Murtad Dalam Islam

Sebagai manusia, kita diwajibkan oleh Allah untuk beriman kepada-Nya dan juga mengikuti segala perintah-Nya. Allah juga menurunkan Rasul dan kitab petunjuk sebagai jalan cahaya agar umat manusia tidak tersesat dan terjerumus pada kesesatan. Sejatinya, manusia yang hidupnya penuh dalam kekurangan, kelemahan untuk itu membutuhkan Tuhan Yang Maha Agung dan Maha Besar untuk memberikan petunjuk dan sebagai tempat bergantung hidup manusia.

ads

Islam adalah agama yang Allah turunkan bukan hanya pada saat zaman Nabi Muhammad. Ajaran islam sebagaimana ajaran nabi-nabi terdahulu dan memberikan petunjuk bagi manusia sesuai dengan fitrah dan jalan yang benar sebagaimana konteks masyarakat yang sedang terjadi di massanya. Untuk itu, Allah memerintahkan agar manusia mengikuti ajaran yang benar, dalam hal ini ajaran islam sebagaimana ajaran yang telah Allah sempurnakan dan integrasikan pada umat manusia dari zaman Nabi Muhammad hingga kini.

Untuk itu dasar keislamandan fungsi agama adalah seperti Rukun Islam, Dasar Hukum Islam, Fungsi Iman Kepada Allah SWT, Sumber Syariat Islam, dan Rukun Iman.

Namun, bagaimana jika orang yang beriman lalu kemudian menggugurkan keimanannya dan berpindah pada ajran agama lain selain islam? Apakah hal tersebut diperbilhkan dan apakan hukumnya jika hal tersebut dilakukan? Hal ini akan dibahas dalam artikel berikut.

baca juga:

Perintah Beriman Kepada Allah dan Islam

Allah memerintahkan kepada manusia untuk mengikuti perintah dan jalan-jalan kebaran yang Allah tunjukkan lewat Al-Quran, Sunnah Rasulullah, dan juga realitas yang ada di alam semesta bagi mereka yang mampu berpikir dan menangkapnya dengan baik. Akan tetapi, Allah tidak memaksakan jika memang manusia tidak mau mengikutinya.

Tentu saja perintah ini sesuai dengan  Tujuan Penciptaan Manusia, Proses Penciptaan Manusia , Hakikat Penciptaan Manusia , Konsep Manusia dalam Islam, dan Hakikat Manusia Menurut Islam. Hal ini disesuaikan dengan kondisi dimana manusia memiliki fitrah untuk memilih, untuk memutuskan, dan memperhitungkan segala sesuai dengan pertimbangan dirunya masing-masing. Hal ini disampaikan Allah sebagaimana dalam ayat Al-Quran berikut :

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut[162] dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS Al Baqarah : 256)


Di dalam ayat tersebut Allah menyebutkan bahwa tidak ada paksaan untuk manusia beriman dan mengikuti islam. Akan tetapi segala resiko yang akan datang tentunya adalah urusan manusia. Allah telah memberikan petunjuk maka segalanya kembali pada pilihan kita. Resiko dari tidak beriman kepada Allah adalah hilangnya tuntunan jalan, petunjuk, hidayah, kesadaran diri, kesempatan bertaubt, dan hal-hal lainnya yang kita butuhkan dalam hidup. Sehingga resiko itu membuat kita rugi sendiri.

Bagi mereka yang murtad dari islam, artinya mereka telah menjual dan melepaskan keislaman diri mereka, tuntunan Allah, dan perlindungan diri yang kuat. Karena sesungguhnya hanya keimanan kita lah yang paling berharga dan kekal nilainya hingga ke dalam surga.

baca juga:

Murtad Menurut Informasi Al-Quran

Orang-orang yang murtad dari jalan Allah adalah orang yang dibenci dan tentunya sangat diharamkan oleh Allah seorang Muslim kembali pada jalan yang salah. Hal ini tentunya bertentangan dengan Sumber Syariat Islam. Bisa diibaratkan seseorang yang murtad adalah mereka yang sudah mendapatkan cahaya kebenaran, berada di jalan Allah, berada dalam petujuk Allah namun mereka mengingkari dan kembali tidak beriman. Tentu saja hilang kenikmatan, kesyukuran, dan kebaikan tersebut.

Orang-orang yang murtad tentu saja akan mendapatkan resiko dan balasan dari Allah. Allah memang tidak memaksa seseorang untuk beriman pada-Nya dan Islam, tetapi segala resiko dan balasan dari Allah tentu bisa dipahami sendiri oleh Manusia karena tidak ada yang bisa menandingi kekuasaan dan kebenaran selain yang datang dari Allah SWT.

  1. Orang yang Murtad Kekal di dalam Neraka

“Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (QS Al Baqarah : 217)

Dalam ayat di atas ditunjukkan bahwa orang yang murtad adalah orang yang akan kekal di neraka. Mereka akan sia-sia amalannya dan kebaikannya karena semua itu bukan ditunjukkan pada jalan Allah SWT. Orang-orang seperti itu tentu perlu dipertanyakan apa motif mereka melaksanakan kebaikan dan juga amalan? Tentu saja balasan Allah adalah kekal di neraka, dan tentu kita tidak ingin menjadi bagian dari penghuni neraka.

Sebagaimana hadist Rasul, seringan-ringannya siksaan neraka adalah ketika kaki kita menginjak bara api, dan dengan bara api itu, kepala kita hancur.


  1. Mendatangkan Muhdarat dari Allah

“Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (QS Ali Imran : 144)

Dari ayat di atas, ditunjukkan bahwa orang-orang yang murtad kelak Allah akan mendatangkannya mudharat dan mereka tidak akan bersyukur. Tentu hal ini adalah hal yang paling menakutkan, dimana tidak mungkin seseorang bisa hidup tanpa nikmat dan bantuan dari Allah SWT. Yang ada, kita hanya bisa menunggu dan berserah diri. Sedangkan saat murtad, Allah melaknat kita dan tidak akan membiarkan kita hidup bahagia di Akhirat.

Untuk itu, sejatinya aturan dan perintah Allah bukanlah untuk menyiksa hidup manusia, melainkan memberikan kebaikan dan menyelematkan manusia dari kesesatan di dunia. Akan tetapi manusia sering kali mengingkari hal tersebut dan tidak memahami bahwa Allah hendak melindungi dan menjaga manusia dengan aturan yang telah dibuat-Nya.

  1. Digantikan oleh Allah dengan Kaum yang Lainnya

Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui. (QS Al Maidah : 54)

baca juga:

Orang-orang yang murtad di jalan Allah, kelak Allah akan balas dan ganti kekuasaannya dengan kaum yang lebih baik. Mereka adalah orang-orang yang baik dan mencintai Allah. Tentu saja, jika hal tersebut terjadi orang-orang yang murtad dan kafir adalah orang-orang yang akan tergilas zaman dan kelak akan Allah gantikan dengan orang-orang yang shalih dan beriman kepada Allah. Sedangkan orang beriman akan mendapatkan kesuksesan di Dunia Menurut Islam, Sukses Menurut Islam, Sukses Dunia Akhirat Menurut Islam, dengan Cara Sukses Menurut Islam.

, , , , ,




Post Date: Thursday 22nd, June 2017 / 06:26 Oleh :
Kategori : Aqidah