Hal-hal Yang Diharamkan Bagi Orang Junub dan Dalilnya

Ada dua penyebab seseorang dikatakan junub yaitu keluarya air mani atau sperma dan bersetubuh. Dalam Islam, seseorang yang dalam keadaan junub diharamkan dari melakukan hal-hal tertentu sebelum ia menyucikan diri. Apa sajakah hal-hal tersebut?

  • Shalat

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقْرَبُوا الصَّلَاةَ وَأَنْتُمْ سُكَارَىٰ حَتَّىٰ تَعْلَمُوا مَا تَقُولُونَ وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِي سَبِيلٍ حَتَّىٰ تَغْتَسِلُوا….

[سورة النساء: الآية 43].

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. (Q.S. An-Nisa [4]: 43).

Hal ini juga dikuatkan oleh hadits riwayat Ibnu Umar r.a. yaitu,

إِنِّى سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « لاَ تُقْبَلُ صَلاَةٌ بِغَيْرِ طُهُورٍ وَلاَ صَدَقَةٌ مِنْ غُلُولٍ » رواه مسلم.

“Sungguh aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Tidak diterima shalat yang tanpa bersuci dan (tidak diterima) shadaqah dari korupsi.” (HR. Muslim)

Seperti yang telah kita ketahui bahwasanya sebelum melaksanakan shalat fardhu maupun sunnah wajib bersuci terlebih dahulu dengan berwudhu atau mandi wajib (bagi yang junub).

  • Berdiam Diri Atau Duduk Di Dalam Masjid

Orang yang junub tidak boleh berdiam diri atau duduk di dalam masjid, seperti menghadiri majelis, syuro dan lain sebagainya. Sebab salah satu adab masuk masjid ialah harus dalam keadaan suci. Sebagaimana yang tertuang dalam dalil di bawah ini.

Allah swt. berfirman:

وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِي سَبِيلٍ حَتَّىٰ تَغْتَسِلُوا….

[سورة النساء: الآية 43].

(jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. (Q.S. An-Nisa/4: 43).

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam pun bersabda:

” لا أجل المسجد لحائض، ولا لجنب ”

(رواه أبو داود)

 “Tidak ada masjid bagi wanita haid dan orang junub. (HR. Abu Daud). Maksudnya adalah tidak boleh berdiam diri (lama) di masjid.

  • Thawaf Atau Mengelilingi Ka’bah (Sunnah Maupun Wajib)

Salah satu keutamaan haji dan umroh ialah adanya Thawaf yaitu ibadah mengelilingi ka’bah sebanyak beberapa kali. Seperti halnya shalat, dalam melaksanakan Thawaf pun harus dalam keadaan suci. Sehingga orang yang sedang junub tidak boleh melakukannya.

Rasulullah saw. bersabda,

الطَّوَافُ بِالْبَيْتِ صَلاَةٌ إِلاَّ أَنَّ اللَّهَ أَحَلَّ لَكُمْ فِيهِ الْكَلاَمَ ، فَمَنْ يَتَكَلَّمُ فَلاَ يَتَكَلَّمُ إِلاَّ بِخَيْرٍ. رواه الحاكم.

“Thawaf di Baitullah itu seperti shalat, kecuali sungguh Allah menghalalkan bagi kalian berbicara di dalamnya (thawaf). Siapa yang berbicara, maka hanya boleh berbicara kebaikan.” (HR. Al-Hakim)

  • Menyentuh dan Membaca Al Qur’an

Dalam aturan atau adab membaca Al-Quran, kita diharuskan bersuci terlebih dahulu sebelum menyentuh atau membacanya. Sebagaimana yang diterangkan dalam hadits berikut ini.

Rasulullah saw. bersabda:

لاَ تَقْرَأِ الحَائِضُ وَلاَ الجُنُبُ شَيْئًا مِنَ القُرْآنِ

(رواه الترمذي)

“Wanita haid, dan junub tidak boleh membaca sedikitpun dari Al-Qur’an.” (HR. At-Tirmidzi)

Bagi yang berjunub wajib hukumnya mengetahui cara mandi wajib menurut Islam yang baik dan benar. Sehingga bisa kembali suci dan menjalankan ibadah sebagaimana mestinya.

Itulah beberapa hal yang diharamkan bagi orang junub. Semoga ulasan ini bermanfaat dan memberikan pengetahuan bagi kita semua untuk lebih istiqomah dalam Islam. Aamiin.