7 Pola Makan Sehat ala Rasulullah yang Menyehatkan

Setiap orang pasti mendambakan tubuh yang sehat. Segala hal akan dilakukan untuk menjaga agar badan tetap fit meskipun umur senantiasa bertambah. Nah, selain  berolahraga dan aktif bergerak, ada satu hal lagi yang harus diperhatikan demi menjaga kesehatan kita. Apa itu? Yap, betul sekali, pola makan!

Jika kita cari di laman internet, sudah tentu kita akan menemukan banyak referensi yang menawarkan pola makan sehat masa kini dengan berbagai pilihan. Pola makan tersebut sebagiannya merupakan hasil dari riset-riset ahli gizi dan semacamnya. Namun, pernahkah muncul di benak kita bagaimana Rasulullah dulu menjaga pola makannya?

Secara dalil, di dalam alquran dan hadits tidak dijelaskan mengenai pola makan Rasulullah atau semacamnya. Tetapi, dilansir dari konsultasi syariah, dalam salah satu kitabnya, Imam Ibnul Qayim Al Jauziyah pernah menjelaskan bahwa Rasulullah tidak membatasi dirinya dari suatu makanan melainkan menyeimbangkannya. Maksudnya, Rasululah Shallallahu’alaihi wassalam menyeimbangkan suatu zat yang terkandung berlebih dalam suatu makanan dengan makanan yang mengandung lawan dari zat tersebut.  Sehingga Rasulullah Shallallahu’alaihi wassalam makan secara berimbang. Misalnya beliau menyeimbangkan kurma yang bersifat panas dengan sesuatu yang bersifat dingin seperti mentimun.

baca juga:

Selain itu, terdapat makanan yang disebutkan  memiliki manfaat di dalam al-quran maupun hadits. Berikut ini beberapa potongan ayat alqur’an dan hadits yang menyebutkan manfaat beberapa jenis makanan dan pola makan Rasulullah shallallahu’alaihi wassalam:

  1. Memadukan kurma muda dengan semangka.

Dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau makan semangka dengan kurma muda seraya bersabda,

Kami memecah panasnya ini (kurma muda) dengan dinginnya ini (semangka) dan dinginnya ini (semangka) dengan panasnya ini (kurma muda).” (Sunan Abu Dawud; dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani)

  1. Memadukan mentimun dengan kurma muda.

Dari Abdullah bin Jafar, “Aku melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam makan mentimun dengan ruthab (kurma muda).” (HR. Bukhari dan Muslim)

baca juga:

  1. Manfaat kurma ‘ajwah.

Dari Jabir dan Abu Said bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Kurma ‘ajwah berasal dari surga, ia merupakan penangkal racun, daging buahnya manis, yang airnya merupakan obat mata.” (HR. An-Nasa’i dan Ibnu Majah)

  1. Cuka

Sebaik-baik lauk adalah cuka.” (HR. Muslim)

  1. Manfaat dan Keutamaan Minyak Zaitun

Berlauklah dengan minyak zaitun dan jadikanlah ia sebagai minyak oles, karena ia berasal dari pohon yan diberkahi.” (HR. Ibnu Majah)

  1. Jahe yang juga merupakan minuman yang disajikan di dalam surga

Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe.” (QS. Al-Insan:17)

baca juga:

  1. Sayuran rebus yang baik untuk orang yang baru sembuh dari sakit.

Dalam hadits riwayar Tirmidzi dan Abu Dawud, dikisahkan bahwa pada suatu waktu Rasulullah Shalallahu’alaihi wa sallam mampir ke rumah Ummi Al-Mundzir bersama Ali. Pada waktu itu Ali baru saja sembuh dari sakit. Rasulullah melarang Ali memakan kurma yang disediakan dengan alasan bahwa Ali baru sembuh. Kemudian, dihidangkanlah beberapa makanan yang di dalamnya termasuk sayuran rebus, maka Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam berkata kepada Ali untuk memakan sayuran rebus tersebut karena itu lebih baik untuknya.

Selanjutnya, masih dinukil dari konsultasi syariah, bahwa dari beberapa dalil, poin mengenai pola makan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dapat dirangkum seperti berikut:

  1. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam mengonsumsi makanan yang dihasilkan di daerahnya atau makanan lokal, karena kondisi makanan seperti buah atau sayuran akan lebih baik jika tidak dijual terlalu jauh dari tempat panen. Hal itu disebabkan tidak banyak proses yang dialami oleh bahan makanan tersebut.
  2. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam sering mengonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan sehingga kesehatannya terjaga.
  3. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam suka minum madu, tetapi tidak dilakukan setiap hari.

Selain itu, di dalam buku Ath Thibbun Nabawi, Ibnu Qayyim menjelaskan bahwa:

  • Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tidak mencampur susu dengan ikan atau daging atau telur dan dengan sesuatu yang masam seperti yogurt, karena jika susu dikonsumsi bersama sesuatu yang masam, hal itu memunculkan penggumpalan dan memicu masalah pencernaan.
  • Selain itu, dalam buku yang merupakan hasil riset tersebut juga dijelaskan bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tidak menyampurkan makanan yang memiliki unsur serupa, seperti makanan yang bersifat panas dengan makanan yang bersifat panas juga.
  • Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tidak menyampurkan makanan yang diawetkan dengan makanan segar.
  • Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tidak menggabungkan makanan yang susah dicerna dengan yang mudah dicerna.
  • Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tidak mengonsumsi makanan yang telah mengalami proses pembusukkan dan penggaraman semacam asinan, tape, manisan, karena hal-hal itu bisa menyebabkan gangguan kesehatan dan mengganggukeseimbangan tubuh.

baca juga:

 Demikian penjelasan terkait tentang bagaimana pola makan sehat ala Rasulullah yang bisa dijadikan panduan bagi para umatnya yang menginginkan hidup sehat. Semoga bermanfaat.