15 Penyebab Perceraian dalam Islam dan Cara Mengatasi

√ Islamic Base Pass quality & checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Setiap orang yang menikah selalu mendapatkan doa dari orang tua, dari keluarga, dan dari semua orang yang turut berbahagia dengan harapan akan mendapatkan kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawadah, dan warahmah. Begitu pula harapan yang tersimpan dalam hati kedua mempelai, tentunya berharap akan memiliki hubungan yang langgeng dan penuh kebahagiaan serta mampu menjadi seseorang yang terbaik untuk satu sama lain di dunia dan di akherat.

Namun dalam perjalanannya dimana kehidupan pernikahan memang sebuah jalan kehidupan baru yang di dalamnya ada berbagai ujian serta tantangan hasil dari ujian tersebut adalah cermin dari kekuatan cinta mereka, jika berakhir dengan kebahagiaan dan perasaan yang lebih dalam satu sama lain tandanya mereka memiliki kekuatan cinta yang kuat karena berdasar pada Allah. cara menyikapi cinta dalam islam berpengaruh dalam hal ini.

Dan juga sebaliknya, jika dari ujian tersebut berakhir dengan menjauhkan dan mengurangi rasa cinta satu sama lain hingga terjadi perceraian, tentu hal tersebut menjadi bukti lemahnya cinta hingga tak memiliki pilihan lain untuk bersatu. Dalam kesempatan kali ini penulis akan menguraikan mengenai penyebab perceraian dalam islam yang harus diwaspadai dan sebagai wawasan bagi semua orang agar tehindar dari perbuatan yang dibenci oleh Allah ini. yuk simak dan perhatikan hingga selesai.

1. Tidak Ada Sikap Lemah Lembut Satu Sama Lain

Penyebab perceraian dalam islam ialah minimnya sikap lemah lembut satu sama lain baik dalam ucapan maupun perbuatan. Dalam sebuah kitab shahihnya no 2594 dari Aisyah Rasulullah bersabda “Sungguh, segala sesuatu yang dihiasi dengan kelembutan akan nampak indah”. Dari hadist tersebut jelas bahwa Rasulullah menganjurkan untuk bersikap lemah lembut terhadap hal apapun terlebih di dalam keluarga.

Suami istri yang tidak bersikap dan berkata lemah lembut satu sama lain akan mudah menurunkan perasaan cinta dan mudah menimbulkan rasa sakit hati hingga pertengkaran sehingga jika iman lemah akan mudah sekali timbul perceraian. Cara untuk mengatasinya tentu dengan melakukan sunah Rasulullah yaitu berbuatu baik dan bersikap lembut pada pasangan sehingga selalu merasa diperlakukan dengan baik dan perasaan cinta tumbuh semakin dalam. cara Rasulullah memuliakan istri wajib dipahami dan diteladani.

2. Tidak Adil

Penyebab kedua yakni adanya ketidak adilan yang dibuat salah satu pihak, misalnya ialah seorang suami yang sibuk hingga memiliki waktu yang kurang dengan keluarga dan lebih mementingkan bertemu dengan orang luar. Atau seorang suami yang senantiasa membantu kebutuhan orang lain tetapi menelantarkan istri dan keluarga. penyebab talak dalam islam adalah hal yang berhubungan erat dengan perceraian.

Dan berlaku adil lah, sesungguhnya Allah menyukai orang orang yang berlaku adil”. (Al Hujarat : 9).Memang suami memiliki hak atas hartanya tetapi seorang istri juga memiliki hak untuk diberi nafkah lahir dan batin yang sudah dijanjika di hadapan agama ketika mengucap janji pernikahan. Atasi dengan cara lebih terbuka mengenai keuangan rumah tangga dan bersikap adil.

3. Rasa Setia yang Minim

Yang paling baik dantara kalian adalah yang paling baik kepada istri nya”. (HR Turmudzi). Setia yang minim terjadi karena lemahnya iman sehingga mudah melihat kepada orang lain yang menurutnya lebih baik dan meremehkan pasangannya hingga timbul percerian, atasi dengan sikap saling percaya dan membuktikan kesetiaan dengan hanya melihat pada haknya yakni pada pasangannya semata. ciri wanita setia menurut islam wajib dipahami untuk diambil teladan darinya.

4. Memperpanjang Pertengkaran

Orang yang paling dibenci Allah adalah orang yang menaruh dendam kesumat (bertengkar)”. (HR Muslim). Adalah penyebab perceraian dalam islam yang biasa terjadi pada pasangan yang tingkat kematangannya kurang, dalam hal ini keduanya wajib terus belajar untuk menjadi orang yang dewasa sehingga tercapai kehidupan rumah tangga yang damai dan saling mengerti satu sama lain. jangan sampai bahaya dendam dalam islam terjadi pada kehidupan rumah tangga.

5. Kurangnya Rasa Saling Memaafkan

Dan jika kamu memaafkan mereka dan tidak memerahi serta mengampuni mereka maka sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penyayang”. (QS At Taghabun : 14). Jelas dari hadist tersebut bahwa pasangan yang tidak saling memaffkan menjadi penyebab perceraian dalam islam karena selalu memandang buruk pada pasangannya. Atasi dengan cara menyadari bahwa setiap orang pasti pernah berbuat salah dan tak ada salahnya memaafkan sebab diri sendiri pun belum tentu lebih baik.

6. Tidak Mengoreksi Diri

Setiap pasangan wajib memperhatikan sikapnya apakah sudah baik pada pasangannya, apakah sudah menyenangkan hati pasangan, juga apakah benar benar tidak melakukan sesuatu yang menyakiti? “Koreksilah diri kalian sebelum kalian dihisab dan berhiaslah (dengan amal shalih)” (HR Tirmidzi). Hal ini penting sebab menjadi bahan untuk memperbaiki diir dan meningkatkan kasih sayang. Untuk mengatasinya wajib senantiasa instropeksi tentang semua sikap atau tutur ata yang disampaikan pada pasangan dan selalu berusaha memberikan yang terbaik sesuai kemampuan sehingga terjalin rumah tangga yang damai dan jauh dari perceraian.

7. Tidak Mampu Menahan Amarah

Penyebab perceraian dalam islam ini berhubungan dengan emosi, yakni sikap ketika pasangan melakukan sesuatu yang tidak disukai atau tidak sesuai yang diinginkan. “Jika kalian marah dalam keadaan berdiri maka duduklah karena dengan melakukan itu marahnya akan hilang. Dan jika belum hilang maka hendaknya dia mengambil posisi tidur”. (HR Ahmad).

Tidak mampu menahan amarah akan membuat mudahnya pertengkaran sehingga mudah pula timbul perceraian karena kerukunan yang semakin menurun. Cara mengatasinya ialah satu sama lain wajib saling mengingatkan untuk menahan emosi dan saling meningkatan rasa sabar serta saling mengingatkan dalam kebaikan.

8. Memasang Wajah yang Tidak Enak Dilihat

Wanita terbaik yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelesihi sesuai pada diri dan hartanya. Serta melayani suami sebaik mungkin dan menjauhkan suami dari benci”. (HR Ahmad). Kesibukan atau hal yang melelahkan di luar rumah kadang membuat wajah menjadi lelah dan pasangan di rumah yang terkena imbasnya.

Hal ini menjadi penyebab perceraian sebab pasangan yang seharusnya mendapat kasih sayang justru mendapat sikap dan raut wajah yang tidak menyenangkan sehingga menimbulkan rasa malas untuk mendekat dan timbul kerenggangan. Jalan untuk mengatasi ialah dengan tetap tersenyum dalam keadaan apapun pada pasangan atau bercerita ketika menghadapi masalah yang sulit dipecahkan.

9. Menomorduakan Kepentingan Keluarga

Tidak ada hak yang lebih wajib untuk ditunaikan seorang wanita setelah hak Allah daripada hak suami”. (Majmu ‘Al Fatawa). Dalam hal ini contohnya ialah seorang wanita yang memang membantu perekonomian kelauarga hingga sibuk bekerja dan terkadang memiliki waktu yang singkat untuk orang orang di rumah atau untuk keluarganya.

Kadang hal demikian dipermasalahkan walaupun niatnya baik yaitu untuk kesejahteraan, atasi dengan mengatur prioritas dan waktu sebaik mungkin, waktunya di rumah harus benar benar digunakan untuk berkasih sayang dengan keluarga.

10. Tidak Menjaga Penampilan

Banyak pasangan yang terlihat menawan ketika di luar rumah seperti di acara kondangan dan sejenisnya tetapi memakai pakaian dan wajah seadanya ketika di rumah sehingga tidak menark bagi suami atau istrinya. Hal tersebut dapat menjadi penyebab perceraian dalam islam. “Sebaik baik istri kalian adalah yang pandai menjaga diri lagi pandai membangkitkan syahwat suaminya”. (HR Ad Dailami). Cara mengatasinya tentu dengan cara tetap terlihat semenarik mungkin ketika berada di rumah dengan pasangan sebab hal itu akan membuat pasangan bahagia dan merasa menjadi prioritas, sehingga semakin timbul rasa cinta yang dalam dan jauh dari perceraian.

11. Tidak Terbuka

Tidak terbuka artinya ialah tidak jujur kepada pasangan, hal ini embuat pasangan menjadi mudah berprasangka buruk atau salah paham sehingga mudah timbul pertengkaran dan perceraian. Atasi dengan cara terbuka satu sama lain dan selalu meluangkan waktu untuk berkeluh kesah sehingga selalu dekat dan tidak timbul prasangka.

12. Tidak Menjaga Aib Satu Sama Lain

Suami istri harus menutupi keburukan pasangannya, jika mengumbar keburukan pasangan di hadapan orang lain tentu menyakiti hati pasangan dan timbullah pertengkaran dan perceraian. Cegah dengan cara saling menyimpan aib satu sama lain sehingga timbul perasaan saling menjaga.

13. Kesibukan dan Prasangka Buruk

Ialah penyebab perceraian karena kurangnya komunika sehingga salah satu merasa kurang diperhatikan dan mencari kaish sayang di luar, atasi dengan cara mengatur waktu sebaik mungkin agar bisa bersama dengan pasangan dan memiliki kesempatan dalam hal kebersamaan.

14. Perbedaan Keyakinan

“Janganlah kamu menikahkan orang orang musyrik dengan wanita wanita mu sebelum mereka beriman”. (Al Baqarah : 221). Kadang ditemui pasangan beda agama yang menikah padahal hal tersebut tidak diperbolehkan, di perjalanan rumah tangga menjadi sering bertengkar karena tidak memahami satu sama lain. atasi dengan cara meniatkan menikah karena Allah dan dengan orang yang seiman, jika sudah telanjur maka memang jalan terbaik adalah berpisah karena memang dalam islam pernikahan beda keyakinan tidak mendpaat ridhoNya.

15. Tidak Memiliki Keturunan

“Dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah utuk kamu yaitu anak”. (Al Baqarah : 187). Penyebab perceraian dalam islam kadang juga karena belum mendapat rezeki dari Allah untuk memiliki keturunan sehingga menyalahkan salah satu pihak yang umumnya ditujukan pada wanita padahal keturunan adalah hak mutlak Allah. Atasi dengan cara meningkatkan rasa iman dan memperbanyak doa serta percaya bahwa Allah selalu memberi garis hidup dan takdir yang terbaik.

Demikian artikel kali ini, semoga dapat diambil pelajaran dan bermanfaat untuk menjadikan kita semua orang yang lebih dewasa dalam cinta sehingga memiliki hubungan yang langgeng dengan kelaurga. Terima kasih sudah membaca. Salam hangat dari penulis.

fbWhatsappTwitterLinkedIn