4 Keutamaan Adzan Subuh yang Luar Biasa

Bagi umat Islam, adzan merupakan tanda seruan atau penanda masuknya waktu shalat wajib. Hukum adzan adalah fardhu kifayah untuk suatu penduduk baik di desa maupun di kota, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW yang artinya; “Jika datang (waktu) shalat, hendaklah salah seorang dari kalian mengumandangkan adzan dan orang tertua dari kalian mengimami kalian.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Adzan dikumandangkan dengan kalimat khusus dan yang mengumandangkan adzan disebut muadzin atau bilal. Seorang muadzin ini memiliki banyak kemuliaan, diantaranya:

  • Memperoleh kemuliaan khusus pada hari kiamat – Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya; “Sesungguhnya para muazin itu adalah orang yang paling ‘panjang lehernya’ pada hari kiamat.” (HR. Muslim, Ahmad, dan Ibnu Majah). Adapun yang dimaksud dengan panjang leher ialah orang yang paling banyak pahalanya, paling banyak mengharap ampunan Allah, paling banyak balasan amalnya, serta paling dekat dengan Allah.
  • Memperoleh ampunan dari Allah SWT – Dalam sebuah hadist disebutkan; “Orang yang azan akan diampuni kesalahannya oleh Allah sepanjang suaranya. Dan, akan menjadi saksi baginya segala apa yang ada di bumi, baik yang kering ataupun yang basah. Sedangkan, orang yang menjadi saksi shalat akan dicatat baginya pahala dua puluh lima shalat dan akan diampuni darinya dosa-dosa antara keduanya.” (HR. Abu Dawud dan Nasa’i).
  • Jaminan surga – Abu Hurairah berkata, “Suatu ketika, kami sedang berada bersama Rasul SAW, lalu kami melihat Bilal mengumandangkan azan. Setelah selesai, Rasulullah kemudian bersabda, “Barang siapa mengatakan seperti ini dengan penuh keyakinan, maka dia dijamin masuk surga.” (HR Nasa’i). Dalam hadist lain disebutkan; “Barang siapa yang azan selama 12 tahun, maka wajib baginya mendapatkan surga. Setiap azan yang dilakukannya setiap hari akan mendapatkan 60 kebaikan. Dan dengan iqamahnya, ia dicatat mendapatkan 30 kebaikan.” (HR. Ibnu Majah).

Adzan Subuh

Dibadingkan dengan shalat wajib lainnya (waktu dzuhur, ashar, maghrib, dan ‘isya), adzan sebagai penanda masuknya waktu shalat subuh memang sedikit berbeda terutama dari lafal adzannya. Oleh karena itu, adzan subuh memiliki keutamaan tersendiri yang berbeda dibandingkan dengan adzan pada waktu shalat wajib yang lain.

Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud RA, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya, “Janganlah adzan Bilal menghalangi sahur salah seorang dari kalian. Sesungguhnya Bilal mengumandangkan adzan di malam hari supaya yang bangun (shalat malam) dari kalian kembali (tidak tidur lagi) dan yang tidur menjadi sadar.” (HR. Bukhari).

Berikut adalah beberapa Keutamaan Adzan Subuh yang perlu anda ketahui :

  1. Shalat lebih baik daripada tidur

Dalam salah satu kalimat adzan subuh terdapat kalimat tatswib yakni; “Ash-shalatu khairun minan naum” yang artinya “shalat lebih baik daripada tidur”. Kalimat ini sunnah dibaca setelah kalimat adzan “hayya ‘alal falah”. Dalilnya ialah pelajaran adzan yang diberikan oleh Rasulullah SAW kepada Abu Mahdzurah RA; “Apabila mengumandangkan adzan pertama saat Subuh bacalah: ash-shalatu khairun minan naum (2 kali).” (Al-Fath Ar-Rabbani, 3/21. Juga terdapat dalam shahih An-Nasa’i nomor 614).

Maka, kalimat tatswib ini hanya ada pada saat adzan subuh. Untuk menegaskan bahwa mengerjakan shalat subuh adalah jauh lebih baik daripada terus tidur.

  1. Bacaan Tatswib yang hanya ada pada saat adzan subuh

Kalimat tatswib “Ash-shalatu khairun minan naum” yang artinya “shalat lebih baik daripada tidur” hanya dikumandangkan pada saat waktu subuh. Selain daripada itu maka hukumnya bid’ah yakni mengerjakan sesuatu yang tidak ada syariatnya. Keutamaan daripada seruan ini ialah karena memang adzan subuh dikumandangkan pada waktu dimana orang-orang masih banyak tertidur sehingga tatswib ini memang dibutuhkan.

Kemudian ulama menyebutkan bahwa kalimat tatswib ini dikumandangkan hanya pada salah satu adzan subuh saja. Yakni apabila muadzin telah mengumandangkan tatswib pada saat adzan subuh, maka pada adzan fajar tidak perlu lagi dilakukan. Begitu pula sebaliknya. Penulis At-Tahdzib menuliskan; “Jika (muadzin) ber-tatswib di adzan yang pertama, hendaknya tidak bertatswib di adzan yang kedua. Jika ber-tatswib di adzan yang kedua, hendaknya tidak ber-tatswib di adzan yang pertama.” (Al-Majmu’ Syarth Al-Muhadzdzab 3/101).

  1. Bermanfaat bagi kesehatan

Perintah bahwa shalat lebih baik daripada tidur hanya ada pada saat kumandang adzan subuh. Hal ini berhubungan dengan waktu adzan subuh yakni pada saat kebanyakan orang masih tertidur.

Dalam hubungannya dengan kesehatan, bangun tidur lebih awal yakni pada waktu subuh memberikan dampak yang baik bagi tubuh terutama untuk mencegah gangguan kardiovaskular. Termasuk exercise yang kita lakukan dengan gerakan-gerakan pada saat shalat subuh memberikan peregangan pada seluruh bagian tubuh sehingga produksi nitrit oksida (NO) yang berguna untuk mencegah pembekuan darah akibat perubahan suhu. Inilah yang mencegah kita dari terkena penyakit kardovaskular seperti serangan jantung pada pagi hari. Sebab, diketahui bahwa pada umumnya puncak daripada serangan penyakit jantung ialah pada sekitar jam 06.00 sampai 12.00.

4. Melebarkan pintu rezeki

Secara logika saja, kita tahu bahwa manfaat bangun pagi sangat banyak terutama ketika kita berbicara masalah bekerja. Dengan bangun lebih pagi, insya Allah pintu rezeki akan terbuka lebih lebar pada orang yang mau berusaha. Bahkan di zaman ini, bangun pagi sangat penting untuk menghindari kemacetan di jalan saat berangkat bekerja. Maka, dengan demikian terbukti bahwa kumandang adzan subuh, selain mengingatkan kita pada kewajiban untuk mengerjakan shalat, juga membuat tubuh menjadi lebih segar dan mengurangi penyebab hati gelisah, serta semangat bekerja menjadi lebih baik.

Baca juga artikel lainnya yang berhubungan dengan islam