8 Cara Meyakinkan Orangtua Menikah Muda

√ Islamic Base Pass quality & checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Menikah menjadi hal yang wajib bagi umat muslim yang telah mampu secara jasmani, rohani, serta finansial. Namun berbeda bila menikah tersebut saat usia dini. Ada banyak sekali tips menikah dalam islam. Berikut cara yang dapat diupayakan oleh setiap calon pasangan yang hendak menikah muda agar orangtua dapat yakin:

  1. Memberanikan diri untuk mengenalkan pasangan ke Orangtua

Mengenalkan pasangan menjadi alasan yang penting agar orangtua mulai mengenalkan calon pasangan seumur hidup. Ini akan meyakinkan orangtua bahwa kedua pihak serius untuk menikah, terlebih pada usia muda.

2. Menceritakan Kegelisahan 

Zaman dewasa ini telah begitu banyak perubahan yang terjadi. Banyak sekali godaan yang bisa membuat manusia semakin mendekat pada keburukan, hingga zina. Guna mencegah hal tersebut, maka sebagai pasangan harus menceritakan keluh kesah yang terjadi kepada orangtua agar orangtua dapat memahami keadaan pasangan.

Hal ini dijelaskan pada sebuah hadits dimana Rasulullah SAW bersabda : “Ada tiga orang yang wajib bagi Allah menolongnya : orang yang berjihad di jalan Allah, budak ‘Mukatib’ yang ingin membayar pembebasannya, dan seorang yang ingin menikah untuk menjaga dirinya” (HR Tirmidzi)

3. Sikap Dewasa

Sifat bisa menjadi salah satu faktor seseorang tidak diizinkan untuk menikah oleh orangtua. Terlebih lagi dalam menikah muda tentu umur juga tergolong belia sehingga dianggap kekanak-kanakan. Menunjukkan sikap dewasa sangat diperlukan. Jangan sampai saat hendak menikah tidak dapat meyakinkan dan mencerminkan diri siap untuk menikah. Pasangan akan menjalani bagaimana kehidupan setelah pernikahan sehingga akan menjadi ilmu baru yang membuat kedua pihak semakin lebih dewasa.

4. Keuangan yang Cukup

Hal ini memiliki kaitannya dengan poin sebelumnya. Pada usia yang tergolong muda, tentu keuangan belum tentu mencukupi. Orangtua juga banyak yang meragukan keuangan sang anak yang notabene nya dahulu masih mengikuti orangtua hingga dana yang dimilikinya. Rasulullah SAW bersabda terkait ketidakbolehan seseorang untuk menyiakan tanggungannya sebagai berikut,

“Cukuplah seseorang itu berdosa bila ia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya.” (HR. Ahmad, Abu Dawud)

Buktikan orangtua bahwa keuangan setelah menikah bukan menjadi masalah. Hukum berhutang untuk biaya menikah dalam islam tidak dianjurkan, sehingga pasangan dapat mulai berpuasa.

5. Bersabar dan Konsisten

Setelah menunjukkan segala perubahan dalam diri tentu setiap orang yang hendak menikah harus bersabar. Tidak ada perizinan menikah yang akan terjadi secara langsung terlebih pada usia yang muda. Selagi meyakinkan, tetaplah seseorang tersebut konsisten dalam memperbaiki diri. Adanya kesabaran dan konsisten yang tinggi dalam memperbaiki diri, lambat laun orangtua akhirnya memahami kondisi ini bahwa calon pasangan ternyata serius.

6. Strategi dan Berikan Pengertian

Proses untuk mendapatkan izin menikah muda oleh orangtua tentu bukanlah perkara mudah. Sebagai anak yang berusaha mendapatkan izin, tentu harus memiliki strategi, jangan langsung mengutarakan ke masalah tertentu. Jelaskan maksud dan pengertian bahwa Anda ingin segera menikah secara detail pandanganmu setelah menikah agar orangtua semakin yakin atas keputusanmu.

7. Membuktikan Tindakan

Banyak sekali rintangan yang akan dihadapi selama membuktikan kesungguhan, baik kepada orangtua maupun calon mertua. Usia ideal menikah dalam Islam tidak menjadi patokan. Buktikan kemampuan softskill seperti pekerjaan rumah atau memasak, ilmu yang cukup, ilmu agama islam sehingga orangtua dan calon mertua menjadi yakin.

8. Berdoa

Setelah melakukan segalanya, segala keputusan terakhir berada di Allah SWT. Apabila memang dibukakan jalan dan jodoh, Inshaa Allah keinginan baik akan dikabulkan oleh Allah SWT.

fbWhatsappTwitterLinkedIn