14 Alasan Bulan Ramadhan Bulan Mulia

 Sesungguhnya Allah Ta’ala mengkhususkan bulan Ramadhan di antara bulan-bulan lainnya dengan keutamaan yang agung dan keistimewaan yang banyak seperti amalan pelebur dosa di bulan ramadhan. Allah Ta’ala berfirman,

ads

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).

Karena itu, barangsiapa di antara kamu yang hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu. Dan barangsiapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain” (QS. Al-Baqarah [2]: 185).

Kenapa ramadhan istimewa? berikut 14 Alasan Bulan Ramadhan Bulan Mulia

1. Bulan Maghfirah (Pengampunan)

HR Bukhari, Muslim, tentang amalan saat puasa ramadhan Abu Daud : “Siapa saja yang berpuasa Ramadhan dengan penuh iman dan mengharapkan ridha Allah, maka akan diampuni dosa – dosanya yang telah lalu”.

2. Pahala yang berlipat ganda

Selain pengampunan dosa, Allah juga menyediakan bonus pahala berlipat – ganda bagi yang berbuat baik di bulan Ramadhan yakni keutamaan puasa ramadhan selama 30 hari. HR Bukhari Muslim : “Setiap amal anak adam dilipat – gandakan pahalanya. Tiap satu kebaikan, dilipatkan 10 kali lipat hingga 700 kali lipat.” Amalan – amalan sunnah di bulan Ramadhan, pahalanya dianggap setara dengan amalan wajib (HR Baihaqi dan Ibnu Khuzaimah)

3. Dibukanya pintu Surga dan ditutupnya pintu Neraka

HR Muslim tentang tujuan berpuasa di bulan ramadhan : “Jika datang bulan Ramadhan, terbuka pintu surga selebar – lebarnya, dan tertutup pintu neraka serapat – rapatnya, dan setan – setan terbelenggu.”

4. Puasa adalah ibadah Istimewa

Hadist Qudsi riwayat Bukhari Muslim tentang keistimewaan orang yang berpuasa di bulan ramadhan: “Setiap amalan anak Adam itu untuk dirinya, kecuali puasa. Puasa itu untuk Aku, dan Aku yang akan membalasnya, karena ia (orang yang beriman) meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku.”

5. Orang berpuasa dicintai Allah

Puasa menjadi sarana untuk mendekatkan diri pada Allah. Bila seorang hamba sudah dekat pada Allah, permintaan apa saja akan mudah dikabulkan – Nya. Hadist Qudsi riwayat Bukhari : “Kalau Aku telah mencintai seorang hamba, Aku akan menjadi pendengaran untuk telinganya, menjadi penglihatan untuk matanya, menjadi pegangan untuk tangannya, dan menjadi langkah untuk kakinya.”

6. Dikabulkannya do’a QS Al – Baqarah : 186

Dan bila hamba – hamba – Ku bertanya kepadamu tentang Aku, katakanlah bahwa Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a, apabila dia berdo’a, maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintah – Ku dan beriman kepada – Ku.” Berdoa di bulan Ramadhan memilki tempat khusus.


HR Ahmad dan Tirmidzi : “Tiga do’a yang tidak ditolak : do’a orang yang berpuasa hingga berbuka, do’a pemimpin yang adil, dan do’a orang yang teraniaya. Allah mengangkat do’a mereka ke langit. Demi kebesaran-Ku, engkau pasti akan Ku-tolong meski tidak sekarang.”

7. Mengharap turunnya Lailatul – Qadr

Pada bulan Ramadhan, Allah menurunkan malam yang sangat mulia. Begitu mulianya malam tersebut, Allah menggambarkan bahwa nilainya lebih daripada seribu bulan (Qs Al – Qadr : 3) Dikatakan mulia karena malam itulah awal Al – Quran diturunkan. Beberapa hadist shahih meriwayatkan lailatul – qadr itu ada pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.

HR Imam Ahmad : “Lailatul – qadr adalah di akhir bulan Ramadhan, tepatnya di sepuluh malam terakhir, malam ke – 21, 23, 25, 27 atau 29. Barang siapa yang mengerjakan qiyamul – lail (shalat malam) pada malam tersebut karena mengharapkan ridha – Ku, maka diampuni dosanya yang lampau dan yang akan datang.”

Mengapa di akhir Ramadhan, bukan awal Ramadhan ? Karena 20 malam sebelumnya, orang yang beriman mengasah dan mempersiapkan jiwanya sebagai persiapan untuk menyambut lailatul – qadr Al–Quran menyebutkan bahwa karakteristik lailatul – qadr adalah :

  • Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhan mereka untuk mengatur segala urusan.
  • Malam itu penuh kesejahteraan dan kedamaian sampai terbit fajar (QS Al-Qadr : 4 – 5.

8. Puasa meningkatkan kesehatan

Rasulullah menyebutkan : “Berpuasalah kamu agar menjadi sehat.” (Al-Hadist)

  • Mengistirahatkan organ-organ pencernaan
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh (berpuasa ternyata dapat meningkatkan sel darah putih dengan pesat)
  • Menghambat pertumbuhan dan perkembangan bakteri, virus dan sel – sel kanker
  • Membersihkan tubuh dari racun, kotoran dan ampas; mempercepat regenasi kulit; menciptakan keseimbangan elektrolit di dalam lambung; memperbaiki fungsi hormon dan organ reproduksi; mempercepat regenerasi sel – sel tubuh; meningkatkan fungsi fisiologis organ tubuh dan meningkatkan fungsi susunan saraf.
  • Meningkatkan kemampuan menahan diri dan mengendalikan hawa nafsu.

9. Menumbuhkan harapan dan sikap optimis

Di saat seseorang berpuasa, ada sesuatu yang sedang diharapkan. Harapan itu kian besar menjelang sore. Sehari penuh menahan lapar dan haus, lalu datang waktu berbuka, menimbulkan rasa gembira dan lega karena harapannya sudah terkabul. Alhamdulillah. Apalagi harapan untuk bertemu dengan Allah menjadikan hidup lebih bermakna. HR Bukhari “Setiap orang yang berpuasa selalu mendapat dua kegembiraan, yakni tatkala berbuka puasa dan saat bertemu dengan tuhannya.”

10. Masuk surga melalui pintu khusus

HR Bukhari : “Sesungguhnya di surga ada sebuah pintu yang disebut Rayyaan, yang akan dilewati oleh orang – orang yang berpuasa pada hari kiamat nanti; tidak dibolehkan seorang pun melewatinya selain mereka. Ketika memasuki pintu tersebut semuanya, kemudian pintu tersebut akan ditutup selama – lamanya.”

11. Minum air telaga Rasulullah SAW (al kautsar)

HR Ibnu Khuzaimah dan Baihaki : “Barang siapa di bulan Ramadhan memberi makan pada orang yang berbuka puasa, maka itu menjadi ampunan bagi dosa – dosanya, dan mendapat pahala yang sama seperti orang yang berpuasa tanpa dikurangi sedikitpun. Para sahabat berkata : Wahai Rasulullah, tidak semua kami punya makanan untuk diberikan kepada orang yang berbuka. Beliau berkata : Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi buka puasa meski sebutir kurma, seteguk air, dan setetes susu… Barang siapa yang memberi minum orang yang berpuasa, maka Allah akan memberinya minum dari telaga dimana ia tidak akan haus untuk selamanya hingga ia masuk surga.”

12. Momentum untuk berkumpul dengan keluarga

Pada tanggal 1 Syawal, umat Islam merayakan hari raya Idul Fitri, hari kemenangan setelah berperang dengan syetan dan mengendalikan hawa nafsu selama bulan Ramadhan. Momentum Idul Fitri pada hakekatnya adalah merayakan kembali kepada fitrah yang asli dan suci.

Memperbaharui tali ukhuwah dan silaturrahim antara sesama muslim dengan saling bermaafan. Menghubungkan silaturrahim sangat dianjurkan oleh Islam. HR Bukhari : “Siapa yang ingin rezekinya diperbanyak dan umurnya dipanjangkan, hendaklah ia menghubungkan tali silaturrahim.”

13. Mencerahkan dan menguatkan jiwa (qaulan – tsaqiilaa)

Pada malam – malam Ramadhan, sangat dianjurkan melakukan shalat malam dan tadarus Al-Quran. “Waktu yang paling baik untuk shalat malam sesungguhnya seperdua atau sepertiga malam terakhir” (QS Al-muzammil : 3) Demi semaraknya syiar Islam pada bulan Ramadhan, diperbolehkan melakukan tarawih pada awal malam setelah shalat isya berjamaah di masjid. Shalat malam merupakan peneguhan jiwa dan peningkatan derajat menjadi orang – orang yang mulia (QS Al-Isra : 79) Sesudah shalat malam, dianjurkan pula untuk membaca al-Quran dan memahami maknanya. Dengan demikian, seseorang akan mendapat wawasan yang luas dan mendalam karena Al-Quran adalah sumber pengetahuan dan ilham. Dengan keteguhan jiwa dan wawasan itulah Allah kemudian akan memberikan perkataan yang berat dan berbobot serta berwibawa. Ucapan – ucapan – Nya akan selalu berisi kebenaran. (QS Al-Muzammil : 4-5)

14. Momentum mensucikan harta (tazkiyatul maal)

Setiap muslim yang berpuasa Ramadhan dan mampu, diwajibkan mengeluarkan zakat fitrah sebesar 2.5 Kg per orang berupa bahan – bahan makanan pokok. Disamping untuk menolong para dhuafa (fakir miskin), zakat dapat mensucikan hartanya. Harta yang telah disucikan akan mendatangkan barakah dan menghindarkan pemiliknya dari siksa api neraka. Harta yang barakah akan membawa ketenangan jiwa, kedamaian hati dan kesejahteraan batin. Sebaliknya, harta yang tidak barakah akan mengundang kekhawatiran dan kegelisahan.


Semua kebaikan, berkah, dan anugerah ini diberikan untuk kaum muslimin dengan datangnya bulan yang penuh berkah ini. Oleh karena itu, hendaklah kaum muslimin menyambut bulan ini dengan kegembiraan dan keceriaan, memuji Allah yang telah mempertemukannya (dengan bulan Ramadhan), dan meminta pertolongan kepada-Nya untuk dapat berpuasa dan mengerjakan berbagai amal shalih di bulan Ramadhan.

Sesungguhnya Ramadhan adalah bulan yang agung dan mulia, bulan yang penuh berkah bagi umat Islam. Kami memohon kepada Allah Ta’ala untuk menganugerahkan keberkahan bulan Ramadhan kepada kami. Sampai jumpa di artikel berikutnya, terima kasih.

, , , , ,




Post Date: Saturday 06th, April 2019 / 03:32 Oleh :
Kategori : Info Islami