Hindari Cinta yang Salah untuk Meraih Cinta-Nya Allah

√ Islamic Base Pass quality & checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Cinta adalah sesuatu hal wajar, dan itu memang fitrahnya pada manusia. Namun beda lagi jika kita mencintai seseorang yang salah, yang justru membuat kita malah menjauh dari Sang Pencipta.

Terkadang cinta itu memang membutakan, misal dengan bagaimana fisik seseorang itu, bagaimana sifatnya, bila kita memang sudah benar-benar mencintai, maka apapun pasti akan dilakukan. Kita rela melakukan apapun demi dia meskipun balasannya tidak seperti yang diharapkan.

Banyak fakta tentang cinta yang keliru atau cinta salah, seperti pacaran yang berujung hamil di luar nikah, ditinggalkan tanpa pertanggungjawaban sehingga pembunuhan oleh pacarnya.

Seperti apa yang sudah banyak dikatakan banyak orang  “Cinta itu butuh pembuktian”, dan memang benar cinta itu butuh pembuktian bukan hanya sekedar di lisan saja.

Namun cinta yang sah hanya yang terjadi setelah pernikahan saja, bukan cinta di luar pernikahan. Cinta di luar pernikahan itulah sebuah cinta yang keliru, dan malah menjauhkan kita kepada sang pencipta.

Cinta yang keliru adalah cinta yang belum tau arahnya, yang tentunya belum ada kepastian untuk ke jenjang pernikahan. Selain itu pun kita sebagai muslim memang dilarang berpacaran, karena pacaran itu seperti gerbangnya peluang untuk berzina, sedangkan mendekati zina itu dilarang oleh islam.

Adapun dalam surat Al-Isra ayat 32 yang berbunyi:

وَلَا تَقْرَبُوا۟ ٱلزِّنَىٰٓ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلً

Artinya: “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra: 32).

Dari ayat di atas menjelaskan sesuatu hal yang mendekati zina itu adalah perbuatan yang keji dan juga jalan yang buruk. Sedangkan pacaran itu mendekati zina, dan itu sama saja perbuatan yang keji.

Selain juga akan banyak dampak negatif dari perbuatannya, yaitu dampak negatif di dunia dan juga di akhirat. Dan mungkin bisa saja bagi kita seorang muslimah sebagai aktivis dakwah, cinta yang keliru itu sebuah musibah. Kenapa bisa dikatakan begitu?

Karena di saat itu kita jatuh cinta kepada seseorang yang belum tentu itu belum milik kita, bukan menjadi mahram atau belum sah menjadi mahram kita. Sehingga membayang-bayang orang itu, menghambat dakwahnya, menghambat ibadahnya serta kegiatan lainnya.

Maka wahai sahabat muslimah, sangat perjuangan sekali menjauhkan atau melupakan dari cinta yang keliru itu. Sebaiknya kita sebagai muslimah, sebagai hambanya Allah seharusnya kita hanya bisa menempatkan cinta kita itu hanya kepada Allah sang pencipta. Tidak ada yang sia-sia selama kita mengharapkan cintanya Allah dibanding mengharapkan cintanya si Doi yang sangat keliru itu.

Merdeka itu ketika kita bisa merdeka dari cinta yang keliru, yang hanya abu-abu tanpa kejelasan. Hanya ketika kita mengharapkan cintanya Allah saja yang bisa menempatkan ketenangan dalam hati kita, dan diri kita.

Allah saja lah yang tidak akan mengkhianati kita, Allah saja yang selalu menepati janjinya dengan janji yang sangat istimewa. Dengan kita mencintai Allah sepenuhnya hati kita dengan mengharap ridhanya, maka akan banyak bonus atau hadiah dari Allah yang tidak bisa dibandingkan dengan hal lain.

Seperti perihal jodoh yang baik agamanya, atau yang lainnya. Maka bisa saja kita sekarang saling memperbaiki diri dalam mengharapkan ridhonya Allah, berlomba-lomba dalam kebaikan, fokus menjadi diri yang lebih taat akan perintahnya Allah.

Dengan semua itu akan ada tiba saatnya kita dipertemukan dengan seseorang yang lebih mencintai kita, yaitu yang membuat kita lebih dekat dengan Allah, bukan malah menjauhi Allah, bukan lagi cinta yang keliru.

fbWhatsappTwitterLinkedIn