5 Ciri Ciri Dakwah yang Baik dan Tujuannya dalam Islam

Perkembangan islam tidak pernah luput dari proses dakwah. Dakwah dalam sepanjang sejarah islam selalu menjadi tonggak utama dalam perjuangan menegakkan syariat dan masyarakat yang baik. Begitupun para nabi dan rasul senantiasa bermula dan berawal dari proses dakwah. Tidak ada satupun nabi dan rasul yang tidak menjadikan dakwah sebagai awal dan tonggak perjuangan islam.

ads

Di masa kini, dakwah pun menjadi proses yang tidak boleh berhenti begitu saja. Dakwah akan terus ada selagi manusia masih hidup di muka bumi dan memegang misi kehidupannya. Selagi manusia ada maka potensi berbuat kerusakan, kebatilan, dan menjauh dari kebenaran akan selalu ada. Untuk itu, dakwah menjadi proses yang tidak akan pernah berhenti.

Tujuan Dakwah dalam Agama Islam

Di dalam agama islam, dakwah memiliki tujuan-tujuan tertentu yang ingin dicapai. Tujuan ini tentu saja adalah hal-hal yag menunjang proses pembangunan masyarakat di muka bumi agar tercipta keadilan dan juga kemamuran di dalamnya.

Berikut adalah tujuan dakwah dalam islam :

  1. Memberikan Kesadaran Bagi Manusia

Dakwah islam sejatinya memiliki tujuan untuk memberikan kesadaran bagi manusia. Kesadaran yang paling utama adalah kesadaran terhadap keberadaan Allah SWT sebagai pencipta dan penguasa hidup manusia. Kesadaran ini adalah kesadaran utama yang harus ada dalam diri manusia. Untuk itu dakwah memberikan kesadaran ini secara utuh kepada manusia, agar dapat menggapai dan meraih hidayah Allah.

  1. Mengajak Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Dakwah bertujuan juga untuk melakukan amar ma’ruf nahi munkar. Amar ma’ruf nahi munkar artinya mengajak kepada kebaikan dan menjauhi kemungkaran. Sehingga, program dakwah bertujuan agar semakin banyak kebaikan yang bisa dilakukan dan mencegah kemungkaran yang ada di masyarakat semakin menyebar.

Dengan dakwah dan amar ma’ruf nahi munkar maka rukun iman, rukun islam, Iman dalam Islam, Hubungan Akhlak Dengan Iman Islam dan Ihsan, dan Hubungan Akhlak dengan Iman dapat digelorakan dengan masif dalam masyarakat.

  1. Menjadi Proses Kaderisasi Islam

Proses kaderisasi islam artinya adalah melahirkan umat muslim yang militan kepada agamanya dan juga menjadi agen perubahan di masyarakat. Proses kaderisasi islam tidak akan bisa dilakukan tanpa adanya proses dakwah. Untuk itu, proses dakwah adalah bagian dari regenerasi kepemimpinan sekaligus menjadi kelahiran ghiroh baru di tengah-tengah ummat islam.


Regenerasi atau kaderisasi kepemimpinan ini tentu saja agar dapat melahirkan manusia-manusia yang sukses di Dunia Menurut Islam, Sukses Menurut Islam, Sukses Dunia Akhirat Menurut Islam, dengan Cara Sukses Menurut Islam yang dapat memakmurkan negeri.

  1. Menegakkan Aturan Islam

Aturan islam tidak akan bisa ditegakkan tanpa adanya dakwah islam. Aturan islam hanya bisa ditegakkan jika umat islam bisa menegakkannya di muka bumi. Untuk itu kesadaran menegakkan islam hanya bisa lahir jika proses dakwah terus dilakukan.

  1. Sebagai Kekuatan dan Kesatuan Islam

Dengan adanya dakwah, islam bisa membesar semakin kuat dan bersatu. Dengan dakwah juga umat islam bisa saling bertemu dan bersilahturahmi, saling menasihati dan memberikan kesatuan dan kekuatan bagi ummat. Kesatuan dakwah ini tentu saja agar mendukung kepada pencapaian Tujuan Penciptaan Manusia, Proses Penciptaan Manusia , Hakikat Penciptaan Manusia , Konsep Manusia dalam Islam, dan Hakikat Manusia Menurut Islam sesuai dengan fungsi agama .

Karakteristik Dakwah yang Baik dalam Islam

Dakwah tentu saja bukan cara yang sembarangan dan cara yang asal-asalan. Dakwah juga bukan sekedar proses yang membutuhkan waktu singkat. Dalam berdakwah pun entu juga membutuhkan proses yang baik dan berkualitas. Berikut adalah ciri-ciri atau karakteristik dari dakwah yang baik dalam islam.

  1. Menggunakan Bahasa Kaumnya

Dakwah yang baik haruslah menggunakan bahasa kaum yang tepat atau sesuai kondisi setempat. Artinya bahasa ini bukan sekedar bahasa melainkan kebiasaan dan tradisi agar mudah untuk dapat diterima dan adaptasi tanpa harus islam merubah nilai inti dari ajarannya.

Andaikata islam di dakwahkan tidak menggunakan bahasa kaumnya, tentu saja sampai saat ini pasti islam akan sulit untuk berkembang. Karena islam tidak bisa ditangkap dan dikenal oleh orang-orang yang tidak mengenal bahasa Arab. Akan tetapi, dakwah islam lintas negara dan bangsa.

Untuk itu, dalam proses berdakwah, mengenal tradisi, budaya, dan juga bahasa kaum yang akan didakwahi adalah proses awal yang harus dilakukan.

  1. Mengikuti Perkembangan Zaman

Dakwah islam yang baik juga harus dapat mengikuti perkembangan zaman tanpa harus juga merubah nilai inti dari islam. Perkembangan zaman ini khususnya adalah perkembangan teknologi dan karakteristik masyarakat.

Kita bisa melihat hari ini bahwa proses dakwah bisa dilakukan dengan berbagai cara seperti memanfaatkan sosial media dan teknologi. Dengan memanfaatkan hal tersebut, maka perkembangan dakwah islam akan semakin massif dan cepat.

  1. Menyentuh Hati dan Jiwa

Dakwah yang baik juga harus mampu untuk menyentuh hati dan jiwa manusia. Dakwah harus dapat menggugah hati seseorang sehingga dari situlah muncul kesadaran dan dorongan untuk melaksanakan perintah Allah.

Dakwah yang tidak mampu menyentuh hati dan jiwa tidak akan bisa diterima dengan baik, dan tentunya akan kering jika hanya aspek pemikiran yang disampaikan. Aspek menyentuh hati dan jiwa ini tentu dibutuhkan oleh setiap manusia karena hal ini adalah kebutuhan mendasar dari manusia. Dengan menyentuh hati dan jiwa maka akan muncul juga kesegaran ruhani dalam diri.

  1. Memiliki Pendasaran yang Kuat

Dakwah yang baik juga harus memiliki pendasaran yang kuat. Pendasaran yang kuat ini tentu berdasarkan dalil naqli dan aqli yang valid. Tanpa pendasaran yang kuat, tentu saja akan menjadi dakwah yang kurang kuat dalam pikiran manusia. Manusia tentu membutuhkan alasan yang mampu masuk akal dan menggugah dirinya.

Tentu saja aturan islam tidak ada satupun yang tidak masuk akal bahwa semuanya dapat dipertanggungjawabkan dengan benar dan baik. Untuk itu dakwah islam harus dapat memiliki pendasaran yang kuat.

  1. Tidak Asal Klaim atau Judgement

Dakwah islam yang baik juga tidak boleh asal-asalan untuk mengklaim atau judgement pada manusia. Dakwah tidak boleh asal mengatakan seseorang kafir atau munafik atau menstatusi seseorang dengan ungkapan tertentu. Yang harus dilakukan justru haruslah menggugah dan memberikan kesadaran dengan kalimat dan kata-kata yang baik.

Semoga umat islam dapat menjalankan amanah dakwah dimanapun mereka berada. Karena dakwah bukanlah tugas para ustad atau ulama saja, melainkan seluruh umat islam dengan menyesuaikan kapasitas yang dimilikinya.

, , , , ,




Post Date: Tuesday 07th, February 2017 / 14:51 Oleh :
Kategori : Info Islami