7 Sunnah Nabi di Hari Idul Fitri yang Baik untuk Diamalkan

Seorang muslim akan kembali kepada fitrahnya, dan melakukan beberapa kegiatan di hari Idul Fitri. Sewaktu hari Idul fitri tiba maka ada beberapa sunnah nabi yang bisa dilakukan. Sebagai makna idul fitri, sampai Rasulullah s.a.w memberikan makna idul fitri sesuai dalilnya sebagai berikut :

ads

Dari Anas ra. mengatakan bahwa ketika Rasulullah saw datang ke Madinah, sedangkan mereka memiliki dua hari. Maka mereka bermain pada hari tersebut, kemudian Nabi saw bersabda,

“Hari apa ini?” Mereka pun menjawab: “Kami suka bermain-main pada dua hari itu sewaktu jahiliah” lalu Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya Allah Swt telah menggantikan buat kalian dua hari yang lebih baik daripada keduanya, yaitu hari Adha dan Hari Fitri

Mengetahui makna Idul Fitri, sebagai seorang muslim itu penting. Mengetahui sunnah Nabi ketika di hari Raya Idul Fitri akan mampu mendekatkan kita ke Allah swt. Berikut sunnah nabi di hari Idul Fitri,

1. Mandi sebelum melaksanakan sholat Id

Membersihkan diri sebelum melaksanakan sholat id merupakan salah satu sunnah nabi yang bisa dilakukan berdasarkan dalil berikut ini:

‘Dari Ali Rahiallahuanhu bahwa ia pernah ditanya perihal mandi, maka dia menjawab, yaitu pada hari jum’at, hari Arafah, Hari raya Idul Fitri dan hari raya Idul Adha’

2. Menggunakan pakaian terbaik dan berhias

Memakai pakaian terbaik serta berhias juga tidak diwajibkan oleh Rasulullah untuk menyambut hari Raya Idul Fitri. Sesuai pada cerita singkat dibawah ini.

Baca juga:

Dari Ibnu Umar mengatakan bahwa umar pernah mengambil jubbah dari sutera yang dijualnya di pasar, kemudian Umar mendatangi Rasulullah seraya berucap

Wahai Rasulullah, belilah ini dan pergunakanlah untuk berhias diri pada hari wufud dan hari raya Ied (menyambut kedatangan delegasi

Maka Rasulullah pun bersabda kepada Umar bahwa Sesungguhnya ini adalah pakaian orang yang tidak berakhlak. Setelah mendengar sabda tersebut, Umar pun terdiam. Sedangkan Rasulullah mengirimkan Umar jubbah dibaaj (sutera). Mengetahui hal itu, Umar pun menerimanya dan kemudian membawanya ke Rasulullah seraya bertanya,

Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau pernah mengatakan bahwa sesungguhnya ini adalah pakaian orang yang tidak berakhlak. Tetapi engkau mengirimkan jubbah ini kepadaku ?

Maka Rasulullah bersabda kepada Umar : “Engkau bisa menjualnya atau menukarnya dengan sesuatu yang bisa memenuhi kebutuhanmu

Dengan begitu sehingga memakai pakaian terbaik adalah sunnah. Namun membeli dan memakai pakain terbaik lebih baik disesuaikan sesuai kebutuhan.

3. Makan dan minum sebelum shalat Ied

Waktu makan dan minum pada shalat ied hari raya idul Fitri Rasulullah saw tidak berangkat (ke tanah lapang) atau masjid pada perayaan hari raya Idul Fitri sebelum sarapan sehingga ketika melaksanakan shola tied perut sudah terisi. Berikut dalilnya:

“Waktu makan dan minum pada shalat ied hari Raya Idul Adha dan Idul Fitri Rasulullah saw tidak berangkat (ke tanah lapangan) pada hari idul Fitri sebelum sarapan dan pada hari raya Idul Adha beliau tidak makan sampai pulang, kemudian beliau makan dari daging hewan-hewan qurbannya”

 (HR.Tirmidzi)

Baca juga:

4. Mengambil jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang sholat Ied

Berangkat dan pulang setelah melaksanakan sholat Ied biasanya melalui jalan untuk sampai ke rumah. Sunnah Nabi melewati jalan berbeda sewaktu akan berangkat dan pulang setelah sholat ied. Dalilnya adalah sebagai berikut ini. Dari Jabir Radhiallahuanhu, dia berkata,

Jika hari raya Ied tiba, Nabi SAW biasa mengambil atau melewati jalan lain (ketika berangkat dan pulang)”

(HR.bukhari)

5. Bertakbir di Perayaan

Bertakbir pada perayaan Hari Idul Fitri seringkali didengarkan dan dikumandangkan di setiap daerah masing-masing. Bertakbir ini juga termasuk dalam sunnah nabi di hari Idul Fitri, sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, berikut dalilnya di bawah ini:

“Barangsiapa yang mengucapkan ‘Subhanallah wal hamdulillah…’ pada hari raya sebanyak 300 kali dan dihadiahkan untuk orang-orang muslim yang sudah mati, maka 1000 macam nur akan masuk ke setiap kuburan, dan kelak Allah akan menjadikan kuburannya dengan 1000 nur pula ”

“Sesungguhnya, Rasulullah SAW bertakbir pada shalat ‘Idain (Idul fitri dan Idul Adha) tujuh kali pada rakaat pertama (ke satu) dan lima kali pada rakaat terakhir (kedua) ”

6. Keluar Shalat Id setelah terbit Matahari

Ibnu Umar terkenal sangat bersungguh-sungguh mengikuti dan menjalankan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, tidak keluar untuk shalat Id kecuali setelah terbit matahari dan dari rumah sampai ke tempat shalat beliau senantiasa mengucap kalimat-kalimat bertakbir.

7. Makan Kurma dengan jumlah ganjil

Pada saat hari ‘Idul Fitri’ tiba, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam makan buah kurma dengan bilangan ganjil yaitu tiga, lima atau tujuh sebelum pergi melaksanakan shalat Idul Fitri bersama. Setelah makan barulah Nabi berangkat menjalankan sholat Id.

Baca juga:


Hal yang Dilakukan Nabi ketika Shalat Idul Fitri

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melaksanakan shalat Id terlebih dahulu baru setekah itu berkutbah, dan beliau shalat dua rakaat. Pada rakaat pertama beliau bertakbir tujuh kali berturut-turut dengan gerakan Takbiratul Ihram, dan akan berhenti sebentar diantara tiap takbir yang diucapkan.

Beliau juga tidak mengajarkan adanya dzikir tertentu untuk dibaca saat itu. Hanya saja ada riwayat dari Ibnu Mas’ud Radhiallahu ‘anhu, mengatakan sebagai berikut:

“Dia membaca hamdalah dan memuji Allah Ta’ala serta membaca kalimat shalawat. Dan diriwayatkan juga bahwa Ibnu Umar mengangkat kedua tangannya pada setiap bertakbir. Sedangkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam setelah bertakbir adalah membaca surah Al-Fatihan dan Qad pada rakaat pertama serta surat ‘Al-Qamar’ diwaktu rakaat kedua”

Kadang juga beliau membaca surah Al-A’la pada rakaat ke satu dan surah Al-Ghasiyah di rakaat kedua. Kemudian selanjutnya beliau bertakbir lalu ruku’ dilanjutkan takbir sebanyak lima kali pada rakaat kedua membaca surah Al-Fatihah dan surat.

Setelah selesai beliau menghadap ke arah para jamaah sholat, sedang mereka (para jamaah) duduk di shaf masing-masing. Lalu beliau pun menyampaikan khutbah yang berisi nasihat, larangan dan anjuran bagi kaum muslim

Jika telah selesai melaksanakan sholat Id maka sebaiknya tidak melakukan sholat sunnah. Karena hal tersebut tidak disyariatkan. Sesuai pada dalil dan Dari Ibnu Abbas Radhiallahu ‘anhuma, ia berkata sebagai berikut ini:

“Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menunaikan shalat ‘id sebanyak dua rakaat tanpa disertai dengan shalat yang lain baik sebelum ataupun sesudah shalat”

(HR.Al Bukhari dan Muslim dan lainnya)

Baca juga:

Hadist ini menunjukkan bahwa ketika umat muslim shalat ‘Id itu hanya dilakukan dua rakaat, demikian pula tidak disyariatkan shalat sunnah yang lain, baik sebelum atau sesudah shalat idul fitri dilakukan atau dilaksanakan.

Karena seusai mengerjakan shalat Id, biasanya hal yang dilakukan adalah silahturahmi atau halal bihalal antar tetangga dan bahkan antar sesama keluarga besar. Serta memohon maaf atas kesalahan yang pernah dilakukan kepada teman, saudara dan terutama orang tua dan memaafkan juga kesalahan orang lain.

Demikianlah pembahasan mengenai sunnah nabi di hari Idul Fitri yang sebaiknya juga kita amalkan saat perayaan hari raya umat Islam ini. Tentu saja dibalik amalan sunnah yang kita kerjakan juga akan menambah tabungan pahala untuk akhirat nanti.

, , ,




Post Date: Tuesday 04th, June 2019 / 09:07 Oleh :
Kategori : Info Islami