya dan dilapangkan jalan kuburnya yang mana telah disiapkan sebagaimana taman surga yang begitu indah baginya.”

, , , , ,




Post Date: Saturday 28th, July 2018 / 06:20 Oleh :
Kategori : Pernikahan
Yuk Join & Subs Channel Saya Islam

Dedy Corbuzier Mualaf, Sebenarnya Dimana Kedudukan Syahadat dalam Islam? #SharingBareng