15 Hadist Tentang Amalan di Bulan Ramadhan

Ada berbagai macam firman Allah di kitab suci Al Qur’an dan juga berbagai macam hadist yang membahas mengenai bulan ramadhan, semuanya tentu sebagai panduan bagi manusia agar dapat menjalankan ibadah dengan sempurna sesuai dengan petunjuk Allah, berikut adalah 15 hadist tentang amalan di bulan ramadhan yang wajib untuk kita pahami dan dilaksanakan sesuai kemampuan, berikut selengkapnya.

ads

1. H.R. Ibnu Majah – 1742

Ada tiga orang yang tidak akan ditolak do’anya; .., orang yang berpuasa hingga berbuka … pintu-pintu langit akan dibukakan untuknya seraya berfirman: “Demi keagungan-Ku, sungguh Aku akan menolongmu meski setelah beberapa saat,” (H.R. Ibnu Majah – 1742). Hadist pertama ialah mengenai amalan berbuka puasa atau waktu buka puasa dan adab berbuka puasa yang di waktu tersebut doanya tidak akan tertolak serta mendapat nilai ibadah yang agung di mata Allah.

Buka puasa adalah salah satu waktu yang terbaik untuk memohon doa, sebab di waktu tersebut ada begitu banyak kenikmatan yang diberikan oleh Allah, yakni dibebaskan dari rasa lapar dan dahaga yang dirasakan sepanjang hari serta mendapat kenikmatan untuk memiliki kekuatan atau energi kembali untuk menjalankan amalan ramadhan di malam harinya sebagai cara menambah pahala di bulan Ramadhan.

2. H.R. Abu Dawud 2011

Selanjutnya yakni mengenai amalan doa berbuka puasa yang berasal dari hadist dan bisa kita terapkan dalam berbuka puasa sehari hari selama bulan ramadhan agar mendapat keajaiban doa di bulan ramadhan. “Dzahabazh zhamaa`u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatil ajru in syaa-allaah (Telah hilang dahaga, dan telah basah tenggorokan, dan telah tetap pahala insya Allah),” (H.R. Abu Dawud 2011).

Memang terkadang doa berbuka puasa bukan seperti yang tertera dalam hadist tersebut, hal ini masih diperbdebatkan oleh ulama, semuanya kembali kepada niat dalam menjalankan ibadah tersebut yakni berdoa sesuai dengan sumber yang paling jelas dan melakukannya dengan ikhlas dengan niat karena Allah serta memohon petunjuk agar dijauhkan dari jalan yang sesat dan bahaya bid’ah dalam islam.

3. H.R. Tirmidzi – 632

“Nabi saw. selalu berbuka dengan kurma basah sebelum salat, jika beliau tidak mendapatinya, maka (beliau berbuka) dengan kurma kering dan jika tidak mendapatkan kurma kering, beliau berbuka dengan meneguk air tiga kali, diriwayatkan juga bahwa Nabi saw. berbuka pada musim dingin dengan kurma dan pada musim panas dengan air,” (H.R. Tirmidzi – 632).

Sering kita mendengar bahwa berbuka puasa akan jauh lebih baik dengan makanan yang manis, hal itu memang sebuah amalan yang mendatangkan pahala dan merupakan sunnah Rasul sebagaimana beliau setiap kali berpuasa ramadhan beliau berbuka puasa dengan kurma yang sehat dan manis serta dengan air putih, hal itu baik menurut agama juga menurut kesehatan. menu buka puasa yang sehat ini telah dijalankan banyak umat muslim di seluruh dunia.

4. H.R. Bukhari – 1768

Barangsiapa yang menegakkan lailatul qadar (mengisi dengan ibadah) karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala (hanya dariNya) maka akan diampuni dosa-dosa yang telah dikerjakannya, dan barangsiapa yang melaksanakan shaum Ramadhan karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala (hanya dariNya) maka akan diampuni dosa-dosa yang telah dikerjakannya,” (H.R. Bukhari – 1768).


Hadist yang diriwayatkan Bukhari ini mengenai seorang hamba yang ikhlas dalam menjalankan puasa dan melakukannya karena Allah dosanya kan diampuni. Tentunya ibadah tersebut harus dilakukan secara lengkap dengan menjalankan kewajiban seperti shalat wajib, menutup aurat, menjaga hawa nafsu, dan semua yang dicontohkan oleh Rasulullah sehingga tercapai kesempurnaan dalam beribadah dan dosa dosanya diampuni oleh Allah.

5. H.R. Tirmidzi – 735

“Barangsiapa yang memberi makan orang yang berbuka, dia mendapatkan seperti pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikitpun” (H.R. Tirmidzi – 735). Yakni mengenai amalan memberi makan orang yang puasa akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa pengurangan sedikitpun.

6. H.R. Tirmidzi – 2450

Ketika bulan ramadhan seseorang rutin menjalankan shalat malam maka ia akan mendapatkan tempat yang khusus dan sangat indah di surga. “Sesungguhnya di surga ada kamar-kamar, luarnya terlihat dari dalam dan dalamnya terlihat dari luar.” Seorang badui menghampiri beliau, ia bertanya: “Itu untuk siapa, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Bagi yang membiasakan ucapannya baik, memberi makan puasa secara kontinyu, salat malam untuk Allah saat orang-orang tidur,” (H.R. Tirmidzi – 2450).

7. H.R. Ahmad, Nasa’i dan Al Baihaqi

‘‘Telah datang pada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh keberkahan, di mana Allah Swt. mewajibkan kalian berpuasa, dibuka pintu-pintu surga dan ditutup pintu-pintu neraka dan setan-setan dibelenggu.’” (H.R. Ahmad, Nasa’i dan Al Baihaqi). jelas dari hadist tersebut bahwa bulan ramadhan ialah bulan yang bebas dari gangguan syetan karena seluruh syetan dikurung di neraka.

8. H.R. Muslim

“Sholat lima waktu, Jum’at ke Jum’at, Ramadhan ke Ramadhan berikutnya penghapus dosa-dosa diantaranya jika menjauhi dosa-dosa besar,” (H.R. Muslim). Bulan ramadhan ialah waktunya pengampunan dosa yakni dengan melakukan shalat wajib disertai amal lain yang baik yakni amal yang wajib dan amal yang sunnah.

9. Jaami’ At-Tirmidziy no. 682

Wahai para pencari kebaikan, bersegeralah (menuju kebaikan), wahai para pencari keburukan, berhentilah (dari keburukan), Allah membebaskan (seorang hamba) dari api neraka pada setiap malam (di bulan Ramadhan).[Jaami’ At-Tirmidziy no. 682). Ialah hadist mengenai seruan kepada umat muslim untuk meningkatkan keimannnya sebab di bulan ramadhan Allah mengeluarkan hamba dari api neraka di tiap malamnya.

10. Sunan An-Nasaa’iy no. 2106

Demi Allah, di bulan itu ada malam yang lebih baik daripada seribu bulan, barangsiapa terhalang mendapatkan kebaikannya maka sungguh ia telah terhalang.” [Sunan An-Nasaa’iy no. 2106]. Ialah mengenai orang yang rugi jika tidak mendapatkan kebaikan dan rahmat di bulan ramadhan sebab hal itu akan menghalanginya dari kebaikan yang lain.

11. Musnad Ahmad no. 1691

Dalam sebuah hadist dinyatakan bahwa seseorang yang beribadah di bulan ramadhan dengan sungguh sungguh yakni menjalankan dengan iklas semata karena Allah maka baginya akan terbebas dari dosa dan ia menjadi sosok yang baru yang bebas dari dosa baggaikan bayi suci yang baru lahir karena dosa dosanya telah diampuni.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang Allah wajibkan kalian untuk berpuasa, dan aku telah mensunnahkan kaum muslimin untuk shalat malam didalamnya, maka barangsiapa berpuasa dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, niscaya dosa-dosanya akan keluar (darinya) bagaikan hari ketika ia baru dilahirkan ibunya.”[Musnad Ahmad no. 1691].

12. Shahiih Al-Bukhaariy no. 1904

Bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan yang dengan keduanya ia akan bergembira, yaitu jika ia berbuka puasa maka ia akan gembira dan jika ia bertemu Rabbnya, ia akan gembira dengan sebab puasanya.”[Shahiih Al-Bukhaariy no. 1904]. Hadist tersebut berisi sebuah jaminan bahwa orang yang berpuasa ialah memiliki derajat yang tinggi di sisi Allah dari segi apapun yang dimilikinya.


13. Shahiih Muslim no. 1153

Ibadah puas ramadhan hanya dinilai oleh Allah dan hanya Allah yang mengetahui dterima atau tidaknya, seorang hamba harus tetap berusaha sebaik mungkin agar amal ibadahnya diterima. “Kecuali puasa karena sesungguhnya puasa adalah untukKu dan Akulah yang akan membalasnya, karena ia telah meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku.”[Shahiih Muslim no. 1153].

Yakni dilakukan dengan cara melakukan ibadah puasa ramadhan secara lahir dan batin dengan menjauhi makan minum sebelum waktu buka dan menjaga hati serta menjaga nafsu dalam diri sehingga selalu terjaga sepanjang hari dan di malam harinya mampu melakukan amal kebaikan yang lebih luas lagi sesuai perintah dan sunnah dalam islam yang diajarkan Al Qur’an dan Rasul.

14. Musnad Ahmad no. 6589

Puasa dan Al-Qur’an keduanya akan memberikan syafa’at kepada seorang hamba di hari kiamat, puasa berkata, “Wahai Rabb, aku telah mencegahnya dari makanan dan nafsu syahwat di siang hari, maka izinkan aku memberi syafa’at padanya,” dan Al-Qur’an berkata, “Aku telah mencegahnya dari tidur di malam hari, maka izinkan aku memberi syafa’at padanya.” Rasulullah melanjutkan, “Maka keduanya diizinkan memberi syafa’at.” [Musnad Ahmad no. 6589].

Di hari kiamat nanti, seseorang yang rajin melakukan ibadah ramadhan akan mendapatkan begitu banyak syafaat dikarenakan kebaikan yang dilakukannya, sehingga ia terbebas dari segala kesusahan dan dapat mencapai kebaikan di akherat dengan mudah, ia tidak akan dekat dengan siksa atau dengan segala sesuatu yang membebani di akherat.

15. Shahiih Al-Bukhaariy no. 1903

Barangsiapa yang tidak menahan perkataan keji dan perbuatan buruk didalamnya, maka Allah tidak butuh (orang itu) menahan makan dan minumnya.” [Shahiih Al-Bukhaariy no. 1903]. Bulan puasa tidak hanya menahan lapar haus saja tapi juga menahan diri dari berkata yang tidak baik atau dari perkataan yang kotor.

Demikian artikel kali ini, semoga mudah dipahami oleh anda dan dapat menjadi wawasan islami yang bermanfaat, jangan lupa selalu perbarui ilmu anda dengan membaca artikel artikel mengenai agama islam di website kami. Terima kasih. Salam hangat.

, , , , ,




Post Date: Thursday 24th, May 2018 / 07:05 Oleh :
Kategori : Hadist