Tingkat Neraka Dan Penghuninya dan Dalilnya

Allah subhanahu wa ta’ala merupakan dzat yang Maha Adil. Setiap manusia akan diadili dengan seadil-adilnya sesuai dengan amal perbuatannya selama di dunia. Sebagaimana firman-Nya berikut ini.

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ * وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula” (QS. Az Zalzalah : 7-8).

Sebagai manusia yang beriman dan bertakwa tentu mengharapkan surga-Nya. Oleh sebab itu, tekunlah dalam beribadah dan ingatlah bahwa syarat diterimanya ibadah dalam Islam harus dikerjakan dengan niat ikhlas dan sesuai dengan hukum syari’at Islam.

Namun, tidak semua orang di dunia ini beriman. Ada pula orang-orang yang berbuat dosa secara terus-menerus hingga Allah menurunkan azab kepadanya. Ketauhilah bahwa azab kubur dan siksa neraka itu begitu pedih. Sehingga kita harus berusaha menghindarinya sebisa mungkin.

Perlu diketahui bahwa jenis neraka dalam Islam memiliki 7 (tujuh) pintu yang masing-masing memiliki penghuninya.

Allah Ta’ala berfirman,

لَهَا سَبْعَةُ أَبْوَابٍ لِكُلِّ بَابٍ مِنْهُمْ جُزْءٌ مَقْسُومٌ

“Jahanam itu memiliki tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah di tetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.” (QS. Al-Hijr : 44)

Berikut ini penjelasan mengenai tingkat neraka dan penghuninya yang semoga mampu menjadi bahan renungan dan pengingat untuk terus meningkatkan amal shaleh.

1. Neraka Hawiyah

Neraka Hawiyah ialah neraka yang letaknya paling dasar atau bawah. Ini merupakan neraka yang paling keras siksaannya. Neraka ini diperuntukkan bagi orang-orang kafir, orang munafik dan keluarga Fir’aun termasuk di antaranya.

Allah Ta’ala berfirman,

وَمَاأَدْرَاكَ مَاهِيَهْ نَارٌحَامِيَةُ

Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu ? (yaitu) api yang sangat panas” (QS. Al-Qari’ah : 10-11).

2. Neraka Jahim

Neraka yang terletak di atas Neraka Hawiyah ialah neraka Jahim. Neraka ini dihuni oleh orang-orang musyrik yang menyekutukan Allah subhanahu wa ta’ala dengan selain-Nya.

3. Neraka Saqar

Selanjutnya ialah Neraka Saqar. Penghuninya ialah mereka yang menyembah berhala selama hidupnya.

Berhala adalah suatu benda yang dianggap sakral untuk dipuja atau disembah sehingga dijadikan sebagai benda suci. Contohnya bila benda itu berbentuk patung maka disebut patung suci, bila berbentuk pohon maka disebut pohon suci dan lain sebagainya.

4. Neraka Ladza

Setelahnya ada Neraka Ladza. Neraka ini dihuni oleh iblis laknatullah bersama dengan manusia yang mengikutinya, yang terbujuk godaannya dan kaum majusi. Ketahuilah sejarah iblis dalam Al Quran agar tak mudah tergoda olehnya!

“Sekali-kali tidak dapat, sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergejolak.” (QS. Al-Ma’arij : 15)

5. Neraka Huthamah

Neraka yang satu ini diperuntukkan bagi orang-orang Yahudi dan para pengikutinya.

Sebagai umat Islam, penting untuk mengetahui sejarah Yahudi melalui Al Qur’an maupun sumber tepercaya lainnya.

“Dan tahukah kamu, apakah Huthamah itu? (yaitu) api (yang disediakan Allah) yang dinyalakan.” (QS. Al-Humazah : 5-6)

6. Neraka Sa’ir

Berhati-hatilah dan bersegeralah bagi kalian yang tidak menunaikan zakat atau mengurangi takarannya dari nishab yang seharusnya, serta yang mengambil harta atau hak anak yatim piatu dalam Islam. Sebab neraka sa’ir merupakan balasan untuk orang-orang tersebut.

“Dan tahukah kamu, apakah Huthamah itu? (yaitu) api (yang disediakan Allah) yang dinyalakan”. (QS. Al-Humazah : 5-6)

7. Neraka Jahanam

Selanjutnya ialah neraka jahanam yang diperuntukkan bagi kaum muslimin yang melakukan dosa besar.

Pahamilah macam-macam dosa besar dalam Islam agar kita dapat menghindarinya!

“Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut setan) semuanya.” (QS. Al-Hijr : 43)

Itulah tingkat neraka dan penghuninya yang dapat kita ketahui. Semoga ulasan di atas dapat menambah keimanan dan semangat kita untuk tetap istiqomah dalam Islam. Aamiin.