Cabang-cabang Ilmu Tauhid dalam Al-Qur’an

Konsekuensi ketika menyatakan diri sebagai seorang muslim ialah wajib hukumnya mempelajari ilmu agama sesuai dengan yang tertuang dalam Al Qur’an dan Hadits yang shahih.

Sebelum menelusuri ke ilmu Agama Islam yang lebih mendalam, setiap umat Islam harus mengenal dasar dari agama Islam itu sendiri. Dalam hal ini konsep dasar agama Islam tercantum dalam ilmu tauhid.

Apakah ilmu tauhid itu?

Berikut ini akan diuraikan secara sistematis tentang ilmu tauhid beserta cabang-cabangnya.

Pengertian Tauhid

Tauhid ( توحيد‎ ) menurut bahasa ialah mashdar (bentukan kata kerja dari kata benda, ed) berasal dari kata wahhada.

Menurut istilah, tauhid berarti pernyataan terhadap keesaan Allah subhanahu wa ta’ala. Menyatakan keesaan Allah di sini tanpa menduakan atau menyekutukannya dengan sesuatu apapun. Allah adalah satu-satunya yang harus disembah.

Allah Ta’ala berfirman dalam Al Qur’an:

رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا فَاعْبُدْهُ وَاصْطَبِرْ لِعِبَادَتِهِ هَلْ تَعْلَمُ لَهُ سَمِيّاً

“Rabb (yang menguasai) langit dan bumi dan segala sesuatu yang ada di antara keduanya, maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadah kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)?” (QS. Maryam 19: 65).

Cabang-cabang Ilmu Tauhid

Macam-macam ilmu tauhid terbagi dalam 3 cabang, yaitu tauhid rububiyahuluhiyah dan asma’ wa shifat (Al-Qaulul Mufiiid Syarh Kitabi At-Tauhid  I/7). Ketiganya memiliki pengertian masing-masing. Berikut ini penjelasannya.

  • Tauhid Rububiyah yakni beriman hanya kepada Allah sebagai satu-satunya Rabb yang menciptakan, memiliki dan menguasai seluruh alam semesta. Sebagaimana yang tertuang dalam firman Allah berikut ini:

اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ

Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu.” (QS. Az-Zumar 39 : 62)

  • Tauhid uluhiyah atau tauhid ibadah yakni beriman semata-mata hanya kepada Allah dengan menyembah-Nya dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu apapun. Hal ini tertuang dalam ayat Al Qur’an berikut ini:

شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ ۚ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Ali ‘Imran 3 : 18)

  • Tauhid asma’ wa shifat ialah meyakini bahwa Allah memiliki nama-nama dan sifat-sifat yang baik sesuai dengan kekuasaan-Nya. Nama-nama dan sifat-sifat yang baik tersebut dikenal dengan 99 Asmal’ul husna.

هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ ۖ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ ۚ يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepada-Nya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Hasyr 59 : 24)

Selengkapnya mengenai asmaul husna beserta artinya dapat Anda temukan di situs ini.

Itulah penjelasan mengenai cabang-cabang ilmu tauhid dalam Islam yang dapat Anda ketahui. Semoga mampu meningkatkan pengetahuan dan keimanan terhadap Allah subhanahu wa ta’ala. Aamiin.