10 Keutamaan dan Hikmah Qurban Idul Adha

Hikmah qurban Idul Adha sangatlah mendalam dengan makna yang terkandung dibaliknya bagi kehidupan para umat muslim. Karena di dalamnya terdapat kisah yang begitu berarti dan patut kita jadikan sebagai pelajaran yang amat berharga untuk menjalani kehidupan di masa yang akan datang.

ads

Binatang qurban adalah binatang yang kita sembelih pada hari raya Idul Adha dan tiga hari sesudahnya. Nah, dalam berqurban ada pilihan hewan yang mungkin bisa anda sesuaikan dengan jumlah anggota yang berniat dan akan melaksanakan qurban bisa masing-masing ataupun beramai-ramai. Satu kambing untuk satu orang, sedangkan untuk unta, kerbau atau sapi bisa untuk tujuh orang.

Baca juga:

Hikmah Berqurban Pada Hari Idul Adha

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah di rezkikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu  ialah Tuhan yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya, dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).” (QS.Al-Hajj : 34)

1. Berqurban Merupakan Momen Yang Dapat Digunakan Untuk Mengenang Betapa Cintanya Allah Kepada Nabi Ibrahim 

Poin pertama ini bisa kita pelajari, pahami, dan amalkan karena sudah dijelaskan di Al-Qur’an tepatnya pada surat As-Saffat ayat 102 sampai ayat 107. Berikut ini penjelannya :

“Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah pendapatmu!” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.” (QS.As-Saffat : 102)

“Maka ketika keduanya telah berserah diri dan dia (Ibrahim) membaringkan anaknya atas pelipisnya, (untuk melaksanakan perintah Allah).” (QS.As-Saffat : 103)

“Lalu Kami panggil dia, “Wahai Ibrahim!” (QS.As-Saffat : 104)

“Sungguh engkau telah membenarkan mimpi itu. Sungguh demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS.As-Saffat : 105)

“Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.” (QS.As-Saffat : 106)

“Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (QS.As-Saffat : 107)


2. Melaksanakan Qurban Bisa Dikatakan Sebagai Syiar Terhadap Islam

Poin kedua yakni dengan niat karena Allah untuk melaksanakan qurban karena memang sudah mampu untuk menjalankannya, maka perbuatan tersebut merupakan salah satu syiar. Hal tersebut sudah dijelaskan secara rinci di Al-Qur’an surat Al-Hajj ayat 36. Penjelasannya sebagai berikut :

“Dan unta-unta itu Kami jadikan untukmu bagian dari syi’ar agama Allah, kamu banyak memperoleh kebaikan padanya. Maka sebutlah nama Allah (ketika kamu akan menyembelihnya) dalam keadaan berdiri (dan kaki-kaki telah terikat). Kemudian apabila telah rebah (mati), maka makanlah sebagiannya dan berilah makan orang merasa cukup dengan apa yang ada padanya (tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah kami tundukkan (unta-unta itu) untukmu, agar kamu bersyukur.” (QS. Al-Hajj : 36)

3. Berqurban Merupakan Bukti Nyata Bahwa Kita Adalah Hamba Allah Yang Bertakwa

Poin ketiga ini menunjukkan bahwa kita sebagai umat muslim yang bertakwa kepada Allah dan wajib menjalankan perintah-Nya jika memang sudah mempunyai rezki yang berkecukupan dan tentunya sudah mampu serta memenuhi kriteria sesuai syariat islam. Hal ini sudah dijelaskan di Al-Qur’an surat Al-Hajj ayat 37. Penjelasannya sebagai berikut :

“Daging (hewan qurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu. Demikianlah Dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS.Al-Hajj : 37)

4. Berkurban Merupakan Ibadah Yang Bisa Dikatakan Paling Utama

Poin keempat ini mengingatkan kepada kita dan tentunya bisa dijadikan cambuk bagi umat muslim yang mungkin sudah mempunyai rezki berkecukupan dan dianggap mampu, namun masih belum melaksanakan kewajibannya untuk menyembelih qurban. Hal ini sudah dijelaskan di Al-Qur’an surat Al-Kautsar ayat 2. Penjelasannya sebagai berikut :

“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.” (QS.Al-Kautsar[108] : 2)

Ibadah yang bisa dikatakan paling utama yang berhubungan dengan fisik dan tubuh adalah shalat. Sedangkan ibadah yang bisa dikatakan paling utama yang berhubungan dengan harta yang kita mililiki adalah qurban. Maka lakukanlah kedua ibadah tersebut secara seimbang.

Baca juga :

5. Berqurban Merupakan Salah Satu Ciri Keislaman Seorang Muslim

Hikmah qurban Idul Adha juga bisa dikatakan sebagai penanda bahwa kita seorang muslim yang taat. Bagi kita yang hidup berkecukupan dan sudah ada pada zona kriteria mampu, maka diwajibkan untuk mereka melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim. Segeralah melaksanakan qurban dengan menyembelih hewan qurban. Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat Ied kami.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

6. Berqurban Sama Artinya Kita Membahagiakan Mereka Kaum Duafa

Agama islam sudah mengajarkan bahwa berbagi kepada sesama khususnya untuk mereka para kaum duafa, maka ketika kita melaksanakannya Allah telah menjanjikan untuk melipatgandakan rezeki kita dan mendapatkan pahala yang tak terhitung jumlahnya. Diriwayatkan oleh HR. Muslim :

“Hari Raya Qurban adalah hari untuk makan, minum dan dzikir kepada Allah.” (HR. Muslim)

7. Banyak Kebaikan Yang Kita Peroleh Dari Setiap Bulu Hewan Qurban

Poin ketujuh ini diriwayatkan oleh HR. Ahmad dan Ibn Majah, penjelasannya bisa kita simak bersama-sama sebagai berikut :

Dari Zaid ibn Arqam, ia berkata atau mereka berkata: “Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?” Rasulullah menjawab:  Mereka menjawab:  Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” (HR. Ahmad dan ibn Majah)

Nah, dengan riwayat yang sudah dijelaskan tersebut begitu banyak feedback yang diberikan Allah kepada hambanya yang sudah mampu dan kemudian mau melaksanakan perintah-Nya yakni berqurban.

8. Berqurban Merupakan Perbuatan Yang Sangat Disukai Oleh Allah

Mengapa Allah sangat menyukai hambanya yang sudah mampu dan mau melaksanakan ibadah qurban? Dengan berqurban kita akan menjadi hamba Allah yang tentunya semakin dekat kepada-Nya. Dari riwayat HR. Ibn Majah dan Tirmidzi, penjelasannya sebagai berikut :

Dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya qurban yang lebih disukai Allah melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan qurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu- bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah –sebagai qurban– di manapun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya.” (HR. Ibn Majah dan Tirmidzi)

Hewan qurban yang telah kita sembelih, nantinya akan menjadi kendaraan yang membantu kita di akhirat kelak.

9. Berqurban Akan Membuat Kita Menjadi Semakin Dekat  Dan Senantiasa Bersyukur Kepada-Nya

Poin ini juga memberikan pelajaran yang berharga kepada kita semua. Kita diciptakan di dunia ini hanya untuk hidup sementara saja dan untuk beribadah kepada-Nya. Maka perbanyaklah ibadah semasa hidup kita. Di dalam Al-Quran surat Al-An’am ayat 162 dan ayat 163 dijelaskan sebagai berikut :

“Katakanlah (Muhammad), “Sesugguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku, hanyalah untuk Allah, Tuhan Seluruh Alam.” (QS. Al-An’Am : 162)

“Tidak ada sekutu bagi-Nya, dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri (muslim).” (QS. Al-An’Am : 163)

baca juga:

10. Berqurban Akan Membuat Kita Senantiasa Bersyukur Kepada-Nya

Dengan melaksanakan qurban kita akan menjadi hamba yang senantiasa bersyukur atas nikmat dan rezeki yang telah diberikan kepada kita oleh Allah. Hal ini juga dijelaskan di Al-Qur’an pada beberapa surat, penjelasannya sebagai berikut :

“Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.” (QS. Al-Baqarah : 152)

“Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik yang Kami berikan kepada kamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.” (QS.Al-Baqarah : 172)

“Dan Muhammad hanyalah seorang Rasul, sebelumnya telah berlalu beberapa Rasul. Aapakah jika dia wafat atau dibunuh, kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barang siapa berbalik ke belakang, maka ia tidak akan merugikan Allah sedikit pun. Allah akan memberi balasan kepada orang yang bersyukur.” (QS. AL-Imran : 144)

Nah, beberapa kutipan surat di atas sudah menunjukkan bahwa rasa syukur sangat dianjurkan agar kita bisa lebih dekat kepada-Nya.

Baca juga :

Dapat diambil kesimpulan bahwa hikmah qurban Idul Adha yang sudah saya jelaskan di atas bisa anda jadikan sebagai pembelajaran dan pengetahuan betapa banyak kebaikan yang dijanjikan Allah kepada hamba-Nya. Samapi disini artikel kali ini yang membahas mengenai hikmah qurban Idul Adha. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

, , , ,




Post Date: Monday 10th, July 2017 / 09:04 Oleh :
Kategori : Info Islami