13 Cara Agar Anak Mengenal Islam Sejak dalam Kandungan

Pendidikan biasanya berawal saat seorang bayi dilahirkan dan berlangsung seumur hidup sebab itu terdapat keutamaan mencari ilmu. Bahkan pada sebagian orang pendidikan bisa dimulai dari sebelum bayi dilahirkan (pendidikan pralahir). Seperti yang dilakukan seorang ibu dengan memperdengarkan musik atau memperdengarkan kitab suci Al Qur’an kepada bayi dalam kandungannya.

ads

Menurut F Rene Van De Carr, M.D, anak dalam kandungan benar benar dapat belajar atau mempelajari kata kata yang diucapkan sang pendidik atau orang tuanya, tetapi tidak dengan cara seperti orang dewasa sebab itu terdapat amalan doa untuk wanita hamil dalam islam. Jika orang dewasa mempelajari sebuah kata kata maka ia dapat mengulanginya, mengenali dalam bentuk tulisan, dan memodifikasinya agar ia dapat berbicara atau menggunakan kata tersebut dalam kalimat dengan baik dan benar.

Beda halnya dengan bayi dalam kandungan yang cara belajarnya jauh lebih mendasar tidak seperti hukum mempelajari ilmu tajwid. Ketika sang Ibu mengajarkan kata kata kepada bayi dalam kandungannya, sang bayi hanya mendengarkan bunyinya sambil mengalami sensasi tertentu.

F. Rene Van de Carr, dkk (The Prenatal Enrichment Unit di Hua Chiew General Hospital di Bangkok Thailand) melakukan penelitian terhadap bayi dalam kandungan yang berhubungan dengan waktu terbaik untuk mempelajari al quran. Hasilnya menyatakan bahwa bayi dalam kandungan yang diberi stimulasi maka lebih cepat mahir dalam membaca, menirukan suara, menyebutkan kata pertama, tersenyum secara spontan, lebih tanggap terhadap musik, dan mampu mengembangkan pola sosial yang lebih baik saat bayi telah dewasa.

Dalam agama Islam sesuai dengan http://dasar hukum islam, pendidikan pralahir malah seharusnya dimulai sejak awal pembuahan. Jika menginginkan anak yang cerdas dan sholeh maka pasangan suami istri yang hendak melakukan hubungan seharusnya memanjatkan doa terlebih dahulu agar jika Allah mengaruniakan seorang anak maka setan tidak akan memberikan madharat kepadanya.

Sang Ibu, sebagai guru pertama seorang anak yang berperan mendidik anak sejak dalam kandungan. seharusnya menempuh berbagai metode pendidikan untuk anak dalam kandungannya, agar nantinya anak tersebut sehat secara fisik dan mental. Seorang ibu hamil tidak hanya memenuhi kecukupan gizinya saja,

tetapi juga dengan melakukan banyak doa, memperbanyak membaca atau memperdengarkan ayat suci Al Qur’an, mengajak dialog janin dalam kandungannya, menjaga emosi dan kejiwaan ibu, serta menjaga perilaku ibu selama mengandung. Lalu bagaimana Cara Agar Anak Mengenal Islam Sejak dalam Kandungan? Simak ulasan berikut, ya.

Beberapa hal penting yang dapat dilakukan seorang ibu untuk mendidik anak dalam kandungannya secara umum antara lain:

  • Perbanyak doa dan ibadah
  • Sering membaca atau memperdengarkan ayat suci Al Qur’an
  • Ketika ibu mulai bisa merasakan gerakan janin, beri stimulasi dengan tepukan halus atau elusan
  • Beri stimulasi dengan selalu mengajak bayi dalam kandungan berbicara.
  • Konsumsi makanan halal dan bergizi
  • Menjaga perilaku ibu yang sedang mengandung
  • Selalu menjaga emosi dan kejiwaan ibu hamil, selalu berpikir positif dan berusaha menghindari konflik dengan orang lain.

1. Membacakan Doa

Membaca doa termasuk efek positif. Karena doa orang tua adalah doa yang mustajab. Doa yang dibaca untuk memperoleh anak yang sholeh dan sholehah adalah doa Nabi Zakariya yang terdapat didalam Al Quran, “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik (shaleh). Sesungguhnya Engkaulah Maha pendengar doa”, (Qs. Al Imran : 38)

2. Membacakan Al Quran.

Biasakan ibu hamil untuk sering membaca Al Quran agar diperdengarkan anak didalam kandungannya. Hal ini merujuk pada penelitian tentang air yang dilakukan oleh Prof. Masaru Emoto, seorang profesor dari Jepang yang meneliti tentang air.

Beliau mengatakan bahwa air itu bisa “mendengar”, “membaca”, dan “mengerti”. Beliau juga menemukan bahwa reaksi kristal air akan menjadi “indah” apabila mendapat reaksi positif. Tubuh manusia mengandung 75% air, jadi bisa dibayangkan jika janin dalam kandungan ketika kita memberikan efek efek posotif seperti membaca Al Quran.

3. Mengajak Bicara

Pada minggu ke 25 janin sudah dapat mendengar dan mengenali suara orang orang terdekatnya, maka lakukanlah komunikasi islami dengan janin dan mengelus elus perut.

4. Menjaga Asupan Nutrisi Makanan

Selama bayi ada di dalam kandungan, usahakan untuk makan makanan yang bergizi dan mengandung nutrisi yang dibutuhkan bayi. Dahulukan mengkonsumsi makanan yang segar dan alami. Usahakan untuk tidak mengkonsumsi makanan makanan kaleng karena biasanya makanan kaleng mengandung bahan pengawet dan bahan bahan kimia lainnya.

5. Menjaga Perilaku

Menjaga perilaku sangat penting dan dibutuhkan ketika masa kehamilan. Karena akhlak orang tua sangat berpengaruh terhadap akhlak anak anaknya kelak, terutama ibu hamil. Mulai dari sikap, ucapan hingga perilaku. Menghindari hal hal yang kurang baik tidak hanya ditekankan dalam masa kehamilan saja,

namun juga sampai anak dewasa. Sebab orang tua memegang peranan yang penting dalam menanamkan perilaku dan adab serta akhlak yang baik kepada anak anaknya. Jika orang tua berperilaku baik maka diharapkan sang anak juga meniru serta mencontoh perilaku baik dari orang tuanya.

6. Rezeki yang halal

Agar supaya bayi menjadi generasi terabik. Menjadi kewajiban setiap orangtua, memperhatikan setiap makanan dan minuman yang akan dikonsusmsi. Tuhan berfirmanman:’’ makan dan minumlam dari apa yang kami anugerahkan kepada kalian’’.

Islam benar benar menjaga dan memperhatikan para pemeluknya agar supaya tidak sembrono di dalam mencari nafkah. Sebab, rejeki yang haram (tidak baik), akan member dampak negatif terhadap tutur, prilku, serta pertumbuhan intelektual seorang anak.

7. Mengikuti pengajian

Di dunia islam, seringkali al Qur’an dan dibacakan secara berjama’ah di dalam sebuah acara (telonan) dan tingkepan. Tidak sedikit dari para ulama’ dan ustad, ketika istrinya sedang hamil, mereka memperbanyak membaca al Qur’an, sholawat, dzikir dan kalimah kalimah toyyibah lainnya. Mereka yakin, bahwa penggaruh dan kekuatan al Qur’an itu bisa membentuk kejiwaan janin dan kelak menjadi anak yang sholih.

8. Orang tua rukun dan berkasih sayang

Dianjurkan, kedua orangtuanya senantiasa rukun, mesra, harmonis, ketika sang Ibu sedang mengandung. Jika suami istri sering gaduh (bertengkar), melakukan perbuatan maksiat, maka otak anak akan merekam setiap apa yang telah dilakukan kedua orangtuanya.

9. Menjelaskan kepada anak mengenai perbuatan baik yang dilakukan ibu

misalnya seorang ibu yang sedang berkunjung ke rumah orang tuanya, maka segera katakana ke perut Anda sambil mengetuk perut agak pelan, “Nak, kita sedang berada di rumah nenek untuk silahturahim” dan seterusnya. Atau ketika ibu sedang membaca, maka jangan lupa ajak ia berbicara dan katakan apa yang menjadi aktivitas ibu,

“Nak, ibu sedang membaca untuk menambah ilmu” dan seterusnya. Ingat, jangan lupa mengajak anak berkomunikasi ketika sedang melakukan hal hal baik. Ya, seorang ibu ketika sedang hamil hendaknya tidak melakukan hal hal buruk karena ini juga akan berpengaruh pada bayi. Kerjakan segala aktivitas kebaikan yang memiliki nilai manfaat sehingga bayi dalam kandungan pun akan merasa senang.

10. Menjelaskan soal bunyi bunyian kepada anak

misalnya terdengar suara adzan ketika datang waktu untuk menunaikan ibadah shalat, maka jangan ragu untuk mengatakan kepada bayi dalam kandungan Anda, “Nak, itu suara adzan, tanda waktu shalat tiba, ayo kita menunaikan shalat.” Dan seterusnya. Jika ada suara bunyi yang aneh seperti suara pesawat misalnya, jelaskn kepada bayi Anda dengan lebih dulu menyapa dan mengetuknya pelan pelan dari permukaan perut.

11. Mengajarkan huruf dan angka atau apa saja yang ingin diajarkan kepada anak

Ajarkan suara huruf dan angka hingga kata kata kepada anak Anda pada usia kandungan. Misalnya Anda ingin mengajarkan mengucap angka, maka ketuk lebih dulu perut Anda dan bacakan angka angka tersebut secara berulang ulang, ajak ia berkomunikasi seperti Anda sedang bicara dengan seorang anak pada umumnya.

Cara ini biasanya dilakukan oleh para orang tua dalam mendidik anaknya menjadi seorang penghafal Al Quran. Jadi tetapkan waktu waktu khusus untuk bayi Anda bersekolah. Misalnya di pagi hari jadwal belajar angka, sore jadwal belajar huruf dan malam jadwal untuk mendengarkan kalimat atau hal lain yang ingin Anda sampaikan.


12. Kondisikan lingkungan Anda ketika hamil dengan hal hal yang baik

dan hindarkan dari hal hal yang buruk, misalnya jauhkan ibu hamil dari kondisi pertengkaran rumah tangga, suara suara music keras yang menghentak hentak dan seterusnya karena itu akan memberikan pengaruh pada perkembangan bayi Anda secara mental. Bersikaplah lembut dan baik, dan secara emosional diharapkan seorang ibu hamil lebih mampu menjaga emosinya untuk kebaikan bayi yang ia kandung.

13. Perbanyak amal shaleh

Saat hamil, perbanyaklah amal kebaikan seperti sholat di awal waktu, rutin membaca Al Quran, bersedekah, dan mengerjakan amalan amalan sunnah lainnya. Cara ini adalah bentuk pendidikan agar anak juga kelak berperilaku taat dan terbiasa mengerjakan amal amal shaleh.

Semoga para orang tua sadar, bahwa mendidik anak dimulai sejak anak masih berada dalam kandungan. Mendidik anak bukan hanya kewajiban guru di sekolah, tetapi yang terpenting mendidik anak adalah tugas ibu dan ayah.

, , , , ,




Post Date: Sunday 03rd, February 2019 / 05:20 Oleh :
Kategori : Info Islami
Yuk Join & Subs Channel Saya Islam

Dedy Corbuzier Mualaf, Sebenarnya Dimana Kedudukan Syahadat dalam Islam? #SharingBareng