Selingkuh Menurut Islam

√ Islamic Base Pass quality & checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Adanya pernikahan tentu diharapkan oleh semua orang mencapai keharmonisan dan kebahagiaan dalam rumah tangganya. Rumah tangga yang harmonis tentu akan menghasilkan keluarga yang sakinah mawaddah dan rahmah. Adanya pertengkaran dan perbedaan pendapat di rumah tangga adalah wajar, namun jika terjadi terus menerus tentu bukanlah rumah tangga yang sehat.

Pembangunan Rumah Tangga Menurut Islam adalah bagian dari usaha atau proses menjalankan  Tujuan Penciptaan Manusia Proses Penciptaan Manusia , Hakikat Penciptaan Manusia Konsep Manusia dalam Islam, dan Hakikat Manusia Menurut Islam yang telah Allah tetapkan. Untuk itu harapannya dapat mencapai Keluarga Sakinah Dalam Islam dan Keluarga Harmonis Menurut Islam. Hal ini dikarenakan Keluarga Sakinah, Mawaddah, Warahmah  adalah impian setiap pasangan keluarga.

Salah satu sebab pernikahan dapat hancur dan bercerai berai adalah adanya perselingkuhan dan Konflik dalam Keluarga . Perselingkuhan bisa terjadi karena berbagai sebab misalnya karena sering bergaul berduaan, bergaul tanpa batas-bata sesuai agama, karena godaan orang lain, atau lemahnya iman dalam diri seseorang. Untuk itu, dalam artikel ini akan diulas sekilas mengenai selingkuh menurut islam. Tentu Perselingkuhan dalam Islam  adalah hal yang dibenci dan berdosa.

Perselingkuhan

Perselingkuhan bisa berarti juga sebuah pengkhianatan. Pengkhianatan dapat diartikan sebagai bentuk pelanggaran terhadap komitmen dan juga prinsip-prinsip dalam perjanjian. Pernikahan tentunya adalah sebuah perjanjian dan juga kesepakatan yang berlaku sehidup semati antara pasangan suami istri. Untuk itu, melanggarnya tentu seperti berkhianat atau mengingkari janji secara sembunyi-sembunyi yang berakibat pada terzaliminya salah satu pihak. Berikut adalah ayat dan hadist mengenai selingkuh menurut islam :

  1. Perselingkuhan Memicu Perzinahan

“Dan janganlah kalian mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra’: 32)

Berzina adalah perbuatan yang keji dan sangat buruk. Perselingkuhan walaupun belum terjadi hingga perzinahan adalah salah satu jalan yang dapat memicu kepada hal tersebut. Tentunya hal ini menjadi haram untuk dilakukan. Perselingkuhan adalah adanya hubungan lawna jenis dengan yang bukan muhrim atau pasangan yang tidak halal, tentu saja dapat memicu perzinahan jika diteruskan atau tidak dikontrol.

Selain itu, sebagaimana juga disampaikan hadist dibawah, bahwa perilaku zina bisa berasal dari berbagai jalan. Untuk itu harus menjaga kemaluan dan pandangan. Baik laki-laki atau perempuan mereka harus dapat menahan syahwatnya dengan baik. Persleingkuhan juga bisa terjadi bagi laki-laki atau perempuan.

“Sesungguhnya Allah menetapkan bagian zina untuk setiap manusia. Dia akan mendapatkannya dan tidak bisa dihindari. Zina mata dengan melihat, zina lisan dengan ucapan, zina hati dengan membayangkan dan gejolak syahwat, sedangkan kemaluanlah yang membenarkan semua itu atau mendustakannya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

  1. Perselingkuhan Sebab Tidak Menahan Pandangan atau Kemaluan

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.’ Katakanlah kepada wanita yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya‘” (QS. An-Nur: 30-31).

Dari ayat diatas dijelaskan pula bahwa laki-laki dan perempuan dilarang untuk berselingkuh, dan harus menahan pandangan, kemaluan agar tidak terjad hal-hal yang diluar batas. Untuk itu wanita dan laki-laki harus da[at menahan diri dan godaan syetan terhadap hal tersebut.

  1. Perselingkuhan Mendapatkan Kedosaan

 “Di Hari Kiamat kelak setiap pengkhianat akan membawa bendera yang dikibarkannya tinggi-tinggi sesuai dengan pengkhianatannya. Ketahuilah, tak ada pengkhianatan yang lebih besar daripada pengkhianatan seorang penguasa terhadap rakyatnya.” (HR. Muslim).

Allah akan membalas orang yang berlaku khianat dengan balasan di neraka. Walaupun pernikahan bukanlah seperti penguasa dan rakyat sebagaimana disampaikan dalam hadist, tentunya perselingkuhan adalah pengkhianatan terhadap janji dan komitmen yang telah dibangun oleh suami dan istri. Untuk itu dosanya tentu akan memberatkan kelak di akhirat.

Sebab Selingkuh di Rumah Tangga

Sebab terjadinya perselingkuhan di rumah tangga bisa terjadi karena berbagai hal. Berikut adalah sebab-sebab perselingkuhan yang tentunya dapat merusak keutuuhan rumah tangga.

  1. Minimnya Kekuatan Iman dan islam

Minimnya kekuatan iman dan islam pada diri seseorang dapat memicu orang tersebut melakukan apapun demi hawa nafsu dan keinginannya, walaupun sudah disadari hal tersebut adalah hal yang merusak dan perilaku kezaliman. Disaat kekuatan iman dan islamnya menurun tentu perselingkuhan bisa saja terjadi dengan berbagai godaan dan bisikan setan pada manusia.

Iman dan islam adalah pondasi dasar dari hidup manusia. Tanpa adanya iman dan islam, maka akan dapat merobohkan hidup seperti rumah yang tiangnya rapuh atau roboh. Untuk itu rukun islam, rukun iman, fungsi agama islam, dan Fungsi Al-quran Bagi Umat Manusia harus senantiasa menjadi pondasi bagi seorang muslim.

  1. Kurangnya Komitmen atau Prinsip Menjalani Rumah Tangga

Kurangnya komitmen atau prinsip menjalani rumah tangga juga hal penting dalam sebuah pernikahan. Jika komitmen dalam diri seseorang kurang atau bahkan tidak ada, maka rumah tangga pun tidak akan mencapai tujuan sebagaimana keinginan sesama pasangan suami istri. Dengan minimnya komitmen maka akan terjadi perselingkuhan dari masing-masing pasangan.

  1. Ketidakharmonisan di Rumah Tangga

Ketidakharmonisan di rumah tangga bisa membuat pasangan akhirnya beralih mencari pelampiasan pada orang lain. Pelampiasan bisa berarti kebutuhan perasaan, kasih sayang, atau bahkan perselingkuhan hingga tataran perzinahan. Untuk itu, adanya konflik atau pertengakaran dalam rumah tangga akan memicu ketidakharmonisan dalam rumah tangga yang bisa berakibat pada perselingkuhan jika tidak diselesaikan dengan benar.

  1. Adanya Orang ke-3

Adanya orang ke-3 dapat membuat perselingkuhan bisa terjadi. Orang ketiga ini bisa berarti aktif menggoda atau membuat pihak suami atau istri akhirnya berselingkuh. Tentu hal ini tidak akan terjadi jika adanya keimanan yang kuat antar diri seseorang.

  1. Adanya Budaya yang Buruk di Lingkungan

Adanya budaya yang buruk di lingungan sekitar juga dapat memicu perselingkuhan. Budaya ini misalnya pandangan bahwa perselingkuhan adalah hal yang biasa saja, atau dorongan pergaulan tanpa batas, dan kedekatan yang tiada batas dalam lingkungan tersebut. Hal ini tentu akan mempengaruhi kepada kepribadian seseorang, walaupun kembali lagi yang terpenting adalah pada aspek keimanan dan ketaqwaan orang tersebut.

fbWhatsappTwitterLinkedIn