Hikmah Mempelajari Ilmu Tauhid Dalam Kehidupan

Belajar atau menuntut ilmu agama Islam merupakan kewajiban bagi setiap umat muslim baik laki-laki maupun perempuan. Sebagaimana yang terdapat dalam dalil di bawah ini:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ

Mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun muslim perempuan”. (HR. Ibnu Abdil Barr)

مَنْ أَرَا دَالدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِا لْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَالْاآخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ

“Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa yang menghendaki kehidupan Akherat, maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa menghendaki keduanya maka wajib baginya memiliki ilmu”. (HR. Turmudzi)

Salah satu ilmu yang wajib diketahui sekaligus diamalkan oleh setiap muslim ialah ilmu tauhid.

Secara garis besar, ilmu tauhid merupakan pernyataan dan pembuktian terhadap keesaan Allah sebagai satu-satunya Rabb yang wajib disembah. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan Allah-lah penguasa alam semesta ini.

Mempelajari ilmu tauhid tidak sebatas untuk menambah wawasan ke-Islaman, tetapi memiliki hikmah yang lebih luas daripada itu. Sudahkah Anda mengetahui hikmah mempelajari ilmu tauhid?

Jika belum, penting bagi Anda untuk menyimak ulasan berikut ini.

1. Terhindari dari Perbuatan Syirik

Ilmu tauhid mengajarkan untuk beriman terhadap keesaan Allah Ta’ala. Esa ialah satu tanpa ada yang dapat menandingi-Nya dengan sesuatu apapun.

Perbuatan menyekutukan Allah dengan selain-Nya disebut dengan syirik. Syirik merupakan dosa besar yang sangat dibenci oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

إِنَّ اللّهَ لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاءُ

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik kepada-Nya dan Dia akan mengampuni dosa lainnya yang berada di bawah tingkatannya bagi siapa saja yang dikehendaki oleh-Nya.” (QS. An Nisaa’: 116)

Balasan dari dosa syirik dalam Islam ialah neraka. Allah ta’ala berfirman,

إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللّهُ عَلَيهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ

“Sesungguhnya barangsiapa yang mempersekutukan Allah maka sesungguhnya Allah telah mengharamkan surga baginya dan tempat kembalinya adalah neraka, dan tiada seorang penolongpun bagi orang-orang zhalim tersebut.” (QS. Al Maa’idah: 72)

2. Pedoman Hidup Bahagia Dunia Akhirat

Beriman terhadap ilmu tauhid berarti taat kepada Allah, yakni menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya.

Jadikanlah ridha Allah sebagai pedoman hidup maka tidak ada penghalang untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat, aamiin insya Allah.

Firman Allah Ta’ala dalam Al Qur’an:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَلَا تُبْطِلُوا أَعْمَالَكُمْ

Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan taatlah kepada rasul dan janganlah kamu merusakkan (pahala) amal-amalmu” (QS. Muhammad : 33).

قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعاً الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لا إِلَهَ إِلاَّ هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Katakanlah (wahai Muhammad): “Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk.” (QS. Al A’raf: 158).

Artikel Terkait:

3. Memperoleh Ketenangan Hati

Hidup dalam keadaan tidak tenang tentulah bukan dambaan setiap orang. Berbagai masalah yang datang kian menghadang jika tidak disikapi dengan bijak dapat menurunkan semangat dan daya pikir.

Namun, bila semuanya diselesaikan dengan sabar dan sholat sambil terus mencari petunjuk Allah, insya Allah ketenangan hati akan diperoleh.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (Qs. ar-Ra’du : 28).

Itulah beberapa hikmah mempelajari ilmu tauhid yang dapat kami bagikan untuk Anda. Semoga mampu menjadi ilmu yang bermanfaat untuk kita semua dan mengamalkannya untuk meraih keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’la.