6 Posisi Rumah Menurut Islam

Islam mengatur segala aspek kehidupan manusia baik yang menyangkut ibadah maupun hal-hal lain yang berhubungan dengan kehidupan manusia (baca fungsi agama dalam kehidupan manusia). Salah satunya adalah dalam membangun sebuah rumah atau tempat tinggal. Selama ini kebanyakan umat muslim tidak begitu mempermasalahkan hal-hal yang menyangkut tempat tinggal dan bahkan tidak sedikit yang samasekali tidak mengetahui bahwa islam memiliki aturan tersendiri untuk membangun sebuah rumah.

Hal ini dikarenakan pada dasarnya rumah tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal seseorang bersama keluarganya saja melainkan juga sebagai tempat untuk melaksanakan ibadah dan hal lain yang menyangkut kehidupan rohani seseorang. Lalu bagaimanakah panduan membangun rumah dalam islam dan bagaimana posisi rumah menurut pandangan islam? Untuk mengetahuinya, simak penjelasan berikut ini. (baca juga rumah ideal dalam islam dan pindah rumah dalam islam)

Kriteria Rumah Islami

Sebuah rumah yang islami hendaknya sesuai dengan kriteria yang berlaku dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai ajaran islam. Ada baiknya sebelum membangun sebuah rumah, seseorang harus mengerti bagaimana seharusnya sebuah rumah direncanakan tata letaknya dan kemana arah rumah tersebut ditujukan. Beberapa kriteria yang menjadikan sebuah rumah sebagai suatu rumah yang islami adalah sebagai berikut :

  1. Memiliki ruangan yang memadai

Sebuah rumah tidaklah harus berukuran besar akan tetapi setidaknya bisa memenuhi kebutuhan penghuninya. Rumah yang baik adalah sebuah rumah yang tertata ruangannya dan setidaknya memiliki ruang yang layak untuk beribadah misalnya ruang khusus untuk shalat seperti mushalla. (baca shalat wajib dan shalat sunnah)

  1. Terdapat ruang transisi

yang dimaksud dengan ruang transisi adalah sebuah ruang yang menghubungkan pintu masuk dengan bagian dalam rumah. Dalam islam, sebuah rumah yang baik hendaknya memilki ruang tersebut atau yang bisa dikenal sebagai lobby. Hal ini bertujuan agar tamu yang masuk tidak langsung berhadapan dengan ruangan dalam rumah dan bisa melihat aktifitas penghuninya. Sehingga bisa disimpulkan dalam membangun sebuah rumah sebaiknya jangan langsung menghubungkan pintu masuk dengan ruangan utama dalam rumah.

  1. Menjaga privasi

Sebuah rumah muslim hendaknya memiliki pembagian ruang yang dapat melindungi privasi penghuninya. Misalnya kamar orangtua yang terpisah dengan kamar anak-anaknya dan anggota keluarga lainnya dan juga kamar anak laki-laki yang terpisah dari kamar anak perempuan (baca muhrim dalam islam dan pengertian mahram dalam islam). Selain itu sebaiknya ruang tamu memiliki sekat atau pembatas agar tamu yang datang tidak memiliki akses untuk melihat keadaan keluarga didalamnya dan untuk melindungi aurat penghuninya. (baca juga hukum memakai jilbab dan cara menjaga pandangan dalam islam)

  1. Tidak bermegah-megahan

Seorang muslim hendaknya menghindari perilaku bermegah-megahan dalam membangun rumahnya karena Allah SWT tidak menyukai perilaku berlebih-lebihan. Sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah SWT sebagai berikut

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ. حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ. كَلا سَوْفَ تَعْلَمُونَ. ثُمَّ كَلا سَوْفَ تَعْلَمُونَ. كَلا لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْمَ الْيَقِينِ. لَتَرَوُنَّ الْجَحِيمَ. ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِينِ. ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ

 “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, dan Sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul yaqin. kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).” ( QS At Takaatsur: 1-8)

  1. Terjaga kebersihannya

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman oleh sebab itu rumah seorang muslim haruslah terjaga kebersihan dan kesuciannya terutama ditempat atau ruang yang digunakan untuk melaksanakan shalat atau ibadah lainnya.

Posisi Rumah Dalam Islam

Setelah mengetahui kriteria rumah dalam islam maka ada baiknya jika kita juga mengetahui posisi rumah yang sesuai dengan ajaran islam. Adapun posisi rumah menurut islam adalah sebagai berikut

  1. Posisi bangunan rumah

Memang tidak ada sebuah dalil pasti mengenai ke arah mana sebuah rumah harus dibangun. Namun mengingat rumah seorang muslim harus bisa mengakomodasi segala keperluan penghuninya termasuk untuk melakukah ibadah shalat maka sebaiknya rumah diposisikan menghadap kearah kiblat. Hal ini bertujuan agar penghuni rumah maupun tamu yang datang dapat dengan mudah mengetahui arah kiblat. Untuk mengetahui arah kiblat yang pasti, seorang muslim dapat mengikuti arah bangunan sebuah masjid atau mushalla yang ada dilingkungan sekitarnya. (baca hukum wanita haid masuk masjid)

Selain itu arah sebuah rumah seorang muslim juga harus memperhatikan arah cahaya, mata angin dan sebagainya agar rumah mendapatkan cukup penerangan dan sirkulasi udara yang baik sehingga dapat menghemat energi dan lebih efisien. Hal ini tidak hanya menguntungkan penghuni rumah akan tetapi juga bisa menjadi salah satu cara untuk mengurangi polusi dan menjaga kelestarian lingkungan.

  1. Posisi kamar tidur

Ruang tidur adalah salah satu ruangan penting dalam sebuah rumah karena diruangan ini seorang muslim beristirahat dan melakukan aktifitas pribadi lainnya. Posisi ruang tidur dalam islam juga memiliki aturan yakni ruangan yang bisa diletakkan tempat tidur didalamnya dan jika seseorang tidur maka kepalanya akan berada dikiblat dan kakinya akan menghadap kearah lainnya. Hindari untuk meletakkan tempat tidur atau memposisikan ruangan dimana kaki akan menghadap kiblat saat ia tertidur. Selain itu tempat tidur sebaiknya diposisikan sedemikian rupa agar penghuninya bisa tidur mengadap arah kanan sesuai dengan cara tidur Rasulullah SAW.

  1. Posisi Toilet

Toilet dan kamar mandi dalam rumah seorang muslim juga memiliki aturan dalam pembangunannya. Seorang muslim harus mengetahui bahwa toilet sebagai tempat membuang hajat tidak boleh dibangun mengarah maupun membelakangi kiblat. Meskipun membangun toilet dengan arah menuju atau membelakangi kiblat bukanlah sebuah dosa, akan tetapi ada baiknya jika seorang arsitek muslim yang ingin membangun toilet haruslah membuatnya dengan mengarah disisi lain kiblat dan bukannya mengarah atau membelakanginya.

  1. Posisi Dapur

Dalam islam, dapur adalah sebuah hal yang penting untuk diperhatikan karena dari dapurlah seorang muslim dan keluarganya mengolah makanannya. Sebuah dapur muslim haruslah dibangun dengan efisien mengingat Allah SWT tidak menyukai seseuatu yang berlebihan dan mengingat bahwa seorang muslim makan untuk hidup dan bukannya hidup untuk makan (baca cara makan Rasul). Dapur yang baik dalam islam haruslah diletakkan dibagian rumah yang paling dalam atau diposisi yang paling belakang agar tidak terlihat oleh tamu atau orang yang datang berkunjung dan memiliki batas yang jelas dengan ruangan lainnya.

  1. Posisi Mushalla

Biasanya dalam sebuah rumah muslim terdapat suatu mushalla atau tempat khusus untuk melaksanakan ibadah shalat, membaca Alqur’an, berzikir dan lain sebagainya, tidak peduli ukurannya kecil maupun besar. Jelaslah sebuah mushalla harus menghadap kiblat dan memiliki petunjuk arah yang jelas. Ruangan ini juga sebaiknya dibedakan bentuk dan dekorasinya dengan kamar lain dan senantiasa diperhatikan kebersihannya.

  1. Posisi Rumah terhadap tetangga

Sebuah rumah yang islami tidak boleh menutupi akses tetangganya dalam emndapatkan sinar matahari, angin dan udara yang dibutuhkannya. Rumah yang baik juga tidak akan dibangun dengan posisi yang menyulitkan pergerakan atau mobilitas tetangga disekitarnya. Intinya, rumah seorang muslim tidaklah diperbolehkan membawa mudharat atau keburukan bagi orang yang tinggal disekitarnya.

Demikian kriteria rumah yang islami dan bagaimana posisi rumah menurut islam. Semoga bermanfaat.