10 Tips Berhubungan Intim Saat Bulan Ramadhan Dalam Islam

Ramadhan merupakan bulan penuh berkah setiap umat muslim di seluruh dunia. Karena pada bulan itu, umat muslim diuji untuk menahan segala macam hawa nafsu dan cobaan. Adapun umat muslim sepenuhnya harus menghindari godaan setan dan berserah diri kepada Allah atas segala apapun yang terjadi.

ads

Tentu saja atas dasar konteks menahan nafsu tersebut muncul pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan bulan ramadhan. Salah satunya adalah : Apakah boleh melakukan hubungan suami istri pada saat bulan ramadhan?

Hukum Melakukan Hubungan Suami Istri di Bulan Ramadhan

Berhubungan suami istri tatkala bulan ramadhan tentu boleh hukumnya. Selama itu dilakukan pada masa setelah berbuka dan sebelum waktu shubuh (imsak). Dasar yang menjelaskan adala QS, Al-Baqarah ayat 187 :

أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ ٱلصِّيَامِ ٱلرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَآئِكُمْ ۚ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ ۗ عَلِمَ ٱللَّهُ أَنَّكُمْ كُنتُمْ تَخْتَانُونَ أَنفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنكُمْ ۖ فَٱلْـَٰٔنَ بَٰشِرُوهُنَّ وَٱبْتَغُوا۟ مَا كَتَبَ ٱللَّهُ لَكُمْ ۚ وَكُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ ٱلْخَيْطُ ٱلْأَبْيَضُ مِنَ ٱلْخَيْطِ ٱلْأَسْوَدِ مِنَ ٱلْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا۟ ٱلصِّيَامَ إِلَى ٱلَّيْلِ ۚ وَلَا تُبَٰشِرُوهُنَّ وَأَنتُمْ عَٰكِفُونَ فِى ٱلْمَسَٰجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُودُ ٱللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ ءَايَٰتِهِۦ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

“Dihalalkan bagi kalian pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kalian; mereka itu adalah pakaian bagi kalian, dan kalian pun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kalian tidak dapat menahan nafsu kalian, karena itu Allah mengampuni kalian dan memberi maaf kepada kalian.

Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan oleh Allah untuk kalian, dan makan minumlah hingga terang bagi kalian benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai datang malam, tetapi janganlah kalian campuri mereka itu sedang kalian beri’tikaf di masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kalian mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.”(QS, Al-Baqarah ayat 187)

Baca juga :

Tentu saja karena dasar diatas dijelaskan secara rinci dalam Al-Qur’an. Maka Hukumnya jelas dan tidak ada keraguan sama sekali. Lantas bagaimanakah anjurkan yang diberikan kepada pasangan yang ingin berhubungan intim sewaktu bulan ramadhan? Berikut ada 10 tips berhubungan intim saat bulan Ramadhan :

1.Yakin

Tidak perlu adanya keraguan bahwasanya berhubungan intim di bulan ramadan akan menodai kesucian ibadah kita. Pasalnya, Allah sendiri telah memperbolehkan kepada seluruh umat manusia untuk berhubungan intim pada bulan tersebut. Jika dilakukan pada waktu setelah maghrib dan sebelum subuh (imsak). Dengan diturunkannya QS, Al-Baqarah ayat 187 tentu saja sudah bisa memantapkan kita.

2. Niati untuk beribadah

Banyak sekali berkah yang dapat kita peroleh di bulan suci tersebut. Salah satunya adalah menyayangi istri. Dan apabila melakukan hubungan intim merupakan salah satu upaya untuk menyayangi istri, maka lakukan dengan ikhlas dan tidak terbebani.


3. Jaga stamina

Tips berhubungan intim saat bulan ramadhan ini merupakan yang terpenting. Pasalnya tatkala seharian berpuasa, tubuh kita cenderung lemas dan tidak sekuat pada hari-hari biasanya. Maka dari itu, menjaga stamina merupakan hal yang penting.

4. Berbukalah dengan makanan yang sehat

Jika menilik perihal konteks berhubungan intim. Tentu saja mengatur nutrisi saat berbuka puasa itu sangat penting untuk menjaga kesehatan. Makan makanan yang sehat dan bergizi adalah upaya yang tepat untuk menjaga kebugaran. Minimal menyediakan buah-buahan atau jus selama berbuka. Tidak juga berlebihan.

5. Berolahraga

Berolahraga ringan di bulan ramadhan juga merupakan cara untuk membiasakan tubuh dalam kondisi puasa. Selain berkeringat itu sehat, daya tahan pun akan semakin meningkat di waktu-waktu tertentu apabila tubuh sudah terbiasa. Peningkatan stamina akan terasa apabila kita sering mengisi waktu luang untuk berolahraga. Selama ringan dan tidak menimbulkan batal puasa, maka olahraga di bulan puasa tidak masalah.

Baca juga :

6. Mengatur waktu beribadah

Inilah yang paling penting. Pasalnya berkah bulan puasa itu sangat banyak. Dan sudah sewajarnya kita tau dan paham perihal hal-hal yang harus dilakukan saat bulan ramadhan. Meskipun Allah memperbolehkan Hubungan Intim di malam hari, namun kita tentu saja akan merugi apabila meninggalkan ibadah yang lain. Apabila dalam bulan ramadhan, tentu saja taraweh lebih utama. Berhubungan bisa dilakukan setelahnya.

7. Persingkat waktu Berhubungan

Konteks ini masih termasuk dalam pembagian waktu. Pasalnya, kita tentu tidak bisa berlama-lama berhubungan intim tatkala malam hari, karena malam di bulan ramadhan sangat pendek dan kita harus mempersiapkan puasa untuk hari berikutnya. Adapun amalan-amalan sunnah yang harus dilaksanakan juga menjadi pertimbangan memperpendek waktu berhubungan di malam hari.

8. Saling mengerti pasangan

Mengerti satu sama lain juga merupakan kunci. Pasalnya, semisal pasangan enggan, maka tidak boleh egois dan menang sendiri. Setiap hal harus didasari dengan niat Ibadah. Apabila berhubungan intim di malam hari didasari dengan cinta, dan mencurahkan kasih sayang. Maka kala berpuasa di siang hari pun tidak akan ada penyesalan sama sekali.


Adapun aturan lain juga harus dilakukan. Apabila sedang ingin tatkala siang hari, maka sebisa mungkin ditahan sampai malam agar tidak membatalkan puasa. Waktu bermesraan juga harus dibatasi kala siang hari.

9.Jangan Jadikan berhubungan intim sebagai penghambat ibadah yang lain

Tips berhubungan intim saat bulan Ramadhan berikutnya adalah apabila berhubungan intim tatkala malam ramadhan sudah kita niatkan untuk ibadah. Maka jangan menjadikan berhubungan intim menjadi alasan utama untuk tidak melaksanakan sunah yang lain. Pasalnya, Berdzikir, Membaca Al-Qur’an dan salat malam juga merupakan keutamaan yang membawa berkah berkali lipat saat bulan ramadhan.

10. Pastikan mandi junub sebelum waktu Shubuh

Inilah hal yang wajib dilakukan. Karena untuk menjaga kesucian di bulan ramadhan dan menjaga keabsahan puasa kita di siang hari. Mandi Junub sebaiknya dilakukan apabila setelah sahur, pasalnya dapat menjaga kesegaran untuk melakukan kegiatan di pagi hari. Jangan dilakukan sewaktu malam hari karena dikhawatirkan dapat menimbulkan berbagai macam penyakit.

Baca juga :

Bagaimana jika sampai adzan subuh belum sempat mandi junub. Hal ini dijelaskan dalam sebuah Hadist. Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha,

قَدْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُدْرِكُهُ الْفَجْرُ فِى رَمَضَانَ وَهُوَ جُنُبٌ مِنْ غَيْرِ حُلُمٍ فَيَغْتَسِلُ وَيَصُومُ.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menjumpai waktu fajar di bulan Ramadhan dalam keadaan junub bukan karena mimpi basah, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi dan tetap berpuasa.” (HR. Muslim no. 1109)

Hukumnya tidak akan membatalkan puasa. Namun meski begitu, mandi junub wajub dilakukan. Guna bersuci.

Dari pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa berhubungan intim tatkala bulan ramadhan hukumnya boleh, selama itu dilakukan di malam hari dan tidak berpotensi mengganggu amalan ibadah yang lain. Adapun apabila berhubungan intim tersebut diniati ibadah karena Allah, justru malah menambah keberkahan pada bulan ramadhan.

Demikian lah 10 tips berhubungan intim saat bulan Ramadhan. Semoga dapat menjadi cerminan dan petunjuk untuk kita agar kita tetap berada di jalan yang lurus. Adapun ibadah yang kita lakukan, tak lepas dari pengawasan Allah yang maha mengetahui, jadi sudah sepantasnya kita berserah diri dan melakukan segalanya sebaik mungkin. Semoga kita selalu menjadi hambanya yang terus dituntun di jalan yang benar, Insya Allah.

Hamsa,

, , ,




Post Date: Tuesday 09th, April 2019 / 09:07 Oleh :
Kategori : Info Islami