Meriahnya 11 Tradisi Ramadhan di Negara Turki

Kala bulan suci ramadhan tiba, semua umat muslim yang ada di seluruh dunia ikut berbahagia. Pasalnya kita akan menjalani 1 bulan penuh berkah yang mana akan menuntun kita kepada hari kemenangan, Idul Fitri. Tentu saja di bulan ramadhan yang penuh berkah tersebut, banyak sekali hal yang harus kita lakukan agar momen wajib 1 tahun sekali itu bisa memberikan kita kebermanfaatan dan kebaikan yang bisa meningkatkan diri selama 1 tahun kedepan.

ads

Baik di Arab Saudi maupun Indonesia, kita sebagai umat muslim sama-sama menjalankan ibadah puasa. Dengan berdasar pada syariat yang ditentukan Allah dan contoh yang diberikan Rasulullah, kita di seluruh dunia menjalani ibadah puasa yang sama dengan tempat yang berbeda.

Namun kali ini kita akan menyinggung tradisi ramadhan di negara Turki. Kenapa Turki? Karena hampir sama dengan Indonesia yang menyandang gelar sebagai Negara dengan Populasi Muslim terbesar di Dunia, Turki juga menyandang gelar yang hampir sama, yaitu negara dengan Populasi Muslim terbesar di Eropa.

Fakta Unik dari Suasana Ramadhan di Turki adalah masyarakat disana memulai puasa pada pukul 03.30 Pagi (waktu Imsak) sampai dengan 21.00 Malam, lebih lama beberapa jam dibanding Indonesia. Nah, langsung simak yuk seperti apa tradisi ramadhan di negara Turki.

Tradisi Ramadhan di Turki

1. Suara Davul Dalam Membangunkan Orang Sahur

Tradisi ramadhan di negara Turki yang pertama adalah membangunkan oran gsahur dengan alat musik davul. Davul adalah sejenis Drum (alat musik pukul) yang akan dimainkan seiring masuk waktunya sahur. Dimana para pemukul alat muskit tersebut akan memasuki gang-gang pemukiman untuk membangunkan warga. Bedanya dengan Indonesia, mereka hanya memukul tanpa berteriak ‘Sahur Sahur!’

Baca juga :

2. Tradisi Iftar dengan Mengajak Orang

Istilah Berbuka puasa di negara lain sering disebut dengan Iftar. Di Turki, kebiasaan orang-orangnya adalah mengajak orang lain berbuka. Tentu saja sifat kedermawanan dan berdasar pada dalil tentang memberi makan orang puasa, mereka berlomba-lomba untuk mengajak siapa saja iftar bersama. Jadi jangan kaget kalau semisal berkunjung ke Turki di bulan ramadhan dan kita tiba tiba ‘kebanjiran’ undangan buka puasa. Adapun dari pihak pemerintah juga akan sering mengadakan undangan Iftar kepada masyarakat.

3. Lampu Menyala di setiap Menara Masjid

Masjid di Turki memang terkenal dengan bentuknya yang unik dan memiliki ciri khas sebuah menara. Di hari hari biasa, lampu di menara-menara tersebut hanya akan dinyalakan di hari Jum’at malam saja. Namun di bulan puasa, lampu di Menara-menara tersebut dinyalakan 30 Hari penuh selama malam Ramadahan. Adapun lantunan lantunan Shalawat sebelum Adzan Isya’ dan Shubuh.

4. Bertukar Hidangan

Tradisi ramadhan di negara Turki lainnya yang dilakukan masyarakat Turki adalah sering mereka barter hidangan berbuka dengan tetangga. Tujuannya adalah untuk mempererat tali persaudaraan dan silaturahmi.


5. Bazar yang Diselenggarakan oleh Pemerintah

Guna menyambut bulan bahagia, pemerntah Turki mengadakan Bazar Ramadhan. Bazar Ramadhan tersebut biasanya berisikan penjualan Buku Buku Islami, Lukisan-lukisan bertema Ramadhan, kerajinan keramik dan banyak lagi. Adapun Acara-Acara yang dilakukan di bazar tersebur biasanya ada persembahan-persembahan, kajian islam yang dilakukan oleh tokoh agama.

6. Tempat Makan Yang Buka Hampir Bahkan Sampai 24 Jam

Berbeda dengan Indonesia yang pada siang hari warung-warung banyak yang tutup. Di Turki malah sebaliknya, dimana para pedangan memanfaatkan momen puasa tersebut untuk terus buka warung. Tentu saja mereka tidak mengajak orang-orang puasa untuk batal. Namun mereka tetap buka dikarenakan mereka masih welcome dengan kalangan-kalangan non muslim yang melakukan aktifitas sehari-hari.

Baca juga :

Umat Muslim disana pun tidak ada yang namanya demo untuk menyuruh para pemilik warung untuk tutup, toleransi saja. Kalau niat Ibadah, maka hati harus kokoh. Bahkan tidak jarang banyak pemilik warung yang muslim namun masih membuka warung guna mencari rezeki. Di Malam hari, warung-warung tersebut bahkan akan semakin ramai oleh pembeli.

7.  Menonton Theater Setelah Taraweh

Kalau di jawa ada yang namanya Wayangan. Di Turki, pasca salat taraweh, anak-anak biasanya akan berbondong-bondong menonton theater dan pertunjukan musik. Karena pada malam ramadhan, akan sering diadakan pertunjukan-pertunjukan yang memiliki nilai-nilai islami.

8. Tradisi Mukabele

Tradisi ramadhan di negara Turki berikutnya yakni mukabele. Mukabele adalah pertemuan untuk melakukan Tadarus Al-Qur’an. Hampir sama dengan di Indonesia, namun di Turki Ibu-ibu biasa melakukan tadarus dari pagi sampai siang di rumah-rumah. Dilanjutkan oleh para lelaki yang melakukannya malam hari di masjid.

9. Memasang Mahya

Berbeda dengan lampu-lampu menara yang memang sudah ada di puncak menara masjid. Mahya merupakan lampu-lampu yang berbentuk tulisan yang juga dipasang di Masjid. Tulisan-tulisan tersebut biasanya berisi ucapan ‘selamat datang ramadhan’ dan ucapan ucapan puji syukur lainnya.


10. Menu Berbuka di Turki

Iftar di Turki selalu diawali dengan kurma, lalu kemudian berlanjut ke makanan-makanan utama khas turki, contoh mudahnya adalah kebab. Adapun kue-kue kering juga sering dihidangkan untuk menemani berbuka puasa. Yang terakhir adalah beberapa jenis buah-buahan.

Masyarakat Turki sendiri memiliki kebiasan berbelanja menjelang bulan puasa. Dikarenakan banyak yang harus disiapkan, mereka ‘mempersenjatai diri’ dengan segala jenis bahan makanan sebelum bulan puasa tiba.

11. Menyambut Malam Laylatul Qadr

Masyarakat Turki memiliki perhitungan tersendiri dalam menentukan jatuhnya malam Laylatul Qadr. Itulah kenapa pada malam tersebut mereka akan beramai-ramai melakukan salat Tasbih, kajian-kajian, Tadarus Al-Qur’an dan berdzikir sampai pagi menjelang.

Baca juga :

Dari berbagai macam tradisi diatas, tentu saja dapat kita amalkan yang baik sebagai perbandingan budaya dari masyarakat Turki dengan masyarakat Indonesia. Meskipun banyak sekali perbedaan yang memisahkan, namun persamaan dari setiap umat muslim di dunia adalah tentang tali persaudaraan dan tauhid.

Itulah kenapa meskipun rasanya banyak pembeda, namun saat kita tau bahwa kita beribadah kepada Tuhan yang sama, Allah SWT, rasanya sangat menentramkan hati. Mengetahui pula bahwasanya perjuangan dakwah Rasulullah salallahu ‘alaihi wa sallam nyatanya memberikan ketentraman bagi Umat Muslim masa kini, juga ayalnya menjadikan kita sebagai orang yang bangga karena telah menjadi bagian dari Islam.

Itulah 11 tradisi ramadhan di negara Turki, semoga dapat mejadikan sumber keilmuan yang baru dan lebih baik dari kemarin. Dan semoga pula kita selalu dituntun dan diarahkan untuk tetap di jalan yang benar. Amin, InsyaAllah.

Sekian, semoga bermanfaat

Hamsa,

, , , ,




Post Date: Tuesday 14th, May 2019 / 14:02 Oleh :
Kategori : Info Islami