Terorisme dalam Islam – Hakikat – Dalil

Menurut Wikipedia, terorisme adalah serangan-serangan yang terkoordinasi dan memiliki tujuan untuk membangkitkan perasaan teror terhadap sekelompok masyarakat. Terorisme identik dengan tindak kekerasan. Aksi terorisme seringkali terjadi secara acak, baik dari segi waktu terjadinya juga korban yang menjadi sasarannya. Bahkan, seringkali yang menjadi korban dari aksi teror adalah para warga sipil. (Baca juga: Sejarah Rohingya di Myanmar)

ads

Pelaku aksi teror biasanya bukan orang-orang yang tergabung dalam angkatan bersenjata. Mereka seringkali merupakan orang biasa yang menyebut diri mereka pejuang kebebasan, militan atau bahkan mujahidin. Ya, para teroris sering membawa alasan agama, khususnya agama Islam, sebagai dasar dari aksi teror yang mereka lakukan. Lalu, bagaimana sebenarnya pandangan Islam terhadap terorisme?

baca juga:

Pandangan Islam Terhadap Terorisme

Seperti yang dibahas di awal, terorisme merupakan aksi yang dilakukan secara acak dan tidak mempedulikan siapa yang akan menjadi korban dari aksi tersebut. Terorisme hanya bertujuan untuk menimbulkan rasa takut sebagai usaha mencapai tujuan tertentu, seringkali tujuan politik. Agama Islam, yang diturunkan sebagai rahmat untuk seluruh alam, tentu tidak menyetujui aksi terorisme seperti ini. (Baca juga: Gafatar : Sesat atau Tidak ?)

Dalam surat al Anbiyaa’ ayat 107 disebutkan, “Dan tidaklah Kami mengutus kamu melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”. Tidak hanya itu, pada surat Saba’ ayat 28, “Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya, sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.

Agama Islam, dengan al Quran sebagai kitabnya, memberi petunjuk kepada manusia tentang semua sisi kehidupan. Maka, sudah sepantasnya kita berpedoman pada ajaran yang ada di dalam al Quran, untuk tetap berada di jalan yang lurus, jalan yang dirahmati Allah subhanahu wa ta’ala. Dalam surat al Maaidah ayat 15 dan 16, “Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan kitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus”.

Dengan beberapa contoh ayat al Quran di atas, kita bisa mengetahui bahwa Islam diturunkan dengan penuh rahmat sebagai berita gembira bagi umat manusia. Islam merupakan jalan keselamatan yang mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya yang terang. Maka, bagi manusia yang mengikuti ajaran Islam, maka dia akan mengetahui jalan yang lurus, jalan menuju keselamatan hidup di dunia dan akhirat.

Baca juga:

Sponsors Link

Selain al Quran yang menjadi pedoman hidup umatnya, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam juga merupakan sosok teladan yang harus menjadi contoh untuk umat Islam. Semua hal yang ada pada sosok Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam mengandung hikmah untuk kita. Pada zaman Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam mendakwahkan ajaran agama Islam, beliau menyampaikan dengan penuh kelembutan, kasih sayang dan kedamaian.

Dalam surat at Taubah ayat 128 disebutkan, “Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin”. Dijelaskan pula dalam surat Ali Imran ayat 159 tentang siat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi salam yang penuh kelembutan dalam bersikap, “Maka disebabkan rahmat dari Allah lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu”.

Baca juga:

Hal ini mencerminkan bahwa Islam dangat mencintai perilaku lemah lembut dan penyayang. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah itu lemah lembut. Ia mencintai kelemah-lembutan dalam segala hal. Dan Dia akan memberi apa yang tidak Dia berikan kepada kekerasan”. (Baca juga: Sifat Marah Dalam Islam)

Terorisme, yang sarat akan kekerasan dan tidak berperikemanusiaan, sangat bertolak belakang dengan ajaram Islam di atas. Jika Islam mengajarkan kasih sayang dan kedamaian, tentu terorisme ini tidak ada sama sekali dalam ajarannya. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “[Kejahatan dan perbuatan jahat, keduanya sama sekali bukan ajaran Islam. Dan orang yang paling baik Islamnya ialah yang paling baik akhlaknya”.

baca juga:

Islam Agama yang Penuh Rahmat

ads
Telah dibahas sebelumnya, Islam merupakan agama yang diturunkan ke bumi sebagai rahmat seluruh alam. Tidak hanya rahmat untuk manusia, melainkan juga rahmat untuk tumbuhan, hewan, lingkungan, dan seluruh isi bumi. Hal dikarenakan syariat Islam yang ada mewajibkan manusia sebagai khalifah di bumi untuk selalu memperlakukan dirinya dan lingkungan sekitarnya dengan penuh hormat. (Baca juga: Hakikat Manusia Menurut Islam)

Manusia diwajibkan untuk menjaga lingkungannya agar tetap bersih, memperlakukan hewan ternak dengan hormat, dan tidak boleh melakuukan hal-hal yang merusak lingkungan. Dengan ajaran seperti itu, bagaimana mungkin Islam mengajarkan untuk melakukan teror kepada manusia lainnya?

Dalam surat al Maaidah ayat 33, Allah berfirman, “Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia, dan di akhirat mereka mendapat siksaan yang besar”. Maka, sudah jelas bahwa umat Islam dilarang melakukan kerusakan di bumi, dimana terorisme merupakan contoh perbuatan yang merusak di bumi.

Baca juga:

Bahkan, terdapat riwayat yang mengisahkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang umatnya menakut-nakuti saudaranya meskipun dalam keadaan bercanda. Dari Saib bin Yazid radhiallahu ‘anhu, sesungguhnya dia mendengar Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah salah seorang dari kalian mengambil barang saudaranya (walau) bercanda atau tidak sungguh-sungguh, Siapa yang mengambil tongkat saudaranya, dia harus mengembalikannya kepadanya” (HR. Tirmidzi, no. 2160, Abu Daud, no. 5003, dinyatakan shahih oleh Al Albany). (Baca juga: Azab untuk Penghina Al Quran)

Dalam kisah lain, Abdurrahman bin Abi Laila berkata, “Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan kepadanya kami dalam sebuah perjalanan, lalu salah seorang dari mereka tidur. Lalu ada salah seorang dari mereka menghampirinya untuk mengambil panahnya. Ketika terbangun, orang itu kaget, lalu teman-temannya tertawa. Maka beliau bertanya, ‘Mengapa kalian tertawa?’ Mereka berkata, ‘Tidak, kami mengambil panahnya dan dia kaget’ Maka bersabdalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Tidak halal seorang muslim menakut-nakuti muslim (lainnya)” (HR. Ahmad, no. 23064, redaksi berasal darinya, Abu Daud, no. 4351, dinyatakan shahih oleh Al Albany dalam Shahih Abu Daud).

Dari kisah di atas, agama Islam mengajarkan untuk menjaga kedamaian dan ketenangan manusia yang lain. Tidak boleh untuk seorang muslim berbuat hal-hal yang membuat saudaranya khawatir atau merasa takut. Di sini, kita bisa melihat bahwa Islam merupakan rahmat untuk alam, yang tidak akan membolehkan umatnya melakukan kerusakan lingkungan serta membuat kehidupan orang-orang di dunia menjadi tidak tenang atau terancam. (Baca juga: Manfaat Toleransi Antar Umat Beragama)

Maka, sesungguhnya kini kita tidak perlu percaya lagi kepada orang-orang di luar sana yang selalu mengaitkan terorisme dengan syariat Islam. Tidak ada ajaran berbuat teror dalam Islam. Hal ini hanyalah buatan para orang kafir yang tidak ridha Islam semakin tersebar ke seluruh dunia.

Baca juga:

Hal ini sudah ada di dalam al Quran surat at Taubah ayat 32, “Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai”. Dari ayat ini, kita mengetahui bahwa orang kafir akan selalu berusaha menjauhkan orang lain dari agama Islam, baik dengan perbuatan maupun dengan ucapan mereka.

Baca juga:

Orang kafirlah yang sejak dulu menyebut orang Islam sebagai teroris. Setiap ada kejadian teror, mereka selalu menyematkan syariat Islam sebagai alasan di balik terjadinya aksi teror tersebut. Bahkan, kalaupun terjadi aksi teror yang dilakukan oleh orang Islam, sudah pasti aksi tersebut didasarkan pada pemahaman yang keliru terhadap syariat Islam atau niat jelek untuk tujuan tertentu.

Wallahu a’lam bishawab.

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , ,




Post Date: Tuesday 03rd, October 2017 / 03:08 Oleh :
Kategori : Info Islami