10 Keutamaan Malu Dalam Islam

Malu adalah sebuah sifat yang dapat membuat manusia menahan diri dari perbuatan buruk, hina, tercela dan menghindarkan manusia dari perbuatan dosa serta membuat manusia menjaga harga diri dan martabatnya sebagai manusia. Sifat malu dapat berasal dari bawaan sejak lahir atau hasil dari kebiasaan. Namun rasa malu memanglah diperlukan untuk mengendalikan akhlak manusia. Rasa malu merupakan sebagian dari iman, didalam sebuah hadits ditegaskan bahwa malu merupakan salah satu cabangnya iman. Kenapa dapat dikatakan malu sebagai cabangnya iman? Karena, ketika seseorang beriman kepada Allah SWT. maka ia akan merasa malu untukk melakukan perbuatan hina dan dosa. Contoh : seseorang berniat ingin mencuri namun ia merasa malu kepada Allah karena ia tahu Allah Maha Melihat dan Maha Mengetahui, dan pada akhirnya dia mengurungkan niat tersebut karena dia beriman kepada Allah SWT. Seperti yang dikatakan dalam hadits berikut.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW. pernah bersabda :

“Iman adalah pokoknya, cabangnya ada tujuh puluh lebih, dan malu termasuk cabangnya iman.” (HR. Muslim)

Dan bahkan sifat malu ini merupakan salah satu ciri-ciri wanita baik menurut Islam. Wanita yang baik menurut Islam adalah wanita yang memiliki sifat malu, karena wanita yang masih memiliki sifat malu dia akan menjaga kehormatan dan martabatnya, dan ia akan menutup auratnya. Dan cara memilih wanita dalam Islam bagi seorang pria pun salah satunya dianjurkan untuk mencari wanita yang mempunyai rasa malu. Rasa malu disini bukan diartikan seperti ‘minder dan takut pada orang. Namun malu yang bermakna bahwa wanita tersebut bukanlah wanita gampangan yang tidak tahu malu untuk berbuat maksiat dan hina atau dapat disebut sebagai wanita liar.

Dan bahkan Rasulullah SAW. yang seorang hamba utusan Allah, didalam sebuah hadits dikatakan bahwa beliau lebih pemalu dibandingkan perawan dalam pingitan.

Dari Abu Sa’id, ia berkata : “Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam lebih pemalu dari pada perawan dalam pingitan. Jika beliau tidak menyukai (sesuatu), maka akan kami ketahui dari wajahnya.” (HR. Bukhari)

Dan dikatakan juga dalam sebuah hadits, bahwa malu akan memperindah sesuatu, berbeda dengan kekejian yang hanya akan memperjelek atau memperburuk sesuatu.

Dari Annas Ibnu Malik, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda : “Malu akan memperindah sesuatu sedangkan kekejian akan memperjelek sesuatu.” (HR. Bukhari)

Malu dalam Islam juga memiliki beberapa keutamaan, dan berikut sedikit ulasan mengenai keutamaan malu menurut Islam.

Keutamaan Malu Menurut Islam

Malu adalah suatu perkara yang telah diketahui manusia sejak zaman kenabian terdahulu, dan bahkan kalimat kenabian yang pertama sampai kepada manusia adalah mengenai perkara malu.

Dari Abu Mas’ud, ia berkata bahwa Uqbah berkata, Rasulullah SAW. pernah bersabda :

“Sesungguhnya diantara kalimat kenabian pertama yang sampai ketengah-tengah manusia adalah : “Jika engkau tidak malu, berbuatlah sekehendakmu.” (HR. Bukhari)

Berikut beberapa keutamaan nmalu menurut Islam :

  1. Malu merupakan salah satu cabang keimanan

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW. pernah bersabda : “Iman adalah pokoknya, cabangnya ada tujuh puluh lebih, dan malu termasuk cabangnya iman.” (HR. Muslim)

Dari hadits tersebut dapat kita ketahui bahwa malu adalah termasuk cabang iman. Itu berarti orang yang tidak punya malu dia tidak beriman kepada Allah SWT, karena orang yang tidak memiliki rasa malu tidak akan sungkan untuk melakukan perbuatan maksiat dan dosa.

  1. Malu merupakan sebuah hal yang mendatangkan kebaikan

Malu tidak akan membuat seseorang terjerumus dalam kejelekan justru sebaliknya, malul dapat memberi kebaikan pada diri seseorang dan menghindarkannya dari perbuatan hina.

Rasullullah SAW. bersabda : Malu tidak mendatangkan sesuaatu melainkan kebaikan semata-mata.”

  1. Malu adalah akhlak para Malaikat

Rasulullah SAW. bersabda : “Apakah aku tidak pantas merasa malu terhadap seseorang, padahal malaikat merasa malu terhadapnya.”

Dalam hadits tersebut dimaksudkan para malaikat malu kepada hamba-hamba Allah yang taat kepada-Nya.

  1. Malu merupakan salah satu akhlak dalam Islam

Rasulullah SAW. bersabda : “Sesungguhnya setiap agama memilliki akhlak dan malu merupakan akhlaknya Islam.”

  1. Malu merupakan salah satu sifat Allah SWT.

Allah SWT. akan merasa malu ketika ada hambanya yang bersujud lalu menengadahkan tangan berdoa memohon kepadanya lalu menurunkan tangan dengan keadaan kosong. Allah malu ketika hambanya berdoa memohon kepadanya namun tidak mengabulkannya.

  1. Malu dapat mengantarkan seseorang menuju surga

Rasulullah SAW. bersabda : “Malu adalah bagian dari iman, sedang iman tempatnya disurga dan perkataan kotor adalah bagian dari tabiat kasar, sedang tempat untuk tabiat kasar adalah neraka.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

  1. Malu senantiasa bersama dengan iman

Rasulullah SAW. bersabda : “Malu dan iman senantiasa bersama, apabila salah satunya dicabut, maka hilanglah yang lainnya.” (HR. Al-Hakim dan At-Thabrani)

Maksud dari hadits tersebut adalah, ketika seseorang tidak memiliki rasa malu maka ia pun akan kehilangan imannya, dan begitu juga sebaliknya, ketika seseorang tidak memiliki iman, maka ia pun itdak memiliki rasa malu.

  1. Malu merupakan warisan para nabi terdahulu

Dari Abu Mas’ud, ia berkata bahwa Uqbah berkata, Rasulullah SAW. pernah bersabda : “Sesungguhnya diantara kalimat kenabian pertama yang sampai ketengah-tengah manusia adalah : “Jika engkau tidak malu, berbuatlah sekehendakmu.” (HR. Bukhari)

Dari hadits tersebut dapat kita ketahui bahwa perkara malu sudah aada sejak zaman kenabian terdahulu.

  1. Malu merupakan sifat Rasulullah SAW.

Nabi Muhammad SAW. merupakan sosok yang sangat pemalu, bahkan didalam hadits dikatakan bahwa beliau lebih pemalu daripada wanita yang sedang dipingit.

  1. Malu dapat menghindarkan manusia dari dosa

Sifat malu dapat mencegah manusia untuk melakukan maksiat dan perbuatan yang mengakibatkan dosa. Karena ketika seseorang masih memiliki rasa malu, itu artinya ia masih memiliki iman.

Jadi, malu dalam Islam merupakan sifat yang baik. Sebagai muslim kita harus menjaga sifat malu agar terus tertanam didalam diri, karena ketika banyak manusia yang  telah kehilangan rasa malunya, itu merupakan salah satu ciri-ciri akhir zaman menurut Islam. Dan sebagai muslim yang baik alangkah baiknya agar kita berperilaku dan berakhlak sebagaimana yang dianjurkan oleh Allah dalam sumber syariat Islam dan sesuai dasar hukum Islam. Malu memang dianjurkan demi mencegah keburukan dan kemaksiatan, namun, janganlah pula kita merasa malu dalam melakukan kebaikan.

Sekian, semoga bermanfaat (: