15 Ayat Tentang Pacaran Dalam Islam

Pacaran pada jaman sekarang menjadi sesuatu yang umum. Pacaran seolah menjadi sebuah ikatan bukti resmi nya hubungan dua insan manusia. Pada jaman sekarang pacaran menjadi hal yang biasa dan menjadi sesuatu yang dibangga bangga kan. Pacaran dilakukan oleh hampir semua kalangan, baik itu pelajar, mahasiswa, pekerja, bahkan orang yang sudah tak lagi muda juga menjalankannya. Orang yang tidak ber pacaran dengan niat menjaga diri dipandang sebagai sesuatu yang aneh, disebut terlalu tertutup atau bahkan disebut sebagai orang yang belum laku.

ads

Rasulullah pernah bersabda yang diriwayatkan oleh salah seorang sahabat beliau,“Aku bertanya kepada Rasulullah tentang pandangan yang cuma selintas atau tidak sengaja, kemudian beliau memerintahkan kepadaku agar aku segera memalingkan pandanganku”. (HR Muslim no 5770). Hadist tersebut bermakna bahwa tidak diperkenankan dengan sengaja memandaang kepada lawan jenis, memandang saja tidak dibolehkan dalam islam, sebab menimbulkan hawa nafsu dan mudah sekali tergoda oleh bisikan syetan.

Apalagi pacaran yang identik dengan berduaan, komunikasi intens, berpandangan mata, bahkan melakukan sentuhan seperti berpegangan tangan. tidak ada istilah pacaran dalam islam, sebab pacaran menjurus kepada maksiat dan zina. Pendekatan sebelum menikah dalam islam dilakukan dengan jalan Istikharah, berikut 15 ayat tentang pacaran beserta uraian singkat nya:

1. QS Al Isro’ Ayat 32

“Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”. Pacaran bukan sebuah ikatan yang resmi, ikatan resmi hanya didapat dengan menikah. Pacaran mendekatkan pelakunya ke arah zina yang jelas dilarang oleh Allah dan bukan jalan yang baik dalam islam. Untuk itulah larangan berpacaran dalam islam dijelaskan dalam ayat ini guna menegaskan perilaku tidak baik tersebut.

2. QS An Nuur Ayat 30

Pacaran yang identik dengan berpandangan, berdekatan, dll tidak sesuai dengan perintah Allah kepada semua laki laki beriman untuk menjaga pandangan dan menjaga diri, hendaknya setiap lelaki mukmin mengamalkannya dengan tidak menjalankan pacaran. Salah satu cara menghindari pacaran bisa dengan menahan diri untuk tidak bertemu dengan lawan jenis hanya berduaan saja.

“Katakanlah kepada laki laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya, memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang mereka perbuat”. 

3. QS An Nuur Ayat 31

Wanita yang dijunjung tinggi kehormatannya dalam islam juga hendaknya menjauhi pacaran dan mendekatkan diri hanya kepada suami nya kelak. Wanita baik yang senantiasa istiqomah menjaga diri akan mendapat jodoh yang baik pula. “Katakanlah kepada wanita wanita yang beriman, hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan kemaluannya”.

4. QS Al Ahzab Ayat 32

Salah satu hal yang umum dalam pacaran ialah saling bertutur kata lembut bahkan merayu pada lawan jenis yang belum halal baginya, hal ini tidak diperkenankan oleh Allah sebab dapat memancing hawa nafsu orang lain, “Maka janganlah kalian (istri istri Nabi) berbicara dengan suara yang lembut sehingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit di dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik”.

5. QS Al Mu’minun Ayat 5 – 6

Allah menjunjung tinggi dan menyukai mukmin laki laki dan perempuan yang mampu menjaga diri dengan menghindari pacaran sehingga terhindar dari perbuatan tercela. “Dan orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap istri istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka tidak tercela”.


6. QS Al Ahzab Ayat 35

Allah menjanjikan pahala besar untuk mukmin laki laki dan perempuan yang mampu menjaga dirinya, mampu mengalahkan hawa nafsu nya, dan mampu menjalankan perintah Allah dengan menjalankan hubungan yang halal melalui ikatan pernikahan bukan berpacaran. “Sungguh laki laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, Allah telah menyediakan ampunan dan pahala yang besar”.

7. QS Al Mu’minun Ayat 7

“Barang siapa mencari zina maka mereka itulah orang orang yang melampaui batas”. Pacaran sama saja dengan mencari zina sebab memiliki kedekatan dengan lawan jenis tanpa ada ikatan yang syah.

8. QS At Tahrim : 6

Ada sebagian orang tua yang merasa bangga jika anaknya berpacaran, bahkan merasa khawatir jika anaknya tidak berpacaran karena takut dianggap tidak laku. Dalam keluarga wajib menuntun dan mengingatkan dalam kebaikan, sebagai orang tua pula wajib melarang jika anaknya berbuat hal yang maksiat seperti pacaran, sebab salah satu kewajiban orang tua adalah memelihara keluarga nya dari api neraka. “Hai orang orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu yang penjaga nya malaikat malaikat yang kasar dan tidak mendurhakai perintah Allah”.

9. QS Al Baqarah Ayat 169

Ada sebuah hadist dari Rasulullah, “Tidaklah seorang lelaki berduaan dengan wanita kecuali yang ketiga adalah syetan”. (HR Tirmidzi). Pacaran menjadikan jalan mudah bagi syetan untuk memberi bisikan yang menjurus pada perbuatan maksiat dan keji. Tidak sedikit orang berpacaran yang akhirnya rugi karena berbuat zina. “Sesungguhnya syetan itu hanya menyuruh kamu berbuat maksiat dan keji”.

10. QS Al Ahzab Ayat 33

Perempuan yang berpacaran tentu sering berhias diri agar terlihat menarik di mata lelaki yang berpacaran dengan nya, hal itu tidak dibenarkan dalam islam, sebab wanita hanya boleh berhias diri dan tampil menarik di hadapan suami nya. “Dan janganlah kalian bertabaruj (sering keluar rumah dengan berhias dan bertingkah laku seperti kebiasaan wanita jahiliyah). Sesungguhnya Allah hendak menghilangkan dosa dari kamu dan membersihkan kamu sebersih bersihnya”

11. QS An’am Ayat 119

Jangan terpengaruh dengan orang lain yang membanggakan diri karena berpacaran, setiap mukmin hendaknya istiqomah dan tetap berada pada jalan Allah, tidak mengikuti sesuatu yang sesat yang melampaui batas seperti pacaran. “Dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia benar benar hendak menyesatkan orang lain dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan”

12. QS Qasas Ayat 50

“Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsu mereka belaka dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun”. Orang yang menjalankan perbuatan seperti pacaran termasuk merugi sebab termasuk perbuatan sesat yang tidak ada dalam syariat islam, perbuatan tersebut hanya mengikuti kehidupan seperti jaman jahiliyah dahulu sebelum mendapat petunjuk dari Allah dan para Rasul Nya.

13. QS Al Maidah Ayat 77

“Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang orang terdahulu sebelum kedatangan Muhammad dan mereka telah menyesatkan kebanyakan manusia dan mereka tersesat dari jalan yang lurus”. Pada jaman dahulu wanita tidak mendapat kehormatan, wanita hanya digunakan sebagai penghias dan pelayan bagi pria, banyak wanita yang merugi dan menderita.

Allah telah menurunkan para Nabi dan Rasul Nya untuk memberi petunjuk kepada setiap umat tentang syariat islam agar mendapat jalan yang lurus. Seseorang yang tidak mengikuti petunjuk dari Allah dan Rasul Nya tentu akan merugi sebab segala syariat dan hukum islam pasti memberikan kebaikan dan banyak manfaatnya.

14. QS Al Furqon Ayat 43

Allah tidak menjamin ketenangan hidup orang orang yang tidak mengikuti syariat Nya. Pacaran adalah salah satu perbuatan yang tidak sesuai syariat islam, yang hanya bertujuan untuk mengikuti hawa nafsu dan membanggakan diri.“Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsu sebagai Tuhan Nya, maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?”

15. QS An Naziat Ayat 40 – 41

“Dan orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keingingan hawa nafsu nya maka sesungguhnya surga lah tempat tinggal nya”. Allah memberi jaminan surga untuk orang mukmin baik laki laki ataupun perempuan yang mengikuti syariat Nya dengan niat ibadah dan tidak mengikuti hawa nafsu nya karena Allah. Orang tersebut akan mendapat jalan lurus dan jauh dari godaan syetan sehingga jauh pula dari berbagai bentuk perbuatan maksiat.

Pacaran bukan jalan dalam islam untuk meresmikan sebuah hubungan, pacaran justru terdapat ketidak pastian di dalam nya, hubungan yang serius adalah hubungan yang dibuktikan denga pernikahan, perempuan dan laki laki yang serius juga mereka yang menjauhi pacaran untuk menjaga diri dan kehormatannya, serta mengikti syariat Allah. Orang yang baik dan suci tentu kelak akan mendapat jodoh yang baik untuknya pula.


Demikian artikel 15 ayat Al Qur’an tentang pacaran. Jelas dari ayat ayat di atas bahwa pacaran adalah perbuatan yang tidak ada dalam hukum islam, pacaran termasuk perbuatan tercela dan menjurus ke arah maksiat serta zina. Jelas bahwa berpandangan, berduaan, bersentuhan, dll yang menjadi hal biasa dalam pacaran hanya boleh dilakukan oleh pasangan yang telah memiliki hubungan yang halal berdasarkan syariat islam yaitu dengan jalan pernikahan.

Sebagai umat islam hendaknya tidak mengikuti kebiasaan tersebut, wajib bagi setiap mukmin untuk mempertahankan jati diri dan menjaga diri serta kehormatan dengan melakukan pergaulan yang dibolehkan oleh syariat islam. Setiap hukum islam yang diciptakan pastilah lebih banyak manfaat dan kebaikan di dalam nya. Semoga bisa bermanfaat dan menjadi perbaikan diri terima kasih.

, , , , ,




Post Date: Saturday 24th, February 2018 / 01:57 Oleh :
Kategori : Al-quran