Kedudukan Belajar Dalam Islam Beserta Dalilnya

Belajar atau menuntut ilmu merupakan sebuah aktivitas yang biasa dijalani oleh manusia. Sebab ilmu pengetahuan merupakam sesuatu yang akan diperoleh tidak lain dari proses yang namanya belajar. Belajar sendiri meeupakan aktivitas yang amat penting karenan menjadi dasar bagi seseorang yang tidak tahu kemudian menjadi tahu. Apalagi saat ini, kedudukan ilmu pengetahuan menurut islam yang dianggap amat penting sebagai bekalnseseorang dalam menjalani kehidupannya di masa depan.

Islam sendiri menjadikan ilmu pengetahuan atau belajar sebagai sebuah kegiatan yang wajib dilakukan sebagaimana ayat al-quran tentang melakukam perjalanan . Sebab, baik belajar mengenai iu agama ataupun ilmu pengetahuan lain akam bisa membantu seseorang mudah dalam menentukan jalan hidup dan mendapatkan apa yang diinginkannya seperti manfaat ilmu dalam pandangan islam . Sebagaimana dalam Hadist berikut ini :

مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ, وَمَنْ أَرَادَ الأَخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ, وَمَنْ  أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ

Barang siapa menginginkan soal-soal yang berhubungan dengan dunia, wajiblah ia memiliki ilmunya ; dan barang siapa yang ingin (selamat dan berbahagia) di akhirat, wajiblah ia mengetahui ilmunya pula; dan barangsiapa yang menginginkan kedua-duanya, wajiblah ia memiliki ilmu kedua-duanya pula”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Pentingnya belajar dan menuntut ilmu sudah sangat jelas diterangkan diberbagai dalil menuntut ilmu baik ayat suci Al Quran maupun hadist Nabi SAW.  Tentunya hal ini membuat kedudukan belajar dalam islam amat lah penting. Sebab, Nabi Muhammad SAW juga menganjurkan kepada umatnya untuk terus belajar terutama mengenai ilmu agama atau ilmu tauhid  islam yang nantinya akan mengantarkan kita kepada kebaikan. Untuk mengkaji mengenai esenai belajar dalam islam berikut 6 Kedudukan Belajar Dalam Islam beserta dalinya.

1. Tempat yang Terhormat

ALLAH SWT  sendiri telah berfirman dalam Al-Quran surat Al Mujadalah sebagai berikut

يَرْفَعِ اللهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرُُ

Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (Q.s. al-Mujadalah : 11).

Ayat tersebut menjelaskan bahwa ALLAH SWT ridho dan senang dengan mereka yang berjihad dalam belajat menuntut ilmu sehingga ALLAH SWT akan mengangkat derajatnya. sehingga sudah jelaslah bahwa seorang muslim yang ikhlas dalam menuntut ilmu akan mendapatkan manfaat dan keutamaan yang besar. ia akan senantiasa hidup dengan cara cara yang islami dan sesuai dengan syariat Nabi Muhammad SAW.

Ayat tersebut juga menjelaskan bahwa pengetahuan atau ilmu pengetahuan memiliki kedudukan yang terhormat dalam islam. Tentu saja ilmu pengetahuan tidak lah didapatkan tanpa melalui proses. Tentunya ilmu pengatahuan diperoleh melalu proses belajar. Semakin anda belajar maka ilmu pengetahuan yang anda miliki juga akan semakin bertambah.

2. Tak Kenal Batas

اطْلُبُوْا الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ إِلَى اللَّحْد

Carilah ilmu sejak bayi hingga ke liang kubur.”

Sebagaimana sebuah pepatah yang menyakatkan “Carilah Ilmu sampai kenegri China” . Esensinya sama dengan hadist yang tertulis diata, bahwa belajar atau menuntut ilmu adalah sesuatu yang dapat dilakukan sepanjang waktu. Tanpa mengenal batasan usia, jenis kelamin, status dan yang lainnya. Hal ini tentu semakin menjadikan belajar memiliki kedudukam yang penting dalam islam.

3. Hidayah dan Ilmu adalah Buah Dari Belajar

Belajar merupakam sebuah prosea yang bisa memberikan nilai positif. Faktanya banyak dari mereka yang kemudian berubah baik dari penampilan atau hal yang berkaitan dengan ibadahnya setelah mempelajari ilmu agama dengan seksama. Semakin anda belajar maka semakin anda akan ingin tahu dan ingin tahu lagi. Tidak jarang pula mereka yang melalui proses belajar kemudoan memperoleh hidaya sehingga dapat menjalano hidupnya dengan baik dan sesuai syariat islam.

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

Barangsiapa yang dikehendaki oleh Allah kebaikan, niscana akan difahamkan tentang urusan agamanya.”

Sebagaimana yang telah dijanjikan, bahwa mereka yang disentuh hatinya langsung melalui hidaya Allah pasti akan di tambahkan ilmu agamanya. Dengan demikian maka ditambahkan lagi nilai kebaikannya. Tentunya hal ini hanya akan diberikan kepada mereka orang-orang yang beruntung. Serta orang-orang yang haus akan ilmu dan terus belajar mengenai ilmi agama dan ilmu pengetahuan lainnya.

4. Menjemput Hidayah

Kedudukan belajar dalam islam juga bisa bermakna sebagai upaya untuk menjemput hidayah. Sebab ketika hati digerakkan untuk memperdalam ilmu agama melalui belajar maka Allah SWT telah menjanjikan hal berikut yang tertuamg kelas dalam Hadist :

Barangsiapa menempuh suatu jalan dalam rangka mencari ilmu maka Allah akan tunjukkan baginya salah satu jalan dari jalan-jalan menuju ke surga. Sesungguhnya malaikat meletakan syap-sayap mereka sebagai bentuk keridhaan terhadap penuntut ilmu.Sesungguhnya semua yang ada di langit dan di bumi meminta ampun untuk seorang yang berilmu sampai ikan yang ada di air. Sesungguhnya keutamaan orang yang berilmu dibandingkan dengan ahli ibadah sebagaimana keutamaan bulan purnama terhadap semua bintang. Dan sesungguhnya para ulama’ adalah pewaris para Nabi, dan sesungguhnya mereka tidaklah mewariskan dinar maupun dirham, akan tetapi mewariskan ilmu. Barangsiapa yang mengambil bagian ilmu maka sungguh dia telah mengambil bagian yang berharga.”

5. Landasan Taqwa

Dalam islam, belajar terutama mengenai ilmu agama merupakan sebuah jalan untuk bisa menjadi pribadi dan menjalani kehidupan dengan lebih baik. Sebab ilmu yang bermanfaat merupakan pahala yang nilainya tidak kan terputus meskipun manusianya telah meninggal. Tentunya dengan semangat ini, dapat ikut meningkatkan ketaqwaan seseorang. Sebagaimana ditegaskan dalam hadist berikut ini :

Apabila manusia telah meninggal dunia maka terputuslah semua amalannya kecuali tiga amalan : shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang mendoakan dia.” [HR. Muslim]

6. Esensi dari Turunnya Firman Allah SWT

Kedudukan belajar dalam islam amatlah penting, sebab menuntut ilmunatau belajat merupakan kewajiban bagi seluruh umat muslim baik musliminataupun muslimat sebagaimana hukum wanita menuntut ilmu dalam islam . Sebagaimana dalam jadist berikut ini :

مٍطَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Menuntut ilmu itu diwajibkan bagi setiap orang Islam” (Riwayat Ibnu Majah, Al-Baihaqi, Ibnu Abdil Barr, dan Ibnu Adi, dari Anas bin Malik).

Selain itu, kewajiban menuntut ilmu atau belajar ini merupakan esensi dari turunya surah pertama dalam Al-Quran.  Allah Ta’ala berfirman,

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ ﴿١﴾ خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ﴿٢﴾ اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ ﴿٣﴾ الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ ﴿٤﴾عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ ﴿٥

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al ‘Alaq: 1-5).

Dalam FirmanNya kita diperintahkan untuk membaca dalam keutamaan ilmu dalam islam . Tentunya hal ini menegaskan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala memperkenalkan diri kepada hamba-hamba-Nya dengan mengajarkan hikmah-Nya kepada mereka yang mencakup tulisan, ucapan dan arti. Jadi ilmu adalah salah satu dalil yang menunjukkan tentang Allah Subhanahu wa Ta’ala, bahkan merupakan dalil yang paling agung dan paling jelas. Dan cukuplah ini sebagai bukti keutamaan dan kemuliaan ilmu.

6 Kedudukan Belajar Dalam Islam beserta dalinya. Tentu akan semakin memberi semangat baginanda untuk lebih semangat dalam belajar dan menuntuk ilmu yang bermanfaat. Sebagai upaya untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.