15 Keutamaan Malam Ramadhan Berdasarkan Al Qur’an dan Hadist

Malam ramadhan ialah malam yang penuh kebaikan dan segala keutamaan di dalamnya tidak ada yang menandingi, yakni tidak ada malam yang lebih baik dan lebih mulia dari malam ramadhan. Sebab itu orang mukmin dianjurkan untuk berbuat amal kebaikan sebanyak banyaknya untuk mendapat ridho dan pahalaNya. Mengapa demikian? Sebab terdapat 15 keutamaan malam ramadhan, yakni sebagai berikut.

ads

1. Malam yang Lebih Hidup

Orang yang menghidupkan malam ramadhan akan berlipat kemuliaannya dibanding jika menghidupkan malam di waktu yang lain. Di sepertiga malam, siapapun yang mencari Allah SWT dengan menjalankan shalat malam atau dengan berdoa secara khusyu’ akan bertemu. Ada ikhtiar dan takdir yang akan dinilai langsung oleh Allah. cara melaksanakan shalat tahajud dengan baik dan benar harus dikeahui terlebih dahulu agar emncapai ibadah yang khusyu’.

Allah SWT melingkupi dunia ini dengan banyak kebaikan di malam ramadhan. Tapi kaidahnya tetap sama, ikhtiar dan takdir, menjemput dan pemberian. Yakni siapa yang menjemput dengan melakukan ibadah di malam ramadhan akan mendapat pemberian keberkahan dari Allah. Allah SWT selalu memberi sesuai kadar kesiapan penerima dan sesuai amal perbuatan yang dilakukannya.

2. Penuh Ampunan Dosa

“Siapa saja yang mendirikan shalat di malam Ramadhan penuh dengan keimanan dan harapan maka ia diampuni dosa dosa yang telah lampau,” (Muttafaq ‘alaihi). Di malam ramadhan, yang melakukan shalat malam dengan ikhlas semata karena ingin melaksanakan anjuran Allah dan ingin dekat dengan Allah, maka Allah mengampuni dosa dosanya dan baginya sebuah petunjuk yang lurus. amalan dzikir di bulan Ramadhan dapat dilakukan untuk pelengkap dalam memohon ampun.

3. Memperkuat Ibadah

Aisyah memberitahu kita: “Selama sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, Nabi (SAW) akan memperketat ikat pinggang dan menghabiskan malam dalam ibadah. Dia juga membangunkan keluarganya..” (Al Bukhari). Di malam malam ramadhan yang terakhir Nabi Muhammad memperbanyak amal ibadah, tentu sebagai umatnya kita wajib menirunya semampu kita dengan niat kesungguhan dan ikhlas sebagai cara agar tetap istiqomah di jalan Allah.

4. Malam Penuh Kemuliaan yang Langka

Pada malam-malam bulan Ramadhan tersebut, terdapat berbagai keutamaan, terutama pada malam-malam yang ganjil dimana terdapat malam Lailatul qadar yang sangat mulia, malam kemuliaan yang sangat istimewa yang tiada duanya yang semua orang berlomba memburunya, yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan, sebagai pemberian dari Allah bagi orang yang ikhlas mengabdi kepada-Nya. malam lailatul qadar – malam istimewa berderajat seribu bulan memang langka dan penuh kebaikan.

5. Malam Untuk Mendekat pada Allah

Para ulama bersepakat akan pensyariatannya. ”Karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam dulu pernah beri’tikaf pada sepuluh akhir bulan Ramadhan sampai Alloh Azza wa Jalla mewafatkan beliau. Kemudian isteri-isteri beliau beri’tikaf setelah wafatnya beliau.” Malam ramadhan akan jauh lebih indah jika dilewatkan dengan banyak beri’tikaf untuk mendekatkan diri kepada Allah. pahala i’tikaf di bulan ramadhan juga akan didapatkan bagi orang yang rajin melakukannya dengan  niat mendekatkan diri kepada Allah.

6. Mengingat Peringatan Allah

“Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al Qur’an) pada suatu malam yang diberkahi. dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (QS. Ad Dukhan [44]: 3-4). Malam ramadhan ialah malam yang utama untuk mengingat peringat Allah sebagai jalan agar taubat dari segala dosa dosa yang telah lampau.


7. Malam Paling Mulia

Malam yang diberkahi dalam ayat ini adalah malam lailatul qadar sebagaimana ditafsirkan pada surat Al Qadar. Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.” (QS. Al Qadar [97]: 1). Keutamaan malam ramadhan ialah malam yang paling mulia, tidak ada yang lebih baik dari malam ramadhan.

8. Malam Paling Berkah

Keberkahan dan kemuliaan yang dimaksud disebutkan dalam ayat selanjutnya, “Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qadar [97] : 3-5).

Semua keberkahan ada di malam ramadhan, semua ibadah yang dilakukan selalu mendapat pahala yang berlipat ganda dan setiap dosa yang dimohonkan ampunan dengan keihklasan dan kesungguhan akan diampuni, tentu tidak ada yang lebih baik dan tidak ada yang lebih berkah dari hal tersebut. wajib untuk dipikirkan dan diterapkan agar tidak menjadi orang yang merugi.

9. Semua Ibadah Dipandang Terpuji

Rasulullah SAW. bersabda: “Siapa yang beri’tikaf sehari demi mengharapkan keridhaan Allah Ta’ala semata, maka Allah benkenan membuat antara dia dan api (neraka) tiga buah parit, tiap parit lebih jauh dari masyriq dan maghrib” (HR. Thabrani). Setiap orang yang melakukan amal kebaikan walaupun itu sederhana akan mendapat pahala mulia di sisi Allah dan dinilai langsung sebagai amalan yang mulia.

10. Ujian Keimanan

Di malam ramadhan banyak orang yang tidak sibuk mengerjakan perintah Allah atau sunnah rasul namun justru sibuk akan hal duniawi seperti banyak berkumpul dengan orang orang dengan alasan buka puasa namun berlebihan hingga tidak menjalankan shalat maghrib, shalat isya’, dan shalat tarawih.

Malam ramadhan akan menjadi ujian keimanan dan barang siapa yang mampu melewatinya dengan cara menyeimbangkan yakni melakukan kepentinga duniawi seperlunya dan tidak berlebihan serta melakukan urusan akherat sebanyak banyaknya dan penuh keimanan artinya ia telah melewati ujian keimanan dengan baik.

11. Kebahagiaan Terbesar

Kebahagiaan terbesar tentunya ialah ketika mampu melewati malam ramadhan dengan lengkap dan mengisinya dengan hal hal yang bermanfaat berupa amalan amalan yang bisa mendekatkan diri kepada Allah. Tidak ada kebahagiaan yang melebihi hal tersebut sebab tidak ada pahala berlipat ganda yang diberikan Allah kepada hambaNya selain di hari ramadhan.

12. Malam Paling Dicintai Rasulullah

Dari ’Aisyah radhiyallahu ’anha beliau berkata : ”Tuntunan di dalam i’tikaf yaitu tidak keluar kecuali untuk menunaikan hajat yang mendesak, tidak mengunjungi orang sakit, tidak menyentuh dan berkumpul (jima’) dengan isterinya, dan tidak ada i’tikaf kecuali di Masjid Jama’ah. Juga merupakan tuntunan adalah bagi orang yang beri’tikaf tetap harus berpuasa.” (Shahih, HR al-Baihaqi).

Nabi Muhammad dan istrinya selalu menjalankan i’tikaf di malam ramadhan dengan niat untuk mendekatkan diri dengan kesungguhan kepada Allah, sebab itu sebagai umatnya kita wajib mencontoh yakni menghabiskan malam ramadhan dengan kegiatan yang bermanfaat, tidak hanya mengisi dengan duniawi dan tidur saja.

13. Shalat Sunnah

“Sesungguhnya Allah telah menambah shalat pada kalian dan dia adalah shalat witir. Maka lakukanlah shalat witir itu antara shalat isya hingga shalat fajar,” (HR. Ahmad). Shalat sunnah yang dijalankan di bulan ramadhan ialah istimewa dan memiliki pahala lebih banyak sebab setiap ibadah sunnah yang dilakukan mendapat pahala berlipat ganda.

14. Kenikmatan Shalat Berjamaah

Pada mulanya shalat tarawih dilaksanakan Nabi dengan sebagian sahabat secara berjamaah di masjid Nabawi. Namun, setelah berjalan tiga malam, beliau membiarkan para sahabat melakukannya  secara sendiri sendiri. Hingga di kemudian hari, ketika Umar bin Khattab r.a. menyaksikan fenomena

shalat tarawih yang terpencar pencar dalam masjid Nabawi, Umar bermaksud menyatukannya. Maka, terbentuklan shalat tarawih berjamaah yang dipimpin Ubay bin Ka’ab. (hadis muttafaq ‘alaihi riwayat Aisyah). Mayoritas ulama pun menetapkan sunnah shalat tarawih secara berjamaah (Syarh Muslim, Nawawi: 6/39).

Shalat tarawih memang boleh dilaksanakan sendiri jika kondisi memang tidak memungkinkan untuk melakukan jamaah, namun lebih utama jika dilakukan secara berjamaah dimana kenikmatan shalat berjamaah di bulan ramadhan ialah istimewa karena akan selalu indah dan terlihat bagai cahaya jika dilihat dari langit. Tentunya karena Allah maha kuasa atas segala sesuatu.


15. Pahala Shalat Tarawih

Dalam sebuah hadis dikatakan barang siapa yang saat puasa ramadhan juga melakukan qiyamul lail saat ramadhan dengan penuh keyakinan, tidak mengharapkan balasan di dunia, tapi semata ingin menitipkan pahala kepada Allah SWT, hitung-hitungannya dengan Allah SWT bukan dengan manusia, maka diampunilah dosa-dosa kita.

Jadi tarawih itu merupakan sesuatu yang mahal karena tidak didapatkan pada bulan-bulan lain di luar bulan suci ramadhan. Shalat Tarawih itu tidak ada gantinya di waktu-waktu lain hanya dalam ramadhan. Shalat tarawih di malam malam ramadhan bukanlah shalat sunnah biasa yang tidak ada artinya atau memiliki pahala yang biasa saja.

Jangan salah, sebab shalat tarawih walaupun sunnah, memiliki pahala yang luar biasa yang berbeda beda di tiap malamnya, tentu saja dengan syarat dijalankan dengan niat kesungguhan karena Allah bukan karena duniawi yang sebab ingin dipuji atau ingin mendapat pujian dari manusia. yuk semangat menjalankan ibadah di malam malam ramadhan yang penuh kemuliaan.

Demikian artikel kali ini, semoga bisa menjadi wawasan islami yang bermanfaat untuk anda dan menjadi motivasi untuk selalu menjadi mukmin yang lebih baik lagi. Jangan lupa selalu membaca artikel di website kami agar selalu memiliki ilmu pengetahuan yang bermanfaat dalam kehidupan agama sehari hari. terima kasih. Salam hangat dari penulis.

, , , , ,




Post Date: Friday 04th, May 2018 / 03:36 Oleh :
Kategori : Info Islami