Kesempatan bagi Sang Pendosa

√ Islamic Base Pass quality & checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Selalu ada kesempatan bagi yang bersungguh-sungguh.

Apakah kalian pernah menyesali dosa-dosa yang kalian lakukan? Namun setelah penyesalan itu, terbesit kembali ingin melakukan dosa tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa angan-angan dan nafsu lebih besar dari proses taubat tersebut. Maka apa yang harus dilakukan? Masih adakah kesempatan bagi pendosa yang bertaubat, namun masih melakukan dosa yang sama selepas taubatnya?

Tentu saja jawabannya “iya”, masih ada kesempatan bagi pendosa untuk kembali pada fitrah nya sebagai manusia ciptaan Allah. Adakalanya, sehabis melakukan perbuatan dosa ataupun maksiat, secara sadar timbul rasa bersalah dan takut akan murkanya Allah. Oleh karena itu kenalilah Allah dengan kekuasaan-Nya yang sempurna, ampunan dan rahmat-Nya yang tiada batasnya.

Bahkan Nabi pernah bersabda bahwa tidak ada suatu suara yang lebih dicintai Allah daripada suara seorang hamba yang berdosa, kemudian bertaubat, dan ia sangat sering menyeru atau menyebut nama-Nya, Ya Allah, ya Allah, ya Tuhanku, ya Tuhanku (ya Rabbii, ya Rabbii). Maka Allah akan menjawab seruannya, walau hamba itu sendiri tidak mendengar-Nya, Ya, ya, (labbaik, labbaik) wahai hamba-Ku, mintalah yang engkau kehendaki, engkau di sisi-Ku seperti sebagian malaikat-malaikat-Ku, Aku berada di sisi kananmu, di sisi kirimu, di atasmu dan sangat dekat dengan isi harimu! Wahai para malaikat-Ku, saksikanlah, sesungguhnya Aku telah mengampuninya!

Lihatlah betapa besar Rahmat Allah pada hamba-hamba Nya, walau dosa seorang hamba tersebut memenuhi isi bumi, Allah tetap melimpahkan ampunan kepada para hambanya, karena Allah Maha Pengampun.
Namun, ada baiknya penyesalan atas dosa-dosa yang dilakukan diikuti dengan perubahan tindakan yang lebih baik. Tinggalkanlah lingkungan yang berkemungkinan akan menjerumuskan kembali pada maksiat yang sama.

Pindahlah ke lingkungan baru yang dapat memberikan perubahan dan dampak positif bagi diri. Penuhi aktivitas baik dan abaikan perbuatan sia-sia yang bisa membawa kita kembali pada dosa yang hina. Sibukkanlah hari-hari dengan menambah catatan amal kebaikan dan tutup segala perbuatan yang ingin masuk amal keburukan. Banyak-banyak lah beramal, karena amal selain akan mengangkat derajat kita, amal itu juga yang akan menjadi penghapus dosa-dosa kita.

Ingat Q.S Az-Zumar ayat 53 – Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Allah senantiasa menunggu kita untuk bertobat, berubah lebih baik. Maka jangan sia-siakan kesempatan untuk kembali pada perintah Allah dan jauhi segala larangan Nya, karena kebahagiaan tidak akan diperoleh dengan kejahatan ataupun perilaku buruk walaupun dalih untuk memenuhi kebutuhan.

Tak perlu tipu daya, itu hanya akan membuat semakin sulit.

Tak perlu tipu daya untuk menutupi kesalahan dengan keburukan lainnya. Meskipun melakukan persekongkolan dengan orang-orang yang kalian anggap percaya untuk melakukan persekongkolan dengan segala kelincahan layaknya belut yang sulit ditangkap, maka itu juga akan membuat ragu untuk melangkah.

Hal itu tidak akan pernah membuatmu tenang, selalu diliputi rasa gelisah dan khawatir akan ketahuan dengan tindakan tipu daya tersebut. Perbaikilah selagi masih ada waktu, dan napas. Ingat, teman yang baik tidak akan menjerumuskan ke hal buruk. Iming-iming yang menggiurkan tak akan ada artinya, malah justru menambah kegelisahan.

fbWhatsappTwitterLinkedIn